Rumah Jurnal IAIN Fattahul Muluk Papua
Not a member yet
503 research outputs found
Sort by
ANALISIS KEPUASAN NASABAH DAERAH PINGGIRAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN DI BANK ACEH CABANG PEMBANTU SUBULUSSALAM
This study aims to analyze customer satisfaction from the outlying areas towards the services provided by the Bank Aceh Subulussalam Branch Office. The main focus of the study is to understand how service aspects such as responsiveness, reliability, empathy, assurance, and physical evidence affect customer satisfaction from remote areas. The research method used is a qualitative approach with a qualitative descriptive method, collecting data through interviews and direct observation of 15 customers from outlying areas. The results of the study indicate that customers from outlying areas are satisfied with the services provided by the bank. This satisfaction is influenced by several factors, including the quality of the bank's physical facilities, the reliability and responsiveness of employees, and the attention and assurance provided. Fair service without distinguishing the customer's area of origin, friendly and professional attitudes from employees, and concern for the specific needs of customers such as assistance in filling out forms and providing health facilities during the COVID-19 pandemic, are key factors in increasing customer satisfaction. This study concludes that Bank Aceh Subulussalam Branch Office has succeeded in providing good and satisfactory service to customers from various backgrounds, including those from outlying areas. Therefore, it is recommended that banks continue to maintain and improve the quality of service to maintain customer satisfaction and increase their loyalty. Customers are expected to actively ask and communicate with the bank if they need help so that the transaction process runs smoothly and effectivelyPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan nasabah dari daerah pinggiran terhadap pelayanan yang diberikan oleh Bank Aceh Cabang Pembantu Subulussalam. Fokus utama penelitian adalah memahami bagaimana aspek-aspek pelayanan seperti responsivitas, kehandalan, empati, jaminan, dan bukti fisik mempengaruhi kepuasan nasabah dari daerah terpencil. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif, mengumpulkan data melalui wawancara dan observasi langsung terhadap 15 nasabah yang berasal dari daerah pinggiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasabah dari daerah pinggiran merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh bank tersebut. Kepuasan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kualitas fasilitas fisik bank, kehandalan dan ketanggapan pegawai, serta perhatian dan jaminan yang diberikan. Pelayanan yang adil tanpa membedakan asal daerah nasabah, sikap ramah dan profesional dari pegawai, serta kepedulian terhadap kebutuhan spesifik nasabah seperti bantuan dalam pengisian formulir dan penyediaan fasilitas kesehatan selama pandemi COVID-19, menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kepuasan nasabah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bank Aceh Cabang Pembantu Subulussalam telah berhasil memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan kepada nasabah dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang berasal dari daerah pinggiran. Oleh karena itu, disarankan agar bank terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan untuk menjaga kepuasan nasabah serta meningkatkan loyalitas mereka. Nasabah diharapkan untuk aktif bertanya dan berkomunikasi dengan bank jika membutuhkan bantuan, agar proses transaksi berjalan lancar dan efektif
Analisis Penyelesaian Sengketa Murabahah Melalui Metode Al-Shulhu Perspektif Teori Hukum Keadilan Konsensus Jurgen Habermas
Penelitian ini menganalis penyelesaian sengketa murabahah melalui model al-shulhu dalam konteks hukum ekonomi syariah dengan perspektif teori hukum keadilan konsensus Jurgen Habermas. Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani perspektif hukum tradisional dan modern dengan menganalisis penyelesaian sengketa murabahah melalui metode al-shulhu dari perspektif teori hukum keadilan konteks Jurgen Habermas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis normatif, memungkinkan penjelasan detail mengenai fenomena penyelesaian sengketa murabahah. Data primer diperoleh dari Fatwa, Undang-Undang, dan Peraturan terkait, sedangkan data sekunder berasal dari literatur terkait. Data yang terhimpun akan melalui tahapan pemeriksaan, penandaan, penyusunan, dan sistematika berdasarkan subyek yang telah diidentifikasi dari permasalahan yang dirumuskan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan keadilan konsensus Habermas menekankan partisipasi aktif, dialog rasional, transparansi, kesetaraan kesempatan, dan perlindungan terhadap hak-hak individu dalam menciptakan sistem hukum yang lebih adil. Sementara itu, model al-shulhu menyoroti penyelesaian damai berdasarkan prinsip-prinsip syari'at Islam dan menghindari litigasi, melalui perundingan, mediasi, atau kompromi. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan al-shulhu dalam penyelesaian sengketa murabahah menggambarkan pentingnya kesepakatan yang adil dan berkeadilan, sejalan dengan nilai-nilai keadilan konteks Habermas dan prinsip-prinsip hukum Islam. Oleh karena itu, penerapan model al-shulhu dalam konteks hukum ekonomi syariah memberikan alternatif penyelesaian konflik yang menghormati nilai-nilai keadilan, harmoni, dan kerukunan antar pihak yang bersengketa. Penelitian ini memberikan dasar penting untuk analisis lebih lanjut dalam konteks hukum modern dan nilai-nilai keadilan universal
Skill Pelatihan Merangkai Media Pembelajaran Sebagai Bekal Pelaksanaan PPL
The use of learning media is a part that must receive attention from the teacher in every learning activity. Therefore, teachers need to learn how to determine learning media in order to effectively achieve learning objectives in the teaching and learning process. In the training on compiling learning media, it is hoped that students will be able to create learning media in the form of audio-visual as a provision for them to carry out PPL in the following semester. From the results of activity research, it can be concluded that training activities in assembling learning media 1) can become experience in creating learning media, especially in PAI subjects, 2) gain knowledge about learning media 3) become more creative and provide new innovations in developing audio-visual learning media4) Students can choose what material is suitable for the media they create and according to the level of students. 5) As a preparation for students to carry out PPL next semester
Pengolahan Hasil Limbah Plastik Menjadi House Craft Di Kampung Jaifuri Arso 3 Kabupaten Keerom
Waste is a problem until now, because until now there has been no further handling from the government regarding plastic waste, plastic waste is classified as waste that is very long decomposed by the soil, therefore we make a processing of plastic waste into various creations, namely, glass drink holders, flower decorations, and other home creations. The purpose of this activity is so that we and the community can find out how to make house craft creations so as to produce a result that has selling value and help create business opportunities for people who have an interest in art. The method used in this research is using the PAR (participatory action research) method, the results of this activity have been achieved with the formation of a house craft creation from plastic waste. The supporting factors of the service activities are the support of the village head, the head of the family welfare coaching mother and the enthusiasm of the participants and the inhibiting factors of this activity are the time limitations of the activity, then from this activity we make observations that this service activity is overall good starting from the enthusiasm of the community and the understanding given to the participants can be understood and implemented
Pemanfatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aroma Terapi di Kampung Karya Bumi
Kampung Karya Bumi, located in the Nambluong district, is a successful village in terms of agricultural development, but in the midst of this success there is a problem that is often overlooked, namely the ineffective management of household waste that causes environmental pollution and health problems. One of the household wastes that is not managed properly is used cooking oil waste or known as used cooking oil. Used cooking oil is cooking oil that has been used repeatedly to produce a blackish brown color. The mismanagement of used cooking oil waste lies in the attitude of people who throw it on the ground or into waterways which can cause pollution. In fact, in many cases it is often found that many people reuse used cooking oil for cooking. Used cooking oil waste that is managed properly by the community can create products with economic value, one of which is aroma therapy candles. This article aims to find out the negative impacts caused by improper management of used cooking oil waste, the reasons why people still consume used cooking oil waste, and provide education and ways to manage used cooking oil as a useful and safe product. This article uses the Asset-based Community Development (ABCD) approach method used to find problems (discovery), set targets (dream), design programs (design), determine program implementation (define), and conduct programs (destiny) by observing community behavior related to how to manage used cooking oil waste. This article found that the community ignores and lacks understanding regarding the negative impacts that can be caused by used cooking oil. This article shows that there is community behavior that shows indifference to the negative impacts of consuming used cooking oil or used cooking oil
Strategi Pengembangan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini di TK Islam Kota Samarinda
Masa kanak – kanak merupakan masa keemasan dalam periode kehidupan, dimasa inilah tiap- tiap aspek perkembangan pada Anak dikembangkan,ada berbagai aspek pengembangan kemampuan pada anak salah satunya ialah pengembangan kemampuan kognitif. Taman kanak –kanak (TK) merupakan salah satu lembaga pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang dapat membantu mengembangkan kemampuan kognitif kemampuan kognitif anak usia dini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui bagaimana Strategi pengembangan kemampuan kognitif anak usia dini di TK Islam Kota Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan Deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan berbagai Teknik pengumpulam data yakni dengan wawancara, observasi dan Dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah Strategi pengembangan Kemampuan kognitif di TK Islam Kota Samarinda dilakukan dengan menggunkan Metode dan Model pembelajaran yang beragam yakni Tanya jawab, Bermain, Bereksperimen, Demonstrasi, Bernyanyi, Dan Karyawisata yang disesuaikan dengan perencanaan program yang dilakukan diawal tahun pembelajaran serta disesuaikan dengan visi dan misi lembaga masing – masing
PERLINDUNGAN HUKUM ATAS HAK CIPTA JIPLAKAN KONTEN PLATFORM TIKTOK
Abstract
This research analyzes legal protection for creators in creating content. The fast flow of content on TikTok has a lot of potential for plagiarism, which legally, copyright has its own protection for creators, both morally and even commercially. It is important to ensure legal protection, both preventive and even repressive, for creators that provides justice for creators in their work. In this research, there are two problem formulations, namely 1) How is Copyright Protection for Tiktok Creator Content for Their Creations? 2) What are the legal remedies for copyright infringement against plagiarized on TikTok content? This research uses a type of normative research method, namely research with the object of study being legal and regulatory documents and library materials with a statutory approach and a conceptual approach. This research resulted in, 1) TikTok's terms of service contain a license agreement which may violate the provisions of Article 82 of the HC Law, which limits the making of license agreements, thereby guaranteeing legal protection for the copyright of TikTok creators. This still raises legal issues; 2) The legal remedy that can be taken for losses in content created by creators is to sue civilly, because in the context of TikTok content, they only have moral rights and there are no economic rights in it
PERLINDUNGAN SAKSI PERKARA PERCERAIAN YANG MEMBERIKAN KETERANGAN DALAM PERSIDANGAN
Witnesses who provide testimony at divorce trials often experience threats and even legal action. Meanwhile, regulations regarding witness protection are still inadequate. The aim of the research is to analyze and examine the urgency of protecting witnesses in giving information in divorce cases in religious courts and what is the best model for witness protection. The research method used is normative juridical using a statutory approach, primary data namely the Witness Protection Law and the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. The results of the research state that the role of witnesses in divorce cases is very important, but witnesses need protection based on 709 requests for non-criminal cases rejected by the Protection Agency Witnesses and Victims (LPSK) because it is not their authority in the Witness and Victim Protection Law and criminal witnesses are the only ones regulated in the Witness and Victim Protection Law so that non-criminal witnesses cannot be protected even if a request for protection of non-criminal witnesses is found. The shift in legal interests in divorce cases does not depend on the Plaintiff or Defendant, but the presence of witness protection needs to be considered. After all, witnesses are a form of evidence that must be given their rights. There is a vacuum in the law for witness protection in divorce cases, so it is necessary to revise the Witness and Victim Protection Law in the future
PERAN STAKEHOLDER DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS PADA KELUARGA DENGAN TUNAGRAHITA
Orang tua yang hidup dengan tunagrahita secara tidak langsung dapat mempengaruhi perilaku menyimpang pada anak-anak mereka. Hal ini disebabkan oleh pengasuhan yang tidak sempurna. Tujuan dari studi ini adalah dalam rangka: : (1) menginvestigasi peran stakeholder dalam membina karakter anak dari keluarga dengan tunagrahita di Desa Karangpatihan, Balong, Ponorogo, Jawa Timur; (2) meninvestarisir perkembangan karakter agama pada anak dari keluarga dengan tunagrahita di Desa Karangpatihan, Balong, Ponorogo. Studi ini memanfaatkan metode kualitatif yaitu studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan teknik analisis interaktif. Hasil studi ini adalah perubahan peran stakeholder dikenali melalui perkembangan psikologis anak yang berasal dari keluarga dengan tunagrahita. Tandanya adalah mereka berlaku sopan terhadap sesama, terutama yang senior. Penyediaan sarana telah difasilitasi oleh kepala desa, sehingga ada perubahan positive pada anak tunagrahita, seperti disiplin, mandiri, jujur, hormat, dan santun berbicara serta berperilaku, kasih sayang, peduli, percaya diri, baik dan rendah hati, serta toleransi. Perubahan yang diperoleh oleh anak-anak dari keluarga dengan tunagrahita dalam kategori tinggi adalah sekitar delapan anak dan sekitar empat anak dalam kategori sedang
TANGGUNG RENTENG DALAM KELOMPOK SIMPAN PINJAM PEREMPUAN (SPP) TERHADAP KETAHANAN EKONOMI KELUARGA
Tanggung renteng merupakan salah satu bentuk jaminan yang diwujudkan dalam bentuk gotong royong antar sesama anggota yang mengalami kesulitan dalam membayar angsuran pinjamannya.Penelitian ini fokus pada ketahanan ekonomi keluarga anggota KSPP yaitu melihat tempat tinggal keluarga, pendapatan keluarga, pendanaan pendidikan anak, keamanan finansial keluarga. Menelaah cara pelaksanaannya dan juga implikasi tanggung jawab bersama bagi anggota SPP. Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah Penelitian Kualitatif. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penerapan tanggung jawab bersama di KSPP bertujuan untuk mendedikasikan anggotanya agar tidak sering menunggak pembayaran karena berdampak pada keberlangsungan kelompok. Pertumbuhan grup memberikan keamanan untuk masa depan. Diantaranya adalah tempat tinggal, anggota kelompok berhasil memperbaiki (merehabilitasi) rumah dari yang sebelumnya tidak memiliki toilet, dinding papan, lantai semen, menjadi lebih baik. Di sisi lain, anggota juga mampu membangun tempat tinggal yang baik, artinya tempat tinggal tersebut memiliki tembok dan fasilitas yang baik secara bertahap. Jaminan pendapatan keluarga anggota. Pendidikan anak anggota kelompok memberikan kepastian dari usaha yang dilakukan anggotanya. Anggota kelompok telah menerapkan wajib belajar 12 tahun bagi anak-anaknya dan sebagian anggota kelompok mampu membiayai pendidikan anaknya hingga perguruan tinggi, serta memberikan jaminan keuangan keluarga. Implikasi dari penerapan tanggung jawab bersama pada kelompok simpan pinjam perempuan memberikan jaminan bagi tumbuh kembang kelompok SPP di masa depan dan bagi ketahanan ekonomi keluarga, termasuk jaminan tempat tinggal anggotanya dalam pendapatan keluarga. Kemampuan membiayai pendidikan anak. Jaminan finansial keluarga dari anggota SPP, kemudian jaminan kesehatan seluruh anggota kelompok SPP