ITB Journal
Not a member yet
    5999 research outputs found

    Perubahan Pola Perilaku Pengguna Layanan Paylater yang Terintegrasi dengan e-Commerce dalam Perspektif Behavioural Design

    Get PDF
    The cashless trend in using e-wallets has replaced conventional payment methods and become a daily necessity. This frugal digital transformation has significant implications for society and presents new challenges. It addresses impulsive purchasing habits and the emergence of the online lending trend. Each design decision has a lasting impact on the development of digital financial services in e-commerce, influencing changes in user behavior patterns and leading to a new lifestyle transformation in shopping. This study examines behavioral design through online ethnography, surveys, and interviews to assess how design interventions influence decisions to use Paylater services. This paper broadens the investigation into the application of behavioral design in the development process, which aids in pinpointing the most effective stages, thereby enhancing the design and reducing the risk associated with user interaction. Researchers have found that alterations in interactions with objects can also shape and create new behaviors that challenge systems, environments, and lifestyles. Research findings conduct the design strategy gap for integrating user needs and adjustments in the stage of behavior change in navigating Paylater services integrated with e-commerce platforms.Trend cashless dalam transaksi digital telah menggantikan metode pembayaran konvensional dalam kebutuhan keseharian. Adanya percepatan transformasi digital  telah membawa implikasi dampak berkelanjutan di masyarakat. Mulai dari perilaku impulsive buying, maraknya penipuan hingga fenomena pinjaman online. Dalam setiap kemudahan teknologi, terdapat proses dan keputusan desain di dalamnya. Dalam hal ini kemudahan layanan keuangan digital di e-commerce berpengaruh terhadap perubahan pola perilaku pengguna dan gaya hidup baru dalam berbelanja. Penelitian ini memetakan cakupan intervensi desain pada perubahan perilaku dengan kombinasi data literature, ethnography online, survei, dan wawancara sebagai landasan analisis berbagai aspek behavioral design dalam mempengaruhi keputusan pengguna. Hasil penelitian ini  menyajikan strategi desain yang digunakan pada tahap perubahan perilaku dalam menavigasi layanan Paylater. Penerapan sudut pandang desain perilaku membantu mengidentifikasi efektivitas trigger dari setiap tahapan. Sehingga dapat memperkuat desain dan memitigasi atau meminimalisir risiko dari interaksi pengguna yang mungkin diabaikan

    Chatbot Menjadi Nutriosionis; Mengexplor Potensi AI untuk Meningkatkan Konsultasi Nutrisi di Indonesia

    No full text
    Stunting, a significant public health issue in Indonesia, adversely affects both child development and the country's economic well-being. This study investigates how AI- powered chatbots could enhance dietary advice and lower Indonesia's stunting rates. Owing to the restricted availability of certified nutritionists and the pervasiveness of mobile devices, chatbots present a scalable and convenient means of providing customized dietary advice. To properly study this topic and provide a comprehensive understanding of the situation, this study employs a quantitative approach using surveys and statistical analysis. The results suggest that chatbots driven by AI have the potential to resolve nutritional counseling issues in Indonesia; 80% of participants have prior experience utilizing chatbots. However, user needs, cultural context, and technology constraints must all be carefully considered for successful implementation. These findings indicate that implementing AI-powered chatbots is a promising strategy to significantly reduce stunting rates in Indonesian children in the process. Future research should concentrate on the development and evaluation of culturally appropriate andevidence-based chatbot interventions for potential use.Stunting, masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, memiliki dampak buruk pada perkembangan anak dan kesejahteraan ekonomi negara. Penelitian ini menyelidiki bagaimana chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat meningkatkan konseling gizi dan menurunkan tingkat stunting di Indonesia. Mengingat keterbatasan ketersediaan ahli gizi bersertifikat dan maraknya penggunaan perangkat seluler, chatbot menyajikan cara yang terukur dan nyaman untuk memberikan saran diet yang disesuaikan. Untuk mempelajari topik ini dengan benar dan memberikan pemahaman yang komprehensif tentang situasinya, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan dua teknik berbeda - survei dan analisis statistik data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa chatbot yang didukung oleh AI memiliki potensi untuk mengatasi masalah konseling gizi di Indonesia. Chatbot  berpotensi mengurangi tingkat stunting dengan menawarkan informasi yang dapat diandalkan, disesuaikan, dan mudah diakses agar para orang tua dengan mudah menentukan pilihan gizi yang tepat, namun perlu juga untuk dipertimbangkan penggunaannya dengan kebutuhan pengguna, dan konteks budaya serta efisiensi penggunaan teknologi. Penelitian ini diharapkan mampu berkontribusi pada pengetahuan yang berkembang tentang kecerdasan buatan (AI) dalam peningkatan kualitas kesehatan, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Penelitian ini menarik perhatian pada bagaimana chatbot dapat menutup kesenjangan akses ke panduan nutrisi dan meningkatkan kesehatan anak-anak Indonesia dalam prosesnya. berbasis bukti, sesuai budaya, dan terintegrasi ke dalam sistem kesehatan saat ini

    Strategi Peningkatan Kinerja Keselamatan di Industri Konstruksi: Tinjauan Literatur Sistematis

    Get PDF
    Abstract The construction industry, as a major sector employing a significant portion of the workforce, contributes approximately 8% to global GDP but faces a high fatality rate of 30–40% in workplace accidents. While numerous studies have explored factors influencing construction safety performance and conducted systematic literature reviews, reviews specifically focusing on strategies to enhance safety performance remain limited. This study aims to address this gap by performing a systematic literature review using the PRISMA protocol to identify strategies for improving construction safety performance. Based on the review, five key strategies that can reduce workplace accidents include proactive safety management, emphasizing project management commitment and safety management systems; comprehensive safety training, focusing on priorities, methods, and facilities; systematic safety inspections, covering frequency, procedures, and outcomes; systematic safety budget allocation, addressing incentives, equipment procurement and maintenance, and safety personnel salaries; and prevention through safetyoriented construction design. The study also provides recommendations for future research. Keywords: Safety performance, strategies, construction industry, systematic literature review, PRISMAAbstrak Industri konstruksi yang merupakan salah satu sektor utama yang menyerap banyak sumber daya manusia memberikan kontribusi yang sangat besar sekitar 8% dari total Produk Domestik Bruto global terhadap pembangunan ekonomi negara, akan tetapi masih memiliki tingkat kecelakaan kerja yang fatal sebesar 30-40%. Hal ini merupakan masalah global yang memerlukan perhatian dan upaya peningkatan keselamatan kerja. Terdapat banyak studi yang membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keselamatan di perusahaan konstruksi, dan beberapa studi telah melakukan systematic literature review (SLR) atas studi-studi terdahulu berkaitan dengan keselamatan kerja konstruksi. Namun, SLR yang fokus pada perumusan strategi untuk peningkatan kinerja keselamatan kerja konstruksi masih sangat terbatas. Dalam konteks ini, studi ini bermaksud mengisi kekosongan pengetahuan ini dengan melakukan SLR menggunakan protokol PRISMA untuk mengidentifikasi strategi untuk meningkatkan kinerja keselamatan kerja konstruksi. Lima strategi yang dapat berkontribusi pada pengurangan angka kecelakaan kerja di industri konstruksi meliputi manajemen keselamatan proaktif meliputi aspek komitmen manajemen proyek dan pengembangan sistem manajemen keselamatan; pelatihan keselamatan komprehensif meliputi prioritas pelatihan keselamatan, metode pelatihan keselamatan, dan fasilitas pelatihan keselamatan; inspeksi keselamatan secara sistematis meliputi aspek frekuensi inspeksi keselamatan, prosedur inspeksi keselamatan, dan hasil inspeksi keselamatan; alokasi anggaran keselamatan secara sistematis meliputi aspek insentif keselamatan, pembelian dan pemeliharaan peralatan keselamatan, dan gaji personel keselamatan; dan pencegahan melalui desain konstruksi. Studi ini juga merekomendasikan arah penelitian ke depan. Kata-kata kunci: Kinerja keselamatan, strategi, industri konstruksi, tinjauan literatur sistematis, PRISM

    Perspektif Keberlanjutan dalam Penggunaan Material Alam untuk Infrastruktur Wilayah Perkotaan

    No full text
    Abstract Constructing a hotel have to include various facility. One of the many may a jogging track. We take the Aruss Hotel in Semarang, Central Java, as the case to be studied. The Hotel planned to use Ironwood as the material for the track due to its solid and resistant characteristics. However, using the wood material collectively adds more pressure to the rainforest. Therefore we propose to replace the Ironwood with andesite stone. The andesite material also has solid and resistant characteristics. We argue that materials usage should consider the sustainability aspect of materials and the Value for Money factor. Therefore, the objective of this article is to provide a perspective for decision-makers that includes the sustainability perspective and the VFM principle. We conducted two activities during the Research: (1) comparing the cost of both materials and (2) comparing the time consumed installing both materials. The analysis results are as follows: The cost of using andesite is 73% cheaper than Ironwood. We replaced the Ironwood with an andesite, which is proven to save IDR 307,031,041. Moreover, using the andesite only takes 13 working days, while Ironwood takes 36 days. We conclude that using andesite as the alternative to Ironwood has two advantages: (1) reducing the pressure on the natural forest, and (2) saving the construction cost.Abstrak Pembangunan sebuah hotel mencakup pembangunan berbagai fasilitas. Salah satu dari fasilitas tersebut bisa berupa jogging track. Kami menggunnakan studi kasus pembanguan jogging track Hotel Aruss di Semarang, Jawa Tengah untuk mempelajari penggunaan material yang berbeda. Hotel tersebut merencanakan penggunaan kayu ulin sebagai bahan untuk jalur jogging karena karakteristiknya yang solid dan tahan lama. Namun, penggunaan kayu secara kolektif menambah tekanan pada hutan hujan. Oleh karena itu, kami mengusulkan untuk menggantikan kayu ulin dengan batu andesit. Bahan andesit juga memiliki karakteristik yang solid dan tahan lama. Kami berpendapat bahwa penggunaan bahan harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan faktor Nilai untuk Uang (Value for Money/VFM). Tujuan dari artikel ini adalah memberikan perspektif kepada pengambil keputusan yang mencakup perspektif keberlanjutan dan prinsip VFM. Kami melakukan dua aktivitas selama penelitian: (1) membandingkan biaya kedua bahan tersebut dan (2) membandingkan waktu yang diperlukan untuk memasang kedua bahan tersebut. Hasil analisis adalah sebagai berikut: Biaya penggunaan andesit 73% lebih murah dibandingkan kayu ulin. Penggantian kayu ulin dengan andesit terbukti menghemat IDR 307.031.041. Selain itu, penggunaan andesit hanya memerlukan 13 hari kerja, sedangkan kayu ulin membutuhkan 36 hari. Kami menyimpulkan bahwa penggunaan andesit sebagai alternatif kayu ulin memiliki dua keuntungan: (1) mengurangi tekanan pada hutan alam, dan (2) menghemat biaya konstruksi

    OVERVIEW OF ANEMIA SUSPECT STATUS AND CONSUMPTION BEHAVIOR OF BLOOD SUPPLEMENTED (TTD) FOR ADOLESCENT GIRLS IN PALU CITY

    Get PDF
    Anemia adalah suatu kondisi seseorang mengalami kehilangan zat besi dalam darah yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dalam tubuh. Berdasarkan data dinas kesehatan Kota Palu Tahun 2022, terjadi peningkatan kasus baru anemia pada remaja putri sebesar 21% dari tahun 2020 ke tahun 2021. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran status suspek anemia dan perilaku konsumsi tablet tambah darah remaja putri di kota Palu. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif non-eksperimental dan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang diperoleh secara langsung dari 80 responden di kota Palu melalui pengisian kuesioner dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang didapatkan yaitu status anemia remaja putri di kota Palu yaitu sebanyak 55 responden (68,75%) suspek anemia dan sebanyak 25 responden (31,25%) bukan suspek anemia, sedangkan pada gambaran perilaku konsumsi tablet tambah darah yaitu 57,50% responden setuju pernah mencari informasi tentang anemia secara mandiri, 66,25% setuju untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di internet terkait anemia dan penggunaan tablet tambah darah, 52,50% tidak setuju bahwa tidak dapat menangani efek samping saat mengkonsumsi tablet tambah darah, 52,50% ragu-ragu bahwa lemas dan lesu yang dirasakan adalah akibat dari kekurangan zat besi, 67,50% setuju perlu bantuan tenaga kesehatan (apoteker/tenaga kefarmasian) terkait efek samping dari mengonsumsi tablet tambah darah, dan 60,00% setuju lebih mempercayai informasi langsung dari tenaga kesehatan dibandingkan pada media internet. Kesimpulan penelitian yaitu kejadian suspek anemia pada remaja putri di kota Palu masih tinggi dan oleh karena itu diperlukan perhatian pada beberapa faktor perilaku konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri.Anemia adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami kehilangan zat besi dalam darah yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dalam tubuh. Berdasarkan data dinas kesehatan Kota Palu Tahun 2022, terjadi peningkatan kasus baru anemia pada remaja putri sebesar 21% dari Tahun 2020 ke Tahun 2021. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran status suspek anemia dan perilaku konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) remaja putri di Kota Palu. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif non-eksperimental dan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang diperoleh secara langsung dari 80 responden di Kota Palu melalui pengisian kuesioner dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil yang didapatkan yaitu status anemia Remaja Putri di Kota Palu yaitu sebanyak 55 responden (68,75%) mengalami anemia dan sebanyak 25 responden (31,25%) tidak mengalami anemia, sedangkan pada gambaran perilaku konsumsi TTD yaitu 57,50% responden setuju pernah mencari informasi tentang anemia secara mandiri, 66,25% setuju untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di internet terkait anemia dan penggunaan TTD, 52,50% tidak setuju bahwa tidak dapat menangani efek samping saat mengkonsumsi TTD, 52,50% ragu-ragu bahwa lemas dan lesu yang dirasakan adalah akibat dari kekurangan zat besi, 67,50% setuju perlu bantuan tenaga kesehatan (Apoteker/Tenaga Farmasi) terkait efek samping dari mengonsumsi TTD, dan 60,00% setuju lebih mempercayai informasi langsung dari tenaga kesehatan dibandingkan pada media internet

    Pendekatan Geometris untuk Model Predator-Prey dengan Carrying Capacity pada Populasi Prey

    No full text
    In this paper, we explore a classical predator-prey model where the birth rate of the prey is significantly lower than the mortality rate of the predators, while also considering a limited prey population. We incorporate an environmental carrying capacity factor for the prey to account for this. Given the different timescales of the predator and prey populations, some system solutions may exhibit a fast-slow structure. We analyze this fastslow behavior using geometric singular perturbation theory (GSPT), which allows us to separate the system into fast and slow subsystems. Our research investigates the existence and stability of equilibrium solutions and the behavior of solutions near the critical manifold. Additionally, we use an entry-exit function to analytically establish the connection between the solutions of the slow subsystem and those of the fast subsystem.Pada paper ini dibahas mengenai sistem predator-prey klasik dengan tingkat kelahiran prey jauh lebih kecil dibandingkan tingkat kematian predator dan mengasumsikan bahwa populasi prey terbatas, sehingga ditambahkan faktor kapasitas lingkungan ke populasi prey. Karena perbedaan rentang waktu antara predator dan prey relatif tinggi, sistem memiliki struktur fast-slow. Struktur fast-slow pada model dianalisis dengan menggunakan geometric singular perturbation theory (GSPT) yang membagi sistem menjadi fast subsystem dan slow subsystem. Dalam penelitian ini, dipelajari keberadaan solusi ekuilibrium dan stabilitasnya, dan juga perilaku solusi di sekitar critical manifold. Selanjutnya, dengan menggunakan fungsi entry-exit diperoleh hubungan antara solusi fast subsystem dan slow subsystem secara analitis

    Modeling of Abstinence Behavior on the Electoral Lists with Awareness Campaigns and Argumentative Schemes

    Get PDF
    The most reasonable way to promote individual abstinence and increase voter turnout is through campaign interventions and schemes. Our paper introduces a deterministic model that captures the dynamics of citizens exercising their right to vote and the detrimental effect of abstainers on potential voters. The existence, basic reproductive number (R0) and local stability of abstinence behavior equilibrium points are determined by certain necessary conditions. The global stability of the abstaining-free point and abstaining point is achieved through the use of suitable Lyapunov functions. In addition, a sensitivity analysis of R0 was also performed. Moreover, we offer an ideal plan for an awareness program that supports politicians and officials in enhancing the registration rate of citizens on electoral lists with a level of effort. Our investigation reveals that utilizing the combination of an awareness campaign and argumentation schemes as time-dependent interventions drastically reduces abstention rates and greatly increases voter participation. By raising the values of awareness and registration rates, we can observe a decline in the basic reproductive number (R0). Our analytical results are supported by numerical simulations

    Age-Structured SILV Epidemic Model on HPV and Cellular Dynamics with Implicit Impact of Vaccination

    Get PDF
    The implicit impact of vaccination on susceptible cells (epithelial layer) is studied on the basis of stability analysis of age-structured epidemic model of susceptible cells, infected cells and cells of lesion tissue (dysplasia and cancer), human papillomavirus (HPV). The efficacy of the vaccine indirectly influences the coefficients of the system, thereby determining the types of dynamical regime of the HPV and cellular population. The model possesses unique disease-free (DFE) and unique endemic equilibria (EE) (Theorem 1). The asymptotically stable DFE is associated with the resilience of epithelial layer of vaccinated organism to HPV infection while the asymptotically stable EE is associated with the resilience of the lesion tissue of epithelial layer to treatment. The analysis of the model reveals independent factors affecting the stability/instability of DFE and EE (Theorems 2, 3): (i) cell death rate and proliferation rate, (ii) HPV infection rate, budding number of HPV virions, apoptosis rate of infected cells and HPV death rate (parameters of the implicit influence of vaccine efficacy), and (iii) DFE value of epithelial tissue size (environmental capacity of HPV depending on the initial size of the epithelial layer). Thus, HPV vaccine efficacy should be sufficiently high to guarantee the asymptotic stability of DFE with the epithelial tissue of large possible size, which can be taken into account when studying the efficacy of new vaccines in control groups in clinical trials

    BIODEVERSITY FOR SOCIETY: MENGENAL LEBIH DEKAT PULAU PARI SEBAGAI BENTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA YANG MANDIRI DAN KREATIF

    Get PDF
    Pulau Pari menawarkan lebih dari sekadar pemandangan indah dari permata tersembunyi di Kepulauan Seribu yang menunjukkan bahwa destinasi pariwisata dapat mengubah hidup masyarakat. Pantai berpasir putih menarik berbagai jenis satwa laut, seperti terumbu karang, penyu laut yang dan ikan warna-warni. Pulau ini menjadi pusat pengembangan ekowisata yang mandiri dan inovatif dengan tujuan mengedukasi masyarakat tentang keanekaragaman hayati dan menjaga ekosistemnya. Penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara sebuah pendekatan kualitatif. Warga Pulau Pari sebagai subjek penelitiannya. Fokus penelitian ini adalah pentingnya ekosistem Pulau Pari bagi kelangsungan sosial-ekonomi melalui ekowisata yang mandiri dan kreatif.Pulau Pari menawarkan lebih dari sekadar pemandangan indah dari permata tersembunyi di Kepulauan Seribu yang menunjukkan bahwa destinasi pariwisata dapat mengubah hidup masyarakat. Pantai berpasir putihnya menarik berbagai jenis satwa laut, seperti terumbu karang, penyu laut yang dan ikan warna-warni. Pulau ini menjadi pusat pengembangan ekowisata yang mandiri dan inovatif dengan tujuan mengedukasi masyarakat tentang keanekaragaman hayati dan menjaga ekosistemnya. Penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara sebuah pendekatan kualitatif. Warga Pulau Pari sebagai subjek penelitiannya. Fokus penelitian ini adalah pentingnya ekosistem Pulau Pari bagi kelangsungan sosial-ekonomi melalui ekowisata yang mandiri dan kreatif. Kata Kunci : Keanekaragaman hayati, Ekosistem, Ekowisata,Pulau &nbsp

    English

    No full text
    Abstract The PPP/BOT is a product of institutional arrangement. Institutional arrangements related to increasing the coverage of piping water systems are challenged by the socio-technical complexity of the drinking water provision system. The Institutional Development Framework provides opportunities to learn how the institution capable of delivering the precondition of the actor interacts at the preparation level. The operation started from January 1998 to December 2022, departed from 32.69% coverage, and reached only 61% of the target of 95% after 25 years. As a result, the cases confirmed that there could be vast differences between rules in form and rules in use or that the quality of preparation affects the financial and system performances. The more compliance of the collective choice to the constitutional rules that comply with the International Best Practice showed, the better the performances of the PPP/BOT proved. Keywords: Contracting, financial performances, institution, PPP/BOT, system performances Abstract Kerjasama Pemerintah dan Swasta dengan skema Bangun Guna Serah (PPP/BOT) adalah produk institusi. Proses aransemen institusi yang dihadapkan dengan komplesitas sosio-teknis dalam penyediaan air minum perpipaan.  The Institutional Development Framework (IAD) membuka peluang untuk mempelajari bagaimana institusi mampu menjadi prakondisi bagi actor yang berinteraksi pada saat penyiapan PPP/BOT.  PPP/BOT di Jakarta berjalan mulai pada Januari 1998 dan berakhir pada Desember 2022. PPP/BOT dimulai dengan cakupan 32,69% dan berakhir setelah 25 tahun dengan hanya mencapai 61%, padahal target awal PPP/Bot pada tahun 1998 adalah mencapai target 95% selama 25 tahun kerjasama. Situasi ini menunjukkan ada disparitas signifikan antara kontrak kerjasama yang disepakati dengan implementasi. Focus penelitian menyoroti bagaimana kualitas persiapan memengaruhi kinerja keuangan dan sistem. Kepatuhan actor yang berinteraksi (pilihan kolektif) terhadap peraturan yang baik dan sesuai dengan best practice internasional, berkorelasi sngat erat dengan peningkatan kinerja PPP/BOT. Keywords: Kontrak, kinerja keuangan, institusi, PPP/BOT, kinerja sistem

    4,516

    full texts

    5,999

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ITB Journal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇