BIMIKI (E-Journal)
Not a member yet
    153 research outputs found

    PENGARUH APLIKASI BERBASIS MANAGEMENT PROBLEM SOLVING TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA TINGKAT AKHIR DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

    Get PDF
    Pendahuluan: Mahasiswa seringkali dituntut untuk mengambil sebuah keputusan, baik itu keputusan ringan maupun keputusan berat yang memerlukan banyak pertimbangan. Percaya diri adalah sebuah perasaan dan keyakinan akan kemampuan yang dimiliki individu dalam meraih keberhasilan berdasarkan upayanya sendiri. Semakin individu kehilangan kepercayaan diri, maka  semakin sulit pula individu tersebut untuk mengambil keputusan terbaik tentang apa yang harus dilakukan kepada dirinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi berbasis management problem solving terhadap kepercayaan diri mahasiswa tingkat akhir dalam pengambilan keputusan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Praeksperimen dengan rancangan One Group Pretest Posttest. Teknik sampling dalam penelitian menggunakan total sampling dengan jumlah responden 386 mahasiswa keperawatan tingkat akhir di Banten. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan aplikasi berbasis management problem solving.Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji Paired Sample T Test. Hasil: Sebelum diberikan aplikasi, responden yang memiliki kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan dengan kategori sedang berjumlah 210 responden (54,4%) dan kategori rendah berjumlah 176 responden (45,6%). Setelah diberikan aplikasi, responden yang memiliki kepercayaan diri berkategori tinggi berjumlah 125 responden (32,4%) dan kategori sedang berjumlah 261 responden (67,6%). Kesimpulan: Ada pengaruh aplikasi berbasis management problem solving terhadap kepercayaan diri mahasiswa tingkat akhir dalam pengabilan keputusan. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan.     Kata Kunci: Kepercayaan Diri; Management problem solving; Pengambilan Keputusan ABSTRACT Introduction: Students are often required to make a decision, be it a light decision or a tough one that requires a lot of consideration. Self-confidence is a feeling and belief in the ability of a person to be able to achieve success based on his efforts. The more the individual loses confidence, the harder it will be to make the best decisions about what to do with  them. The purpose of this study is to determine the effect of management problem solving based applications on the confidence of final year students in decision making. Methods: The study used a pre- experimental design with a One Group Pretest Posttest design. The sampling technique used in the study was total sampling with the number of respondents 368 final year nursing students in Banten. The instruments used were questionnaires and management problem solving based applications. Result: Before being given the application, respondents who had confidence in decision-making with moderate categories amounted to 210 respondents (54.4%) and low categories amounted to 176 respondents (45.6%). After being given the application, respondents who had high-category confidence numbered 125 respondents (32.4%) and the moderate category amounted to 261 respondents (67.6%). Conclusion: There is an effect of application-based problem-solving management on the confidence of final-level students in the assessment of decisions. This research is expected to be used to increase confidence in decision-making.   Keywords: Self-confidence; Management Problem Solving; Decision Makin

    PREVALENSI DAN ANALISIS FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NANGGALO PADANG

    No full text
    ABSTRAK Pendahuluan: Hipertensi disebut sebagai "silent killer" artinya dapat menyebabkan kematian secara diam-diam. Hanya melalui pengukuranlah deteksi dapat dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi hipertensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Nanggalo, Padang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada masyarakat usia > 18 tahun di wilayah Kerja Puskemas Nanggalo dengan sampel sebanyak 438 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi hipertensi di masyarakat Wilayah Kerja Nanggalo tahun 2019 sebesar 13,7 yang terdiri dari 10,7% hipertensi stage 1 dan 3% hipertensi stage 2. Sedangkan 19,2% responden sudah memasuki tahap pra hipertensi. Responden paling banyak pada usia produktif yaitu pada rentang usia 18-50 tahun; responden antara laki-laki dan perempuan jumlahnya hampir sama; sebagian besar memiliki status gizi (IMT) normal (64,2%), sebagian besar responden beraktivitas fisik secara rutin (77,9%); sebagian besar responden tidak merokok (61%); dan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan rendah lemak jenuh hampir sama. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara usia, berat badan (IMT) dan aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi. Serta tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, kebiasaan merokok, dan makan makanan berlemak jenuh dengan kejadian hipertensi. Hasil penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran responden terhadap faktor-faktor risiko hipertensi.   Kata kunci: Faktor risiko, hipertensi,  prevalensi.   ABSTRACT Introduction: Hypertension is called the "silent killer" which means it can cause death silently. Therefore, detection can only be done through measurement. This study aims to determine the prevalence of hypertension and the risk factors that influence hypertension in the working area of ​​the Nanggalo Community Health Center, Padang. Methods: This study used an analytic survey method with a cross sectional approach. The research was conducted on people aged> 18 years in the working area of ​​Puskemas Nanggalo with 438 respondents as a sample. Result: The results showed that the proportion of hypertension in Nanggalo Work Area was 13.7 consisting of 10.7% stage 1 hypertension and 3% stage 2 hypertension. While 19.2% of respondents had entered the pre hypertension stage. Most respondents are in productive age, namely in the age range 18-50 years; the number of respondents between men and women is almost the same; most of them had normal nutritional status (BMI) (64.2%), most of the respondents had regular physical activity (77.9%); most of the respondents do not smoke (61%); and consumption of foods high in saturated fat and low in saturated fat is about the same. Conclusion: There is a significant relationship between age, body weight (BMI) and physical activity with the incidence of hypertension. And there is no significant relationship between gender, smoking habits, and eating saturated fatty foods with the incidence of hypertension. The results of this study are expected to be able to increase respondents' awareness of risk factors for hypertension.   Keywords: Hypertension, prevalence, risk facto

    EFEK PEMBERIAN TERAPI OZON DALAM PROSES PENYEMBUHAN ULKUS KAKI DIABETIK : STUDI LITERATUR

    Get PDF
    Pendahuluan: Indonesia mendapat peringkat dua negara dengan penderita diabetes melitus (DM) terbanyak di wilayah Pasifik Barat. Prevalensi DM di Indonesia naik secara signifikan dari 0,7% menjadi 2% dalam satu dekade. Salah satu komplikasi DM yang paling sering muncul dan berbahaya adalah ulkus kaki diabetik (UKD). Penyembuhan UKD mengalami keterlambatan dan penggunaan teknik konvensional tidak lagi efektif. Terapi ozon diklaim dapat menyembuhkan luka. Namun, penelitian terdahulu belum bisa memberikan kesimpulan mengenai peran ozon dalam penyembuhan UKD. Untuk mengetahui efek penggunaan ozon dalam perawatan UKD, studi literatur ini dilaksanakan. Metode: Artikel ini merupakan literature review melalui Google Scholar. Literatur ditelusuri berdasarkan kata kunci dalam rentang waktu 5 tahun terakhir yaitu tahun 2016-2021. Data disintesis menggunakan syntesis matrix dan diintepretasikan dengan teknik kualitatif deskriptif. Hasil: Proses eliminasi mendapatkan 5 artikel final dari total 747 artikel. Penelitian ini tidak menemukan adanya hasil yang negatif dari penggunaan ozon dalam perawatan UKD dan tidak melakukan observasi lebih dalam mengenai hal tersebut. Ozon berperan dalam menstimulasi growth factor dan ekspresi antioksidan tubuh sehingga proses penyembuhan UKD bisa dipercepat. Ozon juga berperan sebagai anti-bakteri yang mengontrol jumlah koloni bakteri secara signifikan. Penambahan ozon dalam terapi juga memberikan sensasi yang menyenangkan dan mengurangi nyeri perawatan. Kesimpulan: Ozon memberikan efek yang positif dalam proses penyembuhan UKD.   Kata Kunci: Kaki Diabetes; Ozon; Penyembuhan Luk

    KAJIAN LITERATUR:UPAYA MENURUNKAN STRES KERJA PERAWAT IGD MELALUI PENERAPAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL

    Get PDF
    Pendahuluan: Perawat IGD seringkali mengalami stres dalam bekerja, sehingga membutuhkan upaya untuk menurunkan stres kerja. Stres kerja yang dialami perawat dapat berdampak pada kinerja yang nantinya juga akan berdampak terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan. Perawat memiliki peran penting dalam penentu pelayanan. Perawat IGD dapat mengimplementasikan pendekatan transformasional. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis upaya menurunkan stres kerja perawat IGD melalui penerapan kepemimpinan transformasional. Metode: Peneliti menggunakan jenis penelitian literature review. Penulis melakukan analisis dan sintesis untuk mendeskripsikan pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap penurunan stres kerja perawat IGD. Penelusuran artikel menggunakan Science Direct, EBSCOhost, dan Google Scholar, yang terbit pada tahun 2010-2020, berbahasa Indonesia atau Inggris, merupakan jurnal penelitian. Seluruh artikel jurnal yang sudah ditemukan kemudian dipilih sesuai kriteria inklusi dan ekslusi menggunakan Flow Diagram. Sehingga didapatkan 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Kepala ruang memiliki peranan untuk menurunkan stres kerja perawat IGD. Kepala ruang dapat menerapkan kepemimpinan transformasional dengan memberikan pengaruh, motivasi atau inspirasi, stimulasi intelektual, dan memperhatikan individu. Apabila pemimpin dapat melaksanakan kepemimpinan dengan gaya transformasional dan bawahan juga dapat mempersepsikan dengan baik maka mental individu dengan beban kerja yang dirasa dapat seimbang, sehingga dapat meminimalisir stres kerja yang dialami oleh perawat IGD. Kesimpulan: Kepemimpinan transformasional dapat menurunkan stres kerja perawat IGD.   Kata kunci: Stress Kerja; Perawat IGD; Kepemimpinan Transformasional   ABSTRACT Introduction: Emergency room nurses often experience stress at work, so they need efforts to reduce work stress. Work stress experienced by nurses can have an impact on performance which will also have an impact on the health services provided. Nurses have an important role in determining services. ED nurses can implement a transformational approach. The purpose of this study was to analyze efforts to reduce the work stress of emergency room nurses through transformational implementation. Methods: The researcher uses a literature review type of research. The author conducted an analysis and synthesis to describe the effect of transformational on reducing work stress in emergency room nurses. Article searches using Science Direct, EBSCOhost, and Google Scholar, published in 2010-2020, in Indonesian or English, are research journals. All journal articles that have been found are then selected according to inclusion and exclusion criteria using Flow Diagrams. So that we get 10 articles that meet the inclusion criteria. Result: The head of the room has a role to reduce the work stress of emergency room nurses. The head of the room can apply transformational leadership by providing influence, motivation or inspiration, intellectual stimulation, and paying attention to individuals. If the leader can balance carrying out leadership with a transformational style and subordinates can also perceive it well, then the mentality of the individual with the perceived workload can be, so as to minimize work stress experienced by emergency room nurses. Conclusion: Transformational leadership can reduce the work stress of emergency room nurses.   Keywords: Emergency Room Nurse; Transformational Leadership; Work Stres

    TERAPI AKUPUNKTUR PADA PASIEN PENDERITA INSOMNIA DENGAN PENYAKIT PENYERTA (KOMORBIDITAS) LITERATUR REVIEW

    Get PDF
    Pendahuluan: Insomnia didefinisikan sebagai suatu persepsi seseorang merasa tidak cukup tidur atau kualitas tidurnya buruk sehingga mengakibatkan perasaan yang tidak bugar sewaktu atau setelah terbangun dari tidur. Insomnia dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan fisik antara lain peningkatan nafsu makan yang dapat mengakibatkan obesitas, diabetes, penyakit jantung koroner, hipertensi, gangguan sistem imun, dan penurunan gairah seksual. Tujuan: Untuk mengetahui keefektifan pengobatan terapi akupunktur terhadap klien dengan insomnia yang disebabkan penyakit penyerta (komorbiditas). Metode: Metode yang digunakan adalah literature review terhadap 5 artikel tentang akupunktur pada klien yang mengalami insomnia. Hasil: Hasil yang didapat adalah dalam beberapa penelitian yang terpilih membuktikan bahwa pemberian terapi akupunktur dapat menurunkan insomnia yang disebabkan oleh komorbiditas bagi penderitanya. Kesimpulan: Pemberian terapi akupunktur dibuktikan dapat menyembuhkan insomnia yang terjadi pada seseorang dan juga mengurangi adanya efek samping yang terjadi pada pengobatan farmakologis.   Kata Kunci: akupunktur, insomnia, gangguan kesehata

    FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT

    Get PDF
      ABSTRACT The low quality of service so that the level of patient satisfaction has not met the minimum service criteria, namely 95% which is influenced by several factors so that the degree of satisfaction is still low.Objective: to find out the factors that influence the satisfaction level of swamp patients in hospitalMethods: This study uses a literature review, from two electronic databases; Google Scholar and Garuda in the period 2010-2020 found ten literatures that match keywords.Results: The results of data synthesis in 10 journal articles 5 journal articles stated that the level of patient satisfaction was low due to ineffective communication, 4 journal articles stated that the level of satisfaction was low because of the quality of service, and 1 journal article stated that the level of patient satisfaction was low due to official scheduling.Discussion: Patient satisfaction with the quality of service provided by nursing personnel to clients while receiving hospital care, services, and nursing care received by patients is a form of professional service that can increase inpatient satisfaction and improve the quality of health services. Keywords: Patient, Hospitalization, Satisfaction Level

    GAMBARAN PELAKSANAAN PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL PADA PERAWAT DI RUANG HCU DAN RAWAT INAP RUMAH SAKIT X DI BALI

    Get PDF
    Pendahuluan: Infeksi nosokomial merupakan masalah serius yang dihadapi rumah sakit karena menimbulkan dampak signifikan. Kejadian infeksi nosokomial dapat berhubungan dengan pelayanan yang diberikan oleh perawat di rumah sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden pada penelitian ini terdiri dari 30 perawat di Ruang HCU dan rawat inap yang diambil berdasarkan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner pengetahuan, sikap dan observasi tindakan keperawatan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan perawat di Ruang HCU memiliki pengetahuan yang baik (53,3%), sikap yang positif (93,3%) dan tindakan yang sedang (46,7%), sedangkan di ruang rawat inap didapatkan bahwa perawat memiliki pengetahuan yang baik (53,3%), sikap yang positif (86,7%)dan tindakan yang sedang (33,3%) terkait pelaksanaan pencegahan infeksi nosokomial. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan perawat yang bekerja di ruang HCU dan ruang rawat inap dapat melaksanakan tindakan pencegahan infeksi nosocomial dengan baik sesuai dengan standar prosedur operasional rumah sakit untuk mencegah terjadinya infeksi silang. Kesimpulan: Rekomendasi diberikan kepada perawat untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan dalam mencegah infeksi nosocomial sesuai standar rumah sakit yang berlaku

    PENGARUH TERAPI RESITASI AL-QURAN TERHADAP TINGKAT KECEMASAN LANSIA DIPOSYANDU DUSUN GEMBIRA DESA MOJOSARI, KEPANJEN MALANG

    No full text
    Lanjut usia merupakan proses kehidupan yang ditandai dengan perubahan degenaratif sehingga terjadi masalah kesehatan fisik maupun jiwa

    EFEKTIVITAS PEMBERIAN LENDIR BEKICOT 100% DAN SEDIAAN KRIM 5% TERHADAP LAMA PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II A SECARA IN VIVO

    No full text
    Luka bakar merupakan salah satu trauma yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari.&nbsp

    DIABETES SELF MANAGEMENT APLICATION (DSMA) : APLIKASI MOBILE UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN PERAWATAN DIRI PASIEN DIABETES MELITUS

    No full text
    Peningkatan komplikasi DM terjadi karena kurang efektifnya pengobatan DM di Masyarakat

    78

    full texts

    153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    BIMIKI (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇