Direktori Jurnal Elektronik Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal
Not a member yet
1167 research outputs found
Sort by
INTROVERT PERSONALITY: CHALLENGING IN SPEAKING CLASS
The purpose of this research is to find out the challenges of introverted students in practising speaking skills in speaking class. As we know, an introverted personality usually feels shy to speak something in front of a crowded situation. This research investigated the difficulties and the strategies of introverted students in gaining good performance in speaking class. This research used a purposive sampling technique. The sample of this research is 4 students from one of the universities in Lampung. For gaining the introvert sample, this research used Eysenck’s Personality Inventory (EPI). This research is qualitative. The data collecting technique used interviews. The result indicated that there are many challenges in speaking for introverted students. It is because they must face many difficulties to do well performance in speaking class. There are five challenges in speaking class for introverted students namely having a lack of self-confidence, feeling shy, fear of making mistakes, and lack of knowledge. Based on the interview, all introverted students have the same strategy in gaining good performance in speaking class namely well preparation before performing in speaking class. They do a lot of practice before performing in speaking class
A CHARACTERISTICS OF USHUL FIQH IMAM SHAFI\u27I THOUGHT IN THE BOOK OF AR TREATISE: KARAKTERISTIK PEMIKIRAN USHUL FIKIH IMAM SYAFI’I DALAM KITAB AR RISALAH
Pemikiran Imam Syafi’i tentang ushul fikih dapat ditelusuri melalui kitabnya Ar-Risalah. Kebanyakan pendapat menyatakan Imam Syafi’i merupakan peletak dasar ushul fikih yang pertama, meskipun ada juga pendapat yang menyatakan ada ulama sebelum Imam Syafi’i yang lebih awal menulis tentang ushul fikih. Pada tulisan ini penulis meneliti tentang bagaimana karakteristik pemikiran Imam Syafi’i tentang ushul fikih. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan karakteristik pemikiran Imam Syafi’i tentang ushul fikih. Penelitian ini adalah jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu studi yang mempelajari berbagai buku referensi serta hasil penelitian sebelumnya yang berguna untuk mendapatkan landasan teori tentang masalah yang diteliti. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder, yaitu kitab Ar-Risalah karya Imam Syafi’i dan buku-buku pendukung serta jurnal yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Setelah data terkumpul selanjutnya diolah sehingga dibuat kesimpulan dari data tersebut. Dari hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa, pemikiran Imam Syafi’i tentang ushul fikih memiliki ciri khas tersendiri. Dari segi pembahasannya belum sistematis sebagaimana dalam kitab-kitab ushul fikih modern saat ini. Di antara pemikirannya adalah tentang istihsan, Imam Syafi’i tidak ada menyatakan penolakan terhadap istihsan, hanya ada sebagian kecil dari istihsan yang ditolak. Selanjutnya tentang nasakh, Al-qur’an tidak bisa dinasakh oleh hadis dan hadis tidak bisa dinasakh oleh hadis yang lebih rendah tingkatannya. Kemudia tentang Qaul Sahabi, Imam Syafi’i hanya menggunakan pendapat sahabat yang mendekati nash. Terakhir masalah pemahaman terhadap ijtihad, menurut Imam Syafi’i ijtihad itu adalah qiyas, hanya merupakan dua istilah yang memiliki makna yang sama
Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Sekolah dalam Bimbingan dan Konseling: TUGAS POKOK DAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
Manajemen adalah proses yang membantu individu dan organisasi mencapai tujuan dengan efektif melalui perencanaan, pengorganisasian, pengaktualisasian, dan pengendalian tindakan. Ini termasuk mengelola dan mengontrol sumber daya dalam dan luar dalam organisasi. Pimpinan sekolah merupakan penangung jawab yang menggunakan manajemen dalam pekerjaannya, termasuk dalam mengawasi kegiatan proses pendampingan yang dilakukan oleh tenaga pendidik atau konselor yang bertujuan untuk membantu siswa dalam mengatasi masalah akademik, pribadi, sosial, karir, atau emosional yang dihadapi siswa di sekolah. Proses ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengatasi masalah yang dihadapi, serta mengembangkan potensi diri dan karir siswa. Tugas manajemen kepala sekolah dalam bidang ini juga termasuk mendukung kegiatan bimbingan dan konseling dan mengatur cara kerja dalam pembuatan program bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian ini didasarkan pada metode perpustakaan, dengan mengumpulkan dan mengolah data perpustakaan melalui membaca dan merekam bahan penelitian
Manajemen Mentoring Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Pembentukan Religiusitas Peserta Didik SMP It Az Zahra Kabupaten Aceh Tengah
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Mentoring Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan religiusitas peserta didik di SMP IT Az Zahra Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian kualitatif (qualitative research) dengan pendekatan fenomenologi. Sumber data diambil dari berbagai setting dan berbagai sumber. Ketika mengambil data dari settingnya, peneliti mengumpulkan data secara alamiah (natural setting). Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data skunder yang dilakukan dengan observasi (pengamatan), wawancara (interview), dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan beberapa langkah yaitu menganalisis data dengan tiga langkah : kondensasi data (data condensation), menyajikan data (data display), dan menarik simpulan atau verifikasi (conclusion drawing and verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Perencanaan yang dilaksanakan merupakan hasil kesepakatan yang diputuskan dengan seluruh pihak melalui kegiatan rapat awal tahun berdasarkan hasil evaluasi program pada tahun sebelumnya untuk mengembangkan program pendidikan yang diterapkan khusus untuk sekolah tertentu sesuai dengan tujuan yang di inginkan sekolah dengan kekhasan dan potensi yang ada disekolah tersebut, 2) Penetapan standar kompetensi dan indikator serta urutan sasaran dan tujuan. Menentukan materi, strategi, metode yang dilaksanakan dan pemahasan. Pada tahap pelaksanaan ini para peserta didik diberikan catatan mutaba’ah yaumiyah untuk evaluasi amalan sehari-hari, 3) Evaluasi kegiatan dapat dilihat dari tersusunya kurikulum program yang menjadi acuan standar kompetensi yang akan dicapai serta terlaksannya kegiatan sesuai dengan perencanaan
Mandailing And Angkola Semarga Marriage; Comparative Study Of Polemic Custom Law And Positive Law In Indonesia
Marriage is part of realizing maqashid sharia, namely maintaining the continuity of offspring Traditional marriages in the Mandailing and Angkola communities have special values and rules. Customary violations can result in sanctions and fines from customary leaders. This article examines the polemic of semarga marriage among the Mandailing and Angkola tribes in the review of customary law and positive law in Indonesia. This research is qualitative research with a type of field research. Primary data collection is done through observation, interviews, and documentation. Meanwhile, secondary data is collected by tracing many references from books, articles, and other scientific works that are related to the research theme. Furthermore, the data were analyzed descriptively with a legal or normative approach. The results of the study explain that the same clan marriage in the Mandailing and Angkola ethnic communities has significant differences. Semarga marriages in the Angkola community are not subject to customary sanctions and fines. Meanwhile, semarga marriages in the Angkola community are subject to customary sanctions and fines. Meanwhile, the review of the Compilation of Islamic Law or positive law states that marriages are prohibited if marriages are carried out with mahrams or people who are prohibited from marrying
ANALISIS POTENSI PENDIRIAN BANK WAKAF MIKRO SEBAGAI SARANA PENGUATAN EKONOMI UMAT ISLAM DI PESANTREN KOTA PADANGSIDEMPUAN
Pelaksanaan penguatan ekonomi umat Islam yang dilaksanakan pemerintah mendapat apresiasi dari masyarakat. Tujuan pemerintah melaksanakan penguatan ekonomi, agar masyarakat terlepas dari permasalahan ekonomi yang menjerat umat Islam saat ini. Upaya penguatan ekonomi Islam itu dengan mendorong pendirian Bank Wakaf Mikro yang tempat beroperasinya di lingkungan pesantren. Kehadiran Bank Wakaf Mikro (BWM) diharapkan mampu memberdayakan ekonomi masyarakat yang berada di sekitaran lingkungan pesantren. Hadirnya Bank Wakaf Mikro di pesantren yang berada di Kota Padangsidempuan, bertujuan untuk memudahkan pembiayaan kepada masyarakat sekitar pesantren Kota Padangsidempuan. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran, regulasi, mekanisme kerja Bank Wakaf Mikro dalam memberdayakan ekonomi umat Islam di lingkungan pesantren. Dengan begitu penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bank Wakaf Mikro dilingkungan pesantren di Kota Padangsidempuan sudah layak didirikan.
 
PENYULUHAN LITERASI TERHADAP ANAK YANG BUTA HURUF DI DESA SIPUPUS KECAMATAN PADANG BOLAK JULU KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA
Penyuluhan literasi terhadap anak yang buta huruf di Desa Sipupus Kecamatan Padang Bolak Julu Kabupaten Padang Lawas Utara adalah inisiatif pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kualitas hidup anak-anak buta huruf di desa Sipupus kecamatan Padang Bolak Julu kabupaten Padang Lawas Utara. Masalah buta huruf merupakan tantangan serius yang memengaruhi perkembangan sosial dan ekonomi individu serta masyarakat secara keseluruhan. Metode yang berbasis PAR. PAR ialah singkatan participatory Action Research. Pada dasarnya PAR adalah penelitian yang melibatkan semua pihak yang relevan dalam meneliti secara aktif bersama-sama tindakan saat ini (yang mereka alami sebagai bermasalah) dalam rangka untuk mengubah dan memperbaikinya Dalam pengabdian ini, pendekatan partisipatif digunakan untuk melibatkan komunitas setempat dalam proses penyuluhan. Tim pengabdian yang terdiri dari Mahasiswa KKN STAIN Mandailing Natal bekerja sama dengan pemerintah Desa, guru, orang tua, dan masyarakat Desa Sipupus untuk memberikan pelatihan, bimbingan, dan sumber daya yang diperlukan untuk membantu anak-anak yang masih buta huruf untuk memahami literasi membaca. Hasil dari pengabdian ini mencakup peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca dan menulis anak-anak buta huruf, serta peningkatan kesadaran di kalangan orang tua dan masyarakat tentang pentingnya pendidikan inklusif. Selain itu, pengabdian ini juga memberikan wawasan yang berharga tentang bagaimana melibatkan masyarakat dalam upaya meningkatkan literasi anak-anak yang menghadapi kesulitan. Pengabdian ini mencerminkan komitmen untuk mempromosikan inklusivitas dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan untuk meraih kesuksesan dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari
PENGUATAN SEKOLAH PENGGERAK DALAM OPTIMALISASI PERAN KOMUNITAS BELAJAR
Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada sekolah penggerak di Kabupaten Deli Serdang. Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kompetensi dan kerjasama antar pendidik. Peserta didik sebagai objek dalam pembelajaran harus dikawal dengan baik oleh para guru. Kemajuan capaian peserta didik harus menjadi lompatan untuk menentukan strategi pembelajaran berikutnya. Tentu tugas besar ini tidak mudah jika dilakukan oleh masing-masing individu guru. Oleh karena itu, pembentukan Komunitas Belajar (Kombel) di internal guru-guru pada satuan penididkan akan memberikan solusi yang sangat efektif. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah bentuk lokakarya yang meliputi tahapan mulai dari diri, ruang kolaborasi, demostrasi kontekstual dan aksi nyata. Sedangkan materi dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan bahan ajar yang telah ditetapkan oleh Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Sumatera Utara. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sekolah yang didampingi telah mampu membuat rancangan untuk aksi nyata yang akan diterapkan di Satuan Pendidikan masing-masing. Selain itu, para peserta semakin memahami fungsi dan peran Komunitas Belajar dalam meningkatkan presetasi peserta didik dan penyelesaian setiap permasalahan pada Satuan Pendidikan. Sebagai kesimpulan bahwa peserta pada kegiatan penguatan Satuan Pendidikan telah dapat memahami dengan baik terkait Komunitas Belajar
PERAN MAHASISWA KKN STAIN MADINA 2023 DALAM UPAYA PENINGKATAN LAYANAN PENDIDIKAN ANAK MELALUI PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR DI DESA PAGARAN SINGKAM
Kegiatan Kuliah Kerja nyata (KKN) adalah salah bentuk dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen, pengabdian ini bertujuan untuk menjalin senergi antara Perguruan tinggi dengan masyarakat khusunya kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang dipelajari nya selama dibangku kuliah.Masyarakat adalah tempat untuk mengaplikasikan ilmu mahasiswa dikarenakan sebelum Perguruan tinggi melepasnya kembali kemasyarakat harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, dengan pengabdian masyarakat ini dalam bentuk kuliah kerja nyata (KKN) diharapkan mahasiswa dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya yang di dapat di masyarakat dan membantu masalah yang ada di masyarakat itu khusus nya dibidang pendidikan. Sama halnya dengan kuliah kerja nyata kelompok 40 dari STAIN MADINA yang ditempatkan untuk mengabdi di desa pagaran singkam kecamatan padang bolak kabupaten PADANG LAWAS UTARA pendidikan menjadi tujuan utama dari kelompok ini, dikarenakan pendidikan adalah bagian penting dari kehidupan. Metode yang berbasis PAR. PAR ialah singkatan participatory Action Research. Pada dasarnya PAR adalah penelitian yang melibatkan semua pihak yang relevan dalam meneliti secara aktif bersama-sama tindakan saat ini (yang mereka alami sebagai bermasalah) dalam rangka untuk mengubah dan memperbaikinya Dalam pengabdian ini, pendekatan partisipatif digunakan untuk melibatkan komunitas setempat dalam proses penyuluhan. Pengabdian kepada masayarakat merupakan salah satu tugas Perguruan tinngi disamping pendididkan dan penelitian Berdasarkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sudah kami lakukan maka dapat kita simpulkan bahwa program yang telah disusun dapat dilaksanakan dan sangat bermaafaat bagi kami dan juga masyarakat di desa Pagaran Singkam.
 
Kaedah-Kaedah Jarh Dan Ta’dil Dalam Penelitian Hadis Nabi
The Hadith is the second source of Islamic law after the Koran which serves as a bayan for verses of the Qur\u27an. As the main source of Islamic teachings, it should require research and standard methods in determining the quality of a hadith. then in this study will be described the rules of al-Jarh wa Ta\u27dil to establish the assessment status of a periwayat. This study uses a descriptive qualitative method and aims to clearly outline every rule of thumb related to jarh wa ta\u27dil. This Study’s results the rules of jarh wa ta\u27dil are systematically deciphered and concluded into the main rules of Jarh wa Ta\u27dil science.Hadis merupakan sumber hukum Islam kedua setelah Alquran yang berfungsi sebagai bayan bagi setiap yat-ayat Alquran. Sebagai sumber ajaran Islam yang utama maka sudah semestinya butuh penelitian dan kaedah yang baku dalam menentukan kualitas suatu hadis. maka dalam penelitian ini akan diuraikan kaidah-kaidah al-Jarh wa Ta’dil untuk menetapkan status penilaian seorang periwayat. Penelitian ini menggunakan metode kulaitatif deskriptif dan bertujuan untuk menguraikan secara gamblang setiap kaidah kaidah yang terkait dengan jarh wa ta’dil. Adapun hasil dari penelitian ini adalah kaidah-kaidah jarh wa ta’dil diuraikan dengan sistematis dan disimpulkan menjadi kaidah-kaidah pokok ilmu Jarh wa Ta’dil