Rumah Jurnal IAIN Fattahul Muluk Papua
Not a member yet
    503 research outputs found

    PENDAMPINGAN PENERAPAN LOCATION STRATEGY PADA UMKM BAKSO CAHNOGIRI MENGGUNAKAN METODE FACTOR RATING

    Full text link
    Lokasi usaha strategis merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan UMKM, termasuk Bakso Cahnogiri yang berencana membuka cabang baru dengan harga jual lebih terjangkau. Pemilihan lokasi cabang sangat penting untuk mendukung kelangsungan usaha, mengurangi risiko kerugian, dan meningkatkan potensi keuntungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi pemilik usaha dalam menentukan lokasi strategis dengan menggunakan metode factor rating atau pemeringkatan faktor. Lima Key Success Factors (KSF) yang digunakan sebagai kriteria penilaian adalah daya tarik konsumen, aksesibilitas, kedekatan dengan pasar, area parkir, dan kinerja karyawan. Kegiatan dilakukan di dua alternatif lokasi, yaitu Sukaragam dan Sukasari, Bekasi, melalui wawancara, observasi langsung, dan survei lokasi. Hasil penghitungan menunjukkan bahwa lokasi Sukaragam memperoleh skor tertinggi, yakni 82,75, dibandingkan dengan Sukasari yang memperoleh skor 78,9. Lokasi Sukaragam lebih unggul pada faktor daya tarik konsumen dan aksesibilitas karena letaknya di jalan utama yang ramai dilintasi. Hasil ini memberikan rekomendasi kepada pelaku usaha untuk memilih Sukaragam sebagai lokasi cabang baru, yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Studi ini juga menegaskan pentingnya penggunaan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan lokasi bagi UMKM

    PENGABDIAN MASYARAKAT DESA MANGUNARGA DALAM PENGENALAN BIODEKOMPOSER GUNA MENINGKATKAN KUALITAS LINGKUNGAN

    Full text link
    Pengelolaan sampah organik menjadi isu krusial di Desa Mangunarga, di mana 75% sampah berasal dari rumah tangga. Tingginya kesadaran masyarakat tidak diimbangi dengan teknologi yang dapat diakses, menciptakan "Kesenjangan Kesadaran-Praktik-Teknologi". Pengabdian ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui pengenalan dan implementasi biodekomposer lokal. Program ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan pembuatan biodekomposer dari bahan-bahan lokal, hingga aplikasi langsung. Efektivitas biodekomposer lokal diuji secara komparatif dengan produk komersial EM4. Hasil program menunjukkan bahwa biodekomposer lokal memiliki kinerja lebih unggul, mampu mempercepat proses pengomposan menjadi 1,5 bulan dan menghasilkan kompos berkualitas yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-7030-2004. Lebih lanjut, pendekatan PAR berhasil mengubah paradigma dan perilaku masyarakat, terutama ibu rumah tangga, yang kini mampu mengelola sampah organik secara mandiri dan memandangnya sebagai sumber daya bernilai

    Dualisme Hukum Perkawinan di Bawah Umur: Ketegangan antara Hukum Islam dan Hukum Negara di Mojokerto: Legal Dualism in Underage Marriage: The Tension between Islamic Law and State Law in Mojokerto

    Full text link
    This study examines the dualism of law in the practice of underage marriage in Kunjorowesi Village, Ngoro District, Mojokerto Regency, focusing on the tension between Islamic law and state law. Child marriage remains prevalent, particularly among females, despite Law Number 16 of 2019 stipulating the minimum marriage age of 19 years. Data from the Office of Religious Affairs (KUA) Ngoro for the 2020–2024 period show that females dominate underage marriage cases. The main driving factors include economic hardship, social traditions, and religious legitimacy provided by local clerics. This research employs a qualitative descriptive approach using interviews, observations, and documentation, supported by secondary data from official reports and previous studies. The data were analyzed using Miles, Huberman, and Saldaña’s interactive model, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal three main points. First, the practice of underage marriage in Kunjorowesi remains high, with females as the most vulnerable group. Second, there is a legal tension between Islamic law and state law, as the dispensation mechanism in Religious Courts often functions as a loophole to legalize child marriages, while communities tend to rely more on religious authority than state regulations. Third, the analysis of legal pluralism shows inconsistency between legal structure, substance, and culture, which prevents state law from functioning as a living law. This study concludes that efforts to prevent child marriage must be pursued through harmonization between state law, Islamic law, and local cultural norms. Therefore, child protection strategies cannot solely rely on formal regulations but require the involvement of religious leaders and the transformation of social values at the community level

    DINAMIKA POLITIK HUKUM DALAM POSITIVISASI HUKUM PERDATA ISLAM DI INDONESIA

    Full text link
    This article aims to analyze the political-legal dynamics in the process of the positivization of Islamic civil law in Indonesia from the colonial period, independence, the Old Order, the New Order, up to the reform era. The focus of the study is directed toward explaining how political configurations, socio-religious forces, and the state’s ideological orientation influence the level of acceptance, forms of regulation, and scope of application of Islamic law within the national legal system. This research employs a normative-juridical method with a historical approach, involving analysis of legislation, doctrinal sources, and the political-legal dynamics underlying the legislative process. The findings show that the positivization of Islamic civil law has taken place gradually through compromises between nationalist-secular and nationalist-Islamic political forces, with Pancasila serving as the philosophical foundation for harmonizing sharia norms with national law. The conclusion emphasizes that the success of the positivization of Islamic law is strongly influenced by political configurations, the consolidation of the Muslim community, and the ability to formulate sharia norms that are contextual, moderate, and aligned with the principles of the Pancasila-based rule of la

    Manajemen Kesiapan Pendidikan Anak Usia Dini di Masa Pandemi dalam Perspektif Pelajar Pancasila Kabupaten Sorong Papua Barat

    Full text link
    Kondisi anak usia dini yang menjadi pusat pembelajaran di pendidikan anak usia dini dengan berbagai aspek yang diangkat perlu adanya penyesuaian ketika ada pendidikan lanjut. Berbagai metode dengan adanya bernyanyi, mewarnai, dan menari yang semuanya mencerminkan adanya bermain sambil belajar selama pendidikan anak usia dini, perlu disesuaikan di sekolah dasar. Sehingga adanya forum yang menjadi jembatan dari lembaga pendidikan anak usia dini dengan sekolah dasar sehingga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan orangtua yang jangan memaksakan untuk anak. Maka jawaban besar dari setiap sekolah pendidikan lanjutan memiliki kondisi yang sama sehingga tanpa adanya pemaksanaan anak untuk bisa membaca menulis dan berhitung yang selama ini dipaksakan. Kesiapan sekolah pada anak usia dini yang mana dalam rentang usia 5 sampai dengan 6 tahun; Kondisi pandemic mempengaruhi dari kesiapan sekolah pada anak usia dini yang mana dalam rentang usia 5 sampai dengan 6 tahun; Perspektif pelajar pancasila didalam menumbuhkan kesiapan sekolah anak usia dini; Bentuk kesiapan sekolah pada usia 5 6 tahun dimasa pandemic dengan perspektif pelajar pancasila

    Strategi Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah Yayasan Pondok Karya Pembangunan Sentani

    Full text link
    Evaluasi pembelajaran merupakan suatu tindakan yang terencana untuk menilai dan memantau perkembangan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini mendeskripsikan tentang pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang dilakukan di Madrasah Aliyah YPKP Sentani dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru guru PAI. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan pengambilan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis data Miles Humberman. Berdasarkan hasil penelitian terlihat bahwa evaluasi pembelajaran dilakukan dengan penilaian ranah afektif, ranah kognitif dan ranah psikomotor. Penilaian ranah afektif meliputi pengamatan secara langsung kepada peserta didik, penilaian antar teman sebaya, informasi dari guru lain dan jurnal atau catatan guru. Penilaian ranah kognitif yaitu dengan cara memberi penugasan individu maupun kelompok, dan praktek yang dilakukan pada ulangan harian dan penilaian akhir semester. Sedangkan penilaian ranah psikomotor dilihat berdasarkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran dan hasil kerja peserta didik

    PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI KEGIATAN DONASI TERHADAP KORBAN BENCANA BANJIR DAN LONGSOR DI KABUPATEN PEKALONGAN

    Full text link
    Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pekalongan pada Januari 2025 mengakibatkan dampak yang signifikan, baik secara material maupun psikologis bagi masyarakat terdampak. Oleh karena itu, diperlukan aksi nyata dari berbagai pihak untuk membantu pemulihan kondisi korban. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada penyintas bencana melalui penggalangan dan distribusi donasi, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap masyarakat terdampak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup perencanaan penggalangan dana, asesmen kebutuhan korban, pembelian barang yang sesuai dengan kondisi darurat, distribusi bantuan, serta evaluasi efektivitas kegiatan. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, perlengkapan mandi, dan obat-obatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa distribusi bantuan berjalan efektif berkat koordinasi yang baik antara tim pengabdian, relawan, dan pemerintah setempat. Kegiatan ini tidak hanya membantu meringankan beban korban, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam aksi sosial. Evaluasi menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas dapat meningkatkan efisiensi distribusi bantuan serta memperkuat solidaritas dalam penanganan bencana

    Implementasi Penanaman Nilai Budi Pekerti pada Usia Dini Di TKIT Insan Madani Kota Palopo

    Full text link
    Fokus penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan implementasi penanaman nilai budi pekerti pada anak usia dini di kelas B TKIT Insan Madani. Penanaman nilai budi pekerti pada anak di TKIT Insan Madani Merupakan Upaya untuk membentuk generasi yang memiliki karakter dan kerpribadian yang terpuji baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah dan sosial. Pendidik bertanggungjawab dalam menanamkan nilai budi pekerti pada anak sekaligus menjadi teladan bagi anak didiknya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di TKIT Insan Madani, subjek penelitian meliputi kepala sekolah, staff, dan guru TKIT Insan Madani. Hasil penelitian ini yaitu pelaksanaan penanaman nilai budi pekerti di TKIT Insan Madani sangat baik. Dalam pelaksanaannya sudah terencana dengan adanya SOP yang sudah disusun, pembiasaan, nasehat, keteladanan dan perhatian. Kendala dalam penanaman nilai budi pekerti pada anak di TKIT Insan Madani adalah anak memiliki karakter yang berbeda-beda serta kurangnya Kerjasama orang tua saat anandan dirumah. Solusi dari kendala tersebut ialah mengadakan kegiatan parenting untuk orangtua dan menginformasikan program sekolah kepada orangtua Ananda terutama program penanaman nilai budi pekerti

    AKSESIBILITAS PENYANDANG DISABILITAS DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI PERGURUAN TINGGI BERDASARKAN KEBIJAKAN HUKUM DAN PRINSIP UNIVERSAL DESIGN FOR LEARNING

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis peluang dan tantangan penerapan Universal Design for Learning (UDL) dalam pendidikan tinggi berdasarkan kebijakan hukum tentang akomodasi yang layak bagi peserta didik penyandang disabilitas di Indonesia. Regulasi seperti Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016, Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020, dan Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023 memberikan landasan hukum untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi mahasiswa dengan kebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka. Data diperoleh dari analisis peraturan perundang-undangan dan studi terdahulu yang berkaitan dengan implementasi UDL dan pendidikan inklusif. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun regulasi telah memberikan dukungan terhadap pendidikan inklusif, tantangan utama dalam implementasi UDL di perguruan tinggi meliputi kurangnya pemahaman pendidik, keterbatasan infrastruktur, dan minimnya sinergi antara kebijakan dan praktik di lapangan. Penelitian ini menemukan bahwa keberadaan Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang diatur dalam regulasi memiliki potensi besar untuk mendorong penerapan UDL secara lebih sistematis di perguruan tinggi. Namun, masih diperlukan optimalisasi dalam aspek kurikulum, penguatan kapasitas pendidik, serta kolaborasi antara institusi pendidikan dan pemerintah untuk memastikan efektivitas implementasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan program pelatihan bagi pendidik, penyediaan fasilitas berbasis teknologi yang mendukung aksesibilitas, serta evaluasi berkelanjutan terhadap kebijakan pendidikan inklusif berbasis UDL

    Inovasi dan Penguatan Ekosistem Fintech Syariah di Indonesia: Studi Kasus Crowdfunding dan P2P Lending Syariah di Indonesia

    Full text link
    Digital transformation has driven significant growth in Indonesia’s Islamic finance industry. Through innovations in financial technology (fintech), Sharia-based financial services have become more inclusive, efficient, and transparent. This study aims to analyze the forms of Sharia financial product innovations based on fintech, particularly in the models of crowdfunding and Sharia peer-to-peer (P2P) lending, as well as to identify the challenges and strategies for strengthening its ecosystem. The research employs a literature review method with a descriptive-comparative approach, drawing from various academic publications, reports from the Financial Services Authority (OJK), and data from the Indonesian Sharia Fintech Association (AFSI). The findings show that Sharia fintech plays a strategic role in expanding access to halal financing for MSMEs through mechanisms such as mudharabah, musyarakah, and qardh hasan. However, challenges remain in the form of low Islamic financial literacy, limited regulations and human resources, and weak public trust in fund management transparency. Strengthening strategies required include regulatory harmonization and contract standardization, enhancement of Sharia digital literacy, technological innovation through blockchain and smart contracts, and cross-sector collaboration among regulators, academics, and industry players. With the implementation of these strategies, Indonesia’s Sharia fintech ecosystem has the potential to become an inclusive, equitable, and sustainable Islamic financial model aligned with the values of maqāṣid al-sharī‘ah.Transformasi digital telah mendorong pertumbuhan signifikan dalam industri keuangan syariah di Indonesia. Melalui inovasi financial technology (fintech), layanan keuangan berbasis prinsip Islam kini menjadi lebih inklusif, efisien, dan transparan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk inovasi produk keuangan syariah berbasis fintech, khususnya pada model crowdfunding dan peer-to-peer (P2P) lending syariah, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi penguatan ekosistemnya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-komparatif terhadap berbagai publikasi akademik, laporan OJK, dan data Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech syariah berperan strategis dalam memperluas akses pembiayaan halal bagi pelaku UMKM melalui mekanisme mudharabah, musyarakah, dan qardh hasan. Namun, tantangan berupa rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan regulasi dan sumber daya manusia, serta lemahnya kepercayaan publik terhadap transparansi pengelolaan dana masih menjadi hambatan utama. Strategi penguatan yang diperlukan mencakup harmonisasi regulasi dan standarisasi akad, peningkatan literasi digital syariah, inovasi teknologi berbasis blockchain dan smart contract, serta kolaborasi lintas sektor antara regulator, akademisi, dan pelaku industri. Dengan implementasi strategi tersebut, ekosistem fintech syariah di Indonesia berpotensi menjadi model keuangan Islam yang inklusif, adil, dan berkelanjutan sesuai dengan nilai maqāṣid al-sharī‘ah

    462

    full texts

    503

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Rumah Jurnal IAIN Fattahul Muluk Papua
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇