Journal Indonesia Emerging Literacy Education
Not a member yet
196 research outputs found
Sort by
Exploring Social Media Use Integration Based on Educational Level Among Emerging Adults
Objective: Social media has become integral to everyday life, including among emerging adults. Surveys showed that Instagram has become one of emerging adults' most popular social media. Social media could facilitate emerging adult developmental tasks, such as identity exploration. Further, social media uses integration concepts to explore how individuals build emotional connections and involve social media in their daily social routines. Additionally, it is essential to view social media use integration based on educational background. This study explored differences in social media use integration among emerging adults based on education level. Method: A cross-sectional study design was conducted among 305 men and women emerging adults. Participants completed a self-administered questionnaire comprising demographic characteristics and a Social Media Use Integration scale. Data were analyzed using descriptive analysis and one-way ANOVA statistic technique. Results: Descriptive analysis results showed that individuals with a high school education level had the highest social media use integration scores compared to groups from other education levels. Further, education level notably contributed to the score difference in social media use integration among emerging adults. Novelty: This study contributed to exploring further the social media use integration among emerging adults, specifically in the context of educational background
Edukasi dan Inovasi Pangan untuk Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
Stunting adalah gangguan pertumbuhan linier yang berlangsung sejak kehamilan hingga anak berumur 24 bulan. Stunting terjadi karena kekurangan zat gizi yang berlangsung dalam waktu yang lama. Salah satu penyebab terjadinya stunting adalah kurangnya pengetahuan ibu tentang pola makan dan pola asuh yang baik pada anak. Sehingga ibu perlu dibekali tentang pencegahan stunting sejak dini. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil mengenai bahan pangan lokal pencegah stunting dan cara mengolahnya. Pengabdian ini berlangsung 2 kali dimana pertemuan pertama dilakukan edukasi melalui permainan pembelajaran dan pada pertemuan kedua dilakukan demo masak beberapa menu inovasi pangan lokal di empat desa lokus stunting yang menjadi lokasi pengabdian. Hasil analisis uji Wilcoxon yang digunakan didapatkan hasil dari empat lokasi pengabdian, tiga diantaranya (Desa Pakatto, Je’nemadinging dan Pacellekang) terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian edukasi inovasi pangan (p-value <0,05). Sedangkan pada lokasi keempat (Desa Panaikang) tidak terjadi perubahan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah edukasi inovasi pangan (p-value >0,05). Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi dapat meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan stunting pada ibu hami
Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Metode Montessori pada PAUD di Lingkungan Pesantren
Penelitian ini dilatarbelakangi Implementasi pendidikan karakter untuk mempersiapkan mereka kelak sebagai pribadi yang mempunyai identitas diri, melalui pembiasaan dan keteladanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Bagaimana Implementasi Pendidikan Karakter Pada PAUD Melalui Metode Montessori menekankan proses belajar eksperiensial? (2) Bagaimana Implementasi Pendidikan Karakter Pada PAUD Melalui Metode Montessori menekankan proses belajar one-on-one lesson? (3) Bagaimana Implementasi Pendidikan Karakter Pada PAUD Melalui Metode Montessori menekankan proses belajar peace education?Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan penelitian jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian: (1) Guru dalam proses belajar secara aktif sehingga peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. (2) Guru memberikan satu tema dan membimbing peserta didik dengan belajar langsung untuk menunjang kebutuhan belajar sehingga peserta didik dapat perhatian penuh dari guru dalam proses belajar (3) Guru membantu peserta didik untuk memiliki kemampuan mengatasi konflik dan masalahnya sendiri, tanpa kekerasan dan dengan cara yang kreati
Persepsi Mahasiswa FTIK UINSI Samarinda Tentang Keterampilan Komunikasi
Manusia senantiasa berinteraksi dengan orang lain, hal ini merupakan cara yang dilakukan untuk berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan. Pada pendidikan abad 21 peserta didik harus memiliki keterampilan dalam belajar yang terdiri diri dari beberapa aspek salah satunya keterampilan komunikasi. Keterampilan komunikasi perlu dipahami dan dimiliki oleh peserta didik dan pendidik untuk membangun proses pembelajaran yang aktif. Sehingga peneliti terdorong untuk melakukan penelitian ini karena menarik untuk dilaksanakan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui persepsi mahasiswa FTIK UINSI Samarinda tentang keterampilan komunikasi. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Dengan jumlah responden sebanyak 33 mahasiswa FTIK UINSI Samarinda. Instrumen diadaptasi dari berbagai literatur yang terdiri atas 15 item pertanyaan yang dibuat menggunakan google form dan disebarkan melalui whatsapp. Hasil penelitian ini memperoleh bahwa mahasiswa FTIK UINSI Samarinda merasa keterampilan komunikasi pada posisi penting untuk dimiliki. Dalam penelitian ini persepsi mahasiswa FTIK UISI Samarinda tentang keterampilan komunikasi dapat disimpulkan dari beberapa hasil penelitian menunjukan pada posisi baik dan terdapat item tertentu pada posisi sangat baik. Saran penelitian diharapkan dalam penelitian selanjutnya dapat mengembangkan variabel penelitian yang berkaitan dengan keterampilan komunikasi dan dianalisis secara mendalam dan terperinci
Pelatihan Sistem Evaluasi Pembelajaran PAI Guna Meningkatkan Minat dan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas
Pelaksanaan evaluasi merupakan inti dari pelaksanaan pembelajaran dan suatu keharusan untuk dilakukan serta menjadi catatan penting guna memetakan capaian siswa dalam proses pembelajaran dan memberikan umpan balik kepada siswa. Strategi ice breaking yang melibatkan evaluasi materi yang diberikan dapat digunakan untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar. Oleh karena itu peneliti mengadakan pelatihan sistem evaluasi pembelajaran PAI untuk meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 1 Sinjai. Adapun tujuan yang akan dicapai melalui pelatihan ini diantaranya: (1) Meningkatkan pemahaman dan kemampuan melaksanakan kegiatan belajar mengajar untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa kelas X.1 di SMA Negeri 1 Sinjai; (2) Siswa diharapkan terampil aktif dalam pelaksanaa Evaluasi pembelajaran di kelas; (3) menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa di SMA Negeri 1Sinjai. Pelatihan ini menggunakan metode Service Learning yang terdiri dari tiga tahap yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap refleksi. Adapun Solusi yang diajukan peneliti terletak pada penilaian dan motivasi siswa, peningkatan minat dan motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa lebih tertarik dan termotivasi dalam belajar dari awal hingga akhir
Pemanfaatan Media Google Classroom Terhadap Minat Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran PAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan media Google Classroom Terhadap Minat Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran PAI dan dilakukan dengan menggunakan metodologi penelitian library research dengan tujuan untuk mengetahui manfaat media google classroom terhadap minat belajar siswa pada proses pembelajaran pendidikan agama Islam. Adapun hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat media google classroom memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar peserta didik pada proses pembelajaran Pendidikan agama Islam, artinya dalam konteks ini ditemukan bahwa google classroom mampu meningkatkan daya tarik, membangkitkan keinginan, memotivasi, merangsang kegaiatan proses belajar mengajar serta dapat membantu peserta didik dalam memahami materi yang diajarkan. Peserta didik akan termotivasi dengan adanya media yang digunakan oleh pendidik. Apabila media yang digunakan menarik, maka tentunya materi akan mudah dipahami ataupun dimengerti
Analysis of Guided Inquiry Learning Devices to Improve Students' Creative Thinking Skills
Objective: This study aims to produce a science learning tool validity using the guided inquiry model to improve the creative thinking skills of 8th-grade students. This research is descriptive and quantitative. Method: The research method is developed with Four-D (4D) stages. This research will validate the learning tool consisting of a syllabus, lesson plans, student worksheets, teaching materials, and student creative thinking ability test sheets. Moreover, the object of this study is the learning device's validity level. The data analysis technique was qualitative and descriptive based on assessing the three validators. Results: The results of the three validators concluded that the syllabus has an average score of 3.55 with valid criteria, and the lesson plan with an average score of 3.70. with valid criteria. Student worksheets have an average score of 3.49 with good standards, student teaching materials have an average score of 3.49 with very proper measures, and student teaching materials have an average score of 3.67 with valid criteria. The student's creative thinking ability test sheet has an average score of 3.64 with a correct category. Thus, the learning tools developed can be used in the learning process to improve students' creative thinking skills. Novelty: The use of guided inquiry learning tools is an effective tool in the learning process to improve students' creative thinking skills with the hope that this learning experience will be applied in dealing with various problems in everyday life
Skrining Kesehatan Siswa SMK “X” di Wilayah Jakarta Selatan dengan Penilaian Status Gizi
Masalah kesehatan yang terjadi pada remaja salah satunya adalah penurunan kualitas hidup akibat dari remaja yang kurang melakukan aktivitas fisik, sehingga muncul masalah kesehatan, yaitu terjadi gangguan mental, terjadinya berbagai penyakit infeksi akibat dari pola hidup remaja yang berisiko, seperti merokok dan mulai mengenal alcoholisme akibat dari pergaulan bebas. Tujuan dari kegiatan yaitu teridentifikasi status gizi remaja SMK ”X” di wilayah Jakarta Selatan. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan. Tahapan pertama persiapan, melakukan studi pendahuluan dan perizinan. Tahapan kedua, pelaksanaan skrining kesehatan melalui pemeriksaan status gizi dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan, serta perhitungan IMT. Ketiga, evaluasi dan tindak lanjut kegiatan. Hasil yang didapatkan, yaitu siswa yang bersedia mengikuti skrining kesehatan berjumlah 103 siswa. Terbagi dalam tiga ruang kelas sesuai jurusan. Karakteristik siswa mayoritas berjenis kelamin perempuan (73%). Hasil perhitungan status gizi, sebagian besar memiliki status gizi normal 67 %, status gizi lebih 17%, status gizi kurang 13% dan obesitas 3% (n=103). Pola hidup sehat perlu ditingkatkan dan dimotivasi dengan edukasi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan berkala, guna mencegah terjadinya masalah kesehatan pada remaja
Availability of Facilities Supports Education Across All School Levels: Case Study of SDN 1 Sabaru
Completeness of educational facilities at SD Negeri 1 Sabaru, according to the author's observations, has not been fulfilled in supporting education at school even though it is said to be quite good, but there are still many complete facilities that must be addressed and completed in supporting the educational process at SD Negeri 1 Sabaru. The purpose of this research on infrastructure facilities at SD Negeri 1 Sabaru is to find out the infrastructure facilities in the SD Negeri 1 Sabaru environment, in management, procurement, maintenance by school residents to maintain the facilities provided by the school. Therefore, it is expected that the existence of complete educational facilities can increase the activity of student learning activities. Field research, the subject number consists of 3 people, the study population with the Principal, Teachers, and students of SD Negeri 1 Sabaru. Research, the authors sought data by collecting and processing the findings. Three informants, namely the principal, teachers, and sixth grade students of SD Negeri 1 Sabaru, collected information. Collected data are school facilities and infrastructure, facilities and infrastructure include facilities in the form of school buildings, classrooms for teaching and learning activities, sports venues, and skills venues, and others. Based on data collected, school facilities and infrastructure include facilities in the form of school buildings, classrooms for teaching and learning activities, sports venues, and skills venues, etc. This study concludes that school facilities must be adequate in terms of school facilities and infrastructure in order to achieve all aspects of education at SD Negeri 1 Sabaru, but still maximize existing facilities. The results concluded that facilities are essential for education in all school location contexts
Effectiveness of Contextual Phenomena-Based Learning to Improve Science Literacy
Objective: This study aimed to determine the effectiveness of contextual phenomena-based learning to increase scientific literacy in three Basic Physics materials.. Method: This research method is descriptive and quantitative with the type of Pre-Experimental research. The subjects of this study were 27 students of Physics Education class A at Surabaya State University class of 2022. Result: The results of the data analysis showed that learning based on contextual phenomena to increase scientific literacy was an excellent category to apply. This is shown by implementing learning on the three materials with suitable criteria. Student activities for each material are in very good criteria. Moreover, the average N-gain value obtained through the Pre-test and Post test scores on the third material is in the high category. As well as the results of the average student response to the learning that is applied is also in the high category and gets a positive response from students. From the four results of data analysis, it can be interpreted that learning based on contextual phenomena effectively increases scientific literacy. Novelty: The application of contextual phenomena-based learning in the materials on Works and Energy, Momentum, and Fluids at the college level to improve scientific literac