Direktori Jurnal Elektronik Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal
Not a member yet
1167 research outputs found
Sort by
Sakralitas Pernikahan dalam Cahaya Al-Qur\u27an : Sakralitas Pernikahan dalam Cahaya Al-Qur\u27an
Marriage is one of the social institutions that has an important position in Islam, not only as a means of fulfilling biological needs, but also as a form of worship that has high spiritual value. This article aims to examine the concept of the sacredness of marriage from the perspective of the Qur\u27an, by highlighting the values ??of faith, harmony, and responsibility that are the foundation of an Islamic household. A thematic interpretation approach is used to explore the meaning of relevant verses of the Qur\u27an, such as Surah Ar-Rum verse 21 on mawaddah wa rahmah (love and affection) and Surah An-Nisa verse 34 on the roles and responsibilities of husband and wife. The results of the study show that marriage in Islam has a deep spiritual dimension, namely as a mitsaqan ghalizha (a heavy covenant) that connects a husband and wife with Allah swt. In addition, the sacredness of marriage is also reflected in the guidance of the Qur\u27an which emphasizes the importance of good communication, mutual understanding, and commitment to building a family that is sakinah (peaceful), mawaddah (full of love), and rahmah (affectionate). Thus, a deep understanding of the sacredness of marriage in the Al-Qur\u27an can be a guide for Muslims in building a harmonious domestic life and the approval of Allah swt.Pernikahan merupakan salah satu institusi sosial yang memiliki kedudukan penting dalam Islam, tidak hanya sebagai sarana pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi juga sebagai wujud ibadah yang bernilai spiritual tinggi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep sakralitas pernikahan dalam perspektif Al-Qur\u27an, dengan menyoroti nilai-nilai keimanan, keharmonisan, dan tanggung jawab yang menjadi landasan rumah tangga Islami. Pendekatan tafsir tematik digunakan untuk menggali makna ayat-ayat Al-Qur\u27an yang relevan, seperti Surat Ar-Rum ayat 21 tentang mawaddah wa rahmah (cinta dan kasih sayang) serta Surat An-Nisa ayat 34 mengenai peran dan tanggung jawab suami-istri. Hasil kajian menunjukkan bahwa pernikahan dalam Islam memiliki dimensi spiritual yang mendalam, yaitu sebagai mitsaqan ghalizha (perjanjian yang berat) yang menghubungkan pasangan suami-istri dengan Allah swt., Selain itu, sakralitas pernikahan juga tercermin dalam tuntunan Al-Qur\u27an yang menekankan pentingnya komunikasi yang baik, saling pengertian, dan komitmen untuk membangun keluarga yang sakinah (damai), mawaddah (penuh cinta), dan rahmah (kasih sayang). Dengan demikian, pemahaman yang mendalam tentang sakralitas pernikahan dalam Al-Qur\u27an dapat menjadi panduan bagi umat Islam dalam membangun kehidupan rumah tangga yang harmonis dan diridhai Allah swt
Penerapan Media Dadu Geometri Dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif Dan Motorik Anak: The Use of Geometric Dice Media in Developing Children\u27s Cognitive and Motor Skills
Penggunaan media pembelajaran inovatif dan kreatif makin memudar. Hal ini disebabkan beberapa faktor di antaranya kurang kompetennya guru dalam mengembangkan media pembelaajaran dan kurangnya minat anak dalam proses pembelajaran yang selalu saja membaca, menulis, menghitung dan menggambar atau mewarnai. Berdasarkan permasalahan tersebut maka peneliti menerapkan media dadu geometri dalam mengembangkan kemampuan kognitif dan motorik anak usia dini di TK Pertiwi Indralaya. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah anak usia 5-6 tahun yang berjumlah 7 orang serta guru dan wali murid. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan pada analisis data dimulai dari pengumpulan data, penyaringan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kemampuan kognitif terjadi peningkatan yang semula rata-rata mulai berkembang menjadi berkembang sesuai harapan dengan persentase yang didapatkan sebesar 71,42% anak berkembang sesuai harapan dan 28,57% berkembang sangat baik. Sedangkan pada kemampuan motorik anak didapatkan 42,85% berkembang sesuai harapan dan 57,14% berkembang sangat baik
Literasi Lingkungan dan Ekologi di Sekolah Dasar: Analisis Bibliometrik
Environmental literacy and ecological literacy are considered key competencies in building students\u27 understanding, attitudes, and actions towards the environment. Although research in this field continues to grow, systematic mapping of trends, themes, and distribution of research at the elementary school level is still limited. This study aims to map the development and trends of environmental literacy and ecological literacy research in elementary schools through bibliometric analysis. The study uses a descriptive quantitative approach by analyzing 314 publications obtained from Google Scholar. Data analysis was conducted using VOSviewer and Microsoft Excel software to identify publication trends, geographical distribution, types of publication sources, and thematic clusters of research. The results of the analysis show that the number of publications has increased significantly in the last five years, with a dominance of research contributions from Indonesia and a concentration of research areas on the island of Java. Keyword analysis revealed five main thematic clusters, namely learning models and strategies, literacy and ecoliteracy development, the role of the environment and stakeholders, media and curriculum development, and environmental awareness and attitudes. These findings indicate that research on environmental literacy and ecoliteracy in elementary schools is developing multidimensionally, but still faces regional distribution gaps and limitations in comparative studie
PERAN BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN DAYA INGAT LANSIA: STUDI PENDEKATAN SPRITITUAL
Penurunan daya ingat adalah salah satu permasalahan yang sering dialami oleh lansia, dan mempengaruhi kualitas hidup lansia. Kemampuan kognitif lansia saat bertambahnya usia semakin menurun, termasuk kemampuan dalam mengingat informasi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk membantu lansia dalam mengatasi daya ingat, tetapi pendekatan yang menekankan pada aspek spiritual masih jarang dijadikan fokus utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran bimbingan penyuluhan islam dalam meningkatkan daya ingat lansia melalui pendekatan spiritual. Peran bimbingan penyuluhan islam dipandang mampu memberikan dampak positif melalui pendekatan spiritual religius yang menyentuh psikologis lansia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengeksplorasi pengaruh bimbingan spiritual berbasis islam terhadap peningkatan daya ingat lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahawa lansia yang secara teratur mendapatkan bimbingan spiritual melalui penyuluhan agama mengalami peningkatan daya ingat yang signifikan memperbaiki kondisi psikologis lansia. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengembangan program bimbingan penyuluhan islam untuk lansia harus lebih diperhatikan dalam meningkatkan kesejahteraan mental dan daya ingat lansia. Pentingnya aspek spiritual dalam proses penuaan perlu mendapatkan perhatian lebih dalam konteks kesehatan lansia secara holistik. Dengan demikian, bimbingan penyulihan islam melalui pendekatan spiritual berpotensi menjadi salah satu intervensi efektif dalam menjaga dan meningkatkan fngsi kognitif lansia
Manajemen Dakwah Berbasis Recharging Iman: Studi Tokoh Gus Sauqi Dalam Membina Spiritual Keberagamaan Mad’u Di Tulungagung
Penelitian ini memiliki fokus untuk mengetahui konsep manajemen dakwah berbasis peningkatan iman yang dilakukan Gus Sauqi dalam proses membina keberagamaan mad’u di Tulungagung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, sumber data dalam penelitian ini dapat dibagi menjadi dua jenis, sumber data primer (Primary Resources) dan sumber data skunder (Secondary Recources) penelitian ini dilakukan di kabupaten Tulungagung. Gus Sauqi sebagai subjek penelitian dan melibatkan orang-orang yang mengetahui kegiatan dakwah yang dilakukan Gus Sauqi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga tahapan (snowball sampling) guna memperoleh data yang valid. Fokus penelitian adalah mengemukakan konsep manajemen dakwah berbasis peningkatan iman yang dilakukan Gus Sauqi dalam kegiatan dakwahnya, mengetahui isi kandungan meteri dakwah yang disampaikan, dan mengetahui dampak setelah mengikuti proses manajemen dakwah berbasis peningkatan iman yang dilakukan Gus Sauqi. Dari hasil penelitian ini menjelaskan bahwa manajemen dakwah berbasis peningkatan iman dilakukan Gus Sauqi secara perlahan bisa meningkatkan kualitas keimanan pada mad’u karena menggunakan dengan metode eksklusif dan pendekatan spiritual yang mendalam, disertai dengan menggunakan pesan dakwah berupa amaliyah-amaliyah dzikir, penguatan niat, dengan dibalut dalam bingkai thoriqoh yang di dalamnya mengandung pesan akidah, tauhid, dan akhlak, dan berdampak pada kualitas iman para mad’u yang semakin meningkat.
 
THE RELEVANCE OF WAQF IN SUPPORTING ENVIRONMENTAL EDUCATION AND SUSTAINABLE DEVELOPMENT
Climate change and environmental degradation have become major worldwide issues, particularly in poorer nations. There are still gaps in funding and community-level instruction for sustainable environmental practices, despite global commitments to the Sustainable Development Goals (SDGs). Although the Islamic institution of waqf, a type of perpetual charity endowment, has long been important for social welfare, little is known about how it might help with sustainability and environmental education. The purpose of this study is to investigate the applicability and potential of waqf in advancing sustainable development and environmental education. It looks at how waqf can be set up and used to support environmental initiatives, ecological literacy, and awareness-raising initiatives both inside and outside of Muslim communities. Using content analysis of original Islamic law sources, historical case studies, and modern waqf models from nations like Malaysia, Indonesia, and Turkey, a qualitative research approach was used. To learn more about real-world applications and difficulties, semi-structured interviews were also done with community leaders, environmental academics, and waqf officials. By creating eco-friendly schools, assisting research facilities, financing green technology, and supporting awareness campaigns based on Islamic ecological ideals, waqf can make a substantial contribution to environmental education and sustainable development, according to the study. Examples from history show that waqf holdings were historically utilized to protect public amenities and natural resources like forests and water sources. In certain nations with a majority of Muslims, contemporary waqf organizations are already starting to adjust to sustainability goals. However, because of a lack of knowledge, legal restrictions, and a lack of creativity in waqf management, this integration is still quite low. The scope of this study focuses on a few Muslim-majority nations with operational waqf organizations. Access to waqf administrative documents and some parties\u27 reluctance to reveal financial strategies are further barriers to empirical dataClimate change and environmental degradation have become major worldwide issues, particularly in poorer nations. There are still gaps in funding and community-level instruction for sustainable environmental practices, despite global commitments to the Sustainable Development Goals (SDGs). Although the Islamic institution of waqf, a type of perpetual charity endowment, has long been important for social welfare, little is known about how it might help with sustainability and environmental education. The purpose of this study is to investigate the applicability and potential of waqf in advancing sustainable development and environmental education. It looks at how waqf can be set up and used to support environmental initiatives, ecological literacy, and awareness-raising initiatives both inside and outside of Muslim communities. Using content analysis of original Islamic law sources, historical case studies, and modern waqf models from nations like Malaysia, Indonesia, and Turkey, a qualitative research approach was used. To learn more about real-world applications and difficulties, semi-structured interviews were also done with community leaders, environmental academics, and waqf officials. By creating eco-friendly schools, assisting research facilities, financing green technology, and supporting awareness campaigns based on Islamic ecological ideals, waqf can make a substantial contribution to environmental education and sustainable development, according to the study. Examples from history show that waqf holdings were historically utilized to protect public amenities and natural resources like forests and water sources. In certain nations with a majority of Muslims, contemporary waqf organizations are already starting to adjust to sustainability goals. However, because of a lack of knowledge, legal restrictions, and a lack of creativity in waqf management, this integration is still quite low. The scope of this study focuses on a few Muslim-majority nations with operational waqf organizations. Access to waqf administrative documents and some parties\u27 reluctance to reveal financial strategies are further barriers to empirical dat
Pengelolaan Bidang Akademik dalam Pendidikan Menengah di Pesantren Musthafawiyah Purba Baru
Pengelolaan bidang akademik merupakan suatu kegiatan untuk mengatur dan mengelola aktivitas yang berhubungan dengan proses atau sistem pembelajaran untuk mendapatkan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan yang dapat dilakukan secara tatap muka di sekolah atau di luar sekolah secara terencana. Pengelolaan akademik berkaitan dengan pengetahuan peserta didik terhadap pembelajaran, maka kemampuan akademik sangat menentukan kualitas dari suatu lembaga pendidikan. Pesantren musthafawiyah sudah melakukan pengelolaan yang baik di bidang akademik, hal ini dapat dilihat dari banyaknya prestasi yang sudah diraih, dan tidak jarang pesantren ini sering menjadi juara umum baik itu di tingkat kecamatan sampai pada tingkat provinsi. Pengelolaan yang baik dari pesantren ini juga dapat dilihat pada keberhasilan sekolah dalam mengirimkan santrinya duduk di bangku perkuliahan di dalam negeri hingga ke luar negeri. Pengelolaan yang dilakukan oleh pesantren ini adalah dengan melakukan bimbingan terhadap para santri yang di luar jam pembelajaran. Dalam keberhasilan ini tentunya sekolah juga mengalami beberapa kendala salah satunya adalah kurangnya disiplin santri dan kurangnya motivasi dalam belajar sehingga menuntut para pendidik untuk lebih memberikan semangat dan harus mendapat perhatian penuh dari orang tua.
Keywords: Pengelolaan, Bidang Akademik, Peserta Didik
Tata Kelola Pendidikan Studi Kasus Tantangan Tata Kelola Pendidikan Islam di Daerah 3T: Analisis di Desa Parlampungan, Mandailing Natal
This study aims to analyze the challenges of Islamic education governance in Parlampungan village, Mandailing Natal 3T regions (Frontier, Outermost, and Disadvantaged), focusing on infrastructure, human resources, policy implementation, and the conflict between local values and national education approaches. A descriptive qualitative method was employed, utilizing literature reviews and case studies of Islamic educational institutions in 3T areas. The findings reveal systemic limitations, including inadequate facilities, shortage of qualified teachers, weak managerial capacity, and lack of contextualized policy support. Moreover, the tension between local cultural values and the standardized national curriculum poses a significant challenge, potentially undermining students\u27 cultural identities. The study suggests the need for adaptive, community-based governance reforms, incorporating contextual curriculum development and capacity building for educators. These findings highlight the importance of an Islamic education governance model that is not only administratively accountable but also socially and culturally relevant to the unique realities of 3T regions.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan tata kelola pendidikan Islam di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) di desa Parlampungan, Mandailing Natal, dengan menyoroti aspek infrastruktur, sumber daya manusia, kebijakan, serta benturan antara nilai-nilai lokal dan pendekatan pendidikan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis literatur dan studi kasus pada beberapa lembaga pendidikan Islam di wilayah 3T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam di daerah 3T menghadapi keterbatasan yang sistemik, mulai dari sarana prasarana yang minim, kekurangan guru berkualifikasi, lemahnya kapasitas manajerial, hingga kurangnya dukungan kebijakan yang kontekstual. Selain itu, ditemukan adanya ketegangan antara nilai-nilai lokal dengan kurikulum nasional yang bersifat seragam, yang berpotensi mereduksi identitas budaya peserta didik. Penelitian ini menyarankan perlunya reformasi tata kelola yang adaptif dan berbasis komunitas, termasuk pengembangan kurikulum yang kontekstual dan pelatihan bagi tenaga pendidik. Temuan ini menegaskan pentingnya pendidikan Islam yang tidak hanya akuntabel secara administratif, tetapi juga relevan secara sosial dan kultural
PENGARUH BUDAYA POPULER TERHADAP ETIKA BERPAKAIAN DI LINGKUNGAN KAMPUS
Penelitian ini membahas membahas pengaruh budaya populer berpakaian terhadap mahasiswa dalam konteks etika berpakaian di lingkungan kampus. Budaya populer, yang tercermin dalam tren berpakaian yang berasal dari media, selebriti, atau pengaruh lainnya, memiliki dampak signifikan pada pola berpakaian mahasiswa di lingkungan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana budaya populer berpakaian mempengaruhi pemahaman mahasiswa tentang etika berpakaian di kampus. Metode penelitian yang digunakan meliputi survei dan wawancara untuk mengumpulkan data tentang persepsi, preferensi, dan pemahaman mahasiswa terkait dengan pakaian yang mereka kenakan di lingkungan kampus. Data ini akan dianalisis untuk mengidentifikasi hubungan antara pengaruh budaya populer berpakaian dengan pemahaman etika berpakaian di lingkungan akademik.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana budaya populer memengaruhi mahasiswa dalam memilih pakaian mereka di lingkungan kampus. Implikasi dari temuan ini dapat membantu universitas atau lembaga pendidikan untuk mengembangkan panduan atau program yang mempromosikan etika berpakaian yang sesuai dengan norma-norma akademik dan budaya kampus. Hal ini juga dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada mahasiswa tentang pentingnya berpakaian yang tepat dan menghormati lingkungan belajar mereka
Peran Istri yang Bekerja dalam Keluarga: Analisis Maslahat Menuju Keseimbangan Tradisi dan Kebutuhan Keluarga
Peran istri dalam keluarga mengalami perubahan signifikan seiring meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja, dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Dalam konteks hukum Islam, transformasi ini menuntut kajian ulang terhadap tafsiran tradisional yang memposisikan suami sebagai pencari nafkah utama dan istri sebagai pengurus rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan analisis deskriptif-kualitatif terhadap literatur hukum Islam, untuk menafsirkan ulang ajaran yang relevan dengan kebutuhan sekarang ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi istri dalam mencari nafkah dapat diterima dalam Islam, dengan syarat tidak mengabaikan kewajiban utama dalam keluarga. Prinsip maslahat menjadi landasan untuk menyeimbangkan nilai-nilai tradisional dengan tuntutan modern, sehingga istri yang bekerja dapat mendukung kestabilan ekonomi keluarga tanpa mengorbankan keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan suami dan lingkungan sosial, serta fleksibilitas aturan kerja untuk memungkinkan perempuan menjalani peran ganda secara optimal. Penafsiran kontekstual terhadap hukum Islam menjadi kunci dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus menjaga prinsip-prinsip dasar agama