HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
289 research outputs found
Sort by
KESESUAIAN SOAL UAS BUATAN GURU MATEMATIKA KELAS IX DENGAN TUJUAN PEMBELAJARAN
Evaluasi merupakan kegiatan terpenting dalam proses pembelajaran, ketika membuat alat evaluasi harus sesuai dengan kisi yang dibuat, baik dari segi kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi (IPK) sampai dengan tujuan yang ingin diraih. Tujuan dari penelitian ini ialah dalam rangka untuk melihat apakah instrumen pengevaluasian yang dilaksanakan oleh pendidik telah selaras dengan apa yang ingin dicapai pada pembelajaran itu sendiri. Penelitian ini berjenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pelaksanaan penelitian ini yakni di  SMP Negeri 5 Bantan Kabupaten Bengkalis dengan subjek penelitian adalah guru matematika kelas IX. Berdasarkan analisis yang telah dilaksanakan didapatkan hasil 25 pertanyaan yang diajukan oleh guru, 7 pertanyaan yang tidak selaras dengan hal yang ingin dicapai pada proses pembelajaran  serta 14 tujuan pembelajaran dimana tidak terdapat pada pertanyaan yang diajukan oleh guru. Jadi dapat disimpulkan bahwa soal tersebut sudah bai
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DITINJAU DARI TAHAPAN POLYA DAN NEWMAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah yang ditinjau dari tahapan Polya dan Newman serta mengetahui kesulitan siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika . Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Banjar Margo yang berjumlah 60 siswa yang terdiri dari 18 siswa berkemampuan rendah, 30 siswa berkemampuan sedang, dan 12 siswa berkemampuan tinggi. Data penelitian dikumpulkan melalui tes dan wawancara yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa belum mencapai 50%. Jika ditinjau dari tahapan Polya kemampuan pemecahan masalah adalah sebesar 30,5% sedangkan jika ditinjau dari tahapan Newman adalah sebesar 47,6%. Adapun yang menyebabkan sulitnya siswa dalam menyelesaikan masalah adalah kurangnya pembiasaan mengerjakan soal yang menuntut kemampuan pemecahan masalah dengan tahapan yang lengkap dan kurangnya minat siswa terhadap matematika karena materi di buku teks cenderung sulit dipahami sehingga mengakibatkan kurangnya literasi membaca siswa. Kata Kunci: Newman, Pemecahan Masalah, Poly
MODEL SEASONAL ARIMA BOX-JENKINS DALAM PERAMALAN PENJUALAN SURAT KABAR HARIAN SERAMBI INDONESIA
Peramalan penjualan merupakan hal yang lumrah dilakukan dalam era persaingan global yang tinggi saat ini. Di dunia industri informasi, industri penyebaran berita marak didistribusikan dengan berita digital. PT. Aceh Grafika masih memproduksi surat kabar cetak yaitu harian Serambi Indonesia. Perusahaan ini ingin mendapatkan model peramalan penjualan surat kabar Serambi Indonesia untuk dasar produksidi periode-periode selanjutnya. Metode time series yang dapat digunakan untuk meramalkan penjualan salah satunya adalah model Seasonal ARIMA Box-Jenkins atau yang lebih dikenal dengan metode Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA). Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data penjualan surat kabar harian Serambi Indonesia dari tanggal 1 Januari 2021 hingga 31 Desember 2021. Tujuan penelitian ini yaitu memperoleh model peramalan terbaik dari data penjualan surat kabar harian dan memperoleh hasil peramalan penjualan surat kabar harian untuk bulan Januari hingga Maret tahun 2022. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah model SARIMA terbaik untuk meramalkan penjualan surat kabar harian yaitu ARIMA(0,1,1)(0,1,1)7. Secara keseluruhan penjualan surat kabar harian mengalami peningkatan pada Minggu pertama bulan Januari dan kembali mengalami penurunan pada Minggu akhir bulan Maret. Nilai rata-rata peramalan penjualan surat kabar harian untuk bulan Januari hingga Maret tahun 2022 berkisaran 8.762 oplah per hari
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Ditinjau Dari Gaya belajar Materi Bangun Datar
Kemampuan komunikasi matematis siswa sangat penting dan dibutuhkan siswa ketika menyelesaikan permasalahan matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripskan kemampuan komunikasi matematis siswa SMP pada materi bangun ruang sisi datar ditinjau dari gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Â
ANALISIS KESALAHAN SISWA BERDASARKAN TAHAPAN NEWMAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIMPUNAN
Salah satu materi yang dipelajari dan harus dikuasai oleh siswa adalah materi himpunan. Materi himpunan merupakan materi yang mempunyai kategori kesulitan cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk dapat menganalisis jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa sesuai dengan tahapan Newman dalam menyelesaikan soal himpunan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang terdiri dari 14 siswa kelas VII SMP Juara Pekanbaru tahun ajaran 2021/2022 sebagai subjek penelitian. Untuk jenis teknik pengumpulan datanya berbentuk teknik tes dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara mereduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari analisis kesalahan yang siswa lakukan pada saat melakukan penyelesaian soal himpunan berdasarkan tahapan Newman menunjukkan bahwa kesalahan membaca soal terjadi sebanyak 6,94%, kesalahan memahami soal terjadi sebanyak 18,9%, kesalahan transformasi soal terjadi sebanyak 25%, kesalahan keterampilan proses terjadi sebanyak 36,4%, dan kesalahan penulisan jawaban akhir terjadi sebanyak 15,3%
Analisis Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik SMP Ditinjau dari Self Regulated Learning Pada Masa Pademi COVID-19
Tujuan dari pembelajaran matematika salah satunya meningkatkan kemampuan penalaran matematis karena kemampuan tersebut memiliki peranan penting bagi standar proses lainnya. Self regulated learning menjadi salah satu kunci untuk mencapai keberhasilan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui kemampuan penalaran matematis peserta ditinjau dari self regulated learning pada masa Pandemi Covid-19. Metode pada penelitian ini dengan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMPN 83 Jakarta yang berjumlah 28 orang, diberikan angket self regulated learning dan tes kemampuan penalaran matematis. Purposive sampling digunakan untuk menentukan subjek penelitian dengan analisis modal Rasch. Tiga subjek dipilih berdasarkan tingkat SLR. Memilih subjek sesuai dengan hasil tes kemampuan penalaran untuk lanjut melakukan wawancara. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwasannya peserta didik yang mempunyai self regulated learning tinggi dapat mencapai 4 indikator kemampuan penalaran matematis, terdapat 1 indikator yang tidak tercapai yaitu Generalisasi. Peserta didik yang mempunyai self regulated learning sedang dapat mencapai 3 indikator kemampaun penalaran matematis, terdapat 2 indikator yang tidak terpenuhi, yaitu Analisis dan Generalisasi. Peserta didik yang memiliki self regulated learning rendah tidak dapat menyelesaikan soal tes yang dikerjakan oleh S1 maupun S2. Kemampuan penalaran matematis ini tidak sama antar peserta didik SMP berdasarkan tingkat self regulated learning
ANALISIS PEMBERIAN REWARD OLEH GURU UNTUK MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA DALAM KURIKULUM MERDEKA
The independent curriculum emphasizes the achievement of competence in attitudes, knowledge and skills. The implementation of the independent curriculum is expected to increase students\u27 learning motivation, because this curriculum is basically student-centered. The teacher is only a facilitator and mediator as well as a motivator for students, so that students are enthusiastic in learning and get good results. Mathematics learning is one of the main subjects found at all school levels. In mathematics, there are subject matter that are interrelated with one another. The existence of rewards is expected to provide high motivation and discipline, so that in the teaching and learning process, activities in the classroom can provide high learning motivation, so that students\u27 academic achievement can be improved. This research will be conducted in class X in one of the high schools in the city of Kediri. The activity is carried out in the odd semester of 2022/2023 in August. The research method used is descriptive qualitative. The form of reward given is in the form of verbal and non-verbal rewards, reward rewards and value rewards. The impact of giving rewards given by teachers to students in learning mathematics has an impact on students\u27 learning motivation. Independent curriculum emphasizes the achievement of attitude, knowledge and skill competencies. The implementation of the independent curriculum is expected to increase students\u27 learning motivation, because this curriculum is basically student-centered. The teacher is only a facilitator and mediator as well as a motivator for students, so that students are enthusiastic in learning and get good results. Mathematics learning is one of the main subjects found at all school levels. In mathematics, there are subject matter that are interrelated with one another. The existence of rewards is expected to provide high motivation and discipline, so that in the teaching and learning process, activities in the classroom can provide high learning motivation, so that students\u27 academic achievement can be improved. This research will be conducted in class X in one of the high schools in the city of Kediri. The activity is carried out in the odd semester of 2022/2023 in August. The research method used is descriptive qualitative. The form of reward given is in the form of verbal and non-verbal rewards, reward rewards and value rewards. The impact of giving rewards given by teachers to students in learning mathematics has an impact on students\u27 learning motivation
KEGAGALAN METAKOGNITIF MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN ILL- STRUCTURED PROBLEM PADA MATERI FUNGSI KUADRAT
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegagalan mahasiswa dalam menyelesaikan ill-structured problem. Langkah penyelesaian ill-structured problem yang digunakan meliputi: representasi masalah, proses solusi, serta monitoring dan evaluasi. Â Kegagalan dalam menyelesaikan ill-structured problem ini ditandai dengan kurang tepatnya jawaban yang ditemukan, atau bahkan tidak ditemukannya jawaban yang sesuai. Kegagalan mahasiswa dalam menyelesaikan ill-structured problem ini selanjutnya dikaji dengan menggunakan kerangka kegagalan metakognitif. Adapun kerangka kegagalan metakognitif terdiri dari 3 jenis, yaitu metacognitive blindness, metacognitive mirage, dan metacognitive vandalism. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegagalan metakognitif mahasiswa saat mengerjakan ill-structured problem, khususnya pada materi fungsi kuadrat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif eksploratif. Subjek dari penelitian ini terdiri dari 3 orang mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang yang mengalami kegagalan saat menyelesaikan ill-structured problem. Ketiga subjek penelitian tersebut, selanjutnya disebut sebagai S1, S2, dan S3. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa S1 mengalami kegagalan metakognitif tipe vandalism, S2 mengalami kegagalan metakognitif tipe mirage, dan S3 mengalami kegagalan metakognitif tipe blindness. Jadi dapat disimpulkan bahwa kegagalan subjek dalam proses penyelesaian ill-structured problem berkaitan dengan ketiga jenis kegagalan metakognitif
Pengaruh Penggunaan Modul Pembelajaran terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Matematika
Tujuan dari penelitian eksperimen ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan modul pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas X AKL SMK PGRI 2 Kediri. Metode yang digunakan adalah quasi experimental design dengan desain penelitian nonequivalent control grup design. Sampel penelitian ini sebanyak 30 siswa. Kelompok eksperimen adalah 15 siswa X AKL 2 dan 15 siswa kelas X AKL 3 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian ini adalah tes hasil belajar dan angket motivasi belajar. Analisis data menggunakan uji normalitas dengan uji saphiro wilk, uji homogenitas dengan uji-F, dan uji hipotesis dengan uji-t independent. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penggunaan modul pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas X AKL SMK PGRI 2 Kediri. Hasil uji-t dengan taraf signifikan  diperoleh . Rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen adalah 72,67 sedangkan kelompok kontrol adalah 60. Hasil pengukuran motivasi belajar kelompok eksperimen lebih tinggi dari motivasi belajar kelompok kontrol
PENGARUH PEMBELAJARAN AIR BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMP
Penelitian ini dilakukan di SMP 8 PAB Saentis dengan kemampuan komunikasi matematis siswa yang rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut maka peneliti menerapkan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) berbantuan media konkret yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) berbantuan media konkret yang bertujuan untuk mengetahui model pengaruh pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) berbantuan media konkret terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada persamaan materi dan pertidaksamaan linier satu variabel. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan pretest dan postest , populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP 8 PAB Saentis,Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan komunikasi matematis siswa dan sampel dalam penelitian ini diambil dengan Teknik Cluster Random Sampling. Hasil penelitian ini adalah kemampuan komunikasi matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran Auditory Intellectualally Repetition (AIR) berbantuan media yang nyata lebih baik dari kemampuan komunikasi matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran konvensional