Open Journal System of STKIP Muhammadiyah Barru
Not a member yet
    255 research outputs found

    Peningkatan Hasil Belajar IPS Sejarah melalui Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri dengan Mind Map pada Siswa Kelas VIII-4 SMP Negeri I Soppeng Riaja Kabupaten Barru

    No full text
    Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS Sejarah kelas VIII-4 melalui penerapan model pembelajaran inquri dengan mind map. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-4 SMP Negeri 1 Soppeng Riaja Kabupaten Barru, sebanyak  24 orang siswa terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Teknik pengumpulam data yang digunakan adalah dengan pemberian tes hasil belajar yaitu Tes Hasil Belajar Siklus I dan Tes Hasil Belajar Siklus Siklus II dan observasi. Berdasarkan hasil pembahasan dalam penelitian ini, dapat di simpulkan bahwa hasil belajar IPS dapat ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran inquri dengan mind map, hal ini ditandai dengan meningkatnya: (1) Skor rata-rata hasil belajar siklus I sebesar  57,50 menjadi 81,1 pada siklus II, (2) Persentase ketuntasan belajar secara klasikal siklus I sebesar 33,30% menjadi 91,70%  pada siklus II, (3) Keaktifan siswa dalam proses pembelajran melalui penerapan model pembelajaran inquri dengan mind map mengalami perubahan dan peningkatan jika dibvandingkan dengan penggunaan metode konvesional

    Penggunaan Teknik Assosiasi Bebas dan Play Therapy dalam Konseling Kelompok untuk Membantu Mengentaskan Masalah Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 4 Enrekang

    No full text
    Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan kelas (PTK)   yang terdiri dari 2 siklus dengan subjek penelitian siswa kelas VIII B SMP Negeri 4 Enrekang dan waktu penelitian Agustus - Desember 2022.Dimana teknik analisis datanya menggunakan pendekatan kualitatif(Milles dan Huberman) yang meliputi Koleksi data,reduksi data,pemaparan data,triangulasi, dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Teknik assosiasi  bebas  membantu  memudahkan  siswa  mengungkap  masalah,masalah yang berhasil dihimpun oleh konselor melalui teknik assosiasi bebas yaitu, takut tidak  naik  kelas,  dimarahi  orang  tua,  takut  pada  guru,  tidak  mengerjakan tugas,tidak bisa konsentrasi dan dikompas teman. 2. Melalui kegiatan play therapy siswa menjadi senang,akrab, tidak canggung. Play therapy dilakukan sebelum, selama  dan  sesudah  konseling  kelompok.  Jenis  play  therapy  yang  digunakan antara   lain  membuat   menara,   estafet  bola,-korek   api,-kacang   atom,  kucing mengejar tikus, kata berkait, tebak kata, strip three dll. 3. Pelaksanaan konseling kelompok pada siklus I masih ada siswa yg kurang komunikatif,   dan ada siswa yang sudah menjalankan  keputusan  konseling  tetapi masalah  tidak selesai,  ada yang   belum   menjalankan   keputusan   konseling   dan   ada   yang   menjalankan keputusan konseling dimana masalah terselesaikan tetapi timbul masalah baru, sehingga dalam konseling kelompok siklus II konselor melakukan mediasi dengan pihak  penyebab  masalah  dan  menggunakan  teknik  “Kursi  Kosong”  sehingga dalam konseling kelompok siklus II ssemua siswa sudah komunikatif dan masalah terselesaikan. Akhirnya dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik assosiasi bebas dan play therapy dalam konseling kelompok dapat membantu mengentaskan masalah sisw

    TEKNIK PENSTRUKTURAN DALAM LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL

    No full text
    Pelaksanaan konseling individual sering ditemui bahwa klien tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan konseling atau masih ragu-ragu terhadap beberapa aspek konseling, misalnya klien tidak mengetahui apa arti, tujuan, prinsip, proses, dan konselor. dan klien berada dalam hubungan konseling. Layanan konseling individual adalah suatu proses pertolongan dari konselor kepada klien untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan dari masalah dan upaya untuk mengembangkan kepribadian klien agar dapat menyesuaikan diri dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial yang normal, dalam pelaksanaan konseling individu. layanan konseling individual perlunya penataan teknik dalam hubungan konseling, dengan tujuan agar klien dapat mengetahui dan memahami dengan jelas apa itu konseling, tujuannya, proses pelaksanaan serta konselor dan konseli. Penataan merupakan upaya yang dilakukan konselor dalam proses konseling untuk membina pemberian bantuan melalui konseling. Penataan diperlukan untuk membawa klien ke layanan konseling individu untuk mengembangkan diri. Bagi klien yang baru pertama kali bertemu dengan konselor dan belum mengerti apa, mengapa dan bagaimana konseling, khususnya layanan konseling individual, memerlukan penataan yang lengkap. &nbsp

    ETIKA KONSELOR MELAYANI ANAK DI BAWAH UMUR

    No full text
    Konselor yang bekerja dengan anak di bawah umur sering ditantang untuk menyeimbangkan kebutuhan anak mengenai kerahasiaan dan permintaan orang tua akan informasi tentang konseling anak di bawah umur. Isu ini menjadi perbincangan hangat para terapis atau konselor karena perbedaan pendapat mengenai informed consent dan proses konseling yang melibatkan anak di bawah umur yang berkaitan dengan izin orang tua. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui batasan etika pelaksanaan konseling dengan anak atau konseli di bawah umur. Peneliti menggunakan metode penelitian SLR atau systematical literatur review meta-sintesis yaitu dengan menggunakan meta-agregasi yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian dengan cara summarizing berbagai hasil penelitian. Hasil sintetis menujukan bahwa semakin muda anak, semakin konselor harus bersedia berbagi informasi dengan orang tua begitu pun sebaliknya. Konselor harus memberitahukan asas kerahasiaan kepada orang tua atau wali pada awal proses konseling atau saat informed consent berlangsung. Melakukan konseling pada anak di bawah umur perlu perizinan orang tua atau wali namun konseli di bawah umur memiliki hak untuk menentukan piihan dalan mengikuti konseling serta atas privasi dan kerahasiaan mereka. Konselor harus mampu memahami sejauh mana batasan kerahasiaan yang dapat disimpan dalam sesi konseling dan yang dapat diberitahukan kepada orang tua atau wali. Konselor harus mampu berhati-hati terhadap segala tindakannya kepada anak di bawah umur karena orang tua atau wali mempunyai wewenang dalam melaporkan tindakan konselor ke ranah hukum

    An Analysis of Students’ Writing Anxiety and Strategies Used in Writing English Journal Article

    No full text
    Writing is one of the productive skills that English learners must possess in a foreign language. Writing anxiety in compiling and arranging words can occur to students, especially writing journal articles. This study examined (i) the most dominant types of students’ writing anxiety, and (ii) the strategies used to overcome their anxiety in writing English journal articles. The participants in this study were 40 students of the English Education study program at IAIN Palangka Raya who had written English journal articles. This study used mixed-methods sequential explanatory approach. The findings of this study indicated cognitive anxiety was the most dominant type of writing anxiety, followed by somatic anxiety, and the last type of writing anxiety was avoidance behavior in writing English journal articles. Furthermore, the strategies used to overcome anxiety in writing were (i) making a self-suggestion to be calm and think positively, (ii) looking for other articles with good credibility as references, and (iii) building simple English writing habits in daily activity. According to this research, the strategy used by students in the cognitive aspect by discussing with the lecturer or some experts about the tips for writing a journal article may be a novel to overcome the anxiety, especially in writing English journal articles

    Perception of EFL Students on the Use of Indonesian Language in English Class

    No full text
    It has long been contentious to use Indonesian as a teaching and learning language for English classes. This research tried to investigate how the lecturer uses Indonesian in the English-language classroom. A mixed method combining quantitative and qualitative methods was used. The participants were 24 first-year students of the English Education major from STKIP PGRI Sidoarjo, class 2020A. This was a survey research. Participants were given a questionnaire with 15 questions to collect primary data. The research found that students perceived the lecturer’s use of Indonesian in the online EFL class was beneficial. Indonesian was used by lecturer to explain new vocabulary and English grammar. Related to students’ feelings, they felt more comfortable and had better understanding when the lecturer used Indonesian, especially when it was related to the material explanation. However, the advantages and disadvantages of the lecturer’s use of Indonesian in the classroom were also acknowledged by students. The findings of this research indicate that students majoring in English education still consider the use of Indonesian by lecturers having an important role in English classes

    PENGARUH PENGELOLAAN EMOSI TERHADAP PERILAKU AGRESIF SISWA UPTD SMP NEGERI 6 BARRU

    No full text
    Permasalahan dalam skripsi ini adalah apakah ada pengaruh pengelolaan emosi terhadap perilaku agresif siswa UPTD SMP Negeri 6 Barru, adapun tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh pengelolaan emosi terhadap perilaku agresif siswa UPTD SMP Negeri 6 Barru. Penelitian adalah penelitian kuantitatif, dengan populasi sebanyak 183 responden, sedangkan jumlah sampel 18 responden diperoleh dengan teknik random sampling, adapun pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket, observasi, dan dokumentasi, sementara teknik analisis data menggunakan rumus regresi sederhana, Analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh pengelolaan emosi terhadap perilaku agresif siswa UPTD SMP Negeri 6 Barru. Hal ini dapat dilihat bahwa penelitian ini menemukan garis regresi ????̂ = 18,1 + 0,59???? yang berarti bila pengelolaan emosi siswa ditambah atau dinaikkan maka diprediksi perilaku agresif siswa akan turun 0,59. Dan berdasarkan uji F yang menjelaskan bahwa Ftabel = 4,49 dan diketahui Fhitung = 11,85 Jadi Fhitung ≥ dari Ftabel, maka tolak Ho artinya signifikan. Dengan tertolaknya Ho (hipotesis nihil) yang selalu berbunyi negatif atau tidak ada pengaruh. Maka Ha (hipotesis alternatif) diterima yang berarti terdapat pengaruh yang  signifikan antara kedua variabel. &nbsp

    Peningkatan Hasil Belajar Materi Keragaman Sosial dan Budaya Indonesia melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe SAL Siswa Kelas VII-2 SMP Negeri I Soppeng Riaja Kabupaten Barru

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar materi keragaman sosial dan budaya Indonesia menggunakan pembelajaran kooperatif   tipe Student Active Learning (SAL) siswa kelas VII-2 SMP Negeri 1 Soppeng Riaja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan (Action Research) yang terdiri dari 2 (dua) siklus, dan setiap siklus terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian tindakan bahwa pembelajaran kooperatif tipe SAL dapat meningkatkan hasil belajar materi keragaman sosial dan budaya Indonesia Siswa Kelas VII-2 SMP Negeri 1 Soppeng Riaja. Selanjutnya peneliti merekomendasikan: (1) Bagi Guru yang mendapatan kesulitan yang sama dapat menerapkan pembelajaran kooperatif tipe SAL untuk meningkatkan hasil belajar. (2) Agar mendapatkan hasil yang maksimal maka dihaharapkan guru lebih membuat pembelajaran kooperatif tipe SAL yang lebih menarik dan bervariasi

    HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 JUWANA

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara efikasi diri dengan pengambilan keputusan karier. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi data penelitian sejumlah 431 siswa, meliputi kelas XI IPS 1, XI IPS 2, XI IPS 3, XI IPS 4, XI IPS 5, XI MIPA 1, XI MIPA 2, XI MIPA 3, XI MIPA 4, XI MIPA 5, XI MIPA 6, XI MIPA 7. Sampel uji coba (try out) sejumlah 36 siswa kelas XI IPS 1. Sedangkan sampel penelitian ini sejumlah 72 siswa yakni XI IPS 3 dan XI MIPA 2, yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala efikasi diri dan skala pengambilan keputusan karier. Berdasarkan hasil uji korelasi pearson product moment, diperoleh nilai korelasi rhitung diperoleh nilai rhitung sebesar 0,719. Sedangkan nilai rtabel untuk jumlah sampel 72 dengan taraf signifikansi 5% sebesar 0,235. Oleh karena itu, nilai rhitung 0,719 > rtabel 0,235 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan secara signifikan antara efikasi diri dengan pengambilan keputusan karier siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Juwana. Dari hasil pengujian korelasi tersebut menunjukkan hubungan yang positif. Hal ini berarti, semakin tinggi efikasi diri siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan pengambilan keputusan karier siswa. Dengan demikian, guru BK dapat memberikan layanan yang dapat membantu meningkatkan efikasi diri siswa, kemudian memahami minat dan bakat siswa dengan memantau perkembangan kariernya, serta mampu berkolaborasi dengan guru kelas agar menumbuhkan keyakinan diri siswa terhadap kemampuan potensi diri

    Penerapan Metode Active Learning dalam Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia di SMK Negeri 6 Bungo

    No full text
    Terjadinya underestimate pada pelajaran Bahasa Indonesia menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa, sebagai pendidik dalam menghadapi hal tersebut seharusnya membuat pembelajaran yang dapat menarik siswa. Seperti model pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif. Penerapan Active Learning dianggap mampu mengatasi hal tersebut. Adapun tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas X.2 SMK Negeri 6 Bungo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dimana terdiri dari 29 siswa kelas X yang akan diberi perlakuan dan dibandingkan persentase dari hasil belajar bahasa indonesia antara siklus pertama dengan siklus kedua setelah diberikan tindakani.Hasil penelitian ini adalah saat siklus pertama yaitu 38,79% pada pertemuan pertama dan 63,79% di pertemuan ke dua. Pada siklus II, pada penilaian 7 untuk pertemuan pertama dengan presentase 82,75% menjadi 94,83% di pertemuan ke dua. Simpulan penelitian adalah model pembelajaran active learning pada mata pelajaran Bahasa Indonesia secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia

    65

    full texts

    255

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System of STKIP Muhammadiyah Barru
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇