ITB Journal
Not a member yet
    5999 research outputs found

    Pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai Linguistic Entrepreneurship: Implikasi terhadap Digital Marketing

    Get PDF
    Research on linguistic entrepreneurship in Indonesia is the newest one. This study analyzes the spoken and written language used in the coffee shop industry. This study aims to identify the language learning motivations of coffee shop business actors in marketing their products, specifically through the use of Indonesian in social media marketing and direct consumer outreach. This research employed descriptive qualitative methods to investigate the effects of linguistic entrepreneurship on coffee shop business actors, as well as to address variables that remain unclear and require further exploration. This research focuses on the resources available for using Indonesian both verbally and in writing. Business actors can seek linguistic entrepreneurship through their motivation to learn the language and the methods they employ to do so. The implication of using Indonesian in the economy is that it can serve as a policy for business. The research uniquely focuses on the Indonesian coffee shop industry as a specific context where linguistic entrepreneurship plays a vital role. The study delves into the connection between Indonesian language learning and entrepreneurial activities, particularly in thepromotion and marketing of coffee products.Penelitian sekait linguistic enterpreneruhsip di Indonesia merupakan hal yang baru. Penelitian ini menganalisis bahasa lisan dan tulis yang digunakan dalam industri kedai kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar bahasa oleh pelaku bisnis kedai kopi dalam pemasaran produk. Penggunaan bahasa dalam pemasaran produk melalui media sosial atau secara langsung kepada konsumen dengan menggunakan bahasa Indonesia. Mengetahui implikasi kewirausahaan linguistik pada pelaku bisnis kedai kopi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menjawab permasalahan penelitian yang tidak mengetahui variabel-variabelnya dan perlu mengeksplorasi. Fokus penelitian ini megekplorasi sumber daya dalam penggunaan bahasa Indonesia secara lisan dan tulisan. Kemampuan linguistic enterpreneurship dapat dilihat melalui motivasi dalam belajar dan cara pembelajaran bahasa tersebut. Implikasi bahasa Indonesia dalam perekonomian dapat menjadi kebijakan penggunaan bahasa dalam berbisni

    Pengaruh Kriteria Teknis Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Jalan Terhadap Jaringan Jalan pada Beberapa Pulau di Indonesia

    Get PDF
    Abstract The study aims to analyze the influence of technical data criteria variables and determine the best model criteria. The criteria analyzed included pavement deterioration, bridge condition, road performance, local budget allocation for road capital expenditure, allocation of local budget government for routine maintenance of roads, e-monitoring reporting, and shp map reporting. This evaluation is needed to highlight the importance of comprehensive data testing to provide an overview of the road infrastructure data used as the basis for Special Allocation Fund (DAK) allocations, considering the different characteristics between islands in Indonesia. The methods used include Multiple Linear Regression with dummy variables and Binary Logistic Regression. The study's results show that Nusa Tenggara and Bali Islands have the best model for explaining the variation of kjtm and npe variables, with better consistency and significance, while Java Island shows a significant influence of Kj, Kij, and Aprj variables on road quality. Keyword: Technical data ctriteria, technical criteria, DAK, regression, road quality  Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel kriteria data teknis dan menentukan kriteria model terbaik. Kriteria yang dianalisis meliputi kondisi jalan tidak mantap, kondisi jembatan, kinerja jalan, alokasi APBD belanja modal jalan, alokasi APBD untuk pemeliharaan rutin jalan, pelaporan e-monitoring DAK, serta kepatuhan atas ketentuan dalam kebijakan satu peta. Evaluasi ini diperlukan untuk menyoroti pentingnya pengujian data yang komprehensif dan berkesinambungan untuk memberikan gambaran mengenai data infrastruktur jalan yang digunakan sebagai dasar dalam alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik antar pulau di Indonesia. Kedua metode yang digunakan meliputi Regresi Linier Berganda dengan variabel dummy dan Regresi Logistik Biner. Hasil menunjukkan bahwa Kepulauan Nusa Tenggara dan Bali memiliki model terbaik dalam menjelaskan variasi kjtm dan npe, dengan konsistensi dan signifikansi yang lebih baik. sementara Pulau Jawa menunjukkan pengaruh signifikan dari variabel kj, kij, dan aprj terhadap kualitas jalan. Kata-kata Kunci: Kriteria data teknis, DAK, regresi, kualitas jalan &nbsp

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN SUBFRAKSI DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB JERAWAT

    Get PDF
    Propionibacterium acne and Staphylococcus epidermidis are the major bacteria that infect skin which can cause many disease in the skin, one of them is acne. Papaya is one of the plants that has many activities, such as antibacterial activity. In traditional use, papaya leaves used for treatment of acne. In this study, the antibacterial activity of n-hexane, ethyl acetate, and ethanol papaya leaves extract were tested against Propionibacterium acne and Staphylococcus epidermidis ATCC 12228 using agar diffusion disc method, microdilution method to determine minimum inhibitory concentration (MIC), and bioautography test. The preliminary result with diffusion disc showed that at 5% concentration of n-hexane extract of papaya leaves produced the largest inhibit zone for both bacteria, 7,43 mm for Propionibacterium acne and 7,78 mm for Staphylococcus epidermidis. The result showed that the MIC of n-hexane extract of papaya leaf were >4096 µg/mL. The result of the bioautography test of n-hexane extract showed the inhibition zone at Rf 0,09-0,28 and Rf 0,63 in chloroform-n-hexane system (6:3) for Propionibacterium acne. Based on the test result, the n-hexane extract of papaya leaves was continued to the fractination stage by chromatotron method and the compound at Rf 0,27 were selected as the target. The fraction was monitored by thin-layer chromatography (TLC) and the fraction contained the active compound was continued to subfractination stage by preparative chromatography method. The subfraction was tested against Propionibacterium acne and Staphylococcus epidermidis by bioautography method at 600 µg/mL concentration. It resulted an inhibitory zone at Rf 0,25-0,27 for Staphylococcus epidermidis and Rf 0,27 for Propionibacterium acne. Based on the result characterization of subfraction of n-hexane extract of papaya leaves by specific   visualization reagent, the subfraction was predicted contain steroid/triterpenoid compound. Keywords: antibacterial, acne, papaya leaves, Carica papaya L., biootografiPropionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis merupakan bakteri utama penginfeksi kulit yang dapat menyebabkan beberapa masalah kulit, salah satunya adalah jerawat. Daun pepaya merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung berbagai senyawa yang memiliki banyak aktivitas, salah satunya adalah aktivitas antibakteri. Dalam penggunaan tradisional, daun pepaya digunakan dalam pengobatan jerawat. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas antibakteri dari ekstrak n-heksana, etil asetat, dan etanol daun pepaya terhadap dua bakteri penyebab jerawat yaitu Propionibacterium acne dan Staphylococcus epidermidis ATCC 12228 dengan menggunakan metode cakram difusi agar, metode mikrodilusi untuk menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM), dan uji biootografi. Hasil uji pendahuluan dengan cakram difusi agar menunjukkan bahwa pada konsentrasi 5% ekstrak n-heksana daun pepaya menghasilkan diameter hambat paling besar pada kedua bakteri uji yaitu sebesar 7,43 mm untuk Propionibacterium acne dan 7,78 mm untuk Staphylococcus epidermidis. Hasil uji mikrodilusi ekstrak n-heksana pada kedua bakteri menghasilkan konsentrasi hambat minimum (KHM) >4096 μg/mL. Hasil pengujian biootografi ekstrak n-heksana menunjukkan adanya zona hambat pada Rf 0,09-0,28 dan 0,63 dalam pengembang kloroform-n-heksana (6:3) untuk bakteri Propionibacterium acne. Berdasarkan hasil ketiga uji, ekstrak n-heksana dilanjutkan ke tahap fraksinasi dengan metode kromatotron dan dipilih senyawa pada Rf 0,27 sebagai senyawa target. Fraksi dipantau menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan fraksi yang mengandung senyawa aktif dilanjutkan pada tahap subfraksinasi dengan metode kromatografi lapis tipis preparatif. Subfraksi diuji terhadap bakteri uji dengan metode uji biootografi dan diperoleh hasil pada konsentrasi uji 600 µg/mL dihasilkan zona hambat pada Rf 0,25-0,27 pada bakteri Staphylococcus epidermidis dan Rf 0,27 pada bakteri Propionibacterium acne. Berdasarkan hasil karakterisasi subfraksi ekstrak n-heksana daun pepaya dengan menggunakan penampak bercak spesifik diduga senyawa yang terdapat dalam subfraksi merupakan golongan steroid/triterpenoid.   Kata kunci: antibakteri, jerawat, daun pepaya, Carica papaya L., biootograf

    THE ROLE PHARMACIST OF IN IDENTIFYING AND REDUCING THE INCIDENCE OF DRUG-RELATED PROBLEMS IN HOSPITALIZED PATIENTS USING STRESS ULCER PROPHYLAXIS

    Get PDF
    Intervensi apoteker dalam managemen tim multidisiplin dapat mencegah maupun menurunkan masalah terkait obat atau drug-related problems (DRPs) yang berdampak terhadap perbaikan luaran klinis dan kualitas hidup pasien. Terapi stress ulcer prophylaxis (SUP) seringkali diberikan pada pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit dan ditemukan adanya DRPs dari penggunanan obat tersebut. Review ini bertujuan untuk mengkaji intervensi apoteker dalam menurunkan drug-related problems (DRPs) pada pasien rawat inap yang mendapatkan terapi stress ulcer prophylaxis (SUP). Review ini merupakan narrative review dengan menggunakan artikel dari database Pubmed maupun Google Scholar yang mengulas intervensi apoteker dalam mencegah maupun menurunkan DRPs, yakni biaya pengobatan, pemilihan terapi, hingga efek samping dari penggunaan terapi SUP pada pasien yang dirawat di rumah sakit. Delapan artikel yang memenuhi kriteria inklusi dimasukkan ke dalam kajian ini. Mayoritas studi melaporkan bahwa intervensi apoteker melalui pencocokan penggunaan SUP dengan pedoman dari American Society of Health-System Pharmacists (ASHP) mampu untuk menurunkan biaya pengobatan, menurunkan penggunaan SUP yang tidak diperlukan terutama pada pasien yang tanpa faktor risiko, dan menurnkan terjadiya efek samping terkait Clostridium difficile associated diarrhea (CDAD) akibat penggunaan obat golongan proton pump inhibitors. Intervensi apoteker berhubungan dengan penurunan penggunan terapi SUP yang tidak sesuai, penurunan biaya pengobatan, dan penurunan insiden efek samping obat pada pasien yang dirawat di rumah sakit. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi intervensi apoteker yang paling cost-effective. Kata Kunci: DRP; Stress Ulcer Prophylaxis; Apoteker; Rawat Ina

    Perbandingan Aktivitas Antioksidan Pada Ekstrak Serta Krim Kobinasi Ekstrak Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Dan Daun The Hijau (Camellia Sinensis) Untuk Treatment Striae Gravidarum

    No full text
    Striae Gravidarum (SG) are stretch marks seen in pregnant and postpartum women. Treatments for SG aim to reduce redness and enhance pigmentation and collagen. Chemical peeling treatment can be harmful. They may cause liver, kidney, and skin issues, including inflammation and skin loss. Meanwhile, laser treatments may lead to skin inflammation for 2-4 days post-procedure. Despite this, they remain popular. Topical retinoic acid can cause birth defects and miscarriages if used in pregnancy. This highlights the need for natural treatments for SG. This study aimed to find the content and the antioxidant activity of lime peel extract, green tea, and cream combination both of extract. Besides, another goal was to determine physical characteristics formulation in the cream preparation. Method of this research is phytochemical screening for extract. Measure Vitamin C, EGCG and antioxidant activity using UV-Vis spectrophotometry. The cream contains 10% lime and 6% green tea extracts. This study found lime peel and green tea extracts each yielded less than 10%. Phytochemical tests revealed lime extract has alkaloid, Steroid, Saponin, Flavonoids, Tannins, and Antraquinone. Lime peel extract has vitamin C 16,56103 mg/100 mg of extract. Green tea extract contains EGCG  22,5114 mg/100 mg of extract. Lime peel extract's antioxidant activity is 268,3130 ppm. For green tea, it's 154,4009 ppm . The combination cream has 115,7629 ppm of antioxidant activity. Its physical properties meet good cream standards. The conclution of this research is combination cream of lime peel and green tea extract has the highest antioxidant activityStriae Gravidarum (SG) adalah stretch mark yang terlihat pada wanita hamil dan pascapersalinan. Perawatan untuk SG bertujuan untuk mengurangi kemerahan dan meningkatkan pigmentasi dan kolagen. Perawatan chemical peeling bisa berbahaya. Mereka dapat menyebabkan masalah hati, ginjal, dan kulit, termasuk peradangan dan pengelupasan kulit. Sementara itu, perawatan laser dapat menyebabkan peradangan kulit selama 2-4 hari pasca-prosedur. Meskipun demikian, perawatan ini tetap populer. Asam retinoat topikal dapat menyebabkan cacat lahir dan keguguran jika digunakan selama kehamilan. Ini menyoroti perlunya perawatan alami untuk SG. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kandungan dan aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit jeruk nipis, teh hijau, dan krim kombinasi keduanya. Selain itu, tujuan lain adalah untuk menentukan formulasi karakteristik fisik dalam sediaan krim. Metode penelitian ini adalah skrining fitokimia untuk ekstrak. Ukur Vitamin C, EGCG dan aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Krim tersebut mengandung 10% ekstrak jeruk nipis dan 6% ekstrak teh hijau. Penelitian ini menemukan ekstrak kulit jeruk nipis dan teh hijau masing-masing menghasilkan kurang dari 10%. Uji fitokimia menunjukkan ekstrak jeruk nipis mengandung alkaloid, steroid, saponin, flavonoid, tanin, dan antrakuinon. Ekstrak kulit jeruk nipis mengandung vitamin C 16,56103 mg/100 mg ekstrak. Ekstrak teh hijau mengandung EGCG 22,5114 mg/100 mg ekstrak. Aktivitas antioksidan ekstrak kulit jeruk nipis adalah 268,3130 ppm. Untuk teh hijau, aktivitas antioksidannya adalah 154,4009 ppm. Krim kombinasi memiliki aktivitas antioksidan sebesar 115,7629 ppm. Sifat fisiknya memenuhi standar krim yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah krim kombinasi kulit jeruk nipis dan ekstrak teh hijau memiliki aktivitas antioksidan tertinggi

    ISOLASI DAN IDENTIFIKASI GLIKOSIDA FLAVONOID BIOAKTIF DARI SYZYGIUM JAMBOS DAN AKTIVITAS PENGHAMBAT ENZIM α-GLUKOSIDASE

    Get PDF
    Diabetes has grown into a demanding global public health problem, with generally 537 million individuals afflicted worldwide. Without appropriate intervention, the risk of developing chronic complications increases. One of the practical actions for controlling type 2 diabetes mellitus is suppressing carbohydrate-hydrolyzing enzymes such as α-glucosidase. Syzygium jambos has a long history as a traditional medicine. It's commonly used to treat diabetes, rheumatism, inflammatory pain, and as a diuretic. This study aimed to investigate the α-glucosidase inhibitory properties of S. jambos leaves and their isolated compounds. Ethanol was used as the solvent for maceration, followed by fractionation using liquid-liquid extraction, vacuum liquid chromatography, column chromatography, and radial chromatography. The isolated compounds were identified using thin-layer chromatography (TLC), TLC densitometry, shifting reagents, infrared (IR) spectroscopy, mass spectrometry, and nuclear magnetic resonance (NMR) spectrometry. The ethyl acetate fraction presented the most potent activity of α-glucosidase inhibitory, with an IC50 value of 0.31 ± 0.01 µg/mL, exceeding the acarbose as positive control (IC50 62.86 ± 1.24 µg/mL). Two flavonoid glycosides, quercetin 3-O-xylosyl-(1→2)-rhamnoside and myricetin 3-O-xylosyl-(1→2)-rhamnoside, were identified inside this fraction, with IC50 values of 65.63 ± 1.36 µg/mL and 188.96 ± 2.85 µg/mL, respectively. These findings suggest that S. jambos has potential as a natural source for developing dietary supplements to control hyperglycemia affiliated with type 2 diabetes mellitus.Diabetes telah berkembang menjadi masalah kesehatan global yang serius, dengan sekitar 537 juta orang di seluruh dunia menderita penyakit ini. Tanpa intervensi yang tepat, risiko berkembangnya komplikasi kronis akan meningkat. Salah satu tindakan yang efektif untuk mengendalikan diabetes melitus tipe 2 adalah dengan menekan enzim penghidrolisis karbohidrat seperti α-glukosidase. Syzygium jambos memiliki sejarah panjang dalam penggunaannya pada pengobatan tradisional, umumnya digunakan untuk mengobati kondisi seperti kencing manis, rematik, nyeri inflamasi, dan sebagai diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki sifat penghambat α-glukosidase dari daun S. jambos dan senyawa yang diisolasi. Etanol digunakan sebagai pelarut untuk maserasi, diikuti oleh fraksinasi menggunakan ekstraksi cair-cair, kromatografi cair vakum, kromatografi kolom, dan kromatografi radial. Senyawa yang diisolasi diidentifikasi menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT), densitometri KLT, analisis pergeseran yang diinduksi reagen, spektroskopi inframerah (IR), spektrometri massa, dan spektrometri resonansi magnetik nuklir (NMR). Fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas penghambatan α-glukosidase terkuat, dengan nilai IC50 sebesar 0,31 ± 0,01 µg/mL, melebihi akarbose sebagai kontrol positif (IC50 62,86 ± 1,24 µg/mL). Dua glikosida flavonoid, quercetin 3-O-xylosyl-(1→2)-rhamnoside dan myricetin 3-O-xylosyl-(1→2)-rhamnoside, diidentifikasi di dalam fraksi ini, dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 65,63 ± 1,36 µg/mL dan 188,96 ± 2,85 µg/mL. Temuan ini menunjukkan bahwa S. jambos berpotensi sebagai sumber alami untuk mengembangkan suplemen makanan guna mengendalikan hiperglikemia yang terkait dengan diabetes melitus tipe 2

    PENGARUH PENERAPAN PROGRAM CHSE PASCA COVID-19 TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN

    Get PDF
    Pandemi COVID-19 memberikan dampak signifikan pada industri pariwisata dunia. Peningkatan kesadaran global terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan semakin memperkuat kebutuhan akan pendekatan yang lebih berkelanjutan. Salah satu program Pemerintah Indonesia dalam pariwisata berkelanjutan adalah penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE yaitu Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan CHSE terhadap kepuasan wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang relevan mengenai manajemen destinasi pariwisata berkelanjutan pasca COVID-19 melalui penerapan CHSE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CHSE di beberapa kawasan wisata berpengaruh positif pada kepuasan wisatawan.Pandemi COVID-19 memberikan dampak signifikan pada industri pariwisata dunia. Peningkatan kesadaran global terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan semakin memperkuat kebutuhan akan pendekatan yang lebih berkelanjutan. Salah satu program Pemerintah Indonesia dalam pariwisata berkelanjutan adalah penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE yaitu Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan CHSE terhadap kepuasan wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi yang relevan mengenai manajemen destinasi pariwisata berkelanjutan pasca COVID-19 melalui penerapan CHSE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CHSE di beberapa kawasan wisata berpengaruh positif pada kepuasan wisatawan. Kata Kunci : Wisata Berkelanjutan Pasca COVID-19, CHSE, dan Kepuasan Wisatawa

    Abnormally Low Bid Criterion pada Pengadaan Jasa Konstruksi Proyek Pemerintah dengan Sistem Evaluasi Harga Terendah

    Get PDF
    Abstract This paper aims to determine the abnormally low bid criterion (ALBC) for evaluating bid prices in public construction procurement using the low-bid system based on empirical data sampled between 2016 and 2021. The ALBC values were calculated as the expected values of the first-order statistics generated by the Latin Hypercube simulation under an identically independent beta distribution, which was chosen based on the results of several goodness-of-fit tests. According to the correlation analysis, bid ratios are correlated with the number of bidders, which justifies using a specific bid ratio for a given number of bidders, if known. It has been demonstrated that ALBC decreases with the number of bidders and approaches the minimum bid ratio value asymptotically. This paper also proposes the 2.5 percentile lower bound value of the first-order statistics as the criterion for extremely low bids (ELBC). The simulation indicates that the ELBC and ALBC values are 69% and 83%, respectively. This paper also acknowledges the limitations of the study, which can serve as guidelines for continued studies. Keywords: Abnormally low bid criterion, extremely low bid criterion, first-order statistics, lowest bidding system, public procurement, Latin Hypercube Simulation.Abstrak Tulisan ini bertujuan menentukan abnormally low bid criterion (ALBC) untuk mengevaluasi kewajaran harga penawaran pada pengadaan jasa konstruksi proyek fisik pemerintah yang menggunakan metode harga penawaran terendah berdasarkan data empiris sampel dari 2016 sampai 2021. Nilai ALBC dihitung sebagai nilai ekspektasi first-order statistics yang dihasilkan dari simulasi Latin Hypercube dengan asumsi identically independent beta distribution, yang dipilih berdasarkan hasil beberapa uji goodness-of-fit. Analisis korelasi memperlihatkan rasio penawaran berkorelasi dengan jumlah penawar, yang memberikan justifikasi adanya rasio penawaran yang spesifik untuk jumlah penawar tertentu, jika diketahui. Analisis juga memperlihatkan ALBC menurun seiring dengan bertambahnya jumlah penawar dan mendekati nilai minimum secara asimtotis. Tulisan ini juga mengusulkan batas bawah first-order statistics yang diambil dari nilai persentil ke 2,5 sebagai extremely low bid criterion (ELBC). Hasil simulasi menghasilkan nilai ELBC dan ALBC berturut-turut adalah 69% dan 83%. Tulisan ini juga mengidentifikasi beberapa keterbatasan studi dan ranah penelitian ke depan.  Kata-kata kunci: Abnormally low bid criterion, extremely low bid criterion, first-order statistics, sistem evaluasi harga terendah, pengadaan pemerintah, Latin Hypercube Simulation

    Analisis Eye-Tracking Pengalaman Pengguna pada TikTok Museum MACAN

    Get PDF
    This experimental study explores how Generation Z and Y in Indonesia interact with Museum MACAN’s TikTok content, using eye-tracking to understand engagement with cultural content on this pivotal platform. Participants undertook tasks of varying lengths (120, 300, and 180 seconds) to reflect different engagement scenarios, with metrics like Participant Quality Grade (PQG), test duration, browser dimensions, K-factor, gaze, and fixation counts assessing interaction depth. Results indicate high engagement levels, with quality ranging from good to excellent and a noted preference for focal processing, suggesting users’ concentrated attention on video content. Heatmaps confirmed video content as the primary focus area. This study highlights TikTok’s role in enhancing museum engagement and provides insights for cultural institutions to refine their social media content strategies.Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, dengan TikTok sebagai salah satu platform yang paling populer di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengalaman pengguna TikTok Museum MACAN menggunakan teknik eye-tracking. Metode kuantitatif dengan pendekatan eye-tracking digunakan dalam penelitian ini. Subjek penelitian terdiri dari pengguna Gen Z (berusia 18-23 tahun) dan Gen Y (berusia 26-34 tahun) yang merupakan followers TikTok Museum MACAN. Eksperimen dilakukan melalui serangkaian tugas yang melibatkan menelusuri TikTok Museum MACAN dan menjawab pertanyaan terkait konten museum. Durasi pada setiap tugas berbeda, tugas 1 120 detik, Tugas 2 300 detik, dan Tugas 3 180 detik. Data hasil eksperimen dianalisis berdasarkan item participant quality grade (PQG), test duration, test browser width, test browser height, K-factor mean, gaze count, fixation count, dan heatmap. Hasil penelitian menunjukkan: 1) nilai PQG seluruh partisipan 4, 5, dan 6; 2) mayoritas partisipan dalam menelusuri konten TikTok Museum MACAN membutuhkan waktu yang lebih lama; 3) lebar dan tinggi layar browser ideal rata-rata seluruh partisipan 1.416,6 x 876,8 px; 4) K-factor mean seluruh partisipan cenderung menunjukkan K>0; 5) nilai gaze count dan fixation count partisipan pada setiap tugas bervariasi; 7) heatmap sampel partisipan menunjukkan fokus perhatian cenderung pada tampilan video

    Unravelling the Economic Impacts: Forecasting the Effects of the February Earthquakes on Türkiye’s Economy

    Get PDF
    This study aimed to reveal the macroeconomic effects of the earthquakes that occurred in Türkiye in February 2023 on the country as a whole, the affected region (covering 11 provinces), and other provinces. Using secondary data obtained from data sets of various institutions, this research firstly attempted to estimate the negative effects of the February Earthquakes on the country’s GDP. The study presents a base scenario using the economic growth forecasts of international organizations such as the IMF and the World Bank for 2023 and 2024 as well as three possible loss scenarios for Türkiye, taking into account the effects of earthquakes of similar magnitude on the GDP in Türkiye and other countries. Furthermore, this study tried to estimate the losses caused by earthquakes in terms of employment, GDP, agriculture, industry, services, and foreign trade at the regional and provincial levels. To do this, we created the Base Scenario, which assumes no earthquake, and Scenario 1, which shows the impact of the earthquake. The findings indicate that, in the worst-case scenario, the country will contract by approximately 2.75%, which means a loss of 8.8billion.Moreover,thestudyresultspointoutanaveragemonthlylossof242thousandjobs,alossof8.8 billion. Moreover, the study results point out an average monthly loss of 242 thousand jobs, a loss of 5 billion in GDP, an export loss of 3.5billion,andanimportlossof3.5 billion, and an import loss of 4.7 billion in the 11 earthquake-affected provinces. The research underlines the need for comprehensive measures to mitigate the economic consequences caused by earthquakes. This includes disaster prevention plans, effective management strategies and initiatives aimed at strengthening regional economic resilience. Ultimately, the article provides valuable information for policymakers to facilitate informed decisions and the implementation of measures to increase preparedness, risk mitigation, and sustainable recovery in earthquake-prone areas

    4,516

    full texts

    5,999

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ITB Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇