Jurnal Institut Pemerintahan Dalam Negeri
Not a member yet
1935 research outputs found
Sort by
STRATEGI PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA GUNA MENINGKATKAN KEAMANAN WILAYAH PERBATASAN BERDASARKAN PERSPEKTIF SOSIAL PEMBANGUNAN: STUDI KASUS KAWASAN PERBATASAN REPUBLIK INDONESIA (RI) – REPUBLIK DEMOKRATIK TIMOR LESTE (RDTL) DI ATAMBUA KABUPATEN BELU PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
The national development of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) aims to realize equal distribution of people's welfare throughout the region, including border areas where until now there are still problems related to welfare. The border area essentially has a very vital and strategic meaning, at least when viewed from 3 (three) points of view, namely: defense-security, economic-trade, and socio-cultural. Therefore, a strategy is needed to improve the security of border areas according to the social perspective of development. This study used qualitative descriptive method, with data collection using interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques use triangulation. This research shows that the strategy that can be carried out by the Indonesian government in overcoming problems in order to improve border area security according to the social perspective of border development of the Republic of Indonesia (RI) – Democratic Republic of Timor Leste (RDTL) in Atambua, Belu Regency, East Nusa Tenggara Province, among others, through Economic Development, Infrastructure, Human Resource Development, Social Welfare Programs, Diplomacy and Regional Cooperation, Community Empowerment, Cultural and Social Security, Law Enforcement, and Social Security.Pembangunan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki tujuan untuk mewujudkan pemerataannya kesejahteraan rakyat diseluruh wilayah, termasuk wilayah perbatasan yang sampai dengan saat ini masih terdapat permasalahan-permasalahan terkait kesejahteraan. Kawasan perbatasan pada hakikatnya memiliki arti yang sangat vital dan strategis, minimal jika dilihat dari 3 (tiga) sudut pandang, yakni: pertahanan-keamanan, ekonomi-perdagangan, dan sosial-budaya. Oleh karena itu diperlukan strategi guna meningkatkan keamanan wilayah perbatasan menurut perspektif sosial pembangunan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan triangulasi. Penelilian ini menunjukkan bahwa Strategi yang dapat dilakukan pemerintah Indonesia dalam mengatasi permasalahan-permasalahan guna meningkatkan keamanan wilayah perbatasan menurut perspektif sosial pembangunan perbatasan Republik Indonesia (RI) – Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Di Atambua Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur antara lain melalui Pembangunan Ekonomi, Infrastruktur, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Program Kesejahteraan Sosial, Diplomasi Dan Kerjasama Regional, Pemberdayaan Masyarakat, Keamanan Kultural Dan Sosial, Penegakan Hukum, dan Keamanan Sosial
Urgensi Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan pada Kabupaten Lampung Utara
Lampung Utara memerlukan pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena menjadi salah satu kabupaten tertua di Provinsi Lampung, Lampung Utara seharusnya menjadi kabupaten yang berpengalaman dan maju. Namun fakta yang terjadi tidak sesuai harapan. Penelitian dilakukan sebagai masukan ilmiah untuk membawa kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Lampung Utara. Metodologi penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif menggunakan teknik studi pustaka dan panduan SDGs serta pengalaman daerah lain yang sejenis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Lampung Utara berada pada kuadran 1 dalam analisis SWOT. Sehingga dibutuhkan sejumlah strategi seperti strategi Bottom-Up dan Top-Down untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Dengan dilakukannya sejumlah langkah sesuai hasil penelitian, maka diharapkan tercipta pembangunan yang berkelanjutan untuk membuat Lampung Utara menjadi BETTAH (Bersih, Elok, Tertib, Taqwa, Aman dan Hidup).
Kata Kunci: Lampung Utara; Pembangunan Berkelanjutan; Sejahtera; Strategi; Investasi
Inovasi Pelayanan Publik Di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Batulicin: (Studi Pada Aplikasi M-Paspor Dan Layanan Micin Darurat)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan yang dihadapi oleh kelompok rentan, seperti individu yang sakit, disabilitas, dan Lansia di atas 65 tahun, yang ingin membuat paspor di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Batulicin. Oleh sebab itu, Kantor Imigrasi perlu mengembangkan inovasi untuk mempermudah proses bagi kelompok tersebut yang tidak dapat mengunjungi kantor secara langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang inovasi layanan publik yang dikhususkan pada beberapa aplikasi sebagai contoh. Dengan menggunakan data dan deskripsi rinci, pendekatan kualitatif digunakan untuk mencapai tujuan ini. Wawancara, observasi, dan pendokumentasian dengan menggunakan analisis reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan digunakan sebagai pendekatan pengumpulan dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi layanan publik di Kantor Imigrasi Batulicin dilakukan dengan menyediakan inovasi M-Paspor dan Layanan Micin Darurat. Dari keenam dimensi yang digunakan dalam penelitian, terdapat 2 (dua) dimensi yang masih kurang baik yaitu aspek kesesuaian dan aspek kerumitan. Sementara itu 4 (empat) aspek lainnya sudah terselenggara dengan baik. Kesimpulannya, penyelenggaraan inovasi pelayanan publik yang di Kantor Imigrasi Batulicin, terselenggara dengan baik.
Kata Kunci: Aplikasi M-Paspor, Inovasi Pelayanan Publik, Layanan Micin Darurat
Analisis Kualitas Website Sipenduduk pada Dimensi Layanan dan Konten di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pekanbaru
Ketersediaan website pemerintah merupakan salah satu perwujudan akomodasi perkembangan teknologi. Adapun jumlah website yang begitu banyak dimiliki oleh pemerintah di Indonesia cenderung kurang diimbangi dengan kualitasnya. Beranjak dari hal tersebut, tujuan penelitian ini mencoba untuk mencari tahu bagaimana kualitas website di Kota Pekanbaru, khususnya pada dinas pendudukan dan pencatatan sipil. Hal tersebut dikarenakan dalam temuan awal masih terdapat beberapa hal yang setidaknya diduga menjadi kekurangan dari website Sipenduduk tersebut, oleh karenanya perlu dilakukan penelitian terhadap kualitas tersebut secara lebih. Adapun peneliti menggunakan teori Alvaro Rocha yang memiliki tiga dimensi untuk memahami bagaimana kualitas website, yaitu kualitas teknis, kualitas konten, dan kualitas layanan. Namun, karena penelitian mengenai kualitas website ini pada aspek kualitas teknis telah dilakukan sebelumnya, peneliti kali ini memfokuskan pada dua dimensi lainnya saja yakni dimensi layanan dan konten sebagai kebaruan dari penelitian ini. Peneliti menemukan bahwa kualitas website ini dinilai cukup, hal tersebut dikarenakan masing-masing dimensi tersebut menunjukkan nilai yang cukup. Seperti misalnya pada dimensi kualitas konten, untuk indikator keterbaruan data bernilai agak kurang, untuk indiKator kelengkapan informasi bernilai agak baik, dan indikator terakhir yaitu akurasi informasi bernilai cukup, sehingga secara umum dimensi ini dinilai cukup.
Kata Kunci: Kualitas Konten Website, Kualitas Layanan Website, Website Sipenduduk
PERAN KOMISI PEMILIHAN UMUM DAERAH DALAM PELAKSANAAN PROGRAM SOSIALISASI POLITIK BAGI PEMILIH PEMULA DI KOTA CILEGON PROVINSI BANTEN
Potensi suara pemilih pemula pada pemilu 2024 di Kota Cilegon mencapai setengahnya dari jumlah keseluruhan pemilih di Kota Cilegon. Namun, orientasi politik pemilih pemula belum jelas sehingga Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Cilegon melakukan sosialisasi politik bagi pemilih pemula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Komisi Pemilihan Umum Daerah dalam memberikan sosialisasi politik bagi pemilih pemula di Kota Cilegon Provinsi Banten. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara dan dokumentasi kemudian menggunakan teknik analisis data reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa secara umum peran Komisi Pemilihan Umum Kota Cilegon dalam melaksanakan sosialisasi politik bagi pemilih pemula untuk persiapan pemilihan umum presiden dan kepala daerah pada tahun 2024/2025 telah dilaksanakan yaitu melalui pelaksanaan sosialisasi ke sekolah maupun melalui media sosial dan radio lokal. Namun masih banyak kekurangan seperti belum terlaksananya sosialisasi bagi seluruh sekolah yang ada karena dihentikannya program sosialisasi secara tatap muka akibat dari pandemi Covid-19 serta masih belum optimalnya pelaksanaan sosialisasi secara daring. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, perlu ada perhatian khusus dari Komisi Pemilihan Umum kepada para pemilih pemula untuk memberikan sosialisasi politik terkait dengan Pemilihan Presiden yang akan datang agar pemilih pemula dapat berpartisipasi secara benar dan menghasilkan Pilpres yang berkualitas.
Kata Kunci: Peran; Komisi Pemilihan Umum; Sosialisasi; Pemilih pemula.
Potensi suara pemilih pemula pada pemilu 2024 di Kota Cilegon mencapai setengahnya dari jumlah keseluruhan pemilih di Kota Cilegon. Namun, orientasi politik pemilih pemula belum jelas sehingga Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Cilegon melakukan sosialisasi politik bagi pemilih pemula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Komisi Pemilihan Umum Daerah dalam memberikan sosialisasi politik bagi pemilih pemula di Kota Cilegon Provinsi Banten. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara dan dokumentasi kemudian menggunakan teknik analisis data reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa secara umum peran Komisi Pemilihan Umum Kota Cilegon dalam melaksanakan sosialisasi politik bagi pemilih pemula untuk persiapan pemilihan umum presiden dan kepala daerah pada tahun 2024/2025 telah dilaksanakan yaitu melalui pelaksanaan sosialisasi ke sekolah maupun melalui media sosial dan radio lokal. Namun masih banyak kekurangan seperti belum terlaksananya sosialisasi bagi seluruh sekolah yang ada karena dihentikannya program sosialisasi secara tatap muka akibat dari pandemi Covid-19 serta masih belum optimalnya pelaksanaan sosialisasi secara daring. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, perlu ada perhatian khusus dari Komisi Pemilihan Umum kepada para pemilih pemula untuk memberikan sosialisasi politik terkait dengan Pemilihan Presiden yang akan datang agar pemilih pemula dapat berpartisipasi secara benar dan menghasilkan Pilpres yang berkualitas.
Kata kunci: Peran, Komisi Pemilihan Umum, Sosialisasi, Pemilih pemula
Analysis Of Library Saleh Adiwinata User Satisfaction Using The LibQual+TM Method
Background: The level of user satisfaction serves as an indicator of the effectiveness and overall performance of a library. The provision of high-quality library services plays a crucial role in attaining customer satisfaction. Quality services have the potential to deliver favorable experiences to users, enhance the accessibility of library collections, and effectively address the information requirements of users.
Purpose: The aim of this study is to assess overall user happiness as well as user satisfaction across various dimensions of the LibQual+TM framework
Method: The research methodology employed in this study is a quantitative survey method. The utilized tools align with the characteristics of the LibQual+TM technique, specifically Affect of Service, Information Control, and Library as Place. The sample parameters were determined by the utilization of accidental sampling, resulting in a total sample size of 86 respondents.
Result: The study of the Adequacy Gap (AG) revealed a score of 0.199, while the investigation of the Superiority Gap (SG) yielded a value of -0.216. Moreover, in terms of the dimension of Service Affect, the gap score for AG is 0.195, while for SG it is -0.181. On the dimension of Information Control, the AG score is 0.217, whereas the SG score is 0.395. During the assessment of the Library as Place dimension, the AG score was determined to be 0.163, while the SG score was found to be 0.172.
Conclusion: The findings indicate that users express a high level of satisfaction with the service quality provided by the Saleh Adiwinata Library. Furthermore, users perceive the service quality to be of good standard, falling within acceptable boundaries. The optimal sequence of dimensions that most effectively align with user expectations includes Information Control, Affect of Service, and Library as a Place.
Keywords: User Satisfaction; LibQual+TM; Affect of Service; Information Control; Library as a Place
 
The Relationship Between the Quality of Library Image at DPKD of South Tangerang City Library
Abstract
Background/Problem Statement: This study aims to determine the relationship between the quality of library services and the image of the South Tangerang City DPKD Library in an effort to improve the services available in the library. Objectives: This study aims to determine the relationship of librarian performance in service, the relationship of information quality and information access, the relationship of library facilities and the quality of library services with the image of the library at the South Tangerang City DPKD Library. Method: This study used a quantitative approach with Pearson product moment correlation analysis. Result: The first hypothesis test conducted in this study shows that the affect of service dimension is significantly related to the library image, the resulting correlation coefficient of 0.542 is in the medium category. Furthermore, the results of the second hypothesis test show a significant relationship between the information control dimension and the library image, the correlation coefficient of 0.684 is in the medium category. The third hypothesis test results show a significant relationship between the library as place dimension and the library image, the correlation coefficient of 0.685 is in the medium high category. Conclusion: From some of the shortcomings of the description above, the author concludes that the quality of DPKD Library services is running quite effectively.
Keywords: Library service quality; Library image; Public Library
 
Analisis Kualitas Pelayanan E-KTP di Kecamatan Tallo Kota Makassar
This research aims to analyze the quality of E-KTP services in Tallo District, Makassar City. The new public service paradigm presented, the author believes that all of this emphasizes citizen participation in formulating public service programs that support the needs of citizens, have equal rights, provide space for public participation and transparency of service providers in dealing with citizens. state, accountability in accordance with programs, norms and implementation carried out by bureaucratic institutions so far. Through qualitative research methods, the results show that E-KTP services in Tallo District show that the quality of service is still less than optimal. This is due to the fact that the number of employees in the service department is still very insufficient in serving the community, starting from a shortage of employees and several employees who lack discipline. When the break time is over, employees are found not to be in the Tallo District office, which causes service employees in the Tallo District office to suffer. The workload has increased due to the limited number of employees available to serve the community, so that these employees experience excessive stress in checking files and inputting community data in the process of making E-KTPs in Tallo District, Makassar City
Dinamika Layanan Perpustakaan di Era Digitalisasi
The existence of a library is essential in maintaining consistent implementation of policies in the education sector. Libraries as facilities and infrastructure for serving literature needs and learning processes to support the nation's intelligent life process. In the current era of digitalization, as a form of progress in information and technology, it has made it easy for readers to search for knowledge quickly. The need for reading sources and literature can be obtained in an instant without leaving the place at the same time. With the easy accessibility of information, data, recordings or perhaps books created by humans digitally, libraries are increasingly becoming a means of obtaining information. When people search for information or knowledge in digital records, the library function is running. Users who obtain information, knowledge and knowledge online require integration and simplification so that users get it with quality and quantity that is valid, accountable and according to the needs of the users themselves. Sources of knowledge or reading are still needed, whether in face-to-face conventional libraries with librarian services or with online media, the web or online library links. Hybridization of the two is still necessary according to the needs and character of the user concerned
Sosialisasi Pembuatan Surat Melalui Layanan WAKEPO yang Terintegrasi dengan e-Office Desa di Desa Ranggon
The background for the community service activities is the WAKEPO service which is integrated with the e-office in Ranggon Village. WAKEPO is a service that provides WhatsApp-based letter writing services that is integrated with the Village E-office. This service activity was carried out with the aim of knowing the extent of the knowledge of the people of Ranggon Village regarding the service of making administrative letters through WAKEPO. This service activity is carried out through a research and study-based approach. The author uses a quasi-experimental design with the one group pretest-posttest design (pre-posttest design in one group), where all respondents are given intervention or socialization without a group comparison. The target for community service activities is the Ranggon Village community with a total of 30 people. The result of the service activities carried out is that there is an influence of socialization on increasing public knowledge about making letters through the WAKEPO service. This increase can be seen from the mean value of 1.13 before the socialization and after the implementation of the socialization increased by 2.50. And from the results from Sig. (2-tailed) of 0.000. In conclusion, socialization activities for the people of Ranggon Village regarding the utilization of WAKEPO services need to be carried out periodically, in stages and continuously. The author recommends that the Ranggon Village Government be able to collaborate with the youth community of Ranggon Village in participating in encouraging changes in the mindset of the old generation so that they can adapt to technological changes.Kegiatan pengabdian yang dilakukan dilatarbelakangi oleh adanya layanan WAKEPO yang terintegrasi dengan e-office di Desa Ranggon. WAKEPO merupakan layanan yang menyediakan pelayanan pembuatan surat berbasis WhatsApp yang terintegrasi dengan E-office Desa. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan masyarakat Desa Ranggon terkait adanya layanan pembuatan surat administrasi melalui WAKEPO. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui pendekatan berbasis riset dan kajian. Penulis menggunakan desain quasi eksperimental dengan rancangan penelitian the one group pretest-postest design (rancangan pra-pasca dalam satu kelompok), di mana semua responden diberikan intervensi atau sosialisasi tanpa kelompok pembanding. Sasaran pada kegiatan pengabdian adalah masyarakat Desa Ranggon dengan jumlah 30 orang. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah terdapat pengaruh sosialisasi terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pembuatan surat melalui layanan WAKEPO. Peningkatan tersebut dilihat dari nilai mean sebesar 1,13 sebelum sosialisasi dan sesudah dilaksanakan sosialisasi bertambah sebesar 2,50. Dan dari hasil dari Sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Kesimpulannya, kegiatan sosialisasi bagi masyarakat Desa Ranggon terkait pemanfaatan layanan WAKEPO perlu dilakukan secara berkala, bertahap dan berkelanjutan. Penulis merekomendasikan kepada Pemerintah Desa Ranggon agar dapat melakukan kolaborasi dengan masyarakat pemuda Desa Ranggon dalam turut mendorong perubahan mindset masyarakat generasi lama agar dapat beradaptasi terhadap perubahan teknologi