Open Journal System of STKIP Muhammadiyah Barru
Not a member yet
255 research outputs found
Sort by
The Survey on Students’ Satisfaction Degree towards Online Learning during Covid-19 Pandemic Condition
The present study aimed at describing the satisfaction level of the university students in online learning at STKIP Muhammadiyah Barru during the Covid-19 pandemic situation. The research participants were 30 students of the Guidance and Counseling study program in the first semester on the academic year of 2021/2022. To collect data, researchers distributed questionnaire items to participants via Google forms, then analyzed the data qualitatively. The result of students’ responses to the questionnaire showed that in overall, 14 students (46.7%) of Guidance and Counseling Study Program at STKIP Muhammadiyah Barru were satisfied with the implementation of online learning organized by the campus, 10 other students (33.3%) stated that they were very satisfied, although there were also a small number namely 6 students (20%) expressed dissatisfaction. The satisfaction of the majority of students were found in the lecturers’ role factor as a facilitator, and the good communication interaction factor to lecturers and to classmates. Students’ dissatisfaction was generally found in the learning effectiveness factor, where students stated that they were bored with the independent assignments given by lecturers via online
PERAN ORANG TUA DALAM PEMBELAJARAN DARING DAN FASILITATOR DI MASA PANDEMI COVID-19
Pada 30 Januari 2020, World Health Organization (WHO) menetapkan adanya virus yang bernama Covid-19. Di saat itu, tatanan kehidupan di seluruh dunia berubah secara drastis mulai dari perekonomian, pendidikan, sosial, dan lain sebagainya. PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) melalui WHO memutuskan bahwasanya untuk menghentikan segala bentuk aktifitas yang mengundang keramaian atau kerumunan. Hal ini diterima oleh pemerintah Indonesia untuk diterapkan melalui Surat Edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Direktorat Pendidikan Tinggi No. 1 Tahun 2020 perihal pencegahan penyebaran virus Covid-19 ini di dunia Pendidikan. Sistem belajar tatap maya menjadi pilihan pemerintah Indonesia agar proses belajar mengajar tetap lanjut di masa pandemi Covid-19 di Indonesia. Dari sistem belajar tatap maya ini, ada beberapa dampak yang muncul. Salah satunya ialah orang tua dan guru yang belum sepenuhnya mengerti tentang sistem belajar daring ini. Jenis penelitian yang digunakan dalam kasus ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yakni observasi dan wawancara kepada para sampel yang terpilih. Sebagian orang tua ada yang sudah siap dan sebagian juga ada yang belum siap. Orang tua sudah mempersiapkan atau memfasilitasi kebutuhan pembelajaran daring anak. Meskipun setiap orang tua berbeda dalam memberikan fasilitas, tapi tujuannya sama yaitu agar anaknya tetap bersekolah atau mengikuti pembelajaran walaupun dari rumah
Deixis Places in Online Shopping Advertising
Advertising in online shopping serves as a means to promote or advertise an item or service in the hope of obtaining maximum income of the advertised product. Usually an advertisement uses languages that are very short, concise, clear and interesting to influence the public and the general public. This study aims to identify the form of place deixis found in online shopping advertisements. The method used in this research is descriptive qualitative method. The data in this study are in the form of clauses, sentences, and discourses containing place deixis in online shopping advertisements. The data collection techniques used in the research are listen and note technique. Meanwhile, data analysis includes (1) classifying advertising data online shopping; (2) classifying the place deixis form data; and (3) set aside data that similar but not the same based on the form of clauses, sentences, and discourses. The results of this study shows that the form of place deixis in online shopping advertisements with data of 5 data in the form of clauses, sentences, and discourses
Analysis of Speech Act of Instant Noodle Advertisement 50th on Television
Advertising is a form of displaying messages by non-personal communicators through the media to audiences in exchange for consideration. In other words, advertising is a form of impersonal presentation and promotion of ideas, goods, or services advertised by a particular sponsor and for which consideration must be paid. Some interpret from a purely communication, advertising and marketing point of view, others from a psychological point of view. The communication perspective tends to emphasize the process of delivering messages from the communicator to the audience. From an advertising perspective, the emphasis tends to be on aspects of delivering creative and persuasive messages delivered through special media. The marketing perspective emphasizes the importance of advertising as a marketing tool, namely selling products. Speech act events are usually useful for confirming certain information. Speech act events are characterized by the presence of speakers and speech partners. The problems studied in this analysis are speech acts, idioms, utterances, and phrases contained in television advertisements for an instant noodle products. This research is important because in production, promotion is one of the important aspects to boost product sales. A qualitative descriptive method with a pragmatic approach was used to conduct this research. The data for this study were generated and analyzed using the instant noodle advertising language. Data collection techniques used are observation and note-taking techniques. Data is obtained by viewing and monitoring it. The instant noodle advertisements and recording data from selected advertisements for study. The results of this study indicate that there are verbal speech acts, nonverbal speech acts, and verbal speech acts
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Sejarah dengan Menggunakan Media Pembelajaran VCD dan Metode Kerja Kelompok
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan kemandirian belajar siswa, (2) pemahaman konsep IPS, dan (3) peningkatan prestasi belajar siswa kelas IX.6 MTS Negeri Barru Kabupaten Barru tahun Pelajaran 2018/2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Tahap penelitian terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Tindakan dilaksanakan dalam 2 siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari 3 pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX.6 MTs Negeri Barru Kabupaten Barru sebanyak 26 orang siswa. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan tes. teknik analisis data dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Kemandirian belajar pada siklus I mencapai rata-rasa pesersentase sebesar 60,64%, hal ini sesuai dengan hasil observasi yang menunjukkan siswa masih kurang percaya diri, belum memiliki inisiatif belajar, dan masih menggantungkan diri kepada orang lain. Kemudian pada siklus II kemandirian belajar menjadi 82,96% Pada Siklus II siswa sudah menunjukkan rasa percaya diri, memiliki inisiatif belajar secara terus menerus, serta tidak menggantungkan diri kepada orang lain. Pada pemahaman konsep IPS di siklus I sebesar 68,64% menunjukkan bahwa siswa belum dapat mengklarifikasikan objek-objek menurut sifat-sifat tertentu,belum dapat mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah, siswa belum dapat menyelesaikan masalah sesuai dengan langkah-langkah yang benar lalu di siklus II mengalami peningkatan sebesar 80,03% adanya alat peraga berupa VCD dan lembar kegiatan dapat membantu siswa untuk memahami materi yang dipelajari. Begitu juga dengan prestasi belajar IPS siswa yaitu 37.5% sebelum dikenai tidakan meningkat menjadi 40,91% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 81,82% pada siklus II. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan Menggunakan Media Pembelajaran VCD dan Metode Kerja Kelompok dapat meningkatkan kemandirian belajar, pemahaman konsep IPS dan prestasi belajar pada siswa kelas IX.6 MTS Negeri Barru Kabupaten Barru tahun Pelajaran 2018/2019 dan dapat menjadi acuan dalam pemilihan model pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas
Peningkatan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan melalui Media Kartu Angka pada Anak Usia 5-6 Tahun
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di TK DW Jalanru kelompok B ternyata masih banyak atau ada beberapa anak didik mengalami kesulitan dalam hal kemampuan berhitung. Kami sebagai pendidik mencari solusi untuk mengatasi masalah anak dalam kemampuan berhitung dengan cara bermain mengenal konsep bilangan melalui media kartu angka bergambar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin yang terdiri dari 2 siklus dan setiap siklus meliputi: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) Pengamatan, dan 4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan permainan kartu angka dalam upaya meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan sangat disenangi oleh anak didik TK DW Jalanru. Pada siklus I anak sudah mampu mengurutkan angka 1-10 sesuai dengan gambar. Sedangkan siklus II anak sudah mampu menghubungkan konsep bilangan dengan lambang bilangan. Penggunaan media kartu angka dalam pembelajaran penjumlahan permulaan, dapat mengoptimalkan potensi kognitif. Hal ini karena penggunaan media kartu angka bergambar sebagai sumber belajar dapat memberikan kesempatan kepada anak didik untuk mendapatkan pengetahuan dan memfasilitasi anak untuk menyalurkan keingintahuannya yang kuat dan antusias terhadap banyak hal
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Index Card Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa tentang Interaksi Sosial Budaya Sosialisasi Kelas V SDI Salomoni Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar siswa kelas V SDI Salomoni Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru yang belum mencapai standar ketuntasan belajar minimum (SKBM) yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan proses dan hasil belajar siswa tentang interaksi sosial budaya sosialisasi melalui penerapan model pembelajaran index card match di kelas V SDI Salomoni Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pelaksanaan tindakan penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dengan prosedur penelitian meliputi pra-tindakan, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V SDI Salomoni Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru dengan jumlah 18 siswa terdiri dari 9 laki-laki dan 9 perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes dan dokumentasi. Berdasarkan data yang diperoleh hasil penelitian pada siklus I menunjukkan proses pembelajaran berada pada kualifikasi cukup (C) dan hasil tes belajar berada pada kualifikasi cukup (C). Sedangkan pada siklus II hasil penelitian pada proses pembelajaran meningkat menjadi kualifikasi baik (B) dan hasil tes belajar berada pada kualifikasi baik (B). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe index card match dapat meningkatkan proses belajar dan hasil belajar siswa tentang interaksi sosial budaya sosialisasi kelas V SDI Salomoni Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru
IMPLEMENTASI BIMBINGAN KELOMPOK DALAM UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala psikologi dengan alat pengumpulan data berupa skala kemandirian. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan library research atau peneltian pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah bimbingan kelompok dapat digunakan untuk meningkatkan kemandirian belajar. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu implementasi layanan bimbingan kelompok dalam upaya peningkatan nilai kemandirian siswa ditandai dengan sikap siswa yang memiliki percaya diri, mampu bekerja sendiri, mampu menghargai waktu, mampu bertanggung jawab, memiliki hasrat bersaing untuk maju, berani dalam mengambil keputusan, dan cara bersikap, berfikir, serta berperilaku individu yang tidak bergantung kepada orang lain. Akan tetapi tidak semua individu memiliki karakter mandiri karena berbagai faktor. Fenomena pada siswa menunjukkan belum sepenuhnya siswa memiliki kemandirian. Hal ini dapat dilihat dari gejala siswa yang tidak yakin pada kemampuan diri sendiri, minta diarahkan guru secara terus-menerus dalam kegiatan belajar, membutuhkan dukungan dari orang lain dalam menyelesaikan masalah, tidak mampu belajar mandiri, melaksanakan kegiatan harus atas perintah orang lain, sering menyontek, saat ada jam kosong digunakan untuk bermain, tidak memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan tugas, dan ingin cepat-cepat mengakhiri kegiatan belajarnya
HUBUNGAN PENERAPAN KEDISIPLINAN DENGAN PENUMBUHAN MINAT BELAJAR SISWA DI UPTD SMP NEGERI 27 BARRU
Penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Untuk sumber data pada penelitian ini, jumlah populasi adalah 249 siswa dengan sampel 37 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik proportional random sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analis data menggunakan rumusproduct moment. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan kedisiplinan terhadap penumbuhan minat belajar siswa di UPTD SMP Negeri 27 Barru. Hal ini dapat dilihat pada nilai signifikansi pada nilai yang lebih besar,atau 12,904 > 2,030. Kekuatan hubungan penerapan kedisiplinan dengan penumbuhan minat belajar siswa di UPTD SMP Negeri 27 Barrumencapai angka 0,46 yang berarti hubungan tersebut berada pada kategori cukup tinggi
Application of Language Politeness in Learning Activities at School
Language politeness really needs to be shown and maintained in society because it is a characteristic of the human in all nations. Language politeness needs to be applied in all aspects of life. One of the important places to apply language politeness is in teaching and learning activities in schools. This research was conducted in a junior high school in Lahore city. Participants were 30 students of the VIII grade who were involved in learning activities with a teacher. The researchers found that in learning activities, all positive elements are very important to be applied. This is important because teaching and learning activities are the spearhead in instilling positive values from teachers to students, students to teachers, and students to students. For this reason, teaching and learning activities or processes should be able to run with full politeness which is manifested through the language used. Language politeness in teaching and learning activities will have a positive impact on students’ views of teachers, teachers to students, and students to students