Rumah Jurnal IAIN Fattahul Muluk Papua
Not a member yet
503 research outputs found
Sort by
PENDEKATAN KETAULADANAN PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMBINAAN KARAKTER PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan menelaah bagaimana pendekatan keteladanan yang dilaksanakan guru dalam rangka membina karakter peserta didik Sekolah Dasar Negeri Ringin Sari, dan mengkaji hambatan serta kemudahan yang dilewati guru dalam membina karakter peserta didik. Penelitian ini adalah field research kualitatif deskriptif, subjek penelitian ini adalah Sekolah Dasar Negeri Ringin Sari, teknik pengumpulan data menggunakan interviw, obeservasi, dan dokumentasi terhadap guru dan peserta didik Sekolah Dasar Negeri Ringin Sari. Hasil research ini mengungkapkan upaya yang telah dilaksanakan guru dalam membina karakter peserta didik tidak sekedar berkenaan dengan sopan santun, pergaulan, perbuatan pada kehidupan sehari-hari. Keteladanan guru juga dapat dilihat pada perkembangan spiritual peserta didik dengan perantara mengisi jiwa dan pikiran peserta didik dengan sifat sabar, bertanggung jawab, tidak memihak kesalahan, amanah, suka memaafkan, dan seluruh sifat tersebut harus dicontohkan melalui kepribadian dewan guru. Faktor penghambatan yang dialami guru dalam pembinaan karakter yaitu minimnya pemahaman agama yang dimiliki peserta didik serta pengaruh lingkungan yang kurang mendukung
Keragaman Kaidah Dharar Sebagai Landasan Hakim Dalam Memutus Permohonan Dispensasi Kawin; Studi Putusan Perkara Nomor 82/Pdt.P/2023/PA.Pmk: The diversity of dharar rules as a basis for judges in deciding applications for marriage dispensation; case verdict study no. 82/rev.p/2023/pa. Pmk
Changes in the age of marriage in positive law in Indonesia, which was marked by the passing of Law no. 16 of 2019 as a change from Law no. 1 of 1974 seems to be the main trigger for the increase in requests for dispensation of marriage in the Religious Courts. This is of course a challenge for the Judge who will decide on the Marriage Dispensation application, for example case number 82/Pdt.P/2023/PA.Pmk, in which case the Judge is faced with two facts that if granted it will disrupt the child's development , and if it is rejected there are fears that unwanted things will happen in the form of adultery. The purpose of this study is to offer new rules that can be taken into consideration by judges in deciding applications for dispensation of marriage. Normative-empirical is the method used in this research. The results of the study show that judges have limited space in using rules as the basis for deciding applications for marriage dispensation, because new rules are needed that can be used as a basis for judges to have more complex considerations
Analisis Perkembangan Profitabilitas Bank Syariah di Indonesia Pasca Merger Menjadi Bank Syariah Indonesia
Merger menjadi salah satu strategi bisnis yang diterapkan dua perusahaan atau lebih dalam mencapai kesepakatan sehingga dapat bersaing dengan perusahaan lain. Hal tersebut menggerakkan pemerintah menggabungkan tiga bank Syariah di Indonesia, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS), PT Bank Negara Indonesia Syariah (BNIS) dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) yang diharapkan dapat memberikan opsi lain kepada masyarakat dalam memilih lembaga keuangan sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang bertujuan mengetahui perbandingan profitabilitas antara ketiga bank tersebut, sebelum dan sesudah merger menjadi PT. Bank Syariah Indonesia (BSI). Metode penelitian yang digunakan yakni deskriptif-kuantitatif. Sedangkan rasio profitabilitas yang digunakan, yakni Operating Profit Margin (OPM), Net Profit Margin (NPM), Return on Asset (ROA), dan Return on Equity (ROE). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebelum merger, rasio OPM dan NPM pada BRI Syariah, BNI Syariah dan Bank Syariah Mandiri periode 2019-2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sedangkan rasio ROA dan ROE mengalami penurunan. Setelah merger menjadi Bank Syariah Indonesia, semua rasio mengalami peningkatan nila
ALASAN MENDESAK SEBAGAI SYARAT DISPENSASI NIKAH DALAM UU NO. 16 TAHUN 2019: (Analisis Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Sentani No.16/Pdt.P/2021/PA.Stn)
The institution of marriage plays a significant role in the human experience. Law No. 16 of 2019 lays forth the general principles that will govern marriage law. Religious courts have the authority to waive or reduce the minimum age limit for marriage for those who are less than 19 years old for males and 16 years old for women. For the purpose of this study, we use a normative juridical method to investigate questions about the relationship between statutory and regulatory frameworks. Notwithstanding this, the courts often make exceptions when it comes to weddings. There is a critical need, as well as strong evidence, to redouble our efforts to limit the number of marriages that take place between children
ANALISIS PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) BERBASIS KURIKULUM 2013 PADA MATERI SIFAT-SIFAT ROSUL KELAS III MI YAPPI KARANG SAPTOSARI TAHUN AJARAN 2022/2023
Pemahaman mengenai sejarah kebudayaan Islam dari sisi konsep dan komponennya merupakan kompetensi yang penting bagi guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Pembelajaran SKI harus menggunakan pendekatan yang tepat untuk memahami peristiwa sejarah yang memuat nilai-nilai yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Penyajian materi SKI harus mempertimbangkan tujuan pembelajaran dan standar kompetensi lulusan, sehingga pembelajaran SKI di kelas dapat terasa menyenangkan, membangkitkan pemikiran kritis, serta dapat mengembangkan kepribadian sesuai dengan nilai-nilai SKI pada diri siswa. Evaluasi pembelajaran SKI dilakukan secara berkelanjutan agar kualitas pembelajaran dapat terus ditingkatkan dengan menyeimbangkan aspek pengetahuan, sikap, dan psikomotorik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran SKI berbasis Kurikulum 2013 pada materi Sifat-sifat Rosul kelas III MI Yappi Karang Saptosari tahun ajaran 2022/2023 dengan menggunakan pendekatan saintifik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran SKI di kelas III MI Yappi Karang Saptosari telah dilaksanakan dengan cukup baik, dengan penerapan pendekatan saintifik dan penggunaan beragam media pembelajaran. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran, seperti keterbatasan waktu dan fasilitas serta kesulitan siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran SKI, disarankan agar guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, seperti penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran dan pengembangan bahan ajar yang lebih inovatif. Selain itu, evaluasi pembelajaran perlu dilakukan secara berkelanjutan agar dapat mengidentifikasi kelemahan dalam pelaksanaan pembelajaran
Pandangan Kiai Pesantren terhadap Fenomena Long Distance Realationship (LDR) Pasangan Suami Istri di Kabupaten Jember: Kiai Pesantren's Views on the Long Distance Realation (LDR) Phenomenon of Married Couples in Jember Regency
The basic concept of marriage in Islam is the formation of a family that is Sakinah mawadah Warahmah. However, due to a situation that requires husband and wife to be separated by distance, they are in a long-distance relationship (LDR). In a household, husband and wife have rights and obligations that have become normative law (legal norms) that need to be considered by all parties in the household, both husband and wife. This type of research is field research, namely research conducted directly into the field to obtain complete and valid data. Data collection techniques are interviews and documentation. This interview was conducted to obtain information by interviewing informants, interviews were conducted with pesantren kiai in Jember district. The research method used is a qualitative research method. Data collection in this study was carried out using interviews and documentation techniques. While the analysis technique used is descriptive qualitative analysis. The results of this study indicate that the factor that causes the Long Distance Relationship (LDR) phenomenon for married couples in Jember Regency is the factor of career demands, there are some migrants from outside Jember Regency who have the status of a wife leaving her husband to carry out their duties as servants of the state (PNS). , and vice versa. There is a difference of opinion among Islamic boarding school kiai, the first group argues that LDR is not permitted for a wife, meaning that a wife must always be by her husband's side because a wife cannot possibly carry out her obligations to serve her husband in the household at a distance. And this has deviated from maqasid marriage, namely the creation of harmony in the household. the second group allows LDR if in an emergency. For example, the goal of a wife or husband is to be away from their partner for the demands of family maintenance, the argument for this group is the rule of ushul fiqh addhorurot bodiul mahdzurat
Pembaruan Islam Bidang Keluarga dan Relevansinya dengan Pelarangan Terhadap Penyimpangan Seksual: Islamic Family Reform and its Relevance to the Prohibition of Sexual Deviations
Sexual deviations caused by the urge of lust that cannot be adequately controlled and the lack of understanding of religious teachings make humans no different from the actions carried out by animals. This research aims to see the prohibition of sexual perversion in Islamic teachings to maintain the sanctity of human nature. While this research is qualitative, with data collection done through literature studies, the data collected from these sources are analysed descriptively analytically with a historical dimension. The results of this study state that Islamic reform in the family field regulates the distribution of biological needs through marriage because Islam recognises that humans have a huge desire to have sex. In addition, Islam also prohibits various sexual deviations because it is a terrible act and far from human nature, so there are also legal sanctions for the perpetrators. Punishment for perpetrators of sexual perversion is intended to warn humanity and minimise actions that harm oneself or others
Penggunaan Metode Ekspositori dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam di Kelas VA SD Negeri Inpres Abeale 2 Sentani Kabupaten Jayapura
Tujuan penelitian untuk mengetahui penanganan kesulitan siswa memahami mata pelajaran Pendidikan Agama Islam melalui menerapkan metode ekspositori pada kegiatan belajar mengajar, serta mengetahui kendala-kendala yang ditimbulkan dan mengganggu penyerapan pengetahuan dari guru kepada murid, serta untuk mengetahui hasil belajar dari siswa Kelas VA SDN INPRES Abeale 2 Sentani Kabupaten Jayapura menggunakan metode ekspositori. Merupakan penelitian Tindakan Kelas menggunakan 19 sampel. Prosedur penelitian yang dilakukan merujuk siklus kegiatan mengacu pada desain model Lewin, menggunakan statistik sederhana dengan mencari prosentase. Hasil penelitian: Test awal diketahui siswa banyak yang memiliki nilai di bawah syarat kecukupan dari beberapa pertanyaan yang diberikan, pada siklus I. Hasil pengamatan tahap pendahuluan, terdapat peningkatan hasil belajar, disebabkan siswa memperoleh penyegaran pada kegiatan belajar, menyebabkan usaha pemusatan perhatian selama pembelajaran. Siswa lebih suka menjawab pertanyaan, dibuktikan dengan hasil test siklus I, terdapat siswa yang memiliki nilai di bawah syarat kecukupan, jumlahnya semakin sedikit dibandingkan test awal. Hasil pengamatan siklus II, aktifitas siswa cukup baik melalui keinginan dalam mengikuti aktifitas pembelajaran, sangat memuaskan terlihat peningkatan prestasi belajar dibanding siklus I. Ini nampak pada aktifitas siswa dalam bertanya yang ketika pre test terlihat malu-malu serta takut salah, namun siklus II siswa mulai memberanikan bertanya dengan bobot pertanyaannya sesuai yang diharapkan. Syarat kecukupan nilai yang dihasilkan siswa lebih baik dibandingkan awal test dan dalam test siklus I
Foto Prewedding di Kalangan Masyarakat Jayapura dalam Sudut Pandang Sosial Keagamaan
The purpose of this research is to find out: The community practices pre-wedding photos and the factors that influence the practice of pre-wedding photos among Muslim communities in Regency and Jayapura City. This is a qualitative research, using the social phenomenology paradigm. Research results: People think that pre-wedding photos in invitations or displayed in front of the wedding building as identity the bride and groom. Pre-wedding photos used on invitation cards or as decoration for wedding party decorations. The pose of the bride and groom are dominant aspects of making pre-wedding photos which are symbols consisting of concepts. Imitation and modification in the practice of pre-wedding photos both through media which is sometimes without a filter from the community to counteract. Pre-wedding photos are due to trends that occur in modern society. The issue of photography becomes clear when mapped that the law can be mubah or permissible if it does not violate religious provisions. Conversely, it can become haram if the photo is against religious law. In Islamic perspective, making out before muhrim even though they have made an engagement is not justified. It is forbidden to take photos with men and women who are not muhrim, ikhtilat (mixing of men and women), khalwat (being alone together) and kasyfulaurat (opening the aurat). The work of prewedding photographers is forbidden because it is considered to show a willing attitude to sin
Persepsi Harta Bersama Menurut Hukum Islam dan Hukum Positif Indonesia: The Perception of Joint Property According to Islamic Law and Positive Law in Indonesia
This article focuses on the issue of joint property or marital property that arises as a result of marriage between men and women in Indonesia. The matter of marital property is interesting to examine, considering that the issue of joint property arises as a consequence of divorce, which is a possibility in a marriage. In fact, culturally, discussing joint property is still considered taboo in Indonesian society in general. People tend to trivialize this issue because of cultural perceptions that consider marriage as sacred, holy, noble, and eternal, making it inappropriate to discuss before the marriage takes place. However, addressing joint property before marriage can provide certainty regarding the assets involved before the marriage is consummated. This research employs a normative research type with a statutory approach and a conceptual approach. At the very least, this study offers an in-depth analysis of joint property arising in a marriage, viewed from the perspectives of Islamic law and positive law in Indonesia