ITB Journal
Not a member yet
5999 research outputs found
Sort by
Pengujian Rancangan Simulator Resistansi Termal dan Rugi-rugi Kalor pada Sistem Aliran Fluida dalam Pipa Tersekat dengan Metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) dan Least-squares Estimation (LSE)
Thermal resistance is essential for designing insulation systems to prevent heat losses in fluid flow through pipes. The testing method for obtaining data on the thermal resistance of nanoscale insulators is still not agreed upon, as is the explanation of the physical phenomena in the mechanism of inhibiting heat flow. This research aimed to design a simulator for testing the thermal resistance of insulators and heat losses through pipes as an alternative testing method for various insulation materials. Hot air flows through a pipe equipped with a measurement and data processing system to obtain the temperature distribution of the fluid flow in the pipe and the pipe surface temperature along the pipe. Thermal resistance and heat loss are the parameters of the insulation material. The mathematical model was solved numerically and validated with COMSOL Multiphysics software. In designing the simulator, both properties are estimated using the ANFIS and LSE methods. The ANFIS method yields the best estimation for thermal resistance and heat losses. The ANFIS estimation for thermal resistance yields an error of 0.163 m2K/W, and for heat losses yields an error value of 12.64 W/m. The developed ANFIS estimation method is highly resilient to errors in the measurement data.Data resistansi termal sangat diperlukan untuk merancang sistem sekatan (insulasi) untuk pencegahan rugi-rugi kalor pada sistem aliran fluida melalui pipa. Metode penguiian untuk mendapatkan data sifat resistansi termal dari sekatan (insulator) jenis bahan sekatan berskala nano masih belum disepakati, begitu juga dengan penjelasan fenomena fisis dalam mekanisme menghambat aliran kalor. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan rancangan simulator pengujian sifat resistansi termal sekatan dan rugi-rugi kalor melalui pipa sebagai metode pengujian alternatif untuk berbagai jenis bahan sekatan. Udara panas dialirkan melalui pipa yang dilengkapi dengan sistem pengukuran dan pengolahan data untuk mendapatkan data distribusi suhu aliran fluida dalam pipa dan suhu permukaan di sepanjang pipa. Sifat resistansi termal dan rugi-rugi kalor merupakan parameter bahan sekatan yang diuji. Model matematik diselesaikan secara numerik dan divalidasi dengan perangkat lunak COMSOL Multiphysics. Pada rancangan simulator, kedua sifat diestimasi menggunakan metode ANFIS dan LSE. Metode estimasi ANFIS menunjukkan kinerja estimasi terbaik, baik untuk resistansi termal maupun rugi-rugi kalor. Metode estimasi ANFIS untuk resistansi termal memberikan nilai galat sebesar 0,163 m2K/W, sedangkan untuk rugi-rugi kalor memberikan nilai galat sebesar 12,64 W/m. Metode estimasi ANFIS yang telah dikembangkan memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap kesalahan dalam simulasi data pengukuran
Pengangkut Muatan Kapasitas 2 kg Berbasis Mikrokontroler
Energy transformation is growing, and trade is becoming more complex and dynamic regarding energy efficiency and flexible production design. The development of a semi-automatic transporter aims to improve intralogistics' flexibility whereas the electrical power requirements and time efficiency can be analyzed. The analysis method measures the rotational speed of the semi-automatic transport wheel and identifies its model. The rotation speed of the wheels on a semi-automatic transporter is based on translational movement, rotary movement, and transport and load. The measurement results show that the energy requirements for translational and rotational movements increase due to the mass of the charge. However, in the same situation, an increase in the speed value of the semi-automatic transporter results in lower energy requirements, even though the need for electrical power is increasing. The capacity of the DC motor decreases with increasing load, namely from 239.184 rpm to 166.204 rpm, and likewise for the battery from 20000 mhA to 5400 mhA. In dynamic measurement conditions, namely, measurements made while the motorbike is running, there is an average measurement error of –0.11 cm to –0,03 cm in backward movements.Transformasi energi semakin berkembang dan perdagangan semakin kompleks dan dinamis dalam efisiensi energi dan desain produksi yang fleksibel. Pembuatan pengangkut semi-otomatis merupakan pendekatan untuk mendukung fleksibilitas intralogistik, di mana kebutuhan daya listrik dan efisiensi waktu dapat dianalisis. Metode yang digunakan adalah mengukur kecepatan putar roda pengangkut semi-otomatis kemudian mengidentifikasi modelnya. Kecepatan putaran roda pada pengangkut semi-otomatis juga dianalisis berdasarkan gerakan translasi, gerakan putar, dan pengangkatan dan muatan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kebutuhan energi untuk gerakan translasi dan rotasi meningkat akibat adanya massa dari muatan. Namun, pada keadaan yang sama dengan terjadinya peningkatan nilai kecepatan pengangkut semi-otomatis menyebabkan kebutuhan energi yang lebih rendah, meskipun kebutuhan daya listrik bertambah. Kemampuan motor DC menurun dengan penambahan muatan yaitu dari 239,184 rpm menjadi 166,204 rpm dan begitu juga pada baterai dari 20000 mhA menjadi 5400 mhA. Pada kondisi pengukuran dinamis yaitu pengukuran dilakukan saat motor jalan terjadi kesalahan pengukuran rata-rata –0,11 cm hingga –0,03 cm pada pergerakan mundur
Analisis Bibliometrik Bidang Kajian Kebugaran Jasmani Pada Skripsi Mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta Tahun 2011-2022
This study aims to map, analyze developments and find future research ideas ideas relatedto physical fitness studies in bachelor of Sports Science program students at StateUniversity of Jakarta. The sampling technique used was a total sample of 513 thesis titlesfor the 2011-2022 publication year, selected from 517 titles obtained from the Jakarta StateUniversity repository page with a data collection period from August to September 2022.Samples were collected using the Comma Separated Value (CSV) format, and the researchwas conducted using the bibliometric analysis method using the VOSviewer application.From 513 titles, 57 keywords were obtained with the criteria of appearing at least 5 timesand producing 8 mapping clusters. The results of the mapping show that physical fitness isa research topic that is often used in thesis research of sports science study programs asindicated by the appearance of 43 times. The results of the analysis recommend ideas forfuture research such as studies on VO2Max, body mass index, nutritional status, andphysical activity or the development of the fields that linked with sports in sports sciencefaculty of State University of Jakarta.Penelitian ini bertujuan untuk memetakan, menganalisis perkembangan dan menemukanide penelitian di masa yang akan datang terkait dengan studi kebugaran jasmani padamahasiswa program sarjana Ilmu Keolahragaan di Universitas Negeri Jakarta. Teknikpengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling sebanyak 513 judul skripsitahun publikasi 2011-2022 yang dipilih dari 517 judul yang diperoleh dari laman repositoryUniversitas Negeri Jakarta dengan periode pengumpulan data dari Agustus hinggaSeptember 2022. Sampel dikumpulkan dengan menggunakan format Comma SeparatedValue (CSV), dan penelitian dilakukan dengan metode analisis bibliometrik menggunakanaplikasi VOSviewer. Dari 513 judul diperoleh 57 kata kunci dengan kriteria kemunculanminimal 5 kali dan menghasilkan 8 cluster pemetaan. Hasil pemetaan menunjukkan bahwakebugaran jasmani merupakan topik penelitian yang cukup sering digunakan dalampenelitian skripsi program studi ilmu keolahragaan yang ditunjukkan dengan kemunculansebanyak yaitu 43 kali. Hasil analisis merekomendasikan ide untuk penelitian di masamendatang seperti studi VO2Max, indeks massa tubuh, status gizi, dan aktivitas fisik ataupengembangan bidang yang terkait dengan olahraga di Fakultas Ilmu KeolahragaanUniversitas Negeri Jakarta
Kondisi Fisik Pemain Persid Jember Berdasarkan Posisi Bermain
Football attracts the attention of many people because of its level of popularity. Football has spread throughout the world and is played by millions of people from children to adults, including in Indonesia. Football competitions in Indonesia are divided into League 1, League 2 (professional) and League 3 (amateur). Persid Jember is an amateur club member of the PSSI East Java (Jatim) Provincial Association (Asprov) which competes in the 2021 East Java League 3. This research aims to determine the physical condition of Persid Jember players in 2021 based on playing position. Tests and measurements were carried out to collect data on leg muscle power using the Standing Long Jump Test, speed using the 30 meter run, agility using the Illinois Agility Test and aerobic endurance using the Multistage Fitness Test (MFT). Analysis of descriptions with the average of each playing position was carried out in this study. The research results show that there are differences in physical conditions between playing positions, but the most significant is that the goalkeeper position is the lowest among the other positions. This research needs to be developed on larger research subjects considering the limitations of only one club.Sepak bola menarik perhatian banyak orang karena tingkat popularitasnya. Sepak bola tersebar ke penjuru dunia dan dimainkan oleh jutaan orang mulai anak-anak sampai dewasa, termasuk di Indonesia. Kompetisi sepak bola di Indonesia terbagi menjadi Liga 1, Liga 2 (profesional) dan Liga 3 (amatir). Persid Jember salah satu klub amatir anggota Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur (Jatim) yang berkompetisi di Liga 3 Jatim 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik pemain Persid Jember tahun 2021 berdasarkan posisi bermain. Tes dan pengukuran dilaksanakan untuk mengambil data power otot tungkai dengan Standing Long Jump Test, kecepatan dengan lari 30 meter, kelincahan dengan Illinois Agility Test dan daya tahan aerobik dengan Multistage Fitness Test (MFT). Analisis deskripsi dengan rerata setiap posisi bermain dilakukan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan kondisi fisik antar posisi bermain namun yang paling signifikan adalah posisi penjaga gawang paling rendah diatara posisi yang lain. Penelitian ini perlu dikembangkan pada subjek penelitian yang lebih besar mengingat keterbatasan hanya pada satu klub
Linear and Nonlinear Electro-optic Response of MHPOCBC
This study investigated the linear and second-order electro-optic responses in chiral smectic liquid crystal 4-(1-methylheptyloxycarbonyl) phenyl 4-octylcarbonyloxybiphenyl-4-carboxylate (MHPOCBC). The result revealed a single Debye-type relaxation in the linear electro-optic frequency dispersion, with a relaxation frequency extending up to one hundred kHz. Conversely, the second-order electro-optic response exhibited intricate temperature-dependence, accurately depicted by a phenomenological Landau theory around the SmA–SmCa* phase transition point. Notably, in the SmCa* phase, critical slowing down of the amplitude mode occurred near the transition to the SmA phase, while at lower temperatures of the SmCa* phase, a distinct low-frequency relaxation mode emerged. Furthermore, the relaxation frequency of the antiferroelectric Goldstone mode in the SmCA* phase remained constant across the entire temperature range. These findings should significantly contribute to the understanding of dynamic behaviors in chiral smectic liquid crystals, shedding light on their complex phase transitions and electro-optic properties
A Survey of Material Actuation Enhancement Approaches for Adaptive Architecture
This study examined design approaches for enhancing material actuation in adaptive architecture, aiming to make it perceptible for human cognitive engagement. Over recent decades, material actuation has gained attention as a sustainable alternative to mechanical actuation in architectural adaptation, utilizing materials’ intrinsic properties. This shift mitigates environmental concerns and enhances material engagement in spatial cognition. Enhancing material actuation’s effectiveness involves addressing inherent material limitations to ensure perceptibility in architectural work. This study explored new-structuralist adaptive design cases, categorizing enhancement approaches into ‘thinning’, ‘folding’, ‘aggregation’, ‘layering’, and ‘composite’. These strategies are pivotal in both pre-actuation and in-actuation phases of design and fabrication, facilitating interaction between humans and materials. The research methodology involved sourcing post-2010 publications from Google Scholar using keywords related to new materiality and architectural design. Selected articles featuring ‘material actuation’ were analyzed for their methodologies. Through clustering, five primary enhancement strategies were identified. This paper evaluates each approach’s benefits and limitations, highlighting potential utility concerns in material-based architectural adaptations. The analysis offers insight into material actuation’s role in adaptive architecture, emphasizing its environmental and cognitive implications
Studi Awal Amplifikasi Gerak Tanah Gempa untuk Universitas Indonesia (Depok)
Abstract
This research is motivated by the frequent occurrence of earthquakes in Indonesia in recent years. Meanwhile, the common practice in determining soil and seismic parameters in Indonesia still heavily relies on various empirical studies. Therefore, this study aims to investigate soil and seismic parameters in Indonesia through the phenomenon of earthquake ground motion amplification, with a case study located at the University of Indonesia (Depok). The research methods employed include the analysis of earthquake recording data in the UI Forest at a depth of 300 meters, one-dimensional modeling using DEEPSOIL v7 software, and a comparative analysis of the ground motion recording results of the earthquake in Banten on January 14th, 2022, with a magnitude of 6.6 (low strain) on the surface of UI Forest and FMIPA UI. The research results show visible oscillations at the end of the ground acceleration output and a spike in the peak ground acceleration (PGA) value at around 30 meters in the uppermost layer, with periods and spectral acceleration higher than the expected recorded values. This indicates that the soil modeled based on correlation is softer than anticipated. In other words, the soil is stiffer than previously assumed based on the established correlations.Abstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya peristiwa gempa bumi di Indonesia beberapa tahun belakangan. Sementara itu, praktik umum dalam penentuan parameter tanah dan kegempaan di Indonesia masih banyak bergantung pada berbagai studi empiris. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari parameter tanah dan kegempaan di Indonesia lewat fenomena amplifikasi gerak tanah gempa dengan studi kasus yang berlokasi di Universitas Indonesia (Depok). Metode penelitian yang digunakan meliputi: analisis data hasil pencatatan gempa di Hutan UI pada kedalaman 300 meter, pemodelan satu dimensi dengan perangkat lunak DEEPSOIL v7, serta analisis komparatif terhadap hasil pencatatan gerak tanah gempa Banten, 14 Januari 2022 bermagnitudo 6,6 (low strain) di permukaan tanah Hutan UI dan FMIPA UI. Hasil penelitian menunjukkan adanya osilasi pada akhir output percepatan tanah, serta lonjakan nilai peak ground acceleration (PGA) pada sekitar 30 meter lapisan teratas dengan periode dan percepatan spektra lebih tinggi dari hasil yang seharusnya (recorded). Hal tersebut mengindikasikan bahwa tanah yang dimodelkan berdasarkan parameter hasil korelasi lebih lunak dari seharusnya. Dengan kata lain, tanah lebih kaku dari dugaan sebelumnya yang mengacu pada korelasi yang telah ditentukan
Pengembangan PentaPod, Armor Beton Jenis Baru Untuk Pelindung Bangunan Pantai
Abstrak
Check dam, yang dikenal sebagai bendungan kecil atau bendung pengendali sedimen, adalah struktur yang dibangun melintang aliran air, seperti sungai atau saluran drainase, dengan tujuan utama untuk mengendalikan aliran air dan mengurangi kecepatannya. Umumnya dibuat dari pasangan batu atau beton, namun penelitian ini menggunakan checkdam yang terbuat dari pentapod. Check Dam PentaPod yang terbuat dari PentaPod menawarkan solusi armor beton inovatif dengan fitur interkonektivitas, dirancang khusus untuk mengurangi kecepatan air dan secara efektif mencegah erosi dan degradasi dasar sungai. Dengan bentuk lintas seksional yang kompak, struktur ini ditempatkan secara strategis di sungai guna memperlambat aliran air dan meningkatkan stabilitas struktural terhadap gaya dinamis arus sungai. Uji model hidraulik Check Dam PentaPod yang dilakukan oleh Laboratorium Sungai dan Sedimentasi ITB bertujuan mensimulasikan berbagai kondisi hidrodinamik untuk mengevaluasi efektivitas dan kinerja struktur dalam menjaga integritas dan stabilitas di bawah beragam kondisi aliran dan tinggi air. Langkah ini penting untuk memastikan kemampuan Check Dam PentaPod dalam mengontrol degradasi dasar sungai dan menjaga stabilitas tepi sungai secara efektif.
Kata-kata Kunci: PentaPod, armor beton baru, check dam, perlindungan alur sungai.
Abstract
Check dams, also known as small dams or sediment control dams, are structures built across waterways like rivers or drainage channels. Their primary purpose is to regulate water flow and reduce its velocity. Traditionally constructed from stone or concrete, this research explores check dams made from a novel material: PentaPods. The PentaPod Check Dam utilizes prefabricated PentaPod concrete units with interlocking features. This innovative armor solution is specifically designed to decrease water velocity and effectively prevent erosion and riverbed degradation. Due to its compact cross-sectional form, the structure can be strategically placed in rivers to slow down water flow and enhance its structural stability against the dynamic forces of river currents.Hydraulic model testing of the PentaPod Check Dam, conducted by the ITB River and Sedimentation Laboratory, aims to simulate various hydrodynamic conditions. This evaluation process assesses the structure's effectiveness and performance in maintaining integrity and stability under diverse flow rates and water levels. These tests are crucial for ensuring the PentaPod Check Dam's ability to effectively control riverbed degradation and safeguard the stability of riverbanks.
Keywords: PentaPod, new concrete armor, check dam, river channel protection.Makalah ini membahas PentaPod adalah sejenis armor baru dari beton yang dirancang untuk melindungi bangunan pantai dari kerusakan akibat gelombang dan arus laut. PentaPod dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan dari armor beton yang umum digunakan pada struktur pantai, yang hanya dapat disusun secara acak atau teratur namun dipasang tanpa terikat satu sama lain, menyebabkan stabilitas keseluruhan bangunan pantai yang dilindungi sangat tergantung pada stabilitas individu dari setiap unit armor. Armor Beton PentaPod dapat disusun secara acak dan teratur serta dapat diikatkan satu sama lain. Namun, PentaPod juga dapat dipasang secara teratur dalam satu atau beberapa lapisan, di mana seluruh unit armor saling terikat secara horizontal dan vertikal sehingga stabilitas keseluruhan bangunan pantai tergantung pada stabilitas gabungan unit-unit armor yang terikat. Dalam makalah ini ditunjukkn hasil penguhian Koefisien Stabilitas (Kd) untuk dua varian dari armor beton PentaPod, yaitu PentaCone dan PentaOcta, yang diuji di Tangki Gelombang. Studi ini menunjukkan koefisien stabilitas untuk kedua varian dari Armor Beton PentaPod. Namun, pengujian untuk Armor PentaPod yang saling terikat, yang diharapkan membentuk sistem yang sangat stabil, belum dilakukan. Kebaruan penelitian ini terletak pada kemampuan untuk memasang armor beton secara acak dan teratur, mengurangi biaya dengan mengurangi jumlah dan ukuran unit armor sambil meningkatkan stabilitas dari armor beton yang terhubung, serta memudahkan pemasangan di permukaan dan dalam air. 
Stabilisasi Tanah Lunak Menggunakan Lumpur Bledug Kuwu dan Larutan Asam Fosfat Ditinjau Dari Nilai Kuat Tekan Bebas
Abstract
Soft soils with low bearing capacity are a major problem in construction that can lead to failures, such as road damage, building tilts, and bridge collapses. This research aims to improve the bearing capacity of soft soil in Gedebage, Bandung, using a soil stabilization method with Bledug Kuwu mud (LBK) and phosphoric acid solution (LAF). Bledug Kuwu mud was selected due to its chemical composition, which is similar to fly ash and volcanic ash, particularly in terms of SiO₂, Al₂O₃, and Fe₂O₃ content. Phosphoric acid, though rarely used in construction, was chosen for its potential as an effective soil stabilizing agent. The research methodology involved collecting native soil samples from Gedebage and conducting physical and mechanical property tests at the Geotechnical Laboratory of Bandung State Polytechnic. The test results indicated that the optimum mixture of 15% LBK and 10% LAF successfully reduced the soil's Plasticity Index (PI) by 73.91%, from 46% to 12%. In addition, the unconfined compressive strength (qu) increased by 35% compared to the native soil, with a qu value of 1.02 kg/cm² and cohesion (c) of 0.51 kg/cm², indicating an improvement in soil consistency to the "stiff" category. These results demonstrate that the combination of LBK and LAF effectively enhances the bearing capacity of soft soils, offering an innovative solution for subgrade soil improvement and supporting the development of higher-quality infrastructure in Indonesia.Abstrak
Tanah lunak dengan daya dukung rendah merupakan salah satu masalah utama dalam konstruksi yang dapat menyebabkan kegagalan, seperti kerusakan jalan, kemiringan bangunan, dan runtuhnya jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan daya dukung tanah lunak di Gedebage, Bandung, melalui metode stabilisasi tanah menggunakan lumpur Bledug Kuwu (LBK) dan larutan asam fosfat (LAF). Lumpur Bledug Kuwu dipilih karena kandungan kimianya yang serupa dengan fly ash dan abu vulkanik, terutama dalam hal kandungan SiO₂, Al₂O₃, dan Fe₂O₃. Larutan asam fosfat, meskipun jarang digunakan dalam dunia konstruksi, dipilih karena potensinya sebagai bahan stabilisasi tanah yang efektif. Metode penelitian melibatkan pengambilan sampel tanah asli dari Gedebage dan pengujian sifat fisis serta mekanis di Laboratorium Geoteknik Politeknik Negeri Bandung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran optimum 15% LBK dan 10% LAF mampu menurunkan nilai Plasticity Index (PI) tanah sebesar 73,91%, dari 46% menjadi 12%. Selain itu, nilai kuat tekan tanah (qu) meningkat sebesar 35% dibandingkan tanah asli, dengan nilai qu sebesar 1,02 kg/cm² dan kohesi (c) sebesar 0,51 kg/cm², menunjukkan peningkatan dalam kategori konsistensi tanah yang kaku. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi LBK dan LAF efektif dalam meningkatkan daya dukung tanah lunak, memberikan solusi inovatif untuk perbaikan tanah subgrade dan mendukung peningkatan kualitas infrastruktur di Indonesia