HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    289 research outputs found

    ANALISIS PENERAPAN ASESMEN DIAGNOSTIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMP YP PGRI 4 MAKASSAR

    Full text link
    This research is motivated by the independent curriculum which has begun to be implemented in several schools by implementing inclusive learning, where every child gets equal opportunities in education regardless of the child\u27s condition. To support the implementation of inclusive education, the first thing every teacher needs to do before starting the learning process is a diagnostic assessment. The purpose of this study was to analyze and describe the application of diagnostic assessment of algebraic material to class VII students of SMP YP PGRI 4 Makassar. The research subjects were 30 class VII students of SMP YP PGRI 4 Makassar. This type of research is descriptive qualitative. Collecting data using diagnostic assessment and interviews. The research data are combined to determine the classification of students\u27 answers. The results showed that 16.67% of students were in the complete understanding category, 10% were in the misconception category, 3.33% were in the guessing category, 50% were in the lack of understanding category, and 20% were still in the do not understand category

    Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Materi Penyajian Data di SMPN 2 Depok

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan komunikasi yang dimiliki siswa SMPN 2 Depok saat menyampaikan materi matematika. Analisis data berdasarkan hasil tes dengan menggunakan alat penilaian kemampuan komunikasi matematis digunakan dalam metodologi penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini difokuskan pada siswa kelas VII SMPN 2 Depok. Berdasarkan temuan penelitian, siswa kelas VII SMPN 2 Depok menunjukkan kemampuan komunikasi matematika yang sangat baik. Tiga dari empat ukuran kemampuan komunikasi matematis ditentukan telah memenuhi atau melampaui harapan berdasarkan masing-masing dari empat indikator. Indikator yang kurang tercapai ada pada indikator yang keempat yaitu menguraikan dan membuat pertanyaan kembali tentang matematika yang sudah dipelajari

    PERKEMBANGAN KURIKULUM MATEMATIKA: BERDASARKAN TUJUAN KURIKULUM

    Full text link
    Kurikulum merupakan pedoman yang digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan pembelajaran yang berisi rencana, peraturan, tujuan, isi dan bahan pelajaran demi tercapainya tujuan pendidikan. Terdapat lima tujuan umum dalam pembelajaran matematika yang dirancang oleh National Council of Teachers of Mathematics (NCTM, 2000) yaitu pertama, belajar memecahkan masalah; kedua, belajar menalar; ketiga, belajar berkomunikasi; keempat belajar mengaitkan ide; kelima, belajar membuat representasi. Dengan berdasar pada lima tujuan pembelajaran matematika menurut NCTM mencakup belajar memecahkan masalah, menalar, mengkomunikasikan, mengaitkan ide, dan membuat representasi yang berarti perkembangan kurikulum matematika setidaknya mencakup kelima hal tersebut. Perkembangan kurikulum dari waktu ke waktu menuntut siswa untuk mandiri dan aktif serta dapat memahami dan memanfaatkan pengetahuannya. Dalam proses pembelajaran guru berperan penting dalam mengimplementasikan penerapan kurikulum. Siswa memang belajar mendapatkan informasi secara aktif, tetapi guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang tepat untuk melibatkan siswa aktif dalam belajar. Sebaik apapun rancangan kurikulum akan menjadi tidak berarti apabila guru sebagai pelaksana tidak dapat menguasai dan memahami kurikulum tersebut dalam kemasan pembelajaran yang baik dan bermakna

    Efektivitas Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition Dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika Siswa

    Full text link
    Latar belakang penelitian ini adalah karena adanya suatu kondisi dimana belum adanya implementasi kemampuan literasi matematika pada siswa, dimana siswa cenderung kesulitan dalam mengidentifikasi atau menetapkan permasalahan, strategi penyelesaian, dan operasi hitung yang akan digunakan pada soal berbentuk cerita kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition dalam meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa kelas VIII MTsPN 4 Medan. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, jenis eksperimen dengan desain Post-test Only Control Design. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan literasi matematika siswa berupa soal uraian. Uji normalitas, homogenitas, dan pengujian hipotesis dengan uji-t adalah digunakan sebagai bagian dari pendekatan analisis data penelitian ini. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil sig. (2-tailed), dimana hasilnya 0,000 yakni < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat keefektifan yang signifikan pada model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition dalam meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY (AR) DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivitas augmented reality terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis pada materi bangun ruang. Jenis penelitian adalah penelitian semu dengan subjek penelitian kelas X Tata Busanasejumlah 18 siswa  dan X Tata Boga sejumlah 18 siswa  di SMK Budi Utomo Kepanjen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pemberian pre test post test, angket respon dan wawancara.  Rata – rata gain kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 0,80 dan 0,41. Sehingga media augmented reality terbukti 80% efektif untuk menumbuhkan kemampuan kreatif  matematis siswa. Nilai pre test dan post test pada kelas eksperimen yang menggunakan agumented reality lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Keaktifan siswa pada proses pembelajaran yang menggunakan augmented reality lebih baik. This study aims to determine the effectiveness of augmented reality on the ability to think creatively and mathematically in geometric material. This type of research is quasi-research with 18 students in class X Fashion Design and 18 students in X Catering at SMK Budi Utomo Kepanjen. The data collection techniques were pre-test, post-test, response questionnaires, and interviews. The average gain of the experimental class and control class is 0.80 and 0.41. So that augmented reality media is proven to be 80% effective for growing students\u27 mathematical creative abilities. The pre-test and post-test values in the experimental class that used augmented reality were higher than in the control class. Student activeness in the learning process using augmented reality is better

    GROWTH PORTFOLIO ASSESSMENT: IMPLEMENTASI DALAM PEMBELAJARAN METODOLOGI PENELITIAN

    Full text link
    Mastery of research methodology is still one of the causes for students exceeding the normal study period. Effective assessment is required to measure the course’s learning outcomes. The purpose of this study was to examine the effect of growth portfolio assessment (GPA) on students\u27 abilities using research methodology. This study used an experimental research method with a 2×2 factorial design by giving growth portfolio assessment treatment to the experimental class and test assessment to the control class. The research subjects were Mathematics Education students at the Universitas Muhammadiyah Makassar. Data were collected using validated tests and questionnaires. The data analysis technique used a two-way analysis of covariance (ANCOVA) with covariates of pre-test ability and creativity as moderator variables. The research subjects were Mathematics Education students of Universitas Muhammadiyah Makassar. Data were collected using validated tests and questionnaires. The data analysis technique used a two-way analysis of covariance (ANCOVA) with covariates of pre-test ability and creativity as moderator variables. Students who have low creativity and are assessed by growth portfolios have higher research methodology skills than students who are assessed by test assessment after controlling for initial ability. Students who have high creativity and are assessed with the research methodology ability test assessment are higher than students who are assessed with the growth portfolio, after controlling for initial ability. The results of this study indicate that growth portfolio assessment is well used in learning Research Methodology courses for students who have low creativity and assessment tests for students who have high creativity

    PENGARUH MODEL SFE BERBANTUAN MEDIA MENTIMETER TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

    Full text link
    Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang diberikan model pembelajaran menggunakan student facilitator and explaining berbantuan media mentimeter dan model konvensional di kelas X SMAN 1 Cikande. Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian yang digunakan adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Cikande. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purpossive Sample dimana diperoleh siswa kelas X-B sebanyak 47 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X-C sebanyak 47 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Teknik analisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis menggunaan uji paired sample t-test dan uji independent sample t-test. Hasil uji hipotesis menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan yakni ada perbedaan antara hasil belajar matematika siswa kelas X-B melalui model pembelajaran student facilitator and explaining berbantuan media mentimeter dengan hasil belajar matematika siswa kelas X-C melalui model pembelajaran kovensional

    INVESTIGASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATERI SPLDV BERBANTUAN APLIKASI GEOGEBRA

    Full text link
    The purpose of this study was to investigate students\u27 problem-solving skills in SPLDV material assisted by the geogebra application. This research is a qualitative research with a case study approach. The sample in this study was students of class VIII at the junior high school level who were selected and could represent the case studies in this study. The method used is a seven-step case study approach, namely 1) identifying special cases in a group of students, 2) selecting several cases for the problem, 3) collecting qualitative data in the form of observation, 4) interviews and documentation, 5) analyzing data using MAXQDA, 6 ) describes the cases and themes that have been revealed, 7) compiles a chronology of cases and themes, and draws conclusions. The results of this case study research revealed that the sample of students had good problem-solving skills with the help of the Geogebra website

    PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH NON-RUTIN PADA FASE REACTING, COMPARING, DAN CONTEMPLATING

    Full text link
    Reflective thinking begins with repeated confusion experienced by students and then an evaluation is carried out to be able to solve the problem. In reflective thinking there are reacting, comparing, and contemplating phases. This study aims to describe students\u27 thinking skills in solving non-routine problems in the reacting, comparing, and contemplating phases. This study used a qualitative descriptive method with 30 class IX junior high school students as subjects. The data sources for this research were entirely obtained from the results of non-routine test questions and student interviews. The results showed that students with high-level mathematical abilities were able to fulfill the indicators of reflective thinking in the three phases, students with low-level mathematical abilities were also able to fulfill the indicators of reflective thinking in the reacting, comparing and contemplating phases while students with low-level reflective thinking abilities were only able to fulfill the indicators reflective thinking in the reacting phase

    ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA SISWA DALAM PENYELESAIAN SOAL HOTS MATERI ARITMATIKA SOSIAL

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan narasi deskriptif terkait kemampuan atau kapabilitias tingkat literasi matematika siswa dan langkah pengerjaan tipe soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) sebagai alat ukur kemampuan literasi matematika. Pendekatan kualitatif dipilih sebagai pendekatan penelitian dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 1 Surakarta kelas VIII sebanyak 3 siswa berdasarkan kapabilitas literasi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Data primer penelitian yang diolah merupakan hasil jawaban ulangan materi aritmatika sosial dan interview dengan siswa. Data dikumpulkan kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman dan disajikan ke dalam bentuk tabel. Verifikasi data didapatkan dari triangulasi sumber melalui perbandingan antara jawaban tes, hasil wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil dan pembahasan dari ketiga subjek penelitian, siswa dengan kapabilitas literasi matematis kategori tinggi dan sedang mampu mengidentifikasi nilai-nilai matematika dalam persoalan nyata, mampu menerapkan strategi model matematis dalam mencari solusi, dan melakukan interpretasi hasil serta evaluasi kelaziman solusi matematis dalam konteks riil. Adapun untuk siswa berkemampuan literasi matematika rendah, maka guru bertanggung jawab untuk memfasilitasi dan meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran sehingga meminimalisasi terjadinya miskonsepsi pada materi aritmatika sosial, khususnya soal tipe HOTS

    254

    full texts

    289

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇