Direktori Jurnal Elektronik Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal
Not a member yet
    1167 research outputs found

    Tren Pemahaman al-Qur’an Masyarakat Indonesia: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis dari 2019 hingga 2024

    Full text link
    The study of the living quran appears as a relatively new area of quranic studies which has not been found yet in classical and medieval Islamic intellectualism tradition. Indonesian Muslim Scholars articulated their interests in that discourse over various scholarly research. To grasp the trends of Indonesian understanding of the Quran, I was encouraged to delve academic writings published whose main focus is the living quran in Indonesian context. This work imposes systematic literature review (SLR) method with previously formulated scientific procedures. The result reveals that the community has embodied the sacred text in various medium showing the diversity of social entity types enlivening the Quran. The preliminary factors behind the form of the Quran’s practices are varied either, depending on man’s intention to internalize the divine message. From a methodological aspect, studies whose objects are living quran in society entail scientific set intensification due to the limitation of the research methods applied by scholars.Studi living quran merupakan wilayah kajian baru dalam studi al-Qur’an yang tidak ditemukan dalam khazanah intelektualisme Islam klasik maupun pertengahan. Sarjana Muslim Indonesia memperlihatkan ketertarikannya terhadap wacana kajian ini di berbagai karya tulis akademik. Untuk melihat tren pemahaman al-Qur’an masyarakat Indonesia, penulis terdorong untuk meneliti karya-karya akademik yang lahir yang bahasan utamanya adalah living quran dalam konteks Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis (systematic literature review) dengan langkah-langkah yang telah dirumuskan secara ilmiah. Hasil penelitin menunjukkan bahwa masyarakat telah mengejawantahkan teks suci ke dalam berbagai wadah yang menunjukkan keberagaman jenis entitas sosial yang menghidupkan al-Qur’an. Faktor yang melatarbelakangi bentuk pengamalan al-Qur’an pun tidak tunggal, bergantung kepada intensi internalisasi pesan ilahi dalam diri setiap insan. Dari aspek metodologis, kajian dengan objek al-Qur’an yang hidup di masyarakat memerlukan intensifikasi perangkat ilmiah karena keterbatasan metode penelitian yang diterapkan oleh para peneliti

    Self Value dalam Bayang-Bayang Uang: Kajian Hadis ‘Abd al-D?n?r’ dan Perspektif Filsafat Sosial Kontemporer

    Full text link
    This paper discusses the phenomenon of a self-value crisis in the context of modern materialism, with a focus on the Prophet Muhammad’s ?ad?th concerning ‘abd al-d?n?r (the slave of money). The study integrates a ?ad?th-based approach with contemporary social philosophy to understand the impact of monetary domination on individual identity and morality. The findings reveal that the ?ad?th offers a profound critique of material enslavement, while social philosophy highlights the structural mechanisms that reinforce consumerist culture. This paper recommends a renewal of spiritual and social consciousness as an effort to restore authentic self-valueTulisan ini membahas fenomena krisis nilai diri (self value) dalam konteks materialisme modern dengan fokus pada hadis Nabi Muhammad SAW tentang ‘abd al-d?n?r (budak uang). Kajian ini mengintegrasikan pendekatan hadis dan pemikiran filsafat sosial kontemporer untuk memahami dampak dominasi uang terhadap identitas dan moral individu. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis memberikan kritik mendalam terhadap perbudakan materi, sementara filsafat sosial menyoroti mekanisme sosial yang memperkuat budaya konsumtif. Tulisan ini merekomendasikan pembaruan kesadaran spiritual dan sosial sebagai upaya mengembalikan nilai diri yang hakiki.    &nbsp

    Dampak Konsumsi Konten Video Pendek Terhadap Daya Ingat dan Fokus Belajar Siswa Sekolah Dasar

    Full text link
    The phenomenon of using short videos such as TikTok and YouTube Shorts is increasingly prevalent among elementary school students. Easy access to this instant content influences children\u27s learning habits, including their ability to retain information and maintain focus. The background of this study stems from concerns about the decline in students\u27 cognitive capacity due to the rapid and brief media consumption patterns, which may interfere with long-term learning processes.This research employs a literature review method by analyzing various scientific sources, observational findings, and relevant social phenomena. The analysis is conducted using a descriptive-qualitative approach to understand the impact of short video content on memory and learning focus in children. The findings indicate that excessive consumption of short videos leads to decreased attention spans, increased desire for instant stimulation, and difficulties in maintaining concentration during learning. Children become more easily distracted and show a decline in deep information retention. Short videos have a negative impact on memory and learning focus among elementary school students if not properly supervised. Active involvement from parents and teachers is essential in controlling media access and designing learning activities that train focus and long-term comprehension.Fenomena penggunaan video pendek seperti TikTok dan YouTube Shorts semakin marak di kalangan siswa sekolah dasar. Akses yang mudah terhadap konten instan ini memengaruhi cara belajar anak, termasuk kemampuan mereka dalam mengingat informasi dan mempertahankan fokus. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kekhawatiran terhadap penurunan daya kognitif siswa akibat pola konsumsi media yang cepat dan singkat, yang berpotensi mengganggu proses belajar jangka panjang. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah, hasil observasi, dan fenomena sosial yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif untuk memahami pengaruh konten video pendek terhadap aspek daya ingat dan fokus belajar anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi berlebihan terhadap video pendek berdampak pada penurunan rentang perhatian, peningkatan keinginan akan stimulasi instan, serta kesulitan dalam mempertahankan konsentrasi saat belajar. Anak menjadi lebih mudah terdistraksi dan menunjukkan penurunan dalam mengingat informasi secara mendalam. Video pendek memiliki dampak negatif terhadap daya ingat dan fokus belajar siswa sekolah dasar jika tidak diawasi dengan baik. Diperlukan peran aktif dari orang tua dan guru dalam mengontrol akses media serta merancang pembelajaran yang melatih fokus dan pemahaman jangka panjang

    DINAMIKA DISKUSI DI MAJELIS TA’LIM AT-TAUFIQIYAH WONOPRINGGO: UIN KH. ABDURRAHMAN WAHID PEKALONGAN

    No full text
    Teknik korespondensi dalam majlis taklim ini menjadi strategi komunikasi yang sangat efektif untuk mendukung kelancaran proses pengajian, khususnya ketika pertemuan fisik atau tatap muka langsung tidak dapat dilakukan. Selain itu, metode ini memungkinkan seluruh anggota komunitas untuk berpartisipasi aktif tanpa adanya batasan geografis. Di majlis taklim Wonopringgo, diskusi sering diawali dengan pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan topik yang dibahas. Dinamika diskusi menghadapi dua tantangan, yakni tantangan internal dan eksternal. Tantangan internal yang perlu dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia. Sementara itu, tantangan eksternal muncul dari perubahan sosial dan budaya yang berlangsung dengan cepat. Terlebih lagi di era digital saat ini, banyak individu cenderung lebih tertarik pada aktivitas yang bersifat duniawi ketimbang terlibat dalam kegiatan keagamaan

    The Theoretical Analysis of the Role of Accounting in Achieving Good Governance in the Public Sector

    No full text
    Good governance is an essential concept in the public sector that emphasizes transparency, accountability, efficiency, effectiveness, and public participation. Accounting plays a central role in providing reliable information as the basis for accountability and decision-making. This article aims to analyze the role of accounting in promoting good governance through literature review and a normative-critical approach. The study adopts a library research method by exploring the contributions of theories such as Agency, Legitimacy, Institutional, Stewardship, and Systems Theory to the practice of public sector accounting. The findings indicate that accounting is not merely a technical reporting tool, but also serves as an instrument of legitimacy, social control, and a driver of accountability culture. Strengthening human resource capacity, bureaucratic reform, and the implementation of information technology are critical factors in optimizing the function of accounting to support good governance in the public sector.Good governance merupakan konsep penting dalam sektor publik yang menekankan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, efektivitas, dan partisipasi. Akuntansi memiliki peran sentral dalam menyediakan informasi yang andal sebagai dasar pertanggungjawaban dan pengambilan keputusan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran akuntansi dalam mewujudkan good governance melalui kajian literatur dan pendekatan normatif-kritis. Penelitian menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menggali kontribusi teori-teori seperti Agensi, Legitimasi, Institusional, Stewardship, dan Teori Sistem terhadap praktik akuntansi sektor publik. Hasil kajian menunjukkan bahwa akuntansi bukan hanya alat teknis pelaporan, tetapi juga merupakan instrumen legitimasi, kontrol sosial, dan pembentuk budaya akuntabilitas. Penguatan kapasitas SDM, reformasi birokrasi, dan penerapan teknologi informasi menjadi faktor penentu optimalisasi fungsi akuntansi dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang baik

    Implementasi Perlindungan Hukum Terhadap Anak dalam Kasus Perceraian berdasarkan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 (Studi Kasus Pengadilan Agama Binjai)

    No full text
    The rising divorce rate in Indonesia has serious implications for the fulfillment of children\u27s rights, particularly regarding the psychological aspects, which are often neglected. This study aims to analyze the implementation of legal protection for children, with a focus on their psychological needs and the principle of the best interest of the child, in divorce cases at the Binjai Religious Court. The research method employed is normative-juridical, utilizing a statutory approach, a conceptual approach, and an analysis of Islamic law perspectives concerning hadhanah (child custody) and child support (nafkah). Data was sourced from regulations, academic literature, and court case documents. The findings reveal that although judges have referred to child protection provisions (such as those in Law Number 35 of 2014), considerations of children\u27s psychological aspects remain declarative and have not become substantive in court rulings. The main obstacles include judges\u27 limited understanding of family psychological dynamics, the scarcity of counseling support services within the court environment, and low parental awareness. It is concluded that strengthening both regulations and judicial practices is necessary to ensure comprehensive child protection in the aftermath of divorce.Perkawinan merupakan ikatan hukum antara laki-laki dan perempuan yang membentuk keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dalam putusan hak asuh pasca-perceraian di Pengadilan Agama Binjai, serta mengidentifikasi hambatan dan strategi untuk perlindungan anak yang efektif, khususnya dalam mendukung perkembangan emosional dan sosial. Metode yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan pendekatan statute dan konseptual, melalui kajian peraturan, wawancara hakim, dan data kasus. Hasil menunjukkan penerapan prinsip kepentingan terbaik bagi anak secara konsisten pemenuhan hak memilih anak usia mumayyiz, penetapan nafkah proporsional, serta penegakan hak kunjung sesuai SEMA No. 1/2017 namun disertai rendahnya kesadaran publik, tantangan penegakan putusan, dan kurangnya intervensi psikososial. Rekomendasi meliputi peningkatan sosialisasi hukum, penguatan koordinasi lintas lembaga, serta integrasi dukungan psikososial untuk menjembatani kesenjangan antara norma hukum dan praktik sehari-hari

    Inovasi dan Pembaharuan Manajemen Pendidikan Islam: Abidatil Qinni, Sri Minarti

    Full text link
    This study aims to determine the concept of innovation and renewal in Islamic education management. This research uses a type of library research with a qualitative approach and descriptive analysis. This research data collection technique is in the form of notes, previous research journals, articles and so on. While data analysis is carried out using three stages, namely data reduction, data display and drawing conclusions. The results showed that innovation and renewal of Islamic education management have the same meaning to improve the efficiency, quality, and relevance of education while maintaining the basic values of Islamic teachings, and the role of innovation in renewing Islamic education management includes several things including the quality of education, adjusting to the times, strengthening the implementation of Islamic values and so on.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep inovasi dan pembaharuan dalam manajemen pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini berupa catatan, penelitian terdahulum jurnal, artikel dan lain sebaginya. Sedangkan analisis data dilakukan menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi dan pembaharuan manajemen pendidikan Islam mempunyai kesamaan makna untuk meningkatkan efisiensi, kualitas, dan relevansi pendidikan sambil mempertahankan nilai-nilai dasar ajaran Islam, dan peran inovasi pembaharuan manajemen pendidikan Islam meliputi beberapa hal diantaranya mutu pendidikan, menyesuaikan dengan perkembangan zaman, memperkuat implementasi nilai-nilai Islam dan lain sebagainya

    MANAJEMEN ZAKAT PRODUKTIF BAGI PENDIDIKAN PESANTREN : ANALISIS PERAN BAZNAS KOTA SURABAYA MELALUI PROGRAM INSENTIF

    Full text link
    Zakat produktif memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan pendidikan pesantren, terutama pada lembaga yang belum memperoleh bantuan pemerintah. Penelitian ini membahas manajemen pendayagunaan zakat oleh BAZNAS Kota Surabaya melalui Program Berdakwah yang difokuskan pada pemberian insentif guru pesantren dan bantuan biaya pendidikan santri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan program serta dampaknya terhadap kesejahteraan pendidik dan keberlangsungan pendidikan di pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui pengumpulan data dari dokumentasi dan wawancara dengan pengelola program. Hasil temuan menunjukkan bahwa program telah menjangkau lebih dari 15 lembaga pesantren, dengan dua guru dan sekitar 10% santri per lembaga sebagai penerima manfaat. Meskipun terdapat kendala dalam pelaporan dan pemahaman mekanisme program, inisiatif ini dinilai efektif dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan umat. Program ini juga berpotensi meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Dengan demikian, pengelolaan zakat produktif oleh BAZNAS dapat menjadi model pemberdayaan pendidikan berbasis pesantren yang dapat direplikasi di wilayah lain.Zakat produktif memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan pendidikan pesantren, terutama pada lembaga yang belum memperoleh bantuan pemerintah. Penelitian ini membahas manajemen pendayagunaan zakat oleh BAZNAS Kota Surabaya melalui Program Berdakwah yang difokuskan pada pemberian insentif guru pesantren dan bantuan biaya pendidikan santri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan program serta dampaknya terhadap kesejahteraan pendidik dan keberlangsungan pendidikan di pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui pengumpulan data dari dokumentasi dan wawancara dengan pengelola program. Hasil temuan menunjukkan bahwa program telah menjangkau lebih dari 15 lembaga pesantren, dengan dua guru dan sekitar 10% santri per lembaga sebagai penerima manfaat. Meskipun terdapat kendala dalam pelaporan dan pemahaman mekanisme program, inisiatif ini dinilai efektif dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan umat. Program ini juga berpotensi meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Dengan demikian, pengelolaan zakat produktif oleh BAZNAS dapat menjadi model pemberdayaan pendidikan berbasis pesantren yang dapat direplikasi di wilayah lain

    Implementasi Penyertaan Akad Wakalah Dalam Pembiayaan Murabahah Pada PT. Bank Sumut KCPSy Panyabungan: Warisatul Ummi

    Full text link
    AbstractThe purpose of this study is to examine the implementation of the Wakalah agreement in Murabahah financing at Bank Sumut, Panyabungan Branch Office, and the level of customer understanding of the Murabahah and Wakalahagreements at PT. Bank Sumut, Panyabungan Branch Office. The research method used is field research with a descriptive qualitative approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results indicate that PT. Bank Sumut, Panyabungan Branch Office, always includes a complementary agreement, the Wakalah agreement, when distributing Murabahah financing. Murabahah financing at PT. Bank Sumut, Panyabungan Branch Office, meets the Wakalah requirements, thus fulfilling Sharia compliance standards and principles. Sharia compliance standards in Wakalah include adherence to the pillars and requirements of the Wakalah contract, adherence to fatwas and regulations, adherence to the Murabahah bil Wakalah process, documentation, and transparency. The application of the Wakalah contract in Murabahah financing at Bank Sumut KCPSy Panyabungan reflects both compliance with Sharia principles and transaction efficiency. However, customers at PT. Bank Sumut KCPSy Panyabungan have very little understanding of the contracts used, the financing proposed, and the role explained by the bank, which serves as a representative in purchasing goods. Keywords: Contract, Wakalah, Murabahah, Financing, Implementation

    Prinsip Pengajaran dan Dakwah Al-Qur’an Menurut As-Sa’di

    Full text link
    Penelitian ini menganalisis prinsip-prinsip pengajaran dan penyebaran Al-Qur\u27an menurut As-Sa\u27di dan penerapannya dalam dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi untuk mengatasi amoralitas dan korupsi dalam masyarakat modern yang disebabkan oleh kesalahan dalam prinsip-prinsip pengajaran dan penyebaran Al-Qur\u27an. Tujuan utamanya adalah untuk menganalisis relevansi ajaran As-Sa\u27di dan prinsip-prinsip dakwah untuk memperbaiki kesalahan ini. Latar belakang penelitian ini menekankan pentingnya prinsip-prinsip pengajaran yang benar untuk memastikan pemahaman dan penerapan Al-Qur\u27an yang efektif dalam kehidupan sehari-hari, mengacu pada penafsiran As-Sa\u27di tentang Surah An-Nahl, ayat 125. Metode yang digunakan adalah analisis penafsiran Al-Qur\u27an As-Sa\u27di, dengan fokus pada ayat-ayat yang berkaitan dengan pengajaran dan dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip pengajaran As-Sa\u27di dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang ajaran Al-Qur\u27an. Studi ini juga mengidentifikasi tantangan dalam pengajaran modern dan dakwah dan menawarkan solusi yang relevan berdasarkan metode As-Sa\u27di dan contoh praktis dari Al-Qur\u27an. Kesimpulannya, pengajaran yang mengikuti prinsip-prinsip As-Sa\u27di dapat meningkatkan efektivitas dakwah dan membantu para pendidik dan pendakwah dalam membimbing umat Islam menuju pemahaman yang lebih baik sesuai dengan ajaran Islam.Penelitian ini menganalisis prinsip-prinsip pengajaran dan dakwah Al-Qur\u27an menurut As-Sa\u27di dan penerapannya dalam dakwah. Penelitian ini bertujuan mencari solusi untuk mengatasi kemaksiatan dan kerusakan di masyarakat modern akibat kesalahan prinsip pengajaran dan dakwah Al-Qur\u27an. Tujuan utama adalah menganalisis relevansi pengajaran dan dakwah Al-Qur\u27an menurut As-Sa\u27di untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Latar belakang penelitian ini menekankan pentingnya prinsip pengajaran yang benar agar pemahaman dan penerapan Al-Qur\u27an dalam kehidupan sehari-hari menjadi efektif, merujuk pada tafsir As-Sa\u27di pada Surah An-Nahl ayat 125. Metode yang digunakan adalah analisis tafsir Al-Qur\u27an karya As-Sa\u27di, dengan fokus pada ayat-ayat yang terkait dengan pengajaran dan dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip pengajaran As-Sa\u27di dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ajaran Al-Qur\u27an. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam pengajaran dan dakwah modern serta menawarkan solusi relevan berdasarkan metode As-Sa\u27di dan contoh penerapannya dari Al-Qur\u27an. Kesimpulannya, pengajaran yang mengikuti prinsip-prinsip As-Sa\u27di dapat meningkatkan efektivitas dakwah dan membantu pengajar serta pendakwah membimbing umat Islam menuju pemahaman yang lebih baik sesuai ajaran Islam

    850

    full texts

    1,167

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Direktori Jurnal Elektronik Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇