Open Journal System of STKIP Muhammadiyah Barru
Not a member yet
    255 research outputs found

    TKSE UNTUK MENINGKATKAN ORIENTASI MASA DEPAN PADA PASIEN DENGAN GEJALA DEPRESI DI RUMAH PEMULIHAN

    No full text
    Tekanan yang diterima akibat status sebagai ODGJ membuat individu memiliki ketakutan akan masa depan, hingga pada tahap memiliki orientasi masa depan yang cenderung negatif. Ketidakpastian terkait kapan bisa kembali ke masyarakat juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan muncul rasa pesimis akan masa depannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas terapi kelompok suportif ekspresif (TKSE) untuk meningkatkan orientasi masa depan pada pasien di rumah pemulihan. Metode yang digunakan adalah experimental one-group pretest-posttest design. Pemilihan partisipan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria merupakan pasien di rumah pemulihan, mampu membaca dan menulis, dapat berinteraksi dua arah, telah didiagnosis mengalami gejala atau episode depresif, dan tergolong dalam tingkatan depresi minimal garis batas depresi klinis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan pengukuran tingkat gejala depresi melalui BDI-II. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik non parametrik dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test pada program SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TKSE efektif meningkatkan orientasi masa depan pada pasien di rumah pemulihan dengan skor signifikansi .042 < .05. Penelitian ini juga menemukan bahwa melalui TKSE pasien di rumah pemulihan dapat mengembangkan emosi yang lebih positif, meningkatkan keterampilan sosial, serta memunculkan harapan dan motivasi untuk memiliki tujuan yang realistis beserta usaha untuk mewujudkannya

    HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI SISWA KELAS X SMA INSTITUT INDONESIA KOTA SEMARANG

    No full text
    Penelitian ini didorong oleh temuan bahwa beberapa siswa kelas X masih mengalami kurangnya kepercayaan diri, seperti terlihat dari ketidakaktifan mereka selama proses pembelajaran, ketidakinginan untuk bertanya, serta kurangnya respons terhadap pertanyaan guru. Selain itu, siswa-siswa ini cenderung lebih suka menyendiri daripada bergaul dengan teman-teman mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hubungan antara kepercayaan diri dan penyesuaian diri di kalangan siswa kelas X di SMA Institut Indonesia Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian terdiri dari 158 siswa kelas X, dengan sampel sebanyak 52 siswa yang diambil melalui teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert, yang mencakup skala kepercayaan diri dan skala penyesuaian diri. Hasil uji hipotesis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kedua variabel dengan nilai korelasi (r) = 0,298. Nilai r tabel untuk 52 siswa dengan taraf signifikan 5% adalah 0,032, yang menunjukkan bahwa hubungan antara kepercayaan diri dan penyesuaian diri adalah signifikan

    HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP PERILAKU MEMBOLOS SISWA KELAS XI TG SMK NEGERI 11 SEMARANG

    No full text
    Latar belakang yang mendorong adanya penelitian ini adalah ditemukan data berbagai kenakalan remaja yang dilakukan siswa di sekolah salah satunya yaitu adanya perilaku membolos. Selain itu, adanya data dari siswa yang menyatakan bahwa perilaku tersebut terjadi karena adanya faktor kurang perhatian dari orang tua. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : Apakah ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku membolos pada peserta didik kelas XI TG SMK Negeri 11 Semarang?. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan ex post facto merupakan suatu penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada suatu peristiwa yang telah terjadi dan kemudian untuk mengetahui faktor yang menjadi penyebab timbulnya peristiwa tersebut. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TG SMK Negeri 11 Semarang sebanyak 133 siswa. Sampel yang diambil menggunakan rumus Solvin adalah 100 orang lalu di ambil secara proposi dari ke – 4 kelas dengan menggunakan teknik proportional sampling sehingga perkelas ada 25 orang sebagai sampel. Hasil uji hipotesis yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa pola asuh yang memiliki hubungan signifikan terhadap perilaku membolos pada peserta didik XI TG (Teknik Grafika) SMK N 11 Semarang merupakan pola asuh otoriter dan pola asuh permisif dengan signifikasi pola asuh otoriter 0,009 dan perilaku permisif 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Pola asuh orang tua secara bersama – sama didapatkan hasil sig. 0,000 < 0,05 sehingga menolak H0 yang berarti terdapat hubungan antara pola asuh orang tua secara bersama – sama dengan perilaku membolos secara signifikan. Selain itu, terdapat kontribusi sebesar 23,2% pola asuh orang tua menjadi salah satu faktor timbulnya perilaku membolos pada XI TG SMK N 11 Semarang. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah harus adanya kerjasama antara sekolah dan orang tua untuk dapat memperhatikan segala perilaku anak selama diluar pengawasan orang tua. Sealin itu, peneliti selanjutnya dapat meneliti dan menemukan faktor lain yang belum dapat diungkap dalam penelitian ini

    ANALISIS DAMPAK MEDIA SOSIAL PADA PERILAKU FOMO GENERASI MILENIAL

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada "Analisis Dampak Media Sosial Pada Perilaku Fomo Generasi Milenial", karena mereka adalah kelompok yang paling sering digunakan sosial media dan memengaruhikehidupan mereka. Tujuan dari analisis ini adalah untuk mengetahui bagaimana media sosial memengaruhi perilaku gomo generasi milenial. Penelitian ini enelitian ini mengkaji berbagai sumber literatur. akademik. Hasil studi mengkonfirmasi penggunaan media sosial yang media sosial yang intens secara penting berhubungan dengan tingkat emosionalitas yang lebih tinggi. Selain itu, variabel seperti frekuensi penggunaan, jenis platform media sosial, dan tujuan penggunaan (seperti untuk hiburan, informasi, atau interaksi sosial) turut mempengaruhi tingkat Fomo. Studi ini juga menemukan bahwa Fomo dapat menyebabkan perilaku kompulsif seperti memeriksa pembaruan secara teratur

    RELEVANSI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA DALAM PRAKTIK PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI ERA EDUCATION 4.0

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara kritis relevansi pemikiran Ki Hajar dewantara dalam praktik pelayanan bimbingan dan konseling. Pemikiran Ki Hajar Dewantara telah memberikan banyak sumbangan terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia, serta implikasi terhadap praktik pelayanan bimbingan dan konseling di era education 4.0. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis kajian pustaka (library research). Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah dengan menelusuri dan mengumpulkan berbagai buku, jurnal, dokumen serta yang relevan  terkait dengan konsep pembahasan. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif yaitu metode penelitian yang berusaha mengungkap fakta kejadian yang ditulis dalam pernyataan-pernyataan yang berasal dari sumber data yang diteliti. Hasil penelitian ini mengungkapkan berbagai pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan serta relevansi pemikiran Ki Hajar dewantara dalam praktik pelayanan bimbingan dan konseling era education 4.0

    PERANAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL TEKNIK PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MEMBENTUK NILAI KARAKTER KERJA KERAS

    No full text
    Perilaku nilai karakter kerja keras pada siswa yang terjadi di SMK Muhamadiyah Piyungan terdapat siswa yang masih merendahkan tentang nilai karakter kerja keras dikarenakan siswa yang nilai karakter kerja kerasnya rendah, sehingga di kelas kurang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat nilai karakter kerja keras peserta didik sebelum penerapan layanan bimbingan klasikal dengan teknik Problem Based Learning (PBL). Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Sampel yang diteliti diambil dengan purposive sampling, melibatkan 30 siswa dari kelas XI TKRO SMK Muhammadiyah Piyungan. Total subjek penelitian berjumlah 65 siswa. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara, kuesioner, dan observasi, dengan uji validitas menggunakan validitas konstruk dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-Test dan uji N-Gain pada aplikasi SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest adalah 85,53, sementara skor posttest mencapai 96,25. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan skor dari pretest ke posttest, yang menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan dapat meningkatkan nilai karakter kerja keras siswa setelah penerapan bimbingan. Kesimpulannya adalah bahwa layanan bimbingan klasikal dengan teknik Problem Based Learning (PBL) efektif dalam meningkatkan nilai karakter kerja keras siswa kelas XI di SMK Muhammadiyah Piyungan

    Examining Spelling Challenges in English: A Study of Omani Students in Vocational Education

    No full text
    This study investigates the prevalence of spelling errors made by Omani students in Vocational Colleges, particularly focusing on those enrolled in the 'Post Foundation English Program.' The research sample consisted of 100 students (50 male and 50 female), aged 18-20, who were divided equally across five specializations: Electronics, Draftsman, Business Studies, Mechanical, and Electrical. These students, whose first language is Arabic, had studied English as a second language for over 10 years and successfully completed the 'Foundation English Program.' Data collection occurred in three stages. In the first stage, students were assigned to write technical essays in one of four formats: guided, process, argumentative, or informative, each relevant to their specialization. The essays were analyzed for specific spelling errors, focusing on consonant mistakes, silent letters, homophones, and the influence of the students' first language (L1) on their English (L2) spelling. The analysis in the third stage identified common patterns in errors, such as confusion between certain consonants, omissions of silent letters, and incorrect spellings of homophones. The study provides insights into the challenges faced by Arabic-speaking students in mastering English spelling, highlighting the impact of L1 on L2 acquisition. The present study is the result of observation and information gathered over the period of 5 years by a researcher. Integrating contextualized spelling instruction and phonics-based activities into the curriculum, alongside customized remedial practice and specialized workshops can significantly enhance the spelling proficiency of these students

    Analyzing the Language Style of Generation Z Teenagers in Their Instagram Posts

    No full text
    This research aimed to (i) analyze the predominant language styles used by Generation Z teenagers in their Instagram posts and (ii) identify the factors influencing these language styles. This qualitative research employed a constructivism approach, utilizing interviews and document analysis as instruments for data collection. The research participants comprised 10 Generation Z teenagers, and the study focused on their Instagram posts from January 2023 to June 2024. Data were analyzed using condensation, display, and conclusion drawing/verifying stages. The findings indicated that Generation Z teenagers predominantly use casual language styles in their Instagram posts, characterized by the frequent use of slang, colloquial language, abbreviations, and informal greetings and farewells. Several factors influencing these language styles were identified, including technological affordances, social factors, and linguistic trends. This research contributes to the theoretical understanding of language evolution in digital contexts, particularly among digital natives, offering insights into how social media platforms like Instagram influence language use and the emergence of new linguistic trends within specific generational cohorts

    EFL Students’ Perception on Kahoot! as Alternative Learning Strategy to Improve Reading Comprehension Skill

    No full text
    Kahoot! has gained popularity for boosting motivation, improving classroom engagement, and supporting collaborative learning over the past few years. The purpose of the study was to find out how EFL students’ perception about using Kahoot! as an alternative learning strategy to enhance their reading comprehension skills. This study uses a descriptive design and is quantitative in nature. The participants in this study were 65 students coming from three classes of the third semester students of English Tadris Study Program IAIN Curup. The sampling approach employed was total sampling, meaning a sample of every population was taken. After using Kahoot! as a learning tool, the students were given a closed-ended questionnaire using a Likert scale. To process the data, descriptive statistical analysis was employed. The average proportion, according to the questionnaire's results, was 78,44%. According to this proportion, students' opinions about using Kahoot! as an alternative learning strategy to enhance their reading comprehension skill was classified as positive perception. Additionally, it is possible to draw the conclusion that Kahoot! has impacted students' reading comprehension and can aid in their improvement

    Teachers’ Nonverbal Cues in EFL Classrooms: Analyzing the Impact of Movement on Student Engagement and Comprehension

    No full text
    The aim of this study examine the effects of teacher movements as a nonverbal communication strategy on student engagement and learning outcomes. The research, conducted at MIN 1 Sinjai, used a qualitative approach that included semi-structured interviews and structured observations to investigate how students perceive the efficacy of their teachers' nonverbal cues, especially in terms of teacher gestures in the classroom. Findings showed that teacher mobility significantly improved attention, participation, and overall classroom dynamics. According to this study, creating a more dynamic and engaging learning environment can be achieved by applying nonverbal communication techniques such as deliberate classroom gestures. Concerning improving teaching methods in the EFL classroom, this observation has useful implications and broadens our understanding of nonverbal communication in educational settings

    65

    full texts

    255

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Open Journal System of STKIP Muhammadiyah Barru
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇