Direktori Jurnal Elektronik Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal
Not a member yet
1167 research outputs found
Sort by
Pengelolaan, Peserta Didik Pengelolaan Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru di SMP Negeri 1 Panyabungan: Studi Kasus dan Solusi, : Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru di SMP Negeri 1 Panyabungan, Peran Stakeholder dalam Proses PPDB di SMP Negeri 1 Panyabungan, Peran Stakeholder dalam Proses PPDB di SMP Negeri 1 Panyabungan
This study aims to analyze the management system of the New Student Admission (PPDB) process at SMP Negeri 1 Panyabungan and propose solutions to enhance the effectiveness and transparency of student selection. A case study approach with a descriptive qualitative method was employed. Data were collected through interviews with the principal, PPDB committee members, and parents of prospective students, as well as documentation of procedures and selection results for the 2023/2024 academic year. The findings reveal that although the school has implemented an online-based admission system in accordance with government regulations, several challenges persist. These include limited public understanding of online registration procedures, inadequate technological access, and perceived unfairness in the zoning policy implementation. To address these issues, the study recommends strengthening public outreach through local media, providing a technology assistance center at the school, and developing transparency features such as real-time application tracking. With these improvements, the PPDB process at SMP Negeri 1 Panyabungan is expected to become more equitable, efficient, and accountable. This study offers practical insights for other schools facing similar challenges in transitioning to a digital-based student admission system.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 1 Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses PPDB di sekolah ini menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan infrastruktur teknologi, kurangnya pelatihan panitia, serta penerapan sistem zonasi yang belum sesuai dengan kondisi geografis lokal. Selain itu, keterlibatan masyarakat dan media dalam memantau proses PPDB menjadi faktor penting dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Penelitian ini juga menemukan bahwa masih terdapat ketimpangan kualitas pendidikan antar sekolah yang memengaruhi persepsi publik terhadap keadilan sistem zonasi. Sebagai solusi, disarankan peningkatan sosialisasi kebijakan, digitalisasi sistem PPDB, evaluasi ulang zonasi, dan penguatan pengawasan. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan tata kelola pendidikan yang lebih adaptif dan berbasis konteks lokal
The The Curricullum and Educational Politics
This study aims to describe the curriculum and education politics, the goals and functions of education politics, political and educational relations, state control over education, and a sketch of education politics in Indonesia. This study uses the literature study method, based on references from sources related to the research theme used as a reference. The results of this study indicate that the curriculum is the main part of education. Education and politics are two important elements in the socio-political system in every country, both work hand in hand in the process of forming the characteristics of society in a country. State control over education is carried out in four ways, namely: first, the education system is regulated legally; second, the education system is run as a bureaucracy, emphasizing adherence to rules and objectivity; third, implementation of compulsory education; fourth, political and economic reproduction that takes place in educational institutions in a particular political context. The sketches in Indonesian education are divided into 6 periods starting from the beginning or prehistory to the present. In addition, all policies related to education issued by the government are products of educational politics. On the other hand, the government is also obliged to ensure that all people get proper education, so that it hopes to produce quality human resources and can contribute to the interests of the nation and state.
Key Word: Curricullum, Education, Educational Politics.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kurikulum dan politik pendidikan, tujuan dan fungsi politik pendidikan, hubungan politik dan pendidikan, kontrol negara terhadap pendidikan, dan sketsa politik pendidikan di Indonesia. Penelitian ini mengunakan metode studi literatur, berdasarkan referensi dari sumber-sumber yang berkaitan dengan tema penelitian yang dijadikan sebagai rujukan. Hasil penelitian ini menunjukkan kurikulum merupakan bagian utama dari pendidikan. Pendidikan dan politik adalah dua elemen penting dalam sistem sosial politik disetiap Negara, keduanya bahu membahu dalam proses pembentukan karakteristik masyarakat disuatu Negara. Kontrol negara terhadap pendidikan dilakukan melalui empat cara, yaitu: pertama, sistem pendidikan diatur secara legal; kedua, sistem pendidikan dijalankan sebagai birokrasi, menekankan ketaatan pada aturan dan obyektivitas; ketiga, penerapan wajib pendidikan; keempat, reproduksi politik dan ekonomi yang berlangsung dilembaga pendidikan dalam konteks politik tertentu. Adapun sketsa dalam pendidikan indonesia terbagi menjadi 6 periode dimulai saat awal atau prasejarah sampai dengan saat ini. Selain itu, seluruh kebijakan terkait dengan pendidikan yang dikeluarkan oleh pemerintah merupakan produk politik pendidikan. Disisi lain, pemerintah juga berkewajiban untuk menjamin seluruh masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang layak, sehingga harapannya menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan dapat berkontribusi untuk kepentingan bangsa dan negara.
Kata Kunci: Kurikulum, Pendidikan, Politik Pendidika
a Peran Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran: Pengertian Supervisi Pendidikan, Ruang Lingkup Supervisi Pendidikan, Tujuan dan Manfaat Supervisi Pendidikan, Prinsip-prinsip Supervisi Pendidikan, Peran Supervisi Pendidikan, Peran Supervisi Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran
This study is grounded in the recognition that educational supervision plays a strategic role in improving instructional quality and teacher professionalism, as effective learning processes depend not only on curriculum and facilities but also on the continuous development of educators’ competencies. This research aims to describe the role, scope, principles, and contributions of educational supervision in enhancing teaching quality and supporting teacher development. The study employed a literature review method by analyzing relevant books, academic journals, and scientific articles related to educational supervision. The findings indicate that planned, democratic, and continuous supervision effectively identifies instructional weaknesses, provides constructive feedback, motivates teachers, and encourages innovation and professional growth. Academic supervision contributes to improving instructional practices, while managerial supervision strengthens administrative effectiveness within schools. Furthermore, the application of scientific, cooperative, and creative principles makes supervision more humanistic and productive for teachers. In conclusion, educational supervision serves as a systematic and collaborative developmental mechanism that significantly enhances learning quality while reinforcing teacher performance and professionalism.Makalah ini bertujuan mengkaji peran supervisi pendidikan dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Supervisi pendidikan berfungsi sebagai mekanisme pembinaan dan dukungan profesional kepada guru agar mampu mengembangkan kompetensi dan praktik pengajaran yang lebih baik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber relevan mengenai konsep, ruang lingkup, prinsip, dan fungsi supervisi pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi yang terstruktur dan berkesinambungan oleh kepala sekolah atau pengawas dapat mengidentifikasi kelemahan dalam proses pembelajaran, memberikan umpan balik konstruktif, serta membantu guru mengatasi kendala pembelajaran. Supervisi yang efektif mendorong pengembangan profesional guru dan memastikan standar pendidikan terpenuhi sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar. Kesimpulannya, supervisi pendidikan sangat penting untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui upaya kolaboratif dan sistematis
Studi Living Qur’an Terhadap Pertunjukkan Salawaik Dulang Pada Masyarakat Nagari Singgalang X Koto Tanah Datar
Salawaik Dulang is a traditional oral art of the Minangkabau people that presents Islamic verses containing praises to the Prophet Muhammad, prophetic stories, and religious advice accompanied by rhythmic dulang percussion. Although it functions as an important medium of dakwah, this tradition faces challenges from modernization and the declining interest of the younger generation. This study aims to explore the origins, performance processes, and religious values embedded in the Salawaik Dulang tradition in Nagari Singgalang. This field research employs a descriptive-analytic method and utilizes an ethnographic approach within a qualitative research framework. Data were collected through observation, interviews, and documentation, with informants consisting of the Nagari government, Salawaik Dulang performers, religious scholars, traditional leaders, and the local community. The findings indicate that Salawaik Dulang began to develop in Nagari Singgalang in the 1970s, inspired by performance groups from Nagari Pariangan. Its performance structure includes an opening, praises to Allah, the core dakwah delivered through cancan chants, humorous interludes, and a closing containing moral messages. The study also reveals that the religious values in Salawaik Dulang encompass three main pillars: creed (akidah), Islamic law (syariah), and ethics (akhlak). Its verses successfully internalize the teachings of monotheism, love for the Prophet, reminders of the Day of Judgment, and ethical values such as honesty, modesty, and the obligations of worship. Thus, Salawaik Dulang serves as an effective medium of dakwah that strengthens Islamic values in the daily lives of the Nagari Singgalang community
Nilai-Nilai Living Qur’an dalam Tradisi Sadakah Kaji Kamatian di Nagari Lareh Nan Panjang Selatan
The sadakah kaji kamatian tradition in Nagari Lareh Nan Panjang Selatan is a Minangkabau cultural-religious practice that integrates local customs with Islamic teachings. This tradition includes the recitation of Qur’anic verses, zikir, collective prayers, and charitable giving, all of which are understood as expressions of Qur’anic values and forms of social solidarity. The community regards this tradition as an act of worship, a means of strengthening family ties, and a reminder of death, making it an essential part of Living Qur’an practices in daily life. This study employs a qualitative method with phenomenological and anthropological approaches. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and validated using triangulation. The findings show that this tradition embodies values of worship, charity, social bonding, spiritual education, and cultural transmission to the younger generation. The sadakah kaji kamatian tradition demonstrates that the values of the Qur’an are not only recited but also manifested in the social practices of Minangkabau society.Tradisi sadakah kaji kamatian di Nagari Lareh Nan Panjang Selatan merupakan praktik budaya-religius masyarakat Minangkabau yang memadukan adat dan ajaran Islam. Tradisi ini meliputi pembacaan ayat Al-Qur’an, zikir, doa bersama, serta sedekah yang dipahami sebagai pengamalan nilai-nilai Qur’ani dan bentuk solidaritas sosial. Masyarakat memandang tradisi ini sebagai sarana ibadah, penguatan hubungan kekeluargaan, serta pengingat kematian sehingga menjadikannya bagian dari praktik Living Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan antropologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta divalidasi dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini menghidupkan nilai ibadah, sedekah, silaturahmi, pendidikan spiritual, dan pewarisan budaya kepada generasi muda. Tradisi sadakah kaji kamatian menjadi bukti bahwa nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga diwujudkan dalam praktik sosial masyarakat Minangkaba
MANFAAT ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAGI PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR
The integration of Artificial Intelligence (AI) into interactive learning media in primary education has become a strategic issue in Indonesia’s digital education transformation. This article aims to examine the benefits, challenges, and implications of AI implementation through a systematic literature review of 25 accredited national journal articles published between 2022 and 2025. Sources were selected using rigorous inclusion exclusion criteria based on thematic relevance, methodological validity, and explicit focus on primary education. Findings indicate that AI significantly enhances learning through adaptive content, instant feedback, gamification, and data-driven insights, fostering student engagement and personalization. It also strengthens teachers’ roles as facilitators and supports student-centered pedagogy. However, implementation faces structural barriers, including digital infrastructure gaps, low teacher digital literacy, and insufficient contextualization with local cultural and Islamic values. The study recommends: (1) developing needs-based teacher training programs, (2) prioritizing digital infrastructure in remote and underdeveloped regions, and (3) designing AI-powered media that integrate Qur’anic values and local wisdom. Future research should focus on empirical studies in rural schools, prototyping contextually grounded AI learning tools, and long- term investigations into AI’s impact on students’ character development and social skills. When implemented wisely, AI can serve as a powerful enabler of equitable, high-quality, and sustainable primary education in IndonesiaPerkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah memberikan dampak signifikan terhadap inovasi di bidang pendidikan, khususnya dalam pengembangan media pembelajaran interaktif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji manfaat penerapan Artificial Intelligence (AI) dalam media pembelajaran interaktif pada pendidikan sekolah dasar melalui pendekatan kajian pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa Artificial Intelligence (AI) berkontribusi dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, memfasilitasi personalisasi pembelajaran, serta membantu guru dalam proses evaluasi dan perancangan kegiatan belajar. Media pembelajaran interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI) juga mampu menciptakan pengalaman belajar yang adaptif, responsif, dan menyenangkan bagi siswa sekolah dasar. Namun, implementasinya memerlukan kesiapan infrastruktur teknologi dan peningkatan kompetensi guru. Artikel ini menegaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) memiliki potensi besar untuk merevolusi cara belajar di sekolah dasar apabila diintegrasikan secara bijak dan beretik
Analisis Kualitas Butir Soal Esai Matematika Realistik untuk Mengukur Kemampuan Pemecahan Masalah
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal esai matematika realistik pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) yang ditinjau dari aspek validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda butir soal, yang digunakan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan mahasiswa semester I (angkatan 2025-2026) program studi Tadris Matematika Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal sebagai subjek penelitian. Instrumen penelitian berupa tes esai berbasis pendekatan matematika realistik yang dianalisis menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel. Hasil analisis menunjukkan bahwa 7 dari 8 butir soal dinyatakan valid dengan nilai koefisien korelasi r 0,456 dan reliabilitas sebesar 0,82 yang termasuk kategori tinggi. Dari segi tingkat kesukaran, mayoritas butir soal berada pada kategori sedang, sedangkan hasil analisis daya pembeda menunjukkan sebagian besar butir soal berada pada kategori baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa instrumen tes esai matematika realistik yang dikembangkan memiliki kualitas yang baik dan layak digunakan sebagai alat evaluasi kemampuan pemecahan masalah matematis mahasiswa
Rekonstruksi Peran Ganda Perempuan dalam Keluarga Perspektif Feminisme Islam: Kritik terhadap Hukum Keluarga Islam
This article discusses the dual role of women in the family within the context of Islamic family law and the need for its reconstruction to achieve gender equality. The aim of this research is to analyze the challenges women face in performing dual roles, both in domestic and public spheres, and to explore how Islamic family law can be reformed to be more responsive to women\u27s needs. The methodology employed in this study is a qualitative approach with document analysis and literature review from various legal sources and Islamic feminist theories. The main discussion focuses on gender inequality in Islamic family law, the analysis of women’s roles in the workforce, and critiques of the patriarchal structure in conventional Islamic family law. The findings indicate that current Islamic family law still prioritizes women’s domestic roles, while their economic contributions are often overlooked. A reconstruction of Islamic family law based on maqashid sharia and gender equality principles is necessary to ensure that women can perform their dual roles without facing legal discrimination.Artikel ini membahas peran ganda perempuan dalam keluarga dalam konteks hukum keluarga Islam dan pentingnya rekonstruksi hukum untuk mencapai kesetaraan gender. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tantangan yang dihadapi perempuan dalam menjalankan peran ganda, baik dalam ranah domestik maupun publik, serta untuk mengeksplorasi bagaimana hukum keluarga Islam dapat diubah untuk lebih responsif terhadap kebutuhan perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis dokumen dan kajian literatur dari berbagai sumber hukum dan teori feminisme Islam. Pembahasan utama artikel ini meliputi ketidaksetaraan gender dalam hukum keluarga Islam, analisis terhadap peran perempuan yang bekerja di luar rumah, serta kritik terhadap struktur patriarkal dalam hukum keluarga Islam konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum keluarga Islam saat ini masih mengutamakan peran domestik perempuan, sementara kontribusi ekonomi mereka sering kali diabaikan. Rekonstruksi hukum keluarga Islam yang lebih adil, berbasis pada prinsip maqashid syariah dan kesetaraan gender, diperlukan untuk memastikan perempuan dapat menjalankan peran ganda mereka tanpa hambatan hukum yang diskriminatif
DISPENSASI PERKAWINAN DI INDONESIA : ANALISIS PLURALISME HUKUM DI PENGADILAN AGAMA DARI PERSPEKTIF HUKUM KELUARGA ISLAM
The dispensation of underage marriage is an important issue in the legal and child protection system in Indonesia. Although Law Number 16 of 2019 has set the minimum age of marriage for men and women to 19 years, the practice of granting dispensation is still rampant. This dispensation is filed through religious courts for Muslims and state courts for non-Muslims on urgent grounds such as out-of-wedlock pregnancies or socio-cultural pressures. This study uses a normative-comparative approach by analyzing national regulations and principles of Islamic Family Law, including references to the Compilation of Islamic Law (KHI), fiqh nikah, and sharia maqashid. The results showed that the majority of dispensation requests were due to unplanned pregnancies and family pressure, which impacted the child\u27s reproductive health, psychological condition, and education. From the perspective of sharia maqashid, this practice is often contrary to the goals of the protection of the soul (hifz al-nafs), heredity (hifz al-nasl), and reason (hifz al-\u27aql). This study identified a research gap in the form of a lack of harmonization between the application of Islamic law and national law in the protection of children from the practice of early marriage. Academically, this research contributes to the development of the study of Islamic Family Law by offering a more integrative child protection paradigm, based on sharia maqashid, and in line with national legal policies. This research contributes to understanding the harmonization of Islamic Family Law and national law in protecting minors, emphasizing the urgency of holistic approaches through education, legal enforcement, and community awareness to prevent early marriage.Dispensasi pernikahan di bawah umur merupakan isu penting dalam sistem hukum dan perlindungan anak di Indonesia. Meskipun Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 telah menetapkan usia minimal pernikahan bagi laki-laki dan perempuan menjadi 19 tahun, praktik pemberian dispensasi tetap marak terjadi. Dispensasi ini diajukan melalui pengadilan agama bagi Muslim dan pengadilan negeri bagi non-Muslim dengan alasan mendesak seperti kehamilan di luar nikah atau tekanan sosial-budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-komparatif dengan menganalisis regulasi nasional dan prinsip Hukum Keluarga Islam, termasuk rujukan pada Kompilasi Hukum Islam (KHI), fiqh nikah, dan maqashid syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas permohonan dispensasi disebabkan oleh kehamilan yang tidak direncanakan dan tekanan keluarga, yang berdampak pada kesehatan reproduksi, kondisi psikologis, dan pendidikan anak. Dari perspektif maqashid syariah, praktik ini sering kali bertentangan dengan tujuan perlindungan jiwa (hifz al-nafs), keturunan (hifz al-nasl), dan akal (hifz al-‘aql). Penelitian ini mengidentifikasi research gap berupa kurangnya harmonisasi antara penerapan hukum Islam dan hukum nasional dalam perlindungan anak dari praktik pernikahan dini. Secara akademik, penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan kajian Hukum Keluarga Islam dengan menawarkan paradigma perlindungan anak yang lebih integratif, berbasis maqashid syariah, dan selaras dengan kebijakan hukum nasional. Penelitian ini berkontribusi dalam memahami harmonisasi Hukum Keluarga Islam dan hukum nasional dalam melindungi anak di bawah umur, dengan menekankan urgensi pendekatan holistik melalui pendidikan, penegakan hukum, dan kesadaran masyarakat untuk mencegah perkawinan dini
ISBAT NIKAH SEBAGAI SOLUSI LEGALITAS PERNIKAHAN SIRI: STUDI KASUS DI PENGADILAN AGAMA BINJAI
Siri marriages that are not officially registered with the state, even though they are religiously valid, cause various legal, social and administrative problems, especially for women and children. This research aims to examine the factors behind the rampant practice of siri marriage in Binjai City and analyze the effectiveness of isbat nikah as a legality solution within the framework of Islamic law and national law. The approach used is qualitative with a juridical-sociological method through interviews with judges and review of court documents. The results show that local culture, social pressure, economic limitations and low legal literacy are the main factors causing siri marriages. Isbat nikah proved to be an important mechanism to legalize these marriages, but its implementation often faced formal and material obstacles, such as lack of evidence, witness absence, and legal standing issues. Witness istifadah becomes an alternative proof in limited circumstances. This study emphasizes the importance of the active role of judges in maintaining access to justice and the urgency of inclusive legal policies to ensure the protection of the civil rights of siri marriage couples and their children.Pernikahan siri yang tidak tercatat secara resmi di negara, meskipun sah secara agama, menimbulkan berbagai persoalan hukum, sosial, dan administratif, khususnya terhadap perempuan dan anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang melatarbelakangi maraknya praktik nikah siri di Kota Binjai serta menganalisis efektivitas isbat nikah sebagai solusi legalitas dalam kerangka hukum Islam dan hukum nasional. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode yuridis-sosiologis melalui wawancara dengan hakim dan telaah dokumen pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal, tekanan sosial, keterbatasan ekonomi, dan rendahnya literasi hukum menjadi faktor utama penyebab pernikahan siri. Isbat nikah terbukti menjadi mekanisme penting untuk melegalisasi pernikahan tersebut, namun pelaksanaannya kerap menghadapi kendala formil dan materil, seperti kurangnya bukti, ketidakhadiran saksi, hingga persoalan legal standing. Saksi istifadah menjadi alternatif pembuktian dalam kondisi terbatas. Studi ini menegaskan pentingnya peran aktif hakim dalam menjaga akses keadilan serta urgensi kebijakan hukum yang inklusif guna menjamin perlindungan hak-hak sipil pasangan nikah siri dan anak-anak mereka