ITB Journal
Not a member yet
5999 research outputs found
Sort by
Analysis of the Variability of Axial Bearing Capacity of Piles in Cohesionless Soil in the Development of Meyerhof Formula
Abstrak
Rumus daya dukung pondasi tiang dari Meyerhof (1976) banyak digunakan di Indonesia. Sangat penting untuk mengkuantifikasi variabilitas dalam perancangan. Ini juga berarti sangat penting untuk mengkuantifikasi variabilitas daya dukung aksial tiang terhadap nilai N-SPT dalam rumus yang banyang digunakan seperti rumus Meyerhof (1976). Analisis untuk mengkuantifikasi variabilitas yang terkandung dalam rumus daya dukung aksial Meyerhof (1976) dilakukan dalam makalah ini. Dalam analisis, digunakan data dalam publikasi Meyerhof (1976). Hubungan antara probabilitas kegagalan dan faktor keamanan untuk rumus daya dukung formula dikuantifikasi. Dari studi ini didapatkan bahwa faktor keamanan untuk rumus daya dukung aksial ujung tiang adalah sebesar 1,54, 2,17, dan 1,35 untuk pondasi tiang pancang pada tanah pasir, pondasi tiang pancang pada lanau, dan pondasi tiang bor. Juga didapatkan bahwa faktor keamanan untuk rumus daya dukung aksial selimut tiang adalah sebesar 1,54 untuk tiang pancang di tanah pasir dan lanau, dan 1,14 untuk tiang bor.
Kata-kata Kunci: Daya dukung aksial tiang, Rumus Meyerhof (1976), Probabilitas kegagalan, Faktor keamanan, Variabilitas daya dukung aksial tiang.
Abstract
Meyerhof (1976) formula for calculation of pile axial bearing capacity is quite familiar in Indonesia. It is essential to quantify the variability of soil in a design. This also means, it is essential to quantify the variability of axial pile bearing capacity versus N-SPT inherited in a commonly used formula like Meyerhof (1976) formula. An analysis to quantify the variability inherited in Meyerhof (1976) formula for calculation of pile axial bearing capacity was performed. The data in the publication of Meyerhof (1976) are used in the analysis. The relation between the probability of failure for pile and the factor of safety in terms of the axial bearing capacity formula was quantified. It was found that the factors of safety for formula of unit pile tip bearing capacity are 1.54, 2.17, and 1.35 for driven pile in sand, driven pile in silt, and bored pile in sand, respectively. Also, it was found that the factors of safety for formula of unit pile shaft bearing capacity are 1.54 and 1.14 for driven pile in sand and silt and bored pile in sand, respectively.
Keywords: Axial pile bearing capacity, Meyerhof (1976) formula, Probability of failure, Factor of Safety, Variability of axial pile bearing capacity
Estimasi Kecepatan Angin Permukaan pada Jaringan Anemometer Menggunakan Temporal Convolutional Network
Surface winds in various locations are measured simultaneously using a multisite anemometer network. This network is susceptible to system failures due to sensor damage, causing a data gap during sensor removal and reinstallation. This research develops a wind speed estimation model on a multisite anemometer using the Temporal Convolutional Network (TCN) algorithm. TCN processes time domain signals in parallel, thus significantly cutting the computation time. Minutely wind speed data set was obtained from four anemometers at Juanda International Airport in Surabaya from January 1, 2022 – December 24, 2023. The model design comprises data pre-processing, dominant wind direction analysis, hyperparameter determination, training, and testing on actual data. TCN estimation models are divided into easterly, westerly, transitional, and all-directional models. These wind speed estimation models strongly correlate with actual data, with correlation coefficients of 0.70, 0.77, and 0.87. Overall, the accuracy of the TCN-based estimation model conforms to World Meteorological Organization (WMO) requirements for wind speed measurements. It achieves RMSE<5 m/s and MAE<3 m/s. As for computation duration, TCN processes the training for 87 seconds per epoch and completes the estimation in 37 seconds, much faster than CNN-BiDLSTM’'s training duration of 2206 seconds per epoch and estimation completion of 548 seconds.Parameter angin permukaan di berbagai lokasi diukur menggunakan jaringan anemometer. Jaringan ini sering mengalami kegagalan sistem yang disebabkan oleh kerusakan sensor. Hal ini menyebabkan adanya gap data pada jeda waktu antara pelepasan dan pemasangan sensor. Penelitian ini berupaya mengembangkan model estimasi kecepatan angin pada jaringan anemometer menggunakan algoritma Temporal Convolutional Network (TCN). TCN memproses sinyal domain waktu secara paralel, sehingga mempersingkat komputasi secara signifikan. Dataset kecepatan angin per menit diperoleh dari empat anemometer di Bandara Internasional Juanda Surabaya periode 1 Januari 2022 – 24 Desember 2023. Desain model estimasi meliputi pra-pemrosesan data, analisis arah angin dominan, penentuan hyperparameter, training dan pengujian terhadap data aktual. Model estimasi TCN dibagi menjadi model timuran, baratan, peralihan dan semua arah. Model estimasi kecepatan angin timuran, peralihan dan semua arah memiliki korelasi kuat terhadap data aktual dengan nilai koefisien korelasi berturut-turut yaitu 0,70; 0,77 dan 0,87. Secara keseluruhan, akurasi model estimasi berbasis TCN sudah memenuhi persyaratan WMO untuk pengukuran kecepatan angin yaitu capaian RMSE<5 m/s dan MAE<3 m/s. TCN mampu memproses pelatihan 87 detik per epoch dan menyelesaikan estimasi dalam 37 detik, jauh lebih cepat dari CNN-BiDLSTM dengan durasi pelatihan 2206 detik per epoch dan estimasi dalam 548 detik
Social Capital and Community Adaptation to the COVID-19 Pandemic (Empirical Evidence: Sambirejo Village, Special Region of Yogyakarta, Indonesia)
With the ever-increasing uncertainty of the impact of humans on the environment, the study of adaptive societal behavior has gained interest in seeking to actively limit disaster-related losses. Despite numerous studies on the role of social capital in Indonesian tourism, the extent to which community social capital adapts to social order changes due to events like the COVID-19 pandemic or earthquake shocks has not been thoroughly studied. This study explored the social capital of people in tourist village areas, specifically in Sambirejo Village, Indonesia, and how it supported collective action during the COVID-19 pandemic to enhance community resilience and in turn succeed as a tourist village. Sambirejo Village has been severely impacted by the COVID-19 pandemic, resulting in a decline in tourism visits and income, highlighting the importance of social capital in fostering resilience. The research utilized a quantitative approach, collecting data through a questionnaire and analyzing descriptive statistical results. The model construct was then built and tested using a Structural Equation Modeling (SEM) analysis. The SEM analysis revealed the crucial role of government and community initiatives in fostering community resilience during the COVID-19 pandemic, emphasizing the need for well-placed policies to help communities increase their social capital and combat the pandemic effectively
Beban Vertikal Gelombang pada Deck Dermaga di Pelabuhan Marore, Provinsi Sulawesi Utara
Abstrak
Sejumlah literatur menawarkan formulasi untuk memprediksi beban vertikal gelombang pada dermaga, namun terdapat rentang perbedaan hasil yang mengakibatkan tingkat kepercayaan yang berbeda (McConnell, Kirsty, William Allsop, and Ian Cruickshank, 2004). Pada studi ini, simulasi dilakukan dengan model numerik menggunakan ANSYS Fluent 17.2 Academic Release dengan modul Volume of Fluid (VOF), model turbulensi SST k-ω, dan solver PISO. Keluaran model ini berupa seri waktu tekanan total rata-rata pada sisi yang dipilih. Pengaturan model numerik didahului dengan validasinya terhadap model fisik dan numerik dari studi terdahulu. Pengaturan model yang telah divalidasi kemudian digunakan sebagai dasar pemodelan yang diterapkan untuk kondisi perairan dan geometri dermaga yang sebenarnya, dalam empat kondisi tinggi gelombang. Keluaran tekanan total rata-rata maksimum kemudian dibandingkan dengan hasil perhitungan dari formulasi lainnya, untuk melihat kecenderungan studi terdahulu yang mendekati hasil pemodelan. Diperoleh bahwa hasil yang paling mendekati formulasi yang ditawarkan oleh Ito dan Takeda (1967) pada OCDI dengan rentang selisih –12% hingga +29%. Keluaran tekanan maksimum ini juga dibandingkan terhadap peningkatan tinggi gelombangnya, sehingga dapat dibuat hubungan linear sederhana untuk mewakili perhitungan beban akibat gelombang. Diperoleh bahwa beban akibat gelombangnya paling mendekati formulasi yang ditawarkan oleh Elghamry dan Wang (1971) dan Overbeek dan Klabbers (2000) dengan rentang selisih – 32% hingga +6%.
Kata-kata Kunci: Dermaga, ANSYS Fluent, gelombang, beban vertikal, volume of fluid
Abstract
Several literatures offered formulations of vertical wave loads on deck. However, the range of results led to various levels of confidence in the use of these formulations. This study performed simulations using ANSYS Fluent 17.2 Academic Release with Volume of Fluid (VOF) module, SST k-ω turbulence model, and PISO solver. The output was a time series of average total pressure on the selected side. The setting of the numerical model is preceded by validation of the physical and numerical models from previous studies. The validated model was then used as the basis for modeling, which was applied to the actual water conditions and pier geometry in four wave height conditions. The maximum average total pressure was then compared with the results from other formulations to evaluate the trend which was close to previous studies. It was found that the results were closest to the formulation offered by Ito and Takeda (1967) on OCDI, with a difference of –12% to +29%. This maximum pressure output was also compared to the increase in wave height, so a simple linear relationship can be made to represent the wave load. It was found that the load was closest to the formulation offered by Elghamry and Wang (1971) and Overbeek and Klabbers (2000), with a difference of –32% to +6%.
Keywords: Pier, ANSYS fluent, wave, uplift, volume of fluidWalaupun ada banyak literatur yang menawarkan formulasi untuk memprediksi beban vertikal gelombang yang mungkin terjadi, namun rentang perbedaan hasil perhitungan membuat tingkat kepercayaan pada formulasi tersebut pun berbeda-beda (McConnell, Kirsty, William Allsop, and Ian Cruickshank, 2004). Pada studi ini, simulasi dilakukan dengan model numerik menggunakan ANSYS Fluent 17.2 Academic Release dengan modul Volume of Fluid (VOF), model turbulensi SST k-ω, dan solver PISO. Keluaran model ini berupa seri waktu tekanan total rata-rata pada sisi yang dipilih. Pengaturan model numerik didahului dengan validasinya terhadap model fisk dan numerik dari studi terdahulu, kemudian hasilnya dibandingkan dengan metode perhitungan dari berbagai formulasi yang ditawarkan studi terdahulu. Pengaturan model yang telah divalidasi kemudian digunakan sebagai dasar pemodelan yang diterapkan untuk kondisi perairan dan geometri dermaga yang sebenarnya, dalam 4 kondisi tinggi gelombang. Keluaran tekanan total rata-rata maksimum tersebut kemudian dibandingkan lagi dengan hasil perhitungan dari formulasi lainnya, untuk melihat kecenderungan studi terdahulu yang mendekati hasil pemodelan. Pada studi ini, diperoleh bahwa hasilnya paling mendekati formulasi yang ditawarkan oleh Ito dan Takeda (1967) pada OCDI dengan rentang selisih -12% hingga +29%. Keluaran tekanan maksimum ini juga dibandingkan terhadap peningkatan tinggi gelombangnya, sehingga dapat dibuat hubungan linear sederhana untuk mewakili perhitungan beban akibat gelombang. Pada studi ini, diperoleh bahwa beban akibat gelombangnya paling mendekati formulasi yang ditawarkan oleh Elghamry dan Wang (1971) dan Overbeek dan Klabbers (2000) dengan rentang selisih -32% hingga +6%. Studi ini hanya mempertimbangkan beban vertikal pada 1 jenis geometri dan 1 jenis kondisi perairan
Analisis Sentimen Media Sosial Kementerian RI: Respons Warganet Memanfaatkan TextBlob Analyser
Nowadays, People can express their opinions, criticism, suggestions, and even blasphemy thanks to social media. Through sentiment analysis, this study attempts to investigate how online users react to social media accounts of the Ministry of the Republic of Indonesia by using the Purposive Sampling method. From 2022 to 2023, we collected 100 comments from users on Instagram, Facebook, and Twitter. The election was made by looking at the posts that received the most likes and comments. After that, TextBlob techniques were used to analyze the emotions of 3400 comments collected from 34 ministries. Based on Presidential Regulation Number 68 of 2019, our analysis is focused on four groups of ministries: coordinators and three group ministries. The Ministry of Group II had the highest percentage of unfavorable sentiment, reaching 15.8%. On the other hand, Group III ministries lead with the largest percentage of favorable opinions at 54.6%. This data provides an idea of how responsive the administration has been for the past two years to the public's wishes revealed on social media.Masyarakat kini lebih mudah untuk menyampaikan pendapat, kritik, saran, dan bahkan hujatan berkat media sosial. Melalui analisis sentimen, penelitian ini mencoba untuk menyelidiki bagaimana pengguna online bereaksi terhadap akun media sosial Kementerian Republik Indonesia dengan melakukan pengambilan sampel metode Purposive Sampling. Dari tahun 2022 hingga 2023, kami mengumpulkan 100 komentar dari pengguna di Instagram, Facebook, dan Twitter. Pemilihan dilakukan dengan melihat postingan yang mendapat like dan komentar terbanyak. Setelah itu, teknik TextBlob digunakan untuk menganalisis emosi dari 3400 komentar yang terkumpul dari 34 kementerian. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 68 tahun 2019, analisis kami difokuskan pada empat kelompok kementerian: Koordinator dan 3 kementrian Kelompok. Kementerian Kelompok II memiliki persentase sentimen yang tidak menguntungkan tertinggi, mencapai 15,8%. Di sisi lain, kementerian Kelompok III memimpin dengan persentase opini yang menguntungkan terbesar 54,6%. Data ini memberikan gambaran tentang seberapa responsif administrasi selama dua tahun terakhir terhadap keinginan publik yang terungkap di media sosial
Transformasi Desa Nglanggeran dalam Perspektif Jejaring Socio-Technical
This study analyzes the transformation of Nglanggeran village, Gunung Kidul Regency, in the Special Region of Yogyakarta. This village, which was before known as a desolate, impoverished, and water-scarce location, has been turned into an ecotourism hub that has won numerous accolades on a national and worldwide scale. This study employs a qualitative approach from a socio-technical perspective based on actor-network theory (ANT). ANT provides analytical tools that allow us to trace human-nonhuman associations as they proliferate and bring about socio-technical changes. The results of the analysis describe Nglanggeran's transformation in terms of phases, each of which is characterized by distinct socio-technical associations or networks. The first phase was aimed at instilling environmental consciousness within the community. In the second phase, the principles of ecotourism began to be gradually introduced into the community ethos. The third phase is characterized by the unification of diverse stakeholders in the advancement of ecotourism initiatives in Nglanggeran Village.This collective endeavor encompasses bolstering community trust, governmental endorsement, and the strategic integration of technology into ecotourism management paradigms. Each successive phase from inception to the present shows the increase of key actors, facilitating the transformation of Nglanggeran Village from post-disaster dilapidation to a state of enhanced welfare fostered by the auspices of ecotourism. The research findings attest to the multifaceted engagement of local and non-local actors in effectuating the transformation of Nglanggeran Village. Moreover, it is a socio-technical network in which various technical and natural resources from various sites (from the past and from overseas) are brought together to create a ‘new locality’ in Nglanggeran village.Penelitian ini menganalisis transformasi Desa Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Desa ini awalnya dikenal sebagai daerah yang tandus, miskin, dan sulit air, bertransformasi menjadi desa berbasis ekowisata yang telah memperoleh berbagai penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dari perspektif sosio-teknis berdasarkan teori jaringan aktor (ANT). ANT menyediakan alat analisis yang mengeksplorasi hubungan antara manusia dan bukan manusia yang berkembang dan membawa perubahan sosio-teknis. Hasil analisis menggambarkan transformasi Nglanggeran dalam tiga tahapan yang setiap tahapannya ditandai oleh jaringan sosio-teknis yang berbeda. Fase pertama pada awal tahun 1999 – 2006, fase kedua setelah gempa pada tahun 2007 – 2009 dan fase ketiga pada tahun 2009 hingga saat ini yang menunjukkan bertambahnya aktor kunci di setiap fase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi Desa Nglanggeran merupakan jaringan yang melibatkan aktor lokal dan non-lokal. Selain itu, berbagai sumber daya teknis dan alam dari berbagai lokasi (dari masa lalu, dan juga dari luar negeri) didatangkan untuk menciptakan ‘lokalitas baru’ di Desa Nglanggeran
Analisis Rancangan Aplikasi Assessment Green Building dengan Metode Object Oriented Programming (OOP) Berbasis PHP
AbstractConstruction projects are important sectors that have a major contribution to socio-economic development. On the other hand, construction activities also have a major impact on natural environmental conditions. To overcome this problem, many countries have implemented the concept of sustainable development, one of which is green building. Green building is a concept that seeks to save energy, water and other resources that can be applied to a building. In Indonesia, the concept of green building is widely applied at the planning stage, but expensive costs are an obstacle to assessing the concept. This research was conducted by analyzing the feasibility of evaluating green building designed into information systems. The purpose of this study was to create a green building assessment design with the Greenship Rating Tools standard to simplify the assessment process for new buildings. The research method uses PHP-based Object Oriented Programming (OOP) into an online platform. The results of the analysis of the application design for testing on new building projects reached a value credit with building quality of 62 points or 61.37% gold rank.AbstrakProyek konstruksi merupakan sektor penting yang memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan sosio-ekonomi. Di sisi lain, kegiatan konstruksi juga berdampak besar terhadap kondisi lingkungan alami. Untuk mengatasi masalah tersebut, banyak negara telah menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan salah satunya green building. Green building adalah konsep yang berupaya untuk penghematan energi, air dan sumber daya lainnya yang dapat diterapkan pada suatu bangunan. Di Indonesia konsep green building banyak di terapkan pada tahap perencanaan akan tetapi biaya yang mahal menjadi kendala untuk melakukan penilaian terhadap konsep tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis kelayakan penilaian green building yang di rancang ke dalam sistem informasi. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan rancangan penilaian green building dengan standar Greenship Rating Tools untuk mempermudah proses penilaian pada bangunan baru. Metode penelitian menggunakan Object Oriented Programming (OOP) berbasis PHP ke dalam sebuah platform online. Hasil analisis rancangan aplikasi terhadap pengujian pada proyek bangunan baru mencapai kredit nilai dengan kualitas bangunan sebesar 62 poin atau 61,37% peringkat gold
Pengaruh Penggunaan Aspal Modifikasi Nano Zeolit Terhadap Karakteristik Marshall Campuran Beraspal Panas HRS-WC
Abstrak
Penggunaan material nano merupakan metode perbaikan sifat aspal yang sedang banyak dikembangkan saat ini. Material nano memiliki sifat fisik, kimia dan biologi yang berbeda dengan sifat aslinya, serta menunjukkan sensitifitas terhadap temperatur tinggi, daktilitas tinggi, dan luas permukaan yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aspal modifikasi nano zeolit terhadap karakteristik marshall campuran beraspal panas HRS-WC. Material nano zeolite yang digunakan pada penelitian ini disintesis dari zeolit alam dari deposit Gunungkidul, Jawa Tengah. Sedangkan aspal yang digunakan adalah aspal pen 60/70 produksi Pertamina. Aspal ini kemudian dimodifikasi dengan menambahkan material nano zeolit ke dalam aspal pen 60/70 dengan variasi kadar penambagan nano zeolit sebesar 0,1%, 0,2% dan 0,3%. Penggunaan aspal modifikasi nano zeolit sebagai material pengikat pada campuran beraspal panas HRS-WC dapat menurunkan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) jika dibandingkan dengan campuran beraspal panas HRS-WC menggunakan aspal pen 60/70. Selain itu, penggunaan aspal modifikasi nano zeolit dapat meningkatkan nilai stabilitas, kepadatan, dan VFA. Sedangkan nilai VIM dan VMA mengalami penurunan pada campuran beraspal panas HRS-WC menggunakan aspal modifikasi nano zeolit. Dari tinjauan nilai flow dan MQ, penggunaan aspal modifikasi nano zeolit menghasilkan campuran yang memiliki kekakuan lebih besar dibandingkan campuran beraspal panas HRS-WC menggunakan aspal pen 60/70.
Kata-kata Kunci: Campuran beraspal panas, karakteristik Marshall, material nano, zeolit alam.
Abstract
Nano materials are currently being widely used to modify asphalt. Nanomaterials have physical, chemical and biological properties that are different from their original properties, and show sensitivity to high temperatures, high ductility and large surface areas. This research aims to determine the effect of using nano zeolite modified asphalt on the marshall characteristics of HRS-WC hot mix asphalt. The nano zeolite material used in this research was synthesized from natural zeolite from Gunungkidul, Central Java. Meanwhile, the asphalt used is asphalt pen 60/70 produced by Pertamina. This asphalt was then modified by adding nano zeolite material to asphalt pen 60/70 with varying percentages of nano zeolite addition of 0.1%, 0.2% and 0.3%. The use of nano zeolite modified asphalt as a binding material in the HRS-WC hot mix asphalt can reduce the Optimum Asphalt Content (OAC) compared to the HRS-WC hot mix asphalt using asphalt pen 60/70. In addition, the use of nano zeolite modified asphalt can increase the stability, density and VFA values. Meanwhile, the VIM and VMA values decreased in the HRS-WC hot mix asphalt using nano zeolite modified asphalt. From a review of the flow and MQ values, the use of nano zeolite modified asphalt produces a mixture that has greater stiffness than the HRS-WC hot asphalt mixture using asphalt pen 60/70.
Keywords: Asphalt mixure, Marshall characteristic, nano material, natural zeolite.Penggunaan material nano merupakan metode perbaikan sifat aspal yang sedang banyak dikembangkan saat ini. Material nano memiliki sifat fisik, kimia dan biologi yang berbeda dengan sifat aslinya, serta menunjukkan sensitifitas terhadap temperatur tinggi, daktilitas tinggi, dan luas permukaan yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aspal modifikasi nano zeolit terhadap karakteristik marshall campuran beraspal panas HRS-WC. Material nano zeolite yang digunakan pada penelitian ini disintesis dari zeolit alam dari deposit Gunungkidul, Jawa Tengah. Sedangkan aspal yang digunakan adalah aspal pen 60/70 produksi Pertamina. Aspal ini kemudian dimodifikasi dengan menambahkan material nano zeolit ke dalam aspal pen 60/70 dengan variasi kadar penambagan nano zeolit sebesar 0,1%, 0,2% dan 0,3%. Penggunaan aspal modifikasi nano zeolit sebagai material pengikat pada campuran beraspal panas HRS-WC dapat menurunkan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) jika dibandingkan dengan campuran beraspal panas HRS-WC menggunakan aspal pen 60/70. Selain itu, penggunaan aspal modifikasi nano zeolit dapat meningkatkan nilai stabilitas, kepadatan, dan VFA. Sedangkan nilai VIM dan VMA mengalami penurunan pada campuran beraspal panas HRS-WC menggunakan aspal modifikasi nano zeolit. Dari tinjauan nilai flow dan MQ, penggunaan aspal modifikasi nano zeolit menghasilkan campuran yang memiliki kekakuan lebih besar dibandingkan campuran beraspal panas HRS-WC menggunakan aspal pen 60/70
Perancangan Aplikasi RaKJa Untuk Kinerja Ruas Jalan Berbasis Android
Abstract
Performance analysis of road sections is usually carried out on road sections that have the potential for high traffic jams, then perform performance calculations and obtain recommendations for problems on these road sections. However, currently it is still difficult to calculate road performance because it has to be done manually in the calculations and looking for the necessary factors. This research aims to create an application to assist in calculating the performance of Android-based roads more easily and flexibly, this application is called RAKJa (Road Performance Analysis Design) which will be published generally on the Google Play Store so that it can be used by anyone who needs it. This RAKJa application will be developed based on the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI 2014), this application gets results in the form of degree of saturation, level of service, average speed, delays and queue length automatically without needing to look for the required factors in the PKJI 2014 table. Application This RAKJa was created using the Game Maker Language programming language from the Game Maker Studio 2 developer. Calculation of road performance using the RAKJa application produces the same results as calculations carried out manually. Validating the accuracy of the application from previous research urban road performance data based on the PKJI 2014 and primary data obtained accurate results of 90%.Abstrak
Analisis kinerja ruas jalan biasa dilakukan pada ruas jalan yang memiliki potensi terjadinya kemacetan tinggi, yang kemudian dilakukan perhitungan kinerja dan mendapatkan rekomendasi untuk masalah pada ruas jalan tersebut. Akan tetapi, saat ini masih sulit dalam melakukan perhitungan kinerja jalan karena harus dilakukan secara manual dalam perhitungan dan mencari faktor-faktor yang diperlukannya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat aplikasi guna membantu dalam melakukan perhitungan kinerja ruas jalan berbasis android dengan lebih mudah dan fleksibel, aplikasi ini dinamai RAKJa (Rancang Analisis Kinerja Jalan) yang akan dipublikasi secara umum pada google play store untuk dapat digunakan oleh siapa saja yang membutuhkan. Aplikasi RAKJa ini akan dikembangkan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2014). Aplikasi ini mendapatkan hasil berupa derajat kejenuhan, tingkat pelayanan, kecepatan rata-rata, tundaan, dan panjang antrian secara otomatis tanpa perlu mencari faktor yang dibutuhkan pada tabel PKJI 2014. Aplikasi RAKJa ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman Game Maker Language dari pengembang Game Maker Studio 2. Perhitungan kinerja ruas jalan dengan menggunakan aplikasi RAKJa mendapatkan hasil yang sama dengan perhitungan yang dilakukan secara manual. Validasi keakuratan aplikasi dari data kinerja ruas jalan perkotaan penelitian terdahulu dengan menggunakan metode PKJI 2014 dan data primer didapatkan hasil akurat sebesar 90%
Hubungan Antara Kadar Lemak, Status Gizi dan VO2max Pada Atlet Cabang Olahraga Bola Basket di Club Amores Karawang Provinsi Jawa Barat
The relationship between body fat percentage, Body Mass Index (BMI), and Volume of Maximal Oxygen (VO2max) is critical to understanding athlete health and performance. BMI and body fat content are important metrics that indicate athletes' body composition, while VO2max indicates their aerobic capacity. Therefore, careful research and monitoring of all three components is essential to create the most effective training methods to help athletes reach their full potential. This research uses a quantitative approach, and the type is descriptive correlation. That is, the purpose of this study is to determine whether or not there is a relationship between certain variables, in this case nutritional status and VO2max of basketball athletes of Club Amores Karawang. The study involved 37 teams of middle and high school students aged between 12 and 16 years old. Among the samples taken, 13 (12.63%) were female athletes and 24 (23.63%) were male athletes. The comparison of educational levels started in junior high school grade 7 with 10 (9.63%) samples, junior high school grade 8 with 7 (6.63%) samples, junior high school grade 9 with 12 (11.63%) samples, senior high school grade 10 with 6 (5.63%) samples, and high school grade 11 and 12 samples totaled 1 (1.26%) each, and the sample of athletes aged 12 years totaled 6 (5.63%), 13 years totaled 7 (6.63%), 14 years totaled 11 (10.63%), 15 years totaled 8 (7.63), and 16 years totaled 5 (4.63%). Therefore, it is imperative to understand the complex relationship between BMI, body fat content, and VO2max when creating training programs intended to support the optimal health and performance of basketball athletes.Hubungan antara kadar lemak tubuh (body fat percentage), Indeks Masa Tubuh (IMT), dan Volume Oksigen Maksimal (VO2max) sangat penting untuk memahami kesehatan dan kinerja atlet. IMT dan kadar lemak tubuh adalah metrik penting yang menunjukkan komposisi tubuh atlet, sementara VO2max menunjukkan kapasitas aerobik mereka. Oleh karena itu, penelitian dan pemantauan yang cermat terhadap ketiga komponen sangat penting untuk membuat metode pelatihan yang paling efektif untuk membantu atlet mencapai potensi terbaik mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dan jenisnya adalah deskriptif korelasional. Artinya, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada atau tidak hubungan antara variabel-variabel tertentu, dalam hal ini status gizi dan VO2max atlet cabang olahraga bola basket Club Amores Karawang. Penelitian ini melibatkan 37 tim dari siswa SMP dan SMA yang berusia antara 12 dan 16 tahun. Di antara sampel yang diambil, 13 (12,63%) adalah atlet perempuan dan 24 (23,63%) adalah atlet laki-laki. Perbandingan tingkat pendidikan dimulai di SMP kelas 7 dengan 10 (9,63%) sampel, SMP kelas 8 dengan 7 (6,63%) sampel, SMP kelas 9 dengan 12 (11,63%) sampel, SMA kelas 10 dengan 6 (5,63%) sampel, dan SMA kelas 11 dan 12 jumlah sampel masing-masing 1 (1,26%), dan sampel atlet berusia 12 tahun berjumlah 6 (5,63%), 13 tahun berjumlah 7 (6,63%), 14 tahun berjumlah 11 (10,63%), 15 tahun berjumlah 8 (7,63), dan 16 tahun berjumlah 5 (4,63%). Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami hubungan kompleks antara IMT, kadar lemak tubuh, dan VO2max saat membuat program pelatihan yang dimaksudkan untuk mendukung kesehatan dan kinerja optimal atlet bola basket