ITB Journal
Not a member yet
5999 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kepadatan dan Daya Dukung Tanah dengan Pencampuran Tanah Lempung dan Pasir
Abstrak
Kepadatan dan kekakuan tanah merupakan permasalahan yang harus diperhatikan dalam perencanaan struktur bangunan konstruksi. Hal ini disebabkan tanah berperan sebagai media yang menahan beban ataupun aksi dari konstruksi yang akan dibangun di atasnya. Perbaikan tanah dengan mencampurkan dua material merupakan salah satu cara untuk memenuhi kekuatan yang dibutuhkan. Perubahan cuaca dan suhu di lapangan menjadi faktor yang menjadikan tanah tidak stabil. Perbaikan tanah yang dilakukan berasal dari Proyek pekerjaan Tol Pekanbaru – Bangkinang yang berasal dari empat lokasi pengamatan. Penelitian ini dilakukan dengan mencampurkan dua material tanah dengan perbandingan 1:1 dari lokasi yang berbeda. Setelah itu dilakukan pengujian CBR, Berat Jenis, Batas-batas Atterberg dan berat volume untuk setiap benda uji. Hasil penelitian berupa nilai CBR yang menunjukkan bahwa nilai CBR tertinggi berada pada tanah campuran Pasir 2 dengan Tanah 2 dengan nilai CBR 34.34 %. Nilai CBR terendah didapatkan pada campuran Tanah Pasir 1 dengan Tanah 1 dengan 21.5%. Campuran antara Pasir 1 dengan Tanah 2 memiliki nilai CBR 25.3%, sedangkan Pasir 2 dengan Tanah 1 memiliki nilai CBR 24.8% tidak terlalu jauh dengan Pasir 1 dengan Tanah 2. Kepadatan kering maksimum untuk pasir 1 tanah 1 adalah 1.944 gr/cc. Pasir 1 dengan tanah 2 adalah 1.943 gr /cc. pasir 2 dengan tanah 1 adalah 1.996 gr/cc. Sedangkan pasir 2 dengan tanah 2 adalah 1.930 gr /cc. Perbedaan relatif kepadatan kering maksimum dipengaruhi oleh variasi ukuran butiran pada metode kepadatan ringan (standar).
Kata Kunci: Nilai CBR, kekakuan tanah, perbaikan tanah, tanah lempung, pasir
Abstract
Soil density and bearing capacity are problems that must be considered in the planning of construction building structures. This is because the soil acts as a medium that holds the weight or action of the construction to be built on it. Stability by mixing two materials is one way to meet the required strength. The changes in weather and temperature in the field are factors that make the soil unstable. The samples carried out came from the Pekanbaru - Bangkinang Toll Road Project which came from the four observation locations. This research was conducted by mixing two soil materials with a ratio of 1: 1 from different locations. After that, testing the CBR, Specific Gravity, Atterberg limits, and volume weight for each specimen. The results of the study were CBR values which indicated that the highest CBR value was in a mixture of Sand 2 and Soil 2 with a CBR value of 34.34%. The lowest CBR value was found in a mixture of Sand 1 and Soil 1 with 21.5%. The mixture between Sand 1 and Soil 2 has a CBR value of 25.3%, while Sand 2 and Soil 1 have a CBR value of 24.8%. The maximum dry density for Sand 1 Soil 1 is 1.944 Gr/cc. Sand 1 with soil 2 is 1,943 Gr / cc. Sand 2 with soil 1 is 1.996 Gr/cc. While sand 2 with soil 2 is 1,930 Gr/cc. The relative difference in maximum dry density is influenced by grain size and is not influenced by compaction energy and mold size in the light density method (standard).
Keywords: CBR value, soil stiffness, soil stabilization, clay soil, sandKepadatan dan daya dukung tanah merupakan permasalahan yang harus diperhatikan dalam perencanaan struktur bangunan konstruksi. Hal ini disebabkan tanah berperan sebagai media yang menahan beban ataupun aksi dari konstruksi yang akan dibangun di atasnya. Perbaikan tanah dengan mencampurkan dua material merupakan salah satu cara untuk memenuhi kekuatan yang dibutuhkan. Perubahan cuaca dan suhu di lapangan menjadi faktor yang menjadikan tanah tidak stabil.
Perbaikan tanah yang dilakukan berasal dari Proyek pekerjaan Tol Pekanbaru – Bangkinang yang berasal dari empat lokasi pengamatan. Penelitian ini dilakukan dengan mencampurkan dua material tanah dengan perbandingan 1:1 dari lokasi yang berbeda. Setelah itu dilakukan pengujian CBR, Berat Jenis, Batas-batas Atterberg dan berat volume untuk setiap benda uji. Hasil penelitian berupa nilai CBR yang menunjukkan bahwa nilai CBR tertinggi berada pada tanah campuran Pasir 2 dengan Tanah 2 dengan nilai CBR 34.34 %. Nilai CBR terendah didapatkan pada campuran Tanah Pasir 1 dengan Tanah 1 dengan 21.5%. Campuran antara Pasir 1 dengan Tanah 2 memiliki nilai CBR 25.3%, sedangkan Pasir 2 dengan Tanah 1 memiliki nilai CBR 24.8% tidak terlalu jauh dengan Pasir 1 dengan Tanah 2. Kepadatan kering maksimum untuk pasir 1 tanah 1 adalah 1.944 Gr/cc. Pasir 1 dengan tanah 2 adalah 1.943 Gr/cc. pasir 2 dengan tanah 1 adalah 1.996 Gr/cc. Sedangkan pasir 2 dengan tanah 2 adalah 1.930 Gr/cc. Perbedaan relatif kepadatan kering maksimum dipengaruhi oleh ukuran butiran dan tidak dipengaruhi oleh energi pemadatan dan ukuran mold pada metode kepadatan ringan (standar)
Analisis Ancaman Banjir pada Sistem Drainase Banger Lama, Kota Pekalongan: Pengaruh Faktor Hujan, Kenaikan Muka Laut, dan Penurunan Tanah
Abstract
The coastal areas of Pekalongan City face a significant threat due to flooding and tidal surges. The low, flat topography complicates the management of drainage systems, given the relatively gentle land slope. Flooding incidents frequently occur in various parts of Pekalongan City. Furthermore, the global rise in sea levels and land subsidence in the region exacerbate this issue. This study aims to model the drainage system, considering factors such as rainfall, sea level rise, and land subsidence in Pekalongan City. The modeling is conducted by integrating 2D and 1D models using the Personal Computer Storm Water Management Model (PCSWMM) software. The modeling results encompass three parameters: flood depth, flood velocity, and flood duration. Subsequently, a flood hazard map is developed based on the Flood Hazard Index, incorporating these three parameters. Recommendations to address this issue include constructing embankments and flap gates upstream in flood-affected areas, as well as modifying the drainage system to enable gravity-driven water flow downstream without the use of pumps. However, it is essential to note that these recommendations may not be effective in scenarios involving significant land subsidence. This research is anticipated to assist stakeholders in making informed decisions regarding the management of the drainage system in Pekalongan City.
Keywords: Drainage, PCSWMM, flood, sea level rise, land subsidenceAbstrak
Kawasan pesisir Kota Pekalongan menghadapi ancaman serius akibat masalah banjir dan rob. Kondisi topografi yang rendah dan datar membuat pengaturan saluran drainase menjadi sulit karena kemiringan lahan yang relatif kecil. Gangguan genangan banjir sering terjadi di beberapa kawasan Kota Pekalongan. Sementara itu, kenaikan muka air laut global dan penurunan permukaan tanah di wilayah tersebut semakin memperburuk masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan sistem drainase yang dipengaruhi oleh faktor hujan, kenaikan muka air laut, dan penurunan tanah di Kota Pekalongan. Pemodelan ini dilakukan dengan mengintegrasikan model 2D dan 1D menggunakan perangkat lunak Personal Computer Storm Water Management Model (PCSWMM). Hasil dari pemodelan mencakup tiga parameter, yaitu kedalaman banjir, kecepatan aliran banjir, dan durasi banjir. Selanjutnya, peta ancaman banjir dibuat berdasarkan Flood Hazard Index dengan menggabungkan ketiga parameter tersebut. Rekomendasi untuk mengatasi masalah ini meliputi pembuatan tanggul dan flap gate pada bagian terdampak banjir dari hulu, serta perubahan sistem drainase dengan mengalirkan air secara gravitasi tanpa menggunakan pompa pada bagian hilir. Namun, perlu diperhatikan bahwa rekomendasi ini tidak efektif pada skenario dengan penurunan tanah yang signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat membantu pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan sistem drainase di Kota Pekalongan.
Kata-kata Kunci: Drainase, PCSWMM, banjir, kenaikan muka laut, penurunan tana
The THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND ADHERENCE OF BLOOD SUPPLEMENTED TO THE INCIDENCE OF ANEMIA IN PREGNANT AND LACTATING WOMEN IN PALU CITY: Indonesia
Anemia is one of the conditions that often occurs in pregnant and lactating women when hemoglobin levels in the body are below normal, therefore pregnant and lactating women are strongly encouraged to take Blood Supplemented during pregnancy and lactation. This study was conducted to determine the incidence of anemia, the level of knowledge of respondents, the level of compliance of respondents, and to determine the effect of the level of knowledge and compliance on the incidence of anemia in pregnant and lactating women in Palu City. This research method uses a cross sectional design with accidental sampling technique by giving questionnaires to respondents. The results obtained were that the level of knowledge of respondents in the good category obtained a greater percentage of 63%, the level of compliance of respondents in the low category of 37%, and the level of anemia incidence in respondents obtained anemia respondents as much as 60%. The results of the chi-square test on compliance obtained a sig probability value ≤ 10% (0.1) P-value of 0.000, while the knowledge obtained a value of 0.103.
The conclusion of this study is that there are many respondents who are anemic, at the level of knowledge obtained in the good category, while at the level of compliance the respondents are said to be low, so there is a relationship between the level of compliance of respondents to the incidence of anemia in pregnant and lactating women in Palu City.Anemia adalah salah satu kondisi yang sering terjadi pada ibu hamil dan menyusui apabila kadar hemoglobin dalam tubuh di bawah normal, karena itu ibu hamil dan menyusui sangat dianjurkan mengonsumsi Tablet Tambah Darah selama masa kehamilan dan menyusui. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kejadian anemia, tingkat pengetahuan responden, tingkat kepatuhan responden, dan mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan dan kepatuhan terhadap kejadian anemia pada ibu hamil dan menyusui di Kota Palu. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling dengan memberikan kuesioner kepada responden. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu pada tingkat pengetahuan responden dengan kategori baik didapatkan persentase yang lebih besar yaitu 63%, tingkat kepatuhan responden dengan kategori rendah yaitu 37%, dan tingkat kejadian anemia pada responden didapatkan responden anemia sebanyak 60%. Hasil uji chi-square pada kepatuhan didapatkan nilai probabilitas sig ≤ 10% (0,1) P-value sebesar 0,000, sedangkan pada pengetahuan didapatkan nilai sebesar 0,103. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat banyak responden yang anemia, pada tingkat pengetahuan didapatkan kategori baik, sedangkan pada tingkat kepatuhan responden dikatakan rendah, sehingga terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan responden terhadap kejadian anemia pada ibu hamil dan menyusui di Kota Palu
EVALUASI PENGETAHUAN MAHASISWA FARMASI DAN MASYARAKAT UMUM TERKAIT PENGGUNAAN SUPLEMEN PADA COVID-19
COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Selain obat, banyak penelitian yang juga dilakukan untuk menentukan efikasi serta keamanan suplemen untuk COVID-19, misalnya vitamin C, vitamin D, dan zink yang memiliki peran bagi sistem kekebalan tubuh termasuk potensiasi efek antivirus. Pengetahuan dan penggunaan suplemen yang tepat dapat menjadi salah satu upaya untuk menunjang pengobatan COVID-19. Survei dengan menggunakan kuesioner merupakan metode yang dapat dipilih untuk mendapatkan gambaran pengetahuan mahasiswa farmasi dan masyarakat umum terkait hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menentukan tingkat pengetahuan mahasiswa farmasi dan masyarakat umum terkait suplemen dan penggunaannya dalam kondisi COVID-19. Survei dilakukan pada 412 responden yang terdiri dari mahasiswa farmasi dan masyarakat umum pada bulan Januari 2021-April 2021. Hasil survei dari 412 responden menunjukkan bahwa pengetahuan mahasiswa farmasi dan masyarakat umum terkait suplemen dan penggunaannya untuk COVID-19 masih kurang dengan 18,4% mahasiswa farmasi dan 4,5% masyarakat umum berada pada kategori pengetahuan tinggi. Berdasarkan analisis, tingkat pengetahuan mahasiswa farmasi lebih baik dari masyarakat umum terkait penyakit COVID-19, penggunaan suplemen secara umum, dan penggunaan suplemen untuk COVID-19 (p<0,001).COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2. Selain obat, banyak penelitian yang juga dilakukan untuk menentukan efikasi serta keamanan suplemen untuk COVID-19. Salah satu suplemen yang berpotensi adalah zink, yang memiliki peran terhadap sistem imun dan aktivitas antivirus. Terlepas dari manfaatnya, zink memiliki masalah terkait bioavailabilitas yang bervariasi, penggunaan jangka panjang yang dapat menyebabkan defisiensi tembaga dan penanda status zink dalam tubuh yang ada saat ini masih belum cukup akurat dalam merepresentasikan jumlah zink secara keseluruhan. Berdasarkan potensi suplemen dan permasalahan terkait zink, penting untuk mendapatkan gambaran pengetahuan masyarakat terkait suplementasi COVID-19 guna menilai kebutuhan edukasi. Oleh karena itu, dilakukan survei dengan kuesioner. Hasil survei menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat terkait suplemen masih kurang dan edukasi terkait suplementasi COVID-19 diperlukan. Dalam hal ini, apoteker dapat menjadi salah satu pihak yang berperan untuk memberikan sosialisasi terkait suplementasi COVID-19 kepada masyarakat.
 
Klasifikasi Gerakan Pergelangan Tangan Berbasis Sinyal Elektromiografi dengan Fitur Root Mean Square dan Pengklasifikasi Support Vector Machine
The wrist is essential to various human activities, with basic flexion, extension, and straight (normal) movements. These movements can be identified using surface electromyography (sEMG) signals that allow human interaction with computers through muscle activity, referred to as a muscle-computer interface. This research aims to perform the classification of flexion, extension, and normal movements as an initial stage of developing a muscle-computer interface system. The main stages of this research include data acquisition, signal processing, and motion classification with a support vector machine (SVM) offline and not in real-time, using root mean square (RMS) features with a moving window. This study successfully designed an effective sEMG signal measurement and processing method for motion classification. The designed classification algorithm showed high performance with an accuracy of 90.27%, precision of 90.61%, sensitivity of 90.17%, and f1-score of 90.27%, demonstrating the ability of the muscle-computer interface to classify wrist movements with a high degree of accuracy.Pergelangan tangan adalah bagian penting untuk berbagai aktivitas manusia, dengan gerakan dasar fleksi, ekstensi, dan kondisi lurus (normal). Gerakan ini dapat diidentifikasi menggunakan sinyal surface electromyography (sEMG) yang memungkinkan interaksi manusia dengan komputer melalui aktivitas otot yang disebut sebagai antarmuka otot-komputer. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan klasifikasi gerakan fleksi, ekstensi, dan normal, sebagai tahap awal pengembangan sistem antarmuka otot-komputer. Tahapan utama penelitian ini meliputi akuisisi data, pemrosesan sinyal, dan klasifikasi gerakan dengan support vector machine (SVM) secara luring dan tidak dalam waktu nyata, menggunakan fitur root mean square (RMS) dengan jendela bergerak. Penelitian ini berhasil merancang metode pengukuran dan pemrosesan sinyal sEMG yang efektif untuk klasifikasi gerakan. Algoritma klasifikasi yang dirancang menunjukkan performa tinggi dengan akurasi 90,27%, presisi 90,61%, sensitivitas 90,17%, dan f1-score 90,27%, menunjukkan kemampuan antarmuka otot-komputer untuk mengklasifikasikan gerakan pergelangan tangan dengan tingkat akurasi yang tinggi
The Influence of Polyethylene Glycol Precipitation Methods on Yield and Purity of White Radish Peroxidase
Proteins are widely used in various industries as highly valued biotechnology products. One example is horseradish peroxidase isolated from horseradish (Armoracia rusticana) that used as enzyme label in immunochemistry. However, the cultivation of horseradish is limited to subtropical countries, making the dependency on horseradish peroxidase unsustainable for tropical countries. Numerous studies have explored alternative peroxidases, and white radish peroxidase isolated from Raphanus sativus L. has emerged as a promising candidate. In this study, white radish peroxidase is isolated using the polyethylene glycol (PEG) precipitation method which is widely used as a simple and cost-effective method. This study aims to evaluate the effectiveness of the one-step and two-step PEG precipitation method. The one-step PEG precipitation method used in this study was done by mixing the white radish juice with PEG 6000 30% (w/v), while the two-step method was done by mixing it with PEG 400 20% (w/v) and PEG 6000 30% (w/v) consecutively. This study compares the yield and recovery levels of total protein and white radish peroxidase, as well as the enzymatic specific activity of white radish peroxidase isolated both by the one-step PEG precipitation and the two-step PEG precipitation. The results indicate that both extraction methods yield the same level of white radish peroxidase. However, they differ in terms of purity. The two-step extraction method results in white radish peroxidase with higher purity, as evidenced by its specific activity towards the chromogen ABTS in the presence of H2O2
Proactive and Post-Epidemic Behavioral Responses in a Periodic Environment with Delay: A Case Study of Influenza in Nova Scotia, Canada
We present a delayed epidemic model in a periodic environment, taking into account behavioral changes. The model combines two types of behavioral responses: one responding to the progression of the epidemic and the other based on independent education of the epidemic. We establish the global stability of the diseasefree equilibrium and validate the model using real influenza data in Nova Scotia, Canada. Using numerical simulations, we compare the effects of behavioral changes early on with those that occur as the epidemic progresses. Our results highlight the important role of early and sustained educational efforts in controlling the spread of disease. Additionally, we examine the sensitivity of the basic reproduction number to various parameters, revealing that R0 is especially responsive to those associated with continuous education
PERILAKU KONSUMSI PARIWISATA PADA TREN WORK FROM BALI SAAT PANDEMI COVID-19
Program work from Bali saat pandemi Covid-19 bertujuan untuk memberikan stimulus ekonomi di Bali, akan tetapi belum diketahui apakah tren work from Bali memberikan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja work from Bali memiliki rata-rata lama tinggal di Bali selama lebih dari 1 bulan. Selama bekerja dari Bali, para pekerja juga melakukan konsumi produk dan jasa pariwisata seperti tinggal di penginapan, mengunjungi pusat-pusat kuliner, mengunjungi tempat wisata, bekerja di coworking space dan café, serta membeli oleh-oleh sebelum meninggalkan Bali. Aktivitas WFB berkontribusi signifikan pada pemulihan ekonomi lokal di Bali.Program work from Bali saat pandemi Covid-19 bertujuan untuk memberikan stimulus ekonomi di Bali, akan tetapi belum diketahui apakah tren work from Bali memberikan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja work from Bali memiliki rata-rata lama tinggal di Bali selama lebih dari 1 bulan. Selama bekerja dari Bali, para pekerja juga melakukan konsumi produk dan jasa pariwisata seperti tinggal di penginapan, mengunjungi pusat-pusat kuliner, mengunjungi tempat wisata, bekerja di coworking space dan café, serta membeli oleh-oleh sebelum meninggalkan Bali. Hal tersebut menunjukkan bahwa tren work from Bali memberikan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata di Bali
The Influence of Sedimentation to The Morfology Change of Serang River Estuary at The National Strategic Area Yogyakarta International Airport (Ksn Yia)
Abstrak.
Bandara Internasional Yogyakarta terletak di Kawasan Strategis Nasional, Kabupaten Kulon Progo. Daerah ini secara geologis merupakan daerah dataran rendah yang diapit oleh Sungai Bogowonto dan Sungai Serang yang menyebabkan banjir tahunan pada musim hujan. Sistem pengendalian banjir dikembangkan untuk menjaga kinerja bandara. Penetapan Kawasan Strategis Nasional juga menyebabkan perubahan tata guna lahan di sekitarnya yang dapat mempengaruhi perubahan morfologi sungai. Perubahan morfologi di kedua sungai tersebut telah diidentifikasi berdasarkan pengamatan di lapangan. Berdasarkan pengamatan tersebut dapat diketahui bahwa peningkatan laju sedimentasi merupakan parameter terpenting yang dapat mengubah morfologi kedua sungai tersebut. Pengaruh perubahan morfologi di muara sungai Serang telah dipelajari dengan menggunakan software DELFT3D, sedimentasi di muara sungai Serang telah disimulasikan dengan beberapa skenario antara lain pada saat monsun barat dan monsun timur. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa tebal sedimentasi di muara Serang pada kondisi eksisting adalah 3,5 m pada musim barat dengan luas 0,063 ha dan 4,0 m pada musim timur dengan luas 0,437 ha.
Kata-kata Kunci: Morfologi, muara, Delft3D
Abstract.
The Yogyakarta International Airport has located in the National Strategic Area, Kulon Progo regency. This area is geologically a low-lying area flanked by the Bogowonto River and the Serang River which causes annual flooding in the rainy season. A flood control system was developed to maintain airport performance. The determination of the National Strategic Area has also led to changes in the surrounding land use which can affect changes in the morphology of the rivers. The morphological changes in the two rivers have been identified based on field observations. Based on this observation, it can be seen that the increase in sedimentation rate is the most important parameter that can change the morphology of the two rivers. The effect of morphological changes in the Serang river estuary has been studied using DELFT3D software, the sedimentation in the Serang river estuary has been simulated with several scenarios, including during the west monsoon and east monsoon. The modeling results show that the sedimentation thickness in the Serang estuary under existing conditions is 3.5 m in the west season with an area of 0.063 ha and 4.0 m in the east monsoon with an area of 0.437 ha.
Keywords: Morphology, estuary, Delft3