HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
289 research outputs found
Sort by
LEVEL KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL PISA DITINJAU DARI KECERDASAN LOGIS-MATEMATIS
Literasi matematika digambarkan oleh PISA sebagai kapasitas seseorang untuk merumuskan, menerapkan, dan menginterpretasikan matematika dalam berbagai situasi. Indonesia menduduki peringkat 61 dari negara-negara yang berpartisipasi dalam jajak pendapat pada tahun 2015, sedangkan pada tahun 2018 menduduki peringkat 70. Literasi matematika dan kecerdasan logis matematis saling berkaitan, siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis akan mampu memahami masalah, memeriksa perhitungan, dan menggunakan penalaran dan abstraksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa dalam hal tingkat kecerdasan logis matematis saat mereka menjawab soal PISA. Sebanyak 31 siswa dari kelas IX di SMP Negeri 1 Ngemplak menjadi subjek dalam penelitian ini, yang menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Seluruh data penelitian berasal dari wawancara siswa dan hasil tes kecerdasan logis matematis. Berdasarkan hasil penelitian, siswa dengan tingkat kecerdasan logis matematis tinggi mampu memenuhi persyaratan literasi matematis pada level 1 sampai 5, namun pada level 5 subjek masih mampu merumuskan dan mendeskripsikan hasil pekerjaannya, meskipun hasil akhirnya tidak tepat. Siswa dengan tingkat kecerdasan logis matematis sedang dan rendah mampu memenuhi indikator literasi matematis pada level 1 dan 3. Sedangkan pada level 2, 4 keduanya mampu memenuhi sebagian indikator literasi matematis serta pada level 5, dan 6 keduanya tidak mampu memenuhi seluruh indikator literasi matematis
ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA TIPE HOTS BERBASIS LANGKAH POLYA
This study was aimed at finding two objectives, there were the description of student difficulties in solving HOTS type math problems based on polya steps and the factors that caused students difficulties in solving polya step-based HOTS math problems. This study experienced by high school students in class X in Klaten Regency. This study was descriptive research with a qualitative approach. The subjects of this study were 24 class X high school students in Klaten Regency. This study used observation data collection techniques, written tests, interviews, and documentation. The results showed that difficulty to understand the problem (5.47%), difficulty to plans (12.80%), difficulty to implement the plan (27.13%), and difficulty to check again (54.59%). The factors of high school students\u27 difficulties in solving HOTS type math problems based on polya steps came from internal factors and external factors. The internal factors were low students\u27 interest in mathematics, low students\u27 motivation, and bad students\u27 attitudes in dealing with math problems. The external factors were experience solving HOTS questions, inattention of family environment and unpleasant of home situation, the school environment, such as inadequate facilities, and the community environment that drain student times
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan menganalisis mengenai: (1) Kemampuan komunikasi matematis menghubungkan benda nyata , gambar dan diagram kedalam ide matematika. (2) Kemampuan komunikasi matematis menjelaskan idea, situasi, tulisan dengan benda nyata, gambar, grafik dan aljabar. (3) Kemampuan komunikasi matematis menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika. (4) Kemampuan komunikasi matematis membuat model dari suatu situasi melalui tulisan, benda-benda konkret, gambar, grafik, dan metode-metode aljabar. (5) Kemampuan komunikasi matematis Menjelaskan dan membuat pertanyaan tentang matematika yang telah dipelajari. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 2 Bandar Lampung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis menghubungkan benda nyata , gambar dan diagram kedalam ide matematikata golong rendah (writing). Kemampuan komunikasi matematis menjelaskan idea, situasi, tulisan dengan benda nyata, gambar, grafik dan aljabar tergolong rendah (drawing). Kemampuan komunikasi matematis menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika tergolong rendah. Kemampuan komunikasi matematis membuat model dari suatu situasi melalui tulisan, benda-benda konkret, gambar, grafik, dan metode-metode aljabar tergolong rendah (mathematical expression). Kemampuan komunikasi matematis menjelaskan dan membuat pertanyaan tentang matematika yang telah dipelajari tergolong rendah.Â
ANALISIS TINGKAT LITERASI MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PELUANG
Literasi matematika sebagai keahlian siswa dalam melakukan interpretasi serta membuat rumusan permasalahan matematika dalam berbagai konteks. Siswa-siswi Indonesia dalam mencapai literasi matematika masih dikatakan rendah, hal tersebut didasarkan pada data asesmen PISA yang diperoleh setiap periodenya. Di SMK Batik 2 Surakarta, peneliti ingin meneliti kemampuan siswa dalam menyelesaikan situasi peluang secara matematis. Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan siswa kelas XII OTKP SMK Batik 2 Surakarta dengan tingkat literasi matematika tinggi, sedang, dan rendah sebagai subjek penelitian. Peneliti menggunakan teknik wawancara saat melakukan validasi soal ujian. Reduksi data, visualisasi data, dan penarikan kesimpulan merupakan bagian dari analisis teknis yang dilakukan setelah pengumpulan data. Berdasarkan temuan penelitian, Siswa dengan tingkat literasi tinggi mampu memahami kelima indikator kemampuan literasi matematika pada soal pertama dan kedua, tetapi hanya tiga indikator pada soal ketiga. Siswa dengan tingkat kemampuan literasi matematis sedang mampu memahami kelima indikator pada soal pertama, tetapi hanya satu indikator pada soal kedua dan tiga indikator pada soal ketiga. Siswa dengan kemampuan literasi matematis rendah hanya mampu menguasai dua indikator pada soal kedua meskipun menguasai tiga indikator pada soal pertama dan ketiga
PENGEMBANGAN AUTHENTIC ASSESMENT DALAM PEMBELAJARAN GEOMETRI
Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menghasilkan alat penilaian autentik dalam pembelajaran geometri yang sahih, andal, objektif, dan praktis. Proses pengembangan alat penilaian autentik menggunakan modifikasi model 4-D dari Thiagarajan.Target capaian/luaran dari penelitian ini berupa perangkat pembelajaran yang berada pada kriteria valid. Hasil dari penelitian ini adalah suatu perangkat alat penilaian autentik yang sahih, andal, obyektif dan praktis melalui proses pengembangan
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI SEGIEMPAT DAN SEGITIGA
Tujuan penelitian ini adalah agar mengetahui kesalahan yang apa saja yang diperbuat siswa dalam mengerjakan soal cerita segiempat dan segitiga. Penelitian ini berjenis diskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini subjeknya adalah 26 siswa kelas VIII SMP N 13 Dumai. Kesalahan siswa dapat diketahui melalui pengumpulan data pemberian soal tes tertulis. Kesalahan siswa dalam penyelesaian soal segiempat dan segitiga adalah sebagai berikut: 1) Reading Error (kesalahan membaca soal) (19,53%), 2) Comprehention Error (kesalahan memahami soal) (20,31%), 3) Transformation Error (kesalahan transformasi soal) (23,05%). 4) Process Skill Error (kesalahan keterampilan proses) (15,63%), 5) Encoding Error (kesalahan penulisan jawaban) (21,48%).Kesalahan yang banyak dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal tes tertulis pada soal cerita materi segiempat dan segitiga adalah kesalahan transformasi soal yaitu kesalahan dalam menuliskan langkah-langkah penyelesaia
GEOMETRI DIFERENSIAL FUNGSI COBB-DOUGLAS PADA PRODUKSI GARAM UD SIRA KAJHU, ACEH BESAR, ACEH
Tingginya permintaan garam serta kurangnya tenaga kerja dan modal menyebabkan produksi garam lokal tidak dapat memenuhi kebutuhan. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan model fungsi produksi Cobb-Douglas dan untuk mengetahui pengaruh input tenaga kerja dan modal terhadap jumlah produksi garam yang dihasilkan, besarnya nilai elastisitas input, bentuk skala hasil (return to scale) serta gambaran permukaan industri garam di UD Sira Kajhu pada Januari 2020-Februari 2021. Teknik analisis data yang digunakan adalah pendekatan metode Cobb-Douglas menggunakan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, model yang didapat adalah  dengan besarnya nilai elastisitas input tenaga kerja yaitu sebesar 0,246 yang menunjukkan jika tenaga kerja mengalami peningkatan sebesar 1 rupiah maka produksi garam meningkat sebesar 0,246 rupiah dan nilai elastisitas input modal yaitu sebesar 0,548 yang menunjukkan jika modal mengalami peningkatan sebesar 1 rupiah maka produksi garam meningkat sebesar 0,548 rupiah. Sehingga dapat disimpulkan input modal lebih berpengaruh dibandingkan dengan input tenaga kerja. Kondisi skala hasil yang terjadi sebesar 0,794 menunjukkan bahwa industri berada pada kondisi decreasing return to scale dan gambaran permukaan geometri diferensial industri garam yang terbentuk adalah parabolik, yang berarti input tenaga kerja dan modal berpengaruh terhadap hasil produksi garam di UD Sira Kajhu
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA DALAM MENYELESAIKAN SPLTV
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah adalah kurangnya perhatian dalam proses pembelajaran, membuat pemodelan, dan menyelesaikan soal cerita. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatatif untuk menggambarkan kemampuan pemecahan masalah pada materi SPLTV menggunakan teori Polya. Penelitian ini dilakukan di SMA Al Kautsar Bandar Lampung dengan subjek penelitian berjumlah 3 siswa dari kelas X MIPA 4 yang masing-masing mewakili kategori sangat baik, baik, dan kurang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Siswa pada kategori sangat baik memiliki kemampuan pemecahan masalah dengan teori Polya, siswa dengan kategori baik dapat memcahkan masalah melalui teori Polya, namun kurang pada tahap pengecekan kembali. Sedangkan siswa dengan kategori kurang tidak memiliki kemampuan pemecahan masalah sehingga tidak bisa mengikuti teori Polya
Pembelajaran Matematika Berbasis Teknologi dalam Perspektif Filsafat Matematika
Sebagai ilmu tentang pencarian kebenaran berdasarkan nalar, filsafat memiliki kontribusi besar dalam perkembangan matematika dan teknologi, termasuk dalam pembelajaran matematika berbasis teknologi yang tidak terpisahkan satu sama lain. Â Cabang filsafat, yakni filsafat matematika, memberi pengaruh terhadap cara seorang pendidik dalam pembelajaran matematika memandang matematika, kemudian berdampak pada metode ajar yang digunakan, dimana cara memandang tersebut dipengaruhi oleh pola pikir aliran-aliran filsafat matematika tersebut. Pembelajaran matematika tidak sekadar belajar teori-teori matematika, tetapi turut memahami kejadian atau pengalaman hidup yang mengakibatkan munculnya dan untuk apa teori matematika tersebut ada (ontologi, epistemologi, aksiologi). Kemampuan dalam hal teknologi penting dimiliki dan diajarkan melalui pendidikan, salah satunya pada pembelajaran matematika untuk mencari kebenaran filsafat atas pemikiran-pemikiran manusia. Teknologi dalam pembelajaran matematika dijadikan sebagai sumber, media, dan atau alat pembelajaran, sehingga memperkuat hubungan matematika dan teknologi yang tidak terpisahkan untuk mempermudah penerapan ilmu matematika dan meningkatkan motivasi sehingga diperoleh luaran akhir berupa ketuntasan belajar
Meta Analisis : Peranan Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis
Banyak penelitian yang meningkatkan kemampuan pemecahan masalah melalui  model problem based learning, akan tetapi belum ada yang menganalisis hasil penelitian yang sudah dilakukan atau yang sudah ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan model problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini menggunakan metode meta analisis dengan jumlah sampel 10 artikel jurnal. Hasil penelitian peranan model problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis memiliki nilai ES dengan kriteria efek sedang. Jika kita mencari rata-ratanya, maka nilai rata-rata  (efek sedang)Â