ITB Journal
Not a member yet
5999 research outputs found
Sort by
Peningkatan Keterampilan Kognitif pada Anak Autis Usia Dini Melalui Media Visual Interaktif
Autism Spectrum Disorder (ASD) is a complex neurodevelopmental condition characterized by impairments in social communication, restricted interests, and repetitive behaviors. Children with ASD often face challenges in the development of cognitive skills, which play a crucial role in academic achievement, adaptive functioning, and overall quality of life. This study introduces an innovative approach to aid early childhood individuals diagnosed with ASD in recognizing their daily routines by means of a visual interactive board game. The developed visual interactive board game, although the design is simple, is meticulously structured to foster and enhance cognitive skills, specifically focusing on language development and improvement in adaptive behavior. The efficacy of this medium was examined through a single-case method utilizing the Single Subject Research (SSR) experimental approach. The research involved three children aged 4-5 years with an ASD diagnosis, employing a patterned B1-I-B2 design. The results of this study underline the potential of interactive board games as an engaging tool for fostering cognitive skills in early childhood autism. Gangguan Spektrum Autisme (GSA) adalah kondisi neurodevelopmental kompleks yang ditandai oleh gangguan dalam komunikasi sosial, minat terbatas, dan perilaku berulang. Anak-anak dengan GSA sering menghadapi tantangan dalam pengembangan keterampilan kognitif, yang memainkan peran penting dalam pencapaian akademis, fungsi adaptif, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Penelitian ini memperkenalkan pendekatan inovatif untuk membantu individu anak usia dini yang didiagnosis dengan GSA dalam mengenali rutinitas harian melalui permainan papan interaktif visual. Permainan papan interaktif visual yang dikembangkan, meskipun sederhana dalam desain, dirancang dengan cermat untuk membantu dan meningkatkan keterampilan kognitif, dengan fokus khusus pada perkembangan bahasa dan peningkatan perilaku adaptif. Efektivitas media ini diuji melalui metode kasus tunggal dengan menggunakan pendekatan eksperimental Penelitian Subjek Tunggal. Penelitian melibatkan tiga anak berusia 4-5 tahun dengan diagnosis GSA, menggunakan desain A-B-A yang terstruktur. Hasil penelitian ini menyoroti potensi permainan papan interaktif sebagai alat yang menarik untuk meningkatkan keterampilan kognitif pada autisme usia dini
Structural Modeling of Food Safety Knowledge, Attitude, and Practices of Food Handlers in Highway Tourist Stop-Over Food Service Establishments in Uganda
The study examines the socio-demographic characteristics, food safety knowledge, attitudes, and practices of food handlers in highway tourist stop-over food service establishments in Uganda. The study further explores the relationship between the above factors using the Structural Equation Model (SEM). Understanding food safety knowledge, attitudes, and practices of food handlers can inform future interventions toward food safety assurance in food service establishments. The study used a cross-sectional design and data was collected using a self-administered structured questionnaire. Data was analyzed using Statistical Package for Social Sciences (SPSS) Version 22 and Analysis of Moment Structures (AMOS). Approximately half of the respondents had adequate knowledge of food safety and good practices. The results from SEM confirmed that food safety knowledge significantly affected practices (β= 0.37 p<0.05), attitude insignificantly, and negatively affected practices (β= -0.04 p>0.05). Only 13.3% of the changes in practices were explained by the knowledge and attitudes of the respondents (R-squared 0.133). The majority of the food handlers were males, had experience of more than 2 years, attended food safety training, and had limited knowledge about Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP). The study is the first of its kind in Uganda. The findings suggest that future interventions should look beyond food safety knowledge and attitudes of the food handlers in food safety assurance efforts
Kontrol Deformasi Berlebih akibat Beban Gempa pada Struktur Gedung Bertingkat dengan Penambahan Curved Damper pada Bangunan
Abstrak
Pada tahun 2017, Hsu dkk memperkenalkan peran curved damper untuk mengurangi deformasi pada struktur portal penahan momen dengan beban siklik, curved damper dapat meningkatkan performa struktur yang bergantung pada Panjang dan sudut lengkung kurva damper. Terinspirasi dari model ini, penelitian ini mempelajari tentang peran dari curved damper jika diaplikasikan pada struktur bangunan bertingkat dengan beban gempa yang pernah terjadi. Curved damper yang diasumsikan dengan multilinear link element ditempatkan pada setiap sudut kerangka bangunan pada setiap lantai, deformasi yang terjadi dibandingkan baik sebelum dan setelah terpasangnya curved damper. Sebanyak lima titik ditinjau untuk mengamati perubahan deformasi yang terjadi dan penelitian yang dilaksanakan telah menunjukkan bahwa curved damper dapat menurunkan deformasi struktur hingga 63% akibat beban gempa yang telah dinormalisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa curved damper dapat dipertimbangkan untuk digunakan dalam rangka pembangunan struktur resilien terhadap gempa. Penelitian ini merupakan penelitian awal untuk selanjutnya curved damper disimulasikan dengan curved frame pada struktur.
Kata-kata Kunci: Bangunan, curved damper, deformasi, gempa, link element
Abstract
The previous study proposed the role of curved damper to reduce deformation of the moment resisting frame subjected to the cyclic load, curved damper able to improve the structure performance regarding the length and arc angle. Inspired by this model, this research studied about the role of curved damper if it applied to the real structure with the real seismic loading. Curved damper which assumed as multilinear link element placed on the corner of the frame of each story then compared before and after the damper existing. 5 locations point out to observed the structure deformation and it was shown that the curved damper capable in reducing the deformation subjecting the normalized earthquake loading up to 63%. This research shows that curved damper is considerable to use in order to build the earthquake resilient building. This simplified modelling of the curved damper as the preliminary analysis for the curved geometry of the curved damper for further research.
Keywords: Building, curved damper, deformation, earthquake, link elementPada tahun 2017, Hsu dkk memperkenalkan peran curved damper untuk mengurangi deformasi pada struktur portal penahan momen dengan beban siklik, curved damper dapat meningkatkan performa struktur yang bergantung pada Panjang dan sudut lengkung kurva damper. Terinspirasi dari model ini, penelitian ini mempelajari tentang peran dari curved damper jika diaplikasikan pada struktur bangunan bertingkat dengan beban gempa yang pernah terjadi. Curved damper yang diasumsikan dengan multilinear link element ditempatkan pada setiap sudut kerangka bangunan pada setiap lantai, deformasi yang terjadi dibandingkan baik sebelum dan setelah terpasangnya curved damper. Sebanyak lima titik ditinjau untuk mengamati perubahan deformasi yang terjadi dan penelitian yang dilaksanakan telah menunjukkan bahwa curved damper dapat menurunkan deformasi struktur hingga 63% akibat beban gempa yang telah dinormalisasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa curved damper dapat dipertimbangkan untuk digunakan dalam rangka pembangunan struktur resilien terhadap gempa. Penelitian ini merupakan penelitian awal untuk selanjutnya curved damper disimulasikan dengan curved frame pada struktur
Analisis Korelasi Walking Permeability dan Walking Effort (Studi Kasus Terminal di Kota Bandung)
Abstract
Bandung was chosen as a pilot area for Indonesian Mass Transit (MASTRAN) project to increase urban mobility and accessibility. With this MASTRAN project, public transportation nodes should be accessible by all modes, one of which is walking. However, in urban areas in Indonesia, walking activities are still not an option. According to some studies, this is caused by the lack of walking infrastructure and environment feasibility. Therefore, the quality of pedestrian infrastructure and environment must be improved to make these public transportation nodes easy for pedestrians to reach. In this case, walking permeability and walking effort assessment are chosen as tools to assess the pedestrian walkability. By doing these assessments, it is found that Kiaracondong Station has the largest average WPDI and WPTI values with values of 1.48 and 1.90 respectively. In addition, it is found that The South Bandung Station has the biggest walking effort index which value is 1.66. By analyzing both assessments, it can be concluded that the increase of WPDI tends to increase WPTI. Besides, it also can be concluded that stations have higher time increments than bus terminals due to an increase in the distance required for pedestrian access to the main terminal entrance.Abstrak
Bandung dipilih sebagai daerah percontohan proyek Mass Transit (MASTRAN) Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas perkotaan. Dengan adanya proyek MASTRAN ini, simpul-simpul transportasi umum seharusnya dapat diakses oleh semua moda, salah satunya dengan berjalan kaki. Namun di wilayah perkotaan di Indonesia, aktivitas berjalan kaki masih belum menjadi pilihan. Menurut beberapa penelitian, hal ini disebabkan oleh kurangnya kelayakan infrastruktur dan lingkungan pejalan kaki. Oleh karena itu, kualitas infrastruktur dan lingkungan pejalan kaki harus ditingkatkan agar simpul-simpul transportasi umum tersebut mudah dijangkau oleh pejalan kaki. Dalam hal ini, penilaian walking permeability dan walking effort dipilih sebagai alat untuk menilai kemampuan pejalan kaki untuk berjalan kaki. Dengan melakukan penilaian tersebut diperoleh bahwa Stasiun Kiaracondong memiliki rata-rata nilai WPDI dan WPTI terbesar dengan nilai masing-masing sebesar 1,48 dan 1,90. Selain itu, Stasiun Bandung Selatan mempunyai indeks walking effort terbesar yaitu sebesar 1,66. Dengan menganalisis hasil dari kedua penilaian tersebut, dapat disimpulkan bahwa peningkatan WPDI cenderung meningkatkan WPTI. Selain itu, dapat juga disimpulkan bahwa stasiun memiliki pertambahan waktu yang lebih tinggi dibandingkan terminal bus karena adanya peningkatan jarak yang diperlukan untuk akses pejalan kaki ke pintu masuk terminal utama
Penentuan Indikator Pengukuran dan Analisis Kinerja Keuangan Perusahaan Konstruksi (Studi Kasus: PT. X (Persero) Tbk)
Abstract
Infrastructure development plays a crucial role in economic growth in Indonesia. Despite the high demand for infrastructure, it does not guarantee that construction companies in Indonesia can sustain financially or non-financially because the construction industry is vulnerable to financial risks. This was evident during the Covid-19 pandemic in 2020, where there was a 5.66% decrease in the number of construction companies due to economic slowdown. This correlates with the poor financial performance of construction companies in Indonesia, as seen in one of the state-owned construction companies in Indonesia, which has significant liabilities compared to other state-owned enterprises. Decreases in financial performance can occur in every company if they do not have effective financial management. Therefore, each company needs to implement effective financial performance management by determining appropriate performance measurement indicators and analyzing financial performance to assess the financial health of the company. The research was conducted at PT. X (Persero) Tbk., a state-owned construction company in Indonesia. This research aims to determine the procedure for identifying financial performance indicators, establish these financial performance indicators, and analyze the company's financial performance. The procedure for identifying financial performance indicators was obtained through a literature review and validated through interviews with the company. Subsequently, the financial performance analysis was carried out using financial ratio analysis and the weighting of financial ratio values based on Keputusan Menteri BUMN Nomor Kep-100/MBU/2002, resulting in an assessment of the company's financial health. The analysis results indicate that the financial health of PT. X (Persero) Tbk. fluctuates and is influenced by both internal and external factors.Abstrak
Pembangunan infrastruktur memberi peranan yang sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Permintaan akan infrastruktur yang tinggi di Indonesia saat ini, tidak menjamin bahwa perusahaan konstruksi di Indonesia dapat bertahan secara finansial maupun non-finansial, karena industri konstruksi rentan akan risiko finansial. Kondisi ini dapat dilihat pada saat pandemi Covid-19 tahun 2020 di mana terjadi penurunan jumlah perusahaan konstruksi sebesar 5,66% karena adanya perlambatan ekonomi. Hal ini sejalan dengan kurang baiknya kinerja keuangan perusahaan konstruksi di Indonesia seperti yang terjadi pada salah satu perusahaan BUMN karya di Indonesia yang memiliki liabilitas yang besar dibandingkan perusahaan BUMN lainnya. Penurunan kinerja keuangan perusahaan tentunya dapat terjadi di tiap perusahaan apabila tidak memiliki manajemen kinerja keuangan yang baik. Oleh karena itu, tiap perusahaan perlu melakukan manajemen kinerja keuangan yang efektif dengan menentukan indikator pengukur kinerja yang tepat dan juga menganalisis kinerja keuangan untuk mengetahui kondisi kesehatan keuangan perusahaan. Penelitian dilakukan pada PT. X (Persero) Tbk. yang merupakan perusahaan BUMN konstruksi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur penentuan indikator kinerja keuangan, menentukan indikator kinerja keuangan, dan menganalisis kinerja keuangan perusahaan. Prosedur penentuan indikator kinerja keuangan didapatkan melalui kajian literatur dan divalidasi melalui wawancara pada perusahaan. Selanjutnya, analisis kinerja keuangan dilakukan dengan analisis rasio keuangan dan pembobotan pada nilai rasio keuangan didasarkan pada Keputusan Menteri BUMN Nomor Kep-100/MBU/2002, sehingga didapatkan tingkat kesehatan keuangan perusahaan. Hasil analisis menunjukkan tingkat kesehatan keuangan PT. X (Persero) selalu berfluktuasi dan dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari internal ataupun eksternal perusahaan
Analisis Perancangan Dinding Penahan Tanah Untuk Seawater Intake Pembangkit Listrik Tenaga Uap
Abstract
The handling of retaining walls in the PLTU seawater intake project is a crucial part in maintaining the stability of buildings below ground level. The retaining wall construction is selected based on the depth of excavation, soil type, the height of the Groundwater Table (GWT), and the load being retained. The lateral force calculation method uses Rankine and Coulomb theories with specified soil parameters. The case study was conducted at the seawater intake area of Java 9 & 10 Suralaya PLTU in Suralaya, Cilegon, Banten. The design process involved soil data interpretation, site class determination, and stability analysis using MIDAS GTS NX software. The retaining wall design is divided into two parts, using diaphragm walls and secant piles. The use of lateral reinforcement in the form of soil anchors is adjusted to the provisions of SNI 8460-2017. The design results show that the wall and anchor configurations meet the design criteria, with appropriate values of safety numbers and lateral deflections. However, the selection of Mohr-Coulomb soil model and pseudostatic earthquake analysis produced more conservative results. In conclusion, the retaining wall design proved to be effective in handling the lateral soil loads and pressures in the seawater intake PLTU project.Abstrak
Penanganan dinding penahan tanah pada proyek seawater intake PLTU merupakan bagian krusial dalam menjaga kestabilan bangunan di bawah permukaan tanah. Konstruksi dinding penahan tanah dipilih berdasarkan kedalaman galian, jenis tanah, ketinggian Muka Air Tanah (MAT), dan beban yang ditahan. Metode perhitungan gaya lateral menggunakan teori Rankine dan Coulomb dengan parameter-parameter tanah yang ditentukan. Studi kasus dilakukan pada area seawater intake PLTU Jawa 9 & 10 Suralaya di Suralaya, Cilegon, Banten. Proses perancangan melibatkan interpretasi data tanah, penentuan kelas situs, dan analisis stabilitas menggunakan perangkat lunak MIDAS GTS NX. Desain dinding penahan tanah dibagi menjadi dua bagian, dengan menggunakan dinding diafragma dan secant pile. Penggunaan perkuatan lateral berupa angkur tanah disesuaikan dengan ketentuan SNI 8460-2017. Hasil perancangan menunjukkan konfigurasi dinding dan angkur yang memenuhi kriteria desain, dengan nilai angka keamanan dan defleksi lateral yang sesuai. Meskipun demikian, pemilihan model tanah Mohr-Coulomb dan analisis gempa pseudostatik menghasilkan hasil yang lebih konservatif. Kesimpulannya, desain dinding penahan tanah terbukti efektif dalam menangani beban dan tekanan lateral tanah pada proyek seawater intake PLTU
Analisis Walking Permeability, Walking Effort, dan Walkability Index, Studi Kasus Pada Jalan Braga Bandung
Abstract
Human movement in Bandung is unavoidable, with traffic congestion and travel distance making walking a popular alternative. Ease of reaching a location is linked to walking distance and time, and route characteristics affect walking effort and accessibility. Jalan Braga is a high pedestrian area in Bandung. This study assesses walkability to Jalan Braga using Walking permeability, Walking Effort, and Walkability Index methods. Results show the highest walkability permeability values for distance and time are 1.81 on Route 4: Naripan Gas Station and 2.29 on Route 6: Bandung City Square. The highest walking effort value is 4362.50 on Route 6: Bandung City Square. The best and worst walkability index values are for Route 6: Bandung City Square and Route 3: Lautze 2 Mosque, respectively.Abstrak
Pergerakan manusia di Kota Bandung tak terelakkan, dengan kemacetan dan jarak perjalanan menjadikan berjalan kaki pilihan populer. Kemudahan mencapai lokasi dikaitkan dengan jarak dan waktu tempuh berjalan kaki, serta karakteristik rute memengaruhi upaya berjalan dan kualitas aksesibilitasnya. Jalan Braga adalah lokasi dengan intensitas pejalan kaki tinggi di Bandung. Penelitian ini menilai walkability menuju Jalan Braga menggunakan Metode Walking permeability, Walking Effort, dan Walkability Index. Hasil perhitungan menunjukkan nilai walkability permeability tertinggi untuk jarak dan waktu adalah 1,81 pada Rute 4: SPBU Naripan dan 2,29 pada Rute 6: Alun-alun Kota Bandung. Nilai walking effort tertinggi adalah 4362,50 pada Rute 6: Alun-alun Kota Bandung. Walkability index menunjukkan rute terbaik adalah Rute 6: Alun-alun Kota Bandung dan yang terburuk adalah Rute 3: Masjid Lautze 2
A Simple Modelling of Microscopic Epidemic Process with Two Vaccine Doses on a Synthesized Human Interaction Network
In this study, we illustrate the incorporation of two vaccine doses into a discrete SIR model to aid in the decision-making process for optimal vaccination strategies. We present a basic model of a human interaction network synthesized to depict social contacts within a population, taking into account the number of connections and the level of interaction among individuals. Under a limited number of available vaccine doses, we explore various vaccination scenarios considering factors such as the distribution of vaccines, the proportion of vaccinated individuals, and the timing of vaccination commencement. Our research demonstrates that the most effective vaccination strategy, which focuses on re-characterized hubs or redefining the individual who has high connectivity, will cover fewer individuals and result in the smallest total number of infected individuals
English
This study aims to analyze the representation of sexual violence in the film Gangubai Kathiawadi, which takes the form of interpretations in the form of words, images, videos, and behaviors. Gangubai Kathiawadi, a biographical film from India, tells the story of a person who is traded to a brothel. Data is used to answer research questions or achieve research objectives. This film takes an approach to the social issue of sexual violence accepted by women. This study uses qualitative descriptive research. Using qualitative descriptive methods with a semiotic analysis approach from Charles Sanders Peirce is one of the essential contributions to studying semiotics. The bad stigma attached to commercial sex workers (PSK) makes some people feel entitled to do anything to them. Prostitutes are vulnerable to both physical and sexual violence, but most people disregard these cases. The representation of criminality and violence in Gangubai Kathiawadi presents a sign or symbol of crime and violence committed against prostitute workers.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kekerasan seksual dalam film Gangubai Kathiawadi, yang berbentuk interpretasi berupa kata, gambar, video, dan perilaku. Film berjudul Gangubai Kathiawadi yang merupakan film biografi dari india berkisah mengenai seseorang yang di perjualbelikan ke rumah bordil. Data dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian atau mencapai tujuan penelitian. Film ini mengambil pendekatan isu sosial kekerasan seksual yang diterima oleh perempuan. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika dari Charles Sanders Peirce yang merupakan salah satu kontribusi penting dalam studi tentang semiotika. Stigma buruk yang melekat dalam diri pekerja seks komersial (PSK) membuat sebagian orang merasa berhak melakukan apa saja terhadap mereka. Psk rentan mengalami kekerasan baik fisik maupun seksual, namun kebanyakan masyarakat menutup mata terhadap kasus tersebut. Representasi kriminalitas dan kekerasan dalam film Gangubai Kathiawadi menghadirkan tanda atau simbol kriminalitas dan kekerasan yang dilakukan terhadap para pekerja seks komersial
The Effect of the Existence of Sustainable Green Open Space on the Community's Economy in Big Cities
Urbanization in Indonesia is characterized by high population density in big cities. So far, urban areas in Indonesia tend to experience typical problems due to urbanization, namely, the use of green open space functions still seems to have a complementary meaning for urban areas, so that land use for green open space is considered as an addition to environmental aesthetics. Errors in mindset often arise regarding public open spaces which are considered a reserve for future land use, resulting in the emergence of a paradigm that, at any time, green open spaces could be replaced with other uses that are felt to be more profitable economically. This study aims to examine the variables related to green open spaces and determine their influence on the economic conditions of the community. This study uses a quantitative method called multivariable linear regression. Data collection used an online questionnaire, focusing on people who had visited green open spaces in five big cities, namely Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, and Surabaya. The results of the multivariable linear regression analysis indicated that the existence of a quality green open space for an area is considered economically profitable, both direct and indirect