Open Journal System of STKIP Muhammadiyah Barru
Not a member yet
255 research outputs found
Sort by
MASALAH ETIKA PRIVASI DIGITAL: KEBOCORAN INFORMASI KONSELI DALAM SETTING KONSELING KOMUNITAS
Tulisan ini mengulas permasalahan yang berkaitan dengan etika privasi digital dalam konseling komunitas. Perkembangan era digital yang semakin berkembang pesat ini akan meningkatkan kebutuhan akan privasi dan kerahasiaan informasi konseli. Ada beberapa dampak yang timbul dari kebocoran informasi konseli, seperti pelanggaran privasi, potensi kerusakan psikologis bagi konseli, serta konsekuensi sosial yang dapat merusak kepercayaan dalam komunitas konseling. Artikel ini menggambarkan pentingnya menjaga privasi digital dalam konteks konseling komunitas dan membahas implikasi etika serta dampak kebocoran informasi terhadap konseli dan kepercayaan dalam komunitas. Selain itu, artikel ini juga menyoroti solusi praktis yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini. Dengan mengintegrasikan pendekatan etika dan solusi teknologi, artikel ini bertujuan untuk memberikan panduan yang bermanfaat bagi konselor, peneliti, dan praktisi dalam menghadapi dan mengatasi masalah etika privasi digital yang berkaitan dengan kebocoran informasi konseli dalam lingkungan konseling komunitas
DAMPAK RENDAHNYA SELF EFFICACY PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR: SEBUAH STUDI LITERATUR
Metode penelitian yang digunakan yaitu tinjauan pustaka. Penelitian ini sumbernya dari jurnal, buku, dan dokumen lain. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak rendahnya self efficacy pada mahasiswa tingkat akhir. Adapun hasil penelitian yaitu rendahnya efikasi diri seseorang dapat dilihat dari beberapa pertanda, antara lain: Kelambanan atau keraguan terhadap kemampuan diri, kecenderungan mudah menyerah, dan kurang yakin terhadap kemampuan diri dalam mengatasi hambatan yang dihadapi. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar masiswa masih ragu dan kurang percaya diri terhadap kemampuannya. Metode penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka. Studi literature atau disebut juga studi pustaka merupakan penelitian yang mengembangkan konsep-konsep teoritis baru yang bersifat konstruk. Self efficacy mengenai akademik berhubungan dengan pemahaman mahasiswa melalui keterampilan menyelesaikan tugas-tugas, mengatur jadwal belajar, memiliki harapan akademis mereka sendiri dan orang lain, sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi self efficacy yang dimiliki seorang mahasiswa, sehingga mahasiswa yang terkait akan berusaha yang cukup besar agar mereka dapat meraih hasil yang tinggi. Self-efficacy, atau keyakinan seseorang terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas tertentu, memiliki dampak yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk kinerja akademis mahasiswa. Pada mahasiswa tingkat akhir, rendahnya self-efficacy dapat menimbulkan berbagai dampak negatif yang signifikan. yaitu diantaranya Kinerja Akademis yang Menurun, Penurunan Motivasi, Tingkat Stres dan Kecemasan yang Tinggi, Prokrastinasi, dan Ketidakpuasan Terhadap Prestas
Ms. Marvel: Marvel’s New Model of Islam’s Representation in Popular Culture
This research aims to examine the Ms. Marvel (2022) film series as Marvel's new model in representing Islam throughout popular culture's advancement. Ms. Marvel, known as Kamala Khan, is the first Muslim superheroine character to have her own series at Marvel. This research investigates how the creation and development of this character reflects an invention in the representation of religion and diversity in an entertainment industry that is generally dominated by Western narratives. The research method employed a descriptive qualitative analysis utilizing a cultural studies approach to discern Islam’s representation in Ms. Marvel (2022). Supported by representation and ideology theories, this research would not only examine the impact of Ms. Marvel's character on the general perception of Islam in popular culture but also analyze how the entertainment industry in its entirety may serve as a means to construct a more inclusive perception of religious diversity. The results of this research are intended to offer deeper insights into characters' roles such as Ms. Marvel in reimagining representations of Islam in popular culture and to contribute towards readers' comprehension of the entertainment industry's power through inclusive narratives. Therefore, Ms. Marvel as Marvel's new model in representing Islam may change the negative stereotypes and people's perceptions of Islam
Cultural Analysis of Persian Proverbs Including 'EYE' as Sensory Organ and 'SEE' as Perception Verb
This study investigates how much the sensory body organ ‘eye’ is linked to the corresponding perception verb ‘see’ in Persian embodiment proverbs. It aimed to provide a quantitative and qualitative analysis of the Persian proverbs and their equivalents in English. This research utilized the conceptual metaphor theory proposed by Lakoff and Johnson. Data were collected from the Persian Dictionary of Proverbs and were analyzed to determine the frequency, speech act functions, and framing in these proverbs. Data analysis revealed that Persian proverbs are framed more around gain-framing and loss-framing rather than avoidance-framing. Most Persian proverbs function as statements and complaints rather than advice or warnings. The results showed that proverbs involving 'eye' and 'see,' surpassed others related to ‘eye’ and ‘blind’, and the frequency number of the perception verb ‘see’ was more than the sensory body organ ‘eye’. Finally, despite variations in the use of different words that are used with eye or see in a single proverb, this study concludes that the ‘eye’ is more used with its allocated perception verb ‘see’. However, the perception verb ‘see’ is never used with ‘blind’, but ‘eye’ is often used with ‘blind’
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PERENCANAAN KARIR SISWA KELAS XII SMA NEGERI 1 SULANG
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya siswa yang kurang memiliki kepercayaan diri. Terdapat siswa yang masih bingung ketika ditanya ingin bekerja atau melanjutkan ke perguruan tinggi dan beberapa siswa yang hanya diam saat diberikan pertanyaan. Banyaknya siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah ditandai dengan bingungnya siswa ketika diberikan pertanyaan mengenai perencanaan karir karena bebagai alasan antara lain: ekonomi keluarga yang kurang mendukung membuat siswa kurang percaya diri untuk mengambil langkah perencanaan karirnya, kurang mampu melihat potensi diri, dan beberapa siswa yang memilih karir mengikuti pilihan karir temannya. Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan perencanaan karir siswa kelas XII SMA N 1 Sulang. Populasi data dalam penelitian ini berjumlah 247 siswa, yang terdiri dari kelas XII IPA dan XII IPS. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 130 siswa. Berdasarkan uji korelasi person product moment, diperoleh nilai korelasi (r) = 0,685. Sedangkan nilai r tabel untuk jumlah sampel 130 didapat sebesar 0,159. Diketahui bahwa hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rhitung > rtabel, yaitu 0,685 > 0,159, maka dapat disimpulakn bahwa adanya hubungan yang signifikan dan positif antara variabel kepercayaan diri dengan perencanaan karir siswa kelas XII SMA N 1 Sulang
Designing Animation Videos of Narrative Texts as Supplementary Reading Material
This study aimed to design and develop animation videos of narrative texts as supplementary material for the tenth-grade students of SMA N 9 Pontianak. Narrative texts are commonly extensive, which causes students to experience boredom and struggle while learning materials. This study emphasizes the needs of students who lack interest when reading narrative texts in English. Students require a tool that will assist them in understanding the narrative texts. This issue may be solved through the development of an animated video. However, the study only focused on the design and development of the animation video. This development research involved four phases: identifying needs, exploring needs, contextual realization, and production of materials. The subject of this study is the tenth-grade students of SMA N 9 Pontianak and the English Teacher as the evaluator. Three folklores of West Kalimantan have been developed into animated videos in this study, such as Bujang Nadi and Dare Nandung, The Crying Stone, and The Greedy Fisherman. The final product of this research was conceptualized for a group discussion, allowing students to participate actively in class activities. The findings revealed that the developed animation videos of narrative texts meet 90 percent criteria for supplementary reading material by the evaluator. Considering that the video is available on YouTube, it can be utilized in various educational settings as it covers the topic
STIGMA NEGATIF PADA GURU BK KARENA ETIKA PROFESI BIMBINGAN DAN KONSELING YANG TIDAK TERLAKSANA
Pandangan negatif mengenai Guru BK yang seringkali disebut galak, polisi sekolah, dan hanya mengurus siswa yang bermasalah membuat para siswa takut kepada guru BK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa penyebab timbulnya stigma negatif mengenai Guru BK tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kajian pustaka dan didapatkan hasil bahwa stigma negatif tersebut timbul karena BK di sekolah yang tidak berjalan dengan baik dan kode etik bimbingan dan konseling yang tidak terlaksana. Rendahnya pemahaman guru BK mengenai kode etik bimbingan dan konseling juga mempengaruhi hal ini. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasian untuk para guru BK dan calon guru BK serta para tenaga pendidik sehingga layanan bimbingan dan konseling di sekolah bisa semakin lebih baik lagi kedepannya
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BIMBINGAN KONSELING SEBAGAI UPAYA MENGHADAPI TANTANGAN ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Era revolusi industri 4.0 memberikan pengaruh yang besar dalam tatanan kehidupan manusia. Selain memberikan peluang bagi setiap orang dengan kemudahan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, namun revolusi industri 4.0 ini juga memberikan tantangan tersendiri. Dampak yang diberikan dari revolusi industri 4.0 hampir pada semua sektor kehidupan dan termasuk pendidikan. Guru Bimbingan dan Konseling selaku salah satu pendidik di sekolah harus siap dengan situasi dan keadaan yang ada saat ini dan harus mempersiapkannya. Peningkatan kompetensi yang dimiliki oleh guru bimbingan dan konseling ini sangat penting dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh guru bimbingan dan konseling dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur. Hasil dari penelitian ini adalah keterampilan yang harus dimiliki oleh guru bimbingan dan konseling untuk menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 yaitu kemampuan dalam memanfaatkan teknologi, keterampilan komunikasi yang efektif, serta keterampilan literasi digital dan yang lainnya. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru bimbingan dan konseling di era revolusi industri ini sangat penting agar dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling sesuai dengan kebutuhan siswa dan kondisi perkembangan zaman yang terus berubah
IDENTIFIKASI FENOMENA PERILAKU BULLYING PADA REMAJA
Pada masa remaja sangat rentan terhadap berbagai perilaku menyimpang dan kekerasan. Perilaku kekerasan yang sering dilakukan oleh remaja yaitu perilaku bullying. Hal ini dikarenakan pada masa remaja mempunyai sifat egosentrisme dan berperilaku agresif. Saat ini bullying menjadi sorotan lembaga internasional salah satunya yaitu Plan International Center For Research On Women (ICRW) di 5 negara Asia yakni Vietnam (79%), Kamboja (73%), Nepal (79%), Pakistan (43%), dan Indonesia (84%). Perilaku bullying yang dilakukan adalah berbentuk bullying fisik, bullying verbal, bullying rasional dan cyberbullying. Metode yang digunakan yaitu literature review dengan tujuan untuk mengetahui identifikasi perilaku bullying pada remaja. Hasil dari literatur review berdasarkan sepuluh jurnal menunjukan bahwa bentuk perilaku bullying yang dilakukan adalah bullying fisik, bullying verbal, bullying rasional dan cyberbullying dan dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa perilaku bullying paling tinggi dilakukan yaitu bullying verbal. Fenomena perilaku bullying merupakan bagian dari kenakalan remaja dan diketahui paling sering terjadi pada masa-masa remaja, dikarenakan pada masa ini remaja memiliki egosentrisme yang tinggi
Figurative Devices in Selected American Military Creeds
Military discourse has a considerable impact on the lives of people all over the world, yet only few scholars have paid considerable attention to this sort of discourse. This leads to an obvious need to investigate this genre from different perspectives including stylistics which is the main concern of this study. The study is intended to stylistically analyze a sample of three American military creeds. The study hypothesizes that American military creeds have their own figurative devices which make them distinct texts, and that the figurative devices employed in military creeds vary in terms of their frequencies and functions. The study also hypothesizes that, being written discourse, military creeds are figuratively based, and that the employed figurative devices have a complementary role. They all contribute together to fulfill the creeds’ aims and convey their intended messages. The selected samples are analyzed in the light of Leech and Short’s (2007) model which accounts for figurative devices. The results of analysis show that military creeds have their own distinctive stylistic features, and they are figuratively based. The results also show that the stylistic figurative devices characterizing military creeds have a complementary role in that they all contribute together to achieve the creeds' aims and convey their intended messages