Open Journal System of STKIP Muhammadiyah Barru
Not a member yet
255 research outputs found
Sort by
PENGARUH KEEFEKTIFAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA YANG TIDAK NAIK KELAS
Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana keefektifan bimbingan kelompok dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa yang tidak naik kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa yang tidak naik kelas. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif.subjek penelitian sebanyak 3 orang siswa yang tidak naik kelas. Data dikumpulkan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor psikologis anak yang tidak naik kelas yaitu kepercayaan menurun (1) siswa tidak berani tampil di muka umum, (2) siswa kurang bergaul, (3) siswa kurang percaya diri. Jadi semua masalah siswa seperti tidak berani tampil di muka umum,siswa kurang bergaul, dan siswa kurang percaya percaya diri dapat diatasi dengan bimbingan sosiodrama. Setelah penelitian memberikan layanan bimbingan kelompok melalui sosiodrama, maka menunjukkan perubahan berupa (1) siswa sudah berani tampil di depan muka, (2) siswa sudah bisa bergaul, dan (3) siswa sudah percaya diri atau sudah bisa menerima keadaannya
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK DALAM PENGEMBANGAN BAKAT DAN MINAT SISWA JURUSAN PELAYARAN SMK NEGERI 2 BARRU
Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana pengaruh bimbingan kelompok dalam membantu pengembangan bakat dan minat siswa Jurusan Pelayaran di SMK Negeri 2 Barru. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, kuesioner, dan teknik dokumentasi. Data terkumpul di analisis dengan menggunakan teknik regresi sederhana. Hasil penelitian adalah (1) Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok pada Jurusan Pelayaran SMK Negeri 2 Barru berada pada kategori baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil frekuensi pelaksanaan layanan bimbingan kelompok yang diperoleh, yaitu dari 48 orang siswa, 22 orang (45,83 %) mangatakan bahwa pelaksanaan bimbingan kelompok di sekolah mereka berjalan dengan baik. (2) Pengembangan bakat dan minat siswa pada Jurusan Pelayaran di SMK Negeri 2 Barru berada pada kategori tinggi. Hal ini dapat dilihat dari hasil frekuensi pengembangan bakat dan minat siswa, yaitu dari 48 orang siswa, 24 orang (50 %) yang mengalami pengembangan bakat dan minat siswa pada kategori tinggi. (3) Bimbingn kelompok berpengaruh terhadap pengembangan bakat dan minat siswa pada jurusan pelayaran SMK Negeri 2 Barru. Hal ini berarti bahwa layanan bimbingan kelompok efektif dilaksanakan untuk pengembangan bakat dan minat siswa
MENYELESAIKAN MASALAH BOLOS DAN MALAS KE SEKOLAH DI SISWA SMP NEGERI SATAP 4 BALUSU
Penelitian ini memiliki rumusan masalah yaitu bagaimana penyelesaian perilaku membolos dan malas ke sekolah pada siswa SMP Negeri Satap 4 Balusu?. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyelesaian perilaku membolos dan malas ke sekolah pada siswa SMP Negeri Satap 4 Balusu. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. subjek penelitian berjumlah 3 orang anak yang terindikasi sering membolos dan malas ke sekolah. Teknik analisis menggunakan data reduction, data display, conclusion drawing/ verification, dan triangulasi data. Hasil penelitian dibagi menjadi pemaparan wawancara subjek atau klien, tahap berikutnya adalah analisis pada setiap klien sesuai dengan kasus sering membolos dan malas ke sekolah yang dihadapinya. Kemudian terakhir adalah membuat kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa penyelesaian perilaku membolos dan malas ke sekolah pada siswa di SMP Negeri Satap 4 Balusu adalah dengan melibatkan guru dan orang tua untuk melakukan pengawasan lebih ketat terhadap pergaulan siswa yang sering membolos dan malas ke sekolah, sehingga mereka dapat kembali menjadi siswa yang berperilaku baik untuk mencapai cita-cita mereka
Motivational Factors to Become EFL Teachers
Being a teacher is a favorite goal lately, in contrary to what happened in the past. This current study aimed at (1) finding out factors that encourage fresh graduates to become EFL teachers, and (2) elaborating the meaning of being EFL teachers. The subjects of this qualitative study were four young EFL teachers who were fresh graduates and became teachers less than a year at different secondary schools in Makassar. To collect data, researchers used in-depth interview technique. Data were analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) technique. The results of this study found that the motivating factors of being EFL teachers were to help students reach or realize their future, to get life lessons, as the call of the soul, and to enjoy comfort. The meaning of being an EFL teacher found through this research were as a job or profession, as an expression of belief in religion, and the way to feel as parents for students
Learning Motivation and Students’ Achievement in Learning English
The Covid-19 pandemic currently occurring has significantly influenced on the motivation and the learning achievement of students. This study aimed at finding out (1) students’ motivation in learning, and (2) students’ achievement learning English, in the current situation of covid-19 pandemic. By using random sampling technique, this study employed 84 students from the population of 420 students of a senior high school in Surabaya. Data was collected using questionnaires and test, and then was analyzed by using Likert scale and descriptive statistics through SPSS. The research result showed that in the current covid-19 pandemic condition, the correlation between students’ learning motivation and students’ achievement in learning English was classified in to low category (r = 0.22) ranging from 0.200-0.400
Figurative Languages Employed by EFL Lecturers in Teaching
The objectives of this study are to find out (1) kinds of figurative languages used by EFL lecturers (2) reasons for using figurative languages in teaching, and (3) students’ responses on the use of figurative languages by EFL lecturers in teaching. The current research employed the descriptive qualitative method. The subjects of this research are two EFL lecturers and students at English Education Study Program of STKIP Dampal Selatan. The results of the research indicated that (1) kinds of figurative languages employed by EFL lecturers in teaching are: rhetoric, simile, metonymy, personification, repetition, paradox, metaphor, and litotes, (2) the reasons for using figurative languages are: to help students’ understanding the lessons, in motivating students in learning process, for introducing language and culture, as a feedback to increase students’ understanding on the lessons, and to train students’ critical thinking. In addition, (3) the students’ responses on the use of figurative language is the students easily in association the material with the real world absorbed because those make closer with their environment; those also could enrich their knowledge on languages; and figurative languages used by lecturers help them to understand the lesson
PENGARUH PEMBERIAN KONSELING PRIBADI TERHADAP KEMAMPUAN BERARGUMENTASI DALAM BERDISKUSI PADA SISWA YANG INTROVER DI SMA NEGERI 1 BARRU
Penelitian ini memiliki rumusan masalah apakah ada pengaruh pemberian konseling pribadi terhadap kemampuan berargumentasi dalam berdiskusi pada siswa yang egois di SMA Negeri 1 Barru, dan apakah ada pengaruh pemberian konseling pribadi terhadap kemampuan berargumentasi dalam berdiskusi pada siswa yang introver di SMA Negeri 1 Barru. Penelitian adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan angka-angka sebagai patron penentu dalam mencapai hasil perhitungan dalam penelitian. Adapaun jenis penelitian ini adalah ex post facto. Berdasarkan hasil penelitian ini maka tidak terdapat pengaruh pemberian konseling pribadi terhadap kemampuan berargumentasi dalam berdiskusi pada siswa yang egois di SMA Negeri 1 Barru. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0.069 yang lebih besar dari alpha (α) 0,05 hal ini menunjukkan tidak terdapat pengaruh x terhadap y1. Terdapat pengaruh pemberian konseling pribadi terhadap kemampuan berargumentasi dalam berdiskusi pada siswa yang introver di SMA Negeri 1 Barru. Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0.001 yang lebih kecil dari alpha (α) yang ditentukan yaitu 0,05 hal ini menunjukkan terdapat pengaruh x terhadap y
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN KEMAMPUAN SISWA BERSOSIALISASI DI LINGKUNGAN SEKOLAH PADA SMP NEGERI I TANETE RIAJA
Penelitian ini memiliki rumusan masalah apakah Hubungan antara Kecerdasan Emosional dengan Kemampuan Siswa Bersosialisasi di Lingkungan Sekolah Pada SMP Negeri I Tanete Riaja. Jumlah sampel 66 orang siswa dengan analisis data korelasi product moment.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan siswa bersosialisasi di lingkungan sekolah pada SMP Negeri I Tanete Riaja berada pada nilai rxy 0,91. Hal ini berarti bahwa hubungan atau yang terjadi “sangat kuat”. Dengan demikian, hipotesis nihil yang menyatakan tidak ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan siswa bersosialisasi di lingkungan sekolah pada SMP Negeri I Tanete Riaja ditolak, dengan demikian maka hipotesis alternatif yang menyatakan ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan kemampuan siswa bersosialisasi di lingkungan sekolah pada SMP Negeri I Tanete Riaja diterima
PENERAPAN DINAMIKA KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM BERDISKUSI PADA SISWA SMP NEGERI 2 TANETE RILAU
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh penerapan dinamika kelompok kemampuan berkomunikasi interpersonal dalam berdiskusi siswa SMP Negeri 2 Tanete Rilau. Tujuannya adalah untuk mengetahui gambaran penerapan dinamika kelompok kemampuan berkomunikasi interpersonal dalam berdiskusi siswa SMP Negeri 2 Tanete Rilau dan untuk mengetahui pengaruh penerapan dinamika kelompok kemampuan berkomunikasi interpersonal dalam berdiskusi siswa SMP Negeri 2 Tanete Rilau Penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimen model pre-test post-test one group design yaitu eksperimen yang dilakukan pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding, jumlah sampel adalah 35 siswa bermasalah. Hasil penelitian ini menemukan uji hipotesis dari uji hipotesis peneitian pada tingkat signifikan yang digunakan α = 0,05 dengan kriteria adalah tolak Ho jika t hitung ≥ t tabel dan diterima Ho jika t hitung ≤ t tabel. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa: Pemahaman terhadap penerapan dinamika kelompok kemampuan berkomunikasi interpersonal dalam berdiskusi siswa sebelum perlakuan berada pada kategori rendah. Dan pada saat setelah perlakukan beruapa dinamika kelompok selama 4 kali pertemuan, maka pemahaman terhadap penerapan dinamika kelompok kemampuan berkomunikasi interpersonal dalam berdiskusi siswa sebelum perlakuan berada pada kategori tinggi. Dan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat diketahui terdapat pengaruh yang signifikan dalam penerapan penerapan dinamika kelompok kemampuan berkomunikasi interpersonal dalam berdiskusi siswa SMP Negeri 2 Tanete Rilau
PERANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM PEMBERIAN LAYANAN BIMBINGAN KARIER PADA SISWA SMA NEGERI I BARRU
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah ” apakah peran guru bimbingan dan konseling dalam pemberian layanan bimbingan karier pada siswa SMA Negeri I Barru?” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peranan guru bimbingan dan konseling dalam pemberian layanan bimbingan karier pada siswa SMA Negeri I Barru. Penelitian ini menggunakan analisis persentase dengan populasi penelitian sebanyak 564 responden, sedangkan sampel adalah 56 responden diperoleh dengan teknik penarikan Proportional Random Sampling, adapun instrument pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan skor persentase rata-rata antara 21%-40%. Jadi guru bimbingan dan konseling kurang berperan memberikan layanan dan bimbingan karier pada siswa SMA Negeri I Barru