Open Journal System of STKIP Muhammadiyah Barru
Not a member yet
255 research outputs found
Sort by
KONSELING INDIVIDU MEMBENTUK PRIBADI BERKARAKTER SISWA DI SMA NEGERI 2 BARRU
Penelitian ini memiliki rumusan masalah yaitu bagaimana layanan konseling individu dalam membentuk pribadi berkarakter siswa di SMA Negeri 2 Barru? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui layanan konseling individu membentuk pribadi berkarakter siswa di SMA Negeri 2 Barru. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, jenis penelitian pre-eksperimen model pre-test post-test one group design yaitu eksperimen yang dilakukan pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding. Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri 2 Barruyang berjumlah 778. Metode sampel adalah purposive sampling. Yang akan diteliti adalah siswa yang bermasalah pada persoalan karakter sebanyak 6 orang. Hasil penelitian menunjukkan nilai persentase tertinggi yang diperoleh sebesar 33%yangberada pada interval 80-87. Hal ini berarti bahwa penerapan konseling pribadi siswa bermasalah pada perilaku dan karakter sebelum perlakuan berada pada kategori rendah dan sangat rendah. Nilai persentase tertinggi yang diperoleh sebesar 33% yangberada pada interval 97-100. Ini berarti bahwa penerapan konseling pribadi siswa yang bermasalah pada perilaku dan karakter setelah diberikan perlakuan berada pada kategori sangattinggi atau baik sekali, pada uji hipotesis dengan uji t menunjukkan bahwa: ttabel 2,571< t0 4,59.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Terjadi peningkatan persentase nilai siswa dari sebelum dan sesudah perlakuan, pada pretes berkategori rendah dan sangat rendah, pada postes berkategori sangat tinggi. Dan terdapat perbedaan skor secara signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukannya konseling individu terhadap pembentukanpribadi berkarakter siswa di SMA Negeri 2 Barru
PENGARUH AKTIVITAS ORGANISASI BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA DI SMP NEGERI 1 BARRU KABUPATEN BARRU
Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana aktifitas bimbingan dan konseling terhadap pengetahuan siswa di SMP Negeri 1 Barru Kabupaten Barru, (2) bagaimana keaktifan siswa SMP Negeri 1 Barru, (3) apakah keaktifan siswa SMP Negeri 1 Barru dalam organisasi bimbingan dan konseling berpengaruh baik dalam hasil belajarnya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tehnik observasi, kuesioner dan tehnik dokumentasi untuk data prestasi belajar siswa. Data terkumpul dianalisis dengan menggunakan tehnik.hasil penelitian menunjukkan bahwa aktfitas dalam organiasi bimbingan konseling di SMP NEGRI 1 BARRU. Dapat dikategorikan tinggi dan prestasi belajar siswa juga trmasuk kategori tinggi
Cultural Interference in English Speaking Class
The local culture can give people an advantage in understanding and developing intercultural knowledge and skills. It is also useful for achieving a successful life in this challenging global world. In order to understand people it is important to understand their values and culture. Indonesia consists of various ethnicities, which consequently affect people’s culture as a whole nation. This research was done at one of universities in Makassar, State Islamic University of Alauddin. It comprised 15 respondents from various ethnic backgrounds such as: Makassarese, Buginese, Javanese, and others. The interview used was developed on the basis of Hofstede’s work on values. The study showed that respondents showed five cultural dimensions in speaking which indicated high on Power Distance, Collectivism, Masculinity; and low on Uncertainty Avoidance, and Short and Long Term Orientation
Paradoxality of Women Positions in Othello by Shakespeare
This research studied about the positions of female characters in the play Othello by Shakespeare. By applying the intersectional concept of Chandra Mohanty, the research identified that the women positions were determined by the aspects of race and class. The high-class woman in patriarchal system was subordinated by lower class man due to gender relation. Meanwhile the research also exhibited that women could have strong domination toward men in regard to race relation. It asserted the intersect relation of race, class, and gender. In this case, under certain circumstances, women were not always positioned inferior toward men and men did not always have ultimate power on women. The relation of both gender in the novel indicated that other aspects such as race and class also played the significant role in determining the position of each
How Journalists Display the Meaning
This study aimed at delivering a brief explanation and discusses the types of the meaning of association based on Geoffrey Leech's theory (1974) in media studies. This study underlined some interesting finding related meanings include connotation meaning, social meaning, affective meaning, reflective meaning, and collocative meaning. This study uses a qualitative descriptive approach to describe how journalists display the meaning of association in the articles in the analysis section of the website and analyze data also in the form of words, phrases, clauses, and sentences. Before analyzing, the data are categorized into five categories based on the region of origin of the article, by using table. After all the data in the table are analyzed, the researcher makes a conclusion. The results of this study indicate that there are five types of associative meanings
PENERAPAN KONSELING ISLAMI DALAM HUBUNGANNYA DENGAN MORAL SISWA UNTUK MENGATASI MASALAH SISWA TERISOLIR DI SMA NEGERI 1 BARRU
Penelitian ini memiliki rumusan masalah yaitu bagaimana penerapan konseling Islami untuk mengatasi masalah siswa terisolir dalam hubungannya dengan moral siswa di SMA Negeri 1 Barru, Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian pre-eksperimen model pre-lest post-test one group design yaitu eksperimen yang dilakukan pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding. Populasi penelitian berjumlah 1016, sampel secara purposive atau sampel dengan pertimbangan tertentu yaitu 10 orang. Pada penelitian ini ternyata nilai tertinggi yang diperoleh sebesar sebelum perlakuan 40% yang berada pada interval 88-93. Hal ini berarti bahwa pemahaman tentang masalah siswa terisolir hubungannya dengan moral pada sebelum diberikan konseling Islami berada pada kategori rendahdan nilai persentase tertinggi setelah perlakuan yang diperoleh sebesar 30% yang berada pada interval 107-113 dan 101-106. Hal ini berarti bahwa pemahaman tentang siswa terisolir pada setelah diberikan penerapan konseling Islami berada pada kategori sangat tinggi dan tinggi
PENERAPAN TEKNIK CONFRONTATION UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMA NEGERI 4 SINJAI
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui gambaran tingkat kepercayaan diri siswa di SMA Negeri 4 Sinjai, dan untuk meningkatan kepercayaan diri siswa di SMA Negeri 4 Sinjai, melalui teknik confrontation. Jenis penelitian yang dipilih adalah jenis penelitian eksperimen. Model yang digunakan pre-experiment design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 4 Sinjai sebanyak 12 orang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan hasil penelitian ini, tampak bahwa penerapan teknik confrontation merupakan teknik yang sangat efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Pada pemberian teknik confrontation, siswa belajar tentang teori belajar yang dirancang untuk membantu para siswa memiliki keyakinan kemampuan diri, sikap optimis dalam menghadapi segala hal tentang diri dan kemampuannya, bersikap objektif, memiliki rasa tanggung jawab dan memiliki pemikiran rasional dan realistis. Teknik confrontation merupakan keterampilan konselor membantu konseli untuk menyadari adanya kesenjangan antara kata dan perbuatan atau bahasa badan, pikiran, tindakan dan perasaan konseli sehingga konseli dapat merubah perilakunya menjadi terarah dan menjalani gaya hidup yang sehat
PROBLEM CHECK LIST MEMBANTU SISWA MASALAH KONSELING DI SMA NEGERI 1 PANGKEP
Penelitian ini memiliki rumusan masalah bagaimana peran data instrumen problem check list dalam membantu siswa mengentaskan masalah konseling pada SMA Negeri 1 Pangkep dengan tujuan untuk mengetahui peran data instrumen problem check list dalam membantu siswa mengentaskan masalah konseling pada SMA Negeri 1 Pangkep. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 2 orang guru bimbingan konseling. Teknik analisis menggunakan data reduction, data display, conclusion drawing/ verification, dan triangulasi data. Hasil penelitian dibagi menjadi pemaparan wawancara subjek atau klien, tahap berikutnya adalah analisis sesuai dengan tujuan penelitian Kemudian terakhir adalah membuat kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan data instrumen problem check list sangat penting dalam membantu siswa mengentaskan masalah konseling di SMA Negeri 1 Pangkep. Data problem check list menjadi data awal untuk pemetaan masalah siswa, agar dapat diberikan penanganan berupa layanan-layanan bimbingan dan konseling sesegera mungkin berdasarkan perencanaan yang disusun oleh guru bimbingan dan konseling
MENGATASI PRAKTIK PEMALAKAN DI UPTD SMP NEGERI SATAP 16 BARRU
Penelitian ini memiliki rumusan masalah yaitu apa yang menjadi penyebab pemalakan yang terjadi di UPTD SMP NegeriI Satap 16 Barru? Layanan bimbingan dan konseling apa yang dilakukan pada anak yang pemalak di UPTD SMP NegeriI Satap 16 Barru? Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penyebab pemalakan yang terjadi di UPTD SMP NegeriI Satap 16 Barru dan layanan bimbingan dan konseling apa yang dilakukan pada anak yang pemalak di UPTD SMP NegeriI Satap 16 Barru. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 3 orang anak yang terindikasi melakukan pemalakan. Teknik analisis menggunakan data reduction, data display, conclusion drawing/ verification, dan triangulasi data. Hasil penelitian dibagi menjadi pemaparan wawancara subjek atau klien, tahap berikutnya adalah analisis pada setiap klien sesuai dengan kasus pemalakan yang dihadapinya. Kemudian terakhir adalah membuat kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa: Perilaku pemalakan yang dilakukan oleh siswa diakibatkan oleh intervensi kelompok yang kuat pada siswa kasus, sehingga kelompok memberikan model pada siswa kasus berupa kegiatan pemalakan di sekolah. Guru bimbingan dan konseling dapat memberikan layanan baik kelompok maupun individu dengan pengawasan dan pemantauan yang intensif terhadap proses follow up bimbingan dan konseling. Hal lain adalah melibatkan seluruh stakeholder sekolah termasuk orang tua untuk mengawasi siswa dalam kegiatannya di sekolah dan di lingkungan sekitarnya
Critical Analysis of the Austin’s Theory in Communication
A tool of social interaction or a tool of human communication is nothing but language. What is agreed with communication is a place where humans can convey information such as thoughts, ideas, intentions, and emotions. This study discusses the meaning of utterances that carry critical speech acts in different situations. This study research in this journal to examine J. Austin's Speech Theory of Action. This study criticism of Austin's Speech Theory of Action. In researching this journal use qualitative research methods to make it easier for this study and make it easier for readers that there are a number of Austin opinions that are lacking explanation, speech acts are the basic unit of meaning to express meaning of speech that contains a purpose, this journal is made to help students who are less critical in thinking become more critical