HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
289 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN
Di Indonesia kemampuan representasi matematis dan motivasi siswa masih rendah. Rendahnya kemampuan representasi matematis dan motivasi siswa cenderung disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang tidak tepat. Penelitian ini akan mengkaji tentang pengaruh sebuah media pembelajaran berbasis articulate storyline 3 terhadap kemampuan representasi matematis dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif melalui metode Quasy Eksperimental Desain . Penelitti melakukan penelitian di SMP Negeri 3 Jati Agung, dengan jumlah populasi sebanayak 232 siswa di kelas VIII. Sampel penelitian diambil dengan cara cluster random sampling sehingga diperoleh kelas VIII. A dan VIII.C sebagai sampel.Dalam pengumpulan data, peneliti melakukan wawancara, penyebaran angket, tes, serta dokumentasi. Instrumen penelitian berupa tes esai dan angket, serta menguji hipotesis dengan menggunakan uji manova ( Multivariate Analysis of Variance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil kemampuan representasi matematis antara siswa berdasarkan media pembelajaran. Kemampuan representasi matematis siswa yang menggunakan media pembelajaran Articulate Storyline 3 lebih baik dibandingkan kemampuan representasi matematis siswa menggunakan media keterampilan dasar
DAMPAK MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBANTUAN MATH CITY MAPS TERHADAP KEMAMPUAN SPASIAL SISWA
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mempelajari geometri yang membutuhkan kemampuan spasial. Akan tetapi berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya kemampuan spasial siswa masih rendah dalam belajar geometri. Hal ini dikarenakan kurangnya penggunaan model pembelajaran yang tepat oleh guru dan belum memanfaatkan media pembelajaran teknologi secara maksimal. Tujuan utama dalam penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kemampuan spasial antara siswa yang memperoleh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan Math City Maps dengan yang memperoleh pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan jenis metode yang digunakan adalah dengan metode quasi eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest-control group design. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan spasial siswa. Hal ini terbukti dari hasil perhitungan yang menunjukkan hasil uji t diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat dampak model contextual teaching and learning berbantuan Math City Maps terhadap kemampuan spasial siswa.
ABSTRAK
This research is motivated by the importance of studying geometry, which requires spatial abilities. However, previous studies have shown that students\u27 spatial abilities in geometry are still low. This is due to teachers\u27 lack of appropriate teaching models and the insufficient utilization of technological learning media. The primary objective of this study is to determine the difference in spatial abilities between students who received the Contextual Teaching and Learning (CTL) model assisted by Math City Maps and those who received conventional learning. The research method used in this study is quantitative, with a quasi-experimental method. The design employed is a pretest-posttest control group design. The study results indicate a significant improvement in students\u27 spatial abilities. This is evident from the calculation results, where the t-test results show a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, leading to the conclusion that the Contextual Teaching and Learning model assisted by Math City Maps has an impact on students\u27 spatial abilities.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya mempelajari geometri yang membutuhkan kemampuan spasial. Akan tetapi berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya kemampuan spasial siswa masih rendah dalam belajar geometri. Hal ini dikarenakan kurangnya penggunaan model pembelajaran yang tepat oleh guru dan belum memanfaatkan media pembelajaran teknologi secara maksimal. Tujuan utama dalam penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kemampuan spasial antara siswa yang memperoleh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan Math City Maps dengan yang memperoleh pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan jenis metode yang digunakan adalah dengan metode quasi eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest-control group design. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan spasial siswa. Hal ini terbukti dari hasil perhitungan yang menunjukkan hasil uji t diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat dampak model contextual teaching and learning berbantuan math city maps terhadap kemampuan spasial sisw
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Induksi Matematika Berdasarkan Kriteria Kastolan
Induksi matematika adalah salah satu materi matematika yang diajarkan di sekolah menengah atas, dalam materi ini diperlukan pemahaman konsep, prosedur dan teknikal yang baik. Kesalahan siswa dalam mengerjakan soal dapat menjadi salah satu petunjuk untuk mengetahui sejauh mana siswa menguasai dan memahami materi. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika kelas XI SMA Negeri 6 Sigi, diperoleh informasi bahwa siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal induksi matematika.. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal Induksi Matematika, berdasarkan kriteria Kastolan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dan wawancara. Kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal tes berdasarkan kriteria Kastolan dikategorikan ke dalam jenis kesalahan konseptual, prosedural, dan teknikal. Penelitian ini melibatkan siswa SMA Negeri 6 Sigi pada semester ganjil Tahun Ajaran 2022/2023 sebanyak 32 siswa. Tiga siswa dipilih sebagai subjek penelitian, dimana satu siswa mewakili masing-masing kesalahan yaitu kesalahan konseptual, kesalahan prosedural, dan kesalahan teknikal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kesalahan konseptual yang terjadi saat menunjukkan kebenaran untuk n = 1 dan n = k. Jenis kesalahan prosedural yaitu tidak menuliskan kesimpulan akhir dari pembuktian yang diberikan, tidak melakukan pembuktian untuk n = k+1 serta tidak melakukan proses induksi dengan baik, yaitu tidak menggunakan asumsi peryataan sebelumnya n = k ke pernyataan n = k + 1. Jenis kesalahan teknikal berupa kesalahan dalam mengoperasikan aljabar
Pengembangan Sistem Blended-Adaptive Learning Berbasis Google Workspace pada Materi SPLSV dan SPtLSV
In the VUCA era, education becomes increasingly crucial in preparing students to face future challenges. Mathematics, as a key subject, plays a vital role in developing critical thinking and problem-solving skills. One challenge for Mathematics teachers is that students in the same class may have varying levels of understanding. Therefore, this research aims to develop and test a blended-adaptive learning system based on Google Workspace as a solution for junior high school mathematics education, with a focus on the topics of SPLSV and SPtLSV. This research utilizes the Research and Development (R&D) methodology with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Implementation was carried out with 7th-grade students, and the evaluation method employed a single independent t-test while measuring effectiveness with the N-Gain formula. The results indicate a probability of effectiveness at 0.39, with positive feedback from students regarding the system, reflecting its potential in enhancing students\u27 understanding of mathematics. This research is expected to contribute addressing challenges in mathematics education in the VUCA era, providing better opportunities for students, and promoting innovation in mathematics education.In the VUCA era, education becomes increasingly crucial in preparing students to face future challenges. Mathematics, as a key subject, plays a vital role in developing critical thinking and problem-solving skills. One challenge for Mathematics teachers is that students in the same class may have varying levels of understanding. Therefore, this research aims to develop and test a blended-adaptive learning system based on Google Workspace as a solution for junior high school mathematics education, with a focus on the topics of SPLSV and SPtLSV. This research utilizes the Research and Development (R&D) methodology with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Implementation was carried out with 7th-grade students, and the evaluation method employed a single independent t-test while measuring effectiveness with the N-Gain formula. The results indicate a probability of effectiveness at 0.39, with positive feedback from students regarding the system, reflecting its potential in enhancing students\u27 understanding of mathematics. This research is expected to contribute addressing challenges in mathematics education in the VUCA era, providing better opportunities for students, and promoting innovation in mathematics education
ANALISIS META ARTIKEL BERTEMA KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA PADA IMPLEMENTASI MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING
Kemampuan berpikir kritis matematis merupakan salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang perlu dimiliki oleh setiap orang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis artikel bertema kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada implementasi pembelajaran Guided Discovery Learning. Penelitian ini menggunakan metode meta-analysis. Hasil analisis delapan artikel diperoleh dua artikel dalam kategori effect size besar dan enam artikel dalam kategori effect size sangat besar. Nilai rata-rata effect size dari delapan artikel yang digunakan yakni sebesar 1,966. Berdasarkan tabel interpretasi effect size, rata-rata effect size dari delapan artikel jurnal menunjukkan bahwa model Guided Dicovery Learning memiliki pengaruh yang sangat besar pada kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Selain itu, hasil uji-t memperoleh t_hitung=19,215>t_tabel=1,96. Hal tersebut menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada pembelajaran Guided Dicovery Learning lebih baik daripada siswa kelas kontrol. Implikasi yang didapat adalah bahwa model Guided Dicovery Learning dapat dijadikan referensi bagi guru dalam kegiatan pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis.
Kata Kunci: kemampuan berpikir kritis matematis, guided discovery learningKemampuan berpikir kritis matematis merupakan salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang perlu dimiliki oleh setiap orang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis artikel bertema kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada implementasi pembelajaran Guided Discovery Learning. Penelitian ini menggunakan metode meta-analysis. Hasil analisis delapan artikel diperoleh dua artikel dalam kategori effect size besar dan enam artikel dalam kategori effect size sangat besar. Nilai rata-rata effect size dari delapan artikel yang digunakan yakni sebesar 1,966. Berdasarkan tabel interpretasi effect size, rata-rata effect size dari delapan artikel jurnal menunjukkan bahwa model Guided Dicovery Learning memiliki pengaruh yang sangat besar pada kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Selain itu, hasil uji-t memperoleh t_hitung=19,215>t_tabel=1,96. Hal tersebut menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa pada pembelajaran Guided Dicovery Learning lebih baik daripada siswa kelas kontrol. Implikasi yang didapat adalah bahwa model Guided Dicovery Learning dapat dijadikan referensi bagi guru dalam kegiatan pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis
INTEGRASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PERSPEKTIF KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA
Perkembangan abad 21 menuntut manusia untuk berpikir kritis, kreatif, mandiri, mampu bekerja dalam tim, kemampuan literasi dan komunikasi serta kemandirian belajar sebagai kompetensi yang harus dikuasai individu dalam menghadapi persaingan global saat ini. Aspek kemampuan berpikir kritis berkaitan erat dengan kemampuan literasi matematika. Sehingga pada penelitian ini, dikaji lebih lanjut dengan menawarkan sebuah strategi pembelajaran yang tepat untuk mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan literasi matematika. Tujuan penelitian ini adalah menemukan sebuah strategi pembelajaran yang tepat untuk mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan literasi matematika. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), kemudian difokuskan pada metode Systematic Mapping Study (SMS) dimana metode SMS ini merupakan tahap awal dalam melaksanakan SLR. Metode SLR dilakukan dengan menganalisis data artikel penelitian selama kurun waktu 10 tahun terakhir (tahun 2013-2023), dengan cakupan database dari jurnal ilmiah yang terindeks google scolar. Terdapat lima tahapan penelitian yang telah dilakukan yaitu meliputi (1) penentuan kata kunci, (2) pencarian data, (3) pemilihan dokumen, (4) validasi data, dan (5) analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah atau problem based learning (PBL) dengan metode atau pendekatan pembelajaran realistic mathematics education (RME) merupakan strategi pembelajaran yang dinilai tepat dan efektif untuk mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan literasi matematika
HUBUNGAN METODE TUTOR SEBAYA DAN PENIDIKAN KARAKTER DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMPN 1 KOTA PANGKAJENE
Penelitian ini menggunakan jenis kuantitafif dengan metode survey dan teknik korelasional. Metode yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antar variabel yang diteliti dan hubungan antar variabel yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi. Koefisien korelasi merupakan suatu alat statistik yang digunakan untuk membantu peneliti dalam memahami tingkat hubungan tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui hubungan antara metode tutor sebaya dan pendidikan karakter secara bersama-sama dengan hasil belajar matematika siswa. Dari hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara metode tutor sebaya dan pendidikan karakter secara bersama-sama dengan hasil belajar matematika siswa di SMP Negeri 1 Kota Pangkajene. Pendidikan karakter dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam pembentukan karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci: Metode Tutor Sebaya, Pendidikan Karakter, Hasil Belajar Matematik
PROFIL PEMECAHAN MASALAH ARITMATIKA SOSIAL DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDENT
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskirpsikan profil pemecahan masalah siswa dalam menyelesaikan soal pada materi aritmatika sosial. Subjek penelitian ini terdiri dari 2 orang siswa yang diambil dari 8 siswa kelas VII A MTs Nida’ul Khairaat Pombewe pada semester ganjil 2023/2024. Pemilihan subjek menggunakan Group Embedded Figures Test (GEFT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Profil pemecahan masalah siswa bergaya kognitif field independent memahami masalah dengan menuliskan hal yang diketahui dan ditanyakan dari soal secara lengkap dan terperinci, membuat rencana penyelesaian dengan tepat, melaksanakan rencana sesuai degan rencana yang telah dibuat sebelumnya dan memeriksa kembali jawaban yang telah dikerjakan dengan cara meneliti atau mengecek ulang jawabannya dan memperoleh jawaban yang benar
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Permainan Kartu Pecahan dengan Pendekatan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Minat dan Kemampuan Memecahkan Masalah Matematika Siswa SD
ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan media pembelajaran yaitu LKPD berbasis permainan kartu pecahan dengan pendekatan PBL dengan model pengembangan ADDIE. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mendeskripsikan prosedur pengembangan LKPD berbasis permainan kartu pecahan dengan pendekatan PBL yang valid, praktis, dan efektif, 2) menganalisis penggunaan LKPD berbasis permainan kartu pecahan dengan pendekatan PBL dapat meningkatkan minat belajar siswa, dan 3) Menganalisis penggunaan LKPD berbasis permainan kartu pecahan dengan pendekatan PBL dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Teknik pengumpulan data melalui lembar observasi, wawancara, angket, dan tes kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) diperoleh LKPD pengembangan dengan model ADDIE yang valid dengan skor 4,4 oleh ahli media, dan skor 4,5 oleh ahli materi dan bahasa. LKPD praktis dengan persentase rata-rata respon siswa sebesar 99,38% dan rata-rata skor penilaian pengamatan guru seebesar 4 (sangat baik). LKPD efektif yaitu dengan perolehan rata-rata pretest dan postest minat belajar adalah 64,06 dan 69,78, rata-rata pretest dan postest kemampuan pemecahan masalah adalah 57,50 dan 77,97, 2) LKPD berbasis permainan kartu pecahan dengan pendekatan PBL dapat meningkatkan minat belajar siswa, dan 3) LKPD berbasis permainan kartu pecahan dengan pendekatan PBL juga dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV CLC Ladang Rajawali Serawak.
ABSTRACT
This research focuses on developing learning media, specifically, Student Worksheets (LKPD), based on a fractional card game using a Problem-based Learning (PBL) approach and the ADDIE development model. The objectives of this research are: 1) to describe the development procedure of the LKPD based on fractional card games with a valid, practical, and effective PBL approach, 2) to analyze how the use of the LKPD based on fractional card games with the PBL approach can increase students\u27 learning interest, and 3) to analyze how the use of the LKPD based on fractional card games with the PBL approach can improve students\u27 mathematical problem-solving abilities. Data collection techniques included observation sheets, interviews, questionnaires, and problem-solving ability tests. The research results show that: 1) the LKPD developed using the ADDIE model was valid, receiving a score of 4.4 from media experts and 4.5 from material and language experts. The LKPD was practical, with an average student response rate of 99.38% and an average teacher observation score of 4 (very good). The LKPD was also effective, with average pretest and posttest scores for learning interest being 64.06 and 69.78 and for problem-solving ability being 57.50 and 77.97, respectively, 2) the use of LKPD based on fractional card games with the PBL approach can increase students\u27 learning interest, and 3) the use of LKPD based on fractional card games with the PBL approach can also improve the mathematical problem-solving abilities of fourth-grade students at the Community Learning Center (CLC) Ladang Rajawali, Sarawak.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan media pembelajaran yaitu Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis permainan kartu pecahan dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan prosedur pengembangan LKPD berbasis permainan kartu pecahan dengan pendekatan PBL yang valid, praktis, dan efektif; (2) Menganalisis penggunaan LKPD berbasis permainan kartu pecahan dengan pendekatan PBL dapat meningkatkan minat belajar siswa; (3) Menganalisis penggunaan LKPD berbasis permainan kartu pecahan dengan pendekatan PBL dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah matematika siswa. Sampel penelitian adalah 32 siswa kelas IV Community Learning Centre (CLC) Ladang Rajawali, Bintulu, Serawak. Teknik pengumpulan data melalui lembar observasi, wawancara, angket, dan tes kemampuan memecahkan masalah. Teknik analisis data berupa analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Diperoleh LKPD pengembangan dengan model ADDIE yang valid dengan skor 4,4 oleh ahli media, dan skor 4,5 oleh ahli materi dan bahasa. LKPD praktis dengan persentase rata-rata respon siswa sebesar 99,38% dan rata-rata skor penilaian pengamatan guru seebesar 4 (sangat baik). LKPD efektif yaitu dengan perolehan rata-rata pretes dan postes minat belajar adalah 64,06 dan 69,78, rata-rata pretes dan postes kemampuan memecahkan masalah adalah 57,50 dan 77,97; (2) LKPD berbasis permainan kartu pecahan dengan pendekatan PBL dapat meningkatkan minat belajar siswa; (3) LKPD berbasis permainan kartu pecahan dengan pendekatan PBL juga dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah matematika siswa kelas IV CLC Ladang Rajawali Serawak
MULTIPLE REGRESSION ANALYSIS: THE EFFECT OF SELF-CONFIDENCE AND INTEREST IN LEARNING ON LEARNING OUTCOMES
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh rasa percaya diri dan semangat belajar matematika terhadap prestasi akademik pada mata pelajaran tersebut. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan menggunakan desain penelitian ex post facto. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MAN 2 Bantul dan SMA 5 Muhammadiyah Yogyakarta. Pemilihan sampel akan dilakukan dengan pendekatan random sampling. Penelitian ini akan menggunakan kuesioner dan observasi sebagai alat utama. Pendekatan analisis data yang digunakan meliputi metode deskriptif dan inferensial, dengan statistik inferensial khusus menggunakan regresi linier ganda. Temuan analisis regresi linier ganda menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik antara rasa percaya diri dan keinginan belajar matematika terhadap hasil belajar matematika siswa MAN 2 Bantul dan SMA 5 Muhammadiyah Yogyakarta