BIMIKI (E-Journal)
Not a member yet
    153 research outputs found

    PERAN RESILIENSI SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN DEPRESI, KECEMASAN, DAN STRES PADA MAHASISWA: KAJIAN LITERATUR

    Get PDF
    Pendahuluan: Mahasiswa sarjana dan diploma umumnya mengalami periode transisi krisis sehingga berisiko tinggi terjadi gejala depresi dan kecemasan serta terpapar berbagai jenis stresor. Resiliensi merupakan proses adaptasi dalam menghadapi kesulitan, trauma, tragedi, ancaman, atau bahkan sumber stres yang signifikan. Tujuan studi ini untuk mengetahui peran resiliensi sebagai strategi pencegahan depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa. Metode: Desain studi ini adalah literature review. Kriteria inklusi: 1) Responden merupakan mahasiswa sarjana atau diploma, 2) Terdapat variabel resiliensi, 2) Adanya analisis korelasi atau komparasi antara resiliensi dan depresi, kecemasan, serta stres, 3) Desain penelitian yang digunakan adalah randomized control trial, quasi-experimental, cross-sectional, dan mix-method, 4) Artikel berbahasa Inggris. Kata kunci yang digunakan adalah resilience, depression, anxiety, stress, dan university student, kemudian dimasukkan ke dalam database elektronik CINAHL, ScienceDirect, dan PubMed menggunakan boolean operator. Rentang waktu publikasi pada tahun 2017-2022. Proses penyeleksian artikel berpedoman pada PRISMA Flow Diagram dan penilaian kualitas menggunakan instrumen JBI Tools dan MMAT. Hasil: Sejumlah 2.875 artikel diperoleh dari 3 database elektronik, terdapat 10 artikel lolos proses seleksi dan penilaian kualitas dilakukan analisis. Studi ini menunjukkan bahwa resiliensi berperan sebagai protektor dalam situasi krisis dengan memediasi gejala depresi, kecemasan, stress, dan trauma masa kecil sehingga mampu meningkatkan kemampuan regulasi emosi dan problem-solving mahasiswa. Kesimpulan: Resiliensi berperan sebagai strategi pencegahan depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa. Hasil studi ini dapat menjadi dasar pengembangan intervensi keperawatan yang berfokus pada peningkatan resiliensi untuk mencegah depresi, kecemasan, dan stres pada mahasiswa pada jenjang sarjana atau diploma secara umum pada setting klinis dan komunitas

    HUBUNGAN KEPATUHAN PENERAPAN KOMUNIKASI SBAR DENGAN KESELAMATAN PASIEN PADA PERAWAT DI RSU KABUPATEN TANGERANG

    Get PDF
    Background:Patient safety is a system designed to improve the overall safety of patient care. One of the goals of patient safety is to improve effective communication, to improve communication effectively, SBAR communication techniques are needed. Objective: To determine the relationship between compliance with the application of SBAR communication with patient safety. Method: analytic descriptive with cross sectional approach. Respondents were taken using the Accidental Sampling technique, a sample of 108 nurses from the NICU, ICU, IGD and HCU nurses. Results: Chi-square test results obtained p-value = 0.076> 0.05 which means there is no significant relationship between compliance with the application of SBAR communication with patient safety. Conclusions and recommendations: The results showed no relationship between compliance with the application of SBAR communication with patient safety. It is expected that health services can implement a formal system and training on effective communication

    PENGARUH POLA MAKAN SEHAT DALAM ISLAM TERHADAP PENCEGAHAN OBESITAS DI MASYARAKAT KP. GEBANG RT/RW 004/011

    No full text
    ABSTRAK Pendahuluan: Secara harfiah, junk food diartikan sebagai makanan sampah atau makanan tidak bergizi. Kehidupan yang semakin canggih dan modern didukung dengan berkembangnya ilmu dan teknologi serta adanya makanan fast food, maka akan berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh pola makan sehat islam terhadap pencegahan obesitas di masyarakat Kp. Gebang RT/RW 004/002. Metode Penelitian: penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 135 responden dan sampel penelitian menggunakan random sampling sebanyak 101 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pendekatan dan observasi. Metode analisa data yang digunakan yaitu Chi Square. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dan observasi indeks massa tubuh (IMT). Hasil penelitian: pada variabel pola makan sehat islam dan pencegahan obesitas didapatkan hasil uji Chi Square dengan nilai p value 0,782>0,05. Kesimpulan: berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa tidak ada hubungan pengaruh pola makan sehat islam terhadap pencegahan obesitas. Kata Kunci: Pola Makan Sehat Islam, Pencegahan Obesitas, IMT, Masyarakat

    HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PERAN TENAGA KESEHATAN DENGAN KEPATUHAN KONTROL KE PELAYANAN KESEHATAN PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI SELAMA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Pendahuluan: Hipertensi merupakan keadaan peningkatan tekanan darah dengan nilai normal diatas 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg. Lansia hipertensi membutuhkan pengobatan jangka panjang dan keberhasilannya dipengaruhi oleh kepatuhan kontrol. Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini menyebabkan terbatasnya lansia untuk kontrol ke pelayanan kesehatan sehingga dukungan keluarga dan peran tenaga menjadi hal penting agar lansia patuh dalam menjalani pengobannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan terhadap kepatuhan kontrol ke pelayanan kesehatan pada lansia penderita hipertensi selama pandemi Covid-19. Metode: Desain penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan adalah 67 responden dengan kriteria inklusi yaitu usia lebih dari 60 tahun, menderita hipertensi lebih dari 6 bulan tanpa komplikasi dan tinggal bersama keluarga di wilayah kerja puskesmas Rejosari. Penelitian ini menggunakan teknik pusposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner kepatuhan kontrol, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis yang digunakan yaitu analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol diperoleh nilai P (0,002) atau <α (0,05) dan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan kontrol diperoleh nilai P (0,002) atau <α (0,05) bahwa terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan kontrol pada lansia penderita hipertensi selama pandemi Covid-19. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan kontrol ke pelayanan kesehatan pada lansia penderita hipertensi selama pandemi Covid-19.   Kata kunci: Pandemi Covid-19, hipertensi, lansia, peran tenaga kesehatan, dukungan keluarga, kepatuhan kontro

    STUDI LITERATUR : SENAM KEGEL MENURUNKAN FREKUENSI BERKEMIH PADA LANSIA

    No full text
    Pendahuluan: Penurunan daya tampung kandung kemih merupakan salah satu perubahan fisiologis pada lansia. Hal ini dikarenakan tidak teraturnya otot sfingter dalam berkontraksi sehingga mengakibatkan kandung kemih menjadi lemah. Sehingga lansia mengalami frekuensi berkemih berlebih. Tekhnik non farmakologis dapat dilakukan untuk memperbaiki kekuatan otot sfingter dengan senam kegel. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi artikel-artikel penelitian tentang penerapan senam kegel untuk menurunkan frekuensi berkemih pada lansia.  Metode: Desain penelitian kajian literatur melalui database jurnal yang terindeks seperti ProQuest dan Google Scolar dengan kata kunci Kegel exercise, frequency of incontinence, dan elderly sehingga didapatkan 10 artikel. Tekhnik analisis artikel penelitian menggunakan tekhnik analisis kualitatif. Kriteria inklusi artikel yaitu waktu publikasi arikel 5 tahun terakhir, jenis artikel penelitian asli, dapat diakses dalam bentuk teks lengkap. Kriteria eksklusi yaitu terapi kombinasi Hasil : Senam kegel dapat dilakukan 2-4 kali per hari selama 4-12 minggu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kelebihannya adalah memiliki gerakan sederhana dan mudah dilakukan. Kekurangannya yaitu harus dimonitoring agar setiap gerakan latihan dilakukan dengan benar. Kesimpulan: Senam kegel merupakan intervensi yang dapat menurunkan frekuensi berkemih dan mengatasi masalah inkontinensia urine pada lansia. Sehingga kualitas hidup pada lansia meningkat

    PENGARUH DUKUNGAN EDUKASI PERAWAT TERHADAP SELF CARE PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE : STUDI LITERATUR

    Get PDF
    Pendahuluan: Congestive Heart Failure merupakan sindrom klinis berbahaya dari gangguan jantung fungsional atau struktural, mengganggu pengisian ventrikel dan sirkulasi sistemik tubuh. Kondisi tersebut menuntut kemampuan perawatan diri dari pasien Congestive Health Failure untuk mempertahankan kesehatannya.Tujuan dari literature review untuk menganalisis dampak edukasi perawat terhadap self care pasien Congestive Heart Failure. Metode: Literature review dengan pencarian artikel menggunakan kata kunci “Congestive Heart Failure”, “edukasi perawat”, dan “perawatan mandiri” dalam basis data PubMed, Google Scholar, dan ResearchGate. Hasil: Hasil dari pencarian artikel didapatkan 12 artikel. Analisis artikel didapatkan bahwa  edukasi perawat berdampak terhadap kemampuan self care pasien CHF yang membuktikan bahwa adanya perubahan perawatan diri pada pasien sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan oleh perawat. Kesimpulan: Edukasi perawat dapat meningkatkan kemandirian pasien.   Kata kunci: Congestive Heart Failure (CHF); edukasi perawat; self care

    GAMBARAN HEALTH SEEKING BEHAVIOR PENDERITA HIPERTENSI DI MASA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Pendahuluan: Health seeking behavior merupakan perilaku yang dilakukan oleh orang yang menderita suatu penyakit untuk memperoleh kesembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran health seeking behavior penderita hipertensi di masa pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 70 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17-27 Juli 2021 di Puskesmas Rejosari. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif. Hasil: Perilaku pencarian pengobatan penderita hipertensi di masa pandemi COVID-19 berdasarkan usia lebih banyak memilih melakukan pengobatan ke public medicine. Responden dengan pendidikan SMA memilih public medicine (60,9%), responden dengan penghasilan < Rp 2.998.000 memilih public medicine (48,9%), dan responden yang telah menderita hipertensi selama ≤ 5 tahun memilih public medicine (45,2%). Kesimpulan: Perilaku pencarian pengobatan penderita hipertensi di masa pandemi COVID-19 dari segala kategori mayoritas responden memilih melakukan pengobatan ke public medicine. Kata Kunci : COVID-19; Health Seeking Behavior; Hipertensi   Introduction: Health seeking behavior is behavior carried out by people who suffer from a disease to obtain healing. This study aims to describe the health seeking behavior of hypertension sufferers during the COVID-19 pandemic. Methods : This study used a research design descriptive with a sample of 70 respondents with hypertension who met the inclusion criteria. The measuring instrument used is a questionnaire. This research was conducted on 17-27 July 2021 at the Puskesmas Rejosari. This study uses descriptive statistical analysis. Results:The behavior of seeking treatment for hypertension sufferers during the COVID-19 pandemic based on age is more likely to choose treatment public medicine for. Respondents with high school education chose public medicine (60.9%), respondents with income <Rp 2,998,000 chose public medicine (48.9%), and respondents who had suffered from hypertension for 5 years chose public medicine (45.2% ). Conclusion: The behavior of seeking treatment for hypertension sufferers during the COVID-19 pandemic from all categories, the majority of respondents chose to go to treatment public medicine for.   Keywords : COVID-19; Health Seeking Behavior; Hypertension   &nbsp

    TERAPI AKUPRESUR MATA TERHADAP GEJALA COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA MAHASISWA

    Get PDF
    Abstrak   Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan ciri kumpulan gejala visual sebagai akibat interaksi dengan media elektronik seperti komputer, tablet, dan gadget. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas dari akupresur mata terhadap gejala Computer Vision Syndrome (CVS). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain eksperimental. Sampel dari penelitian adalah mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau yang berada pada usia remaja akhir sebanyak 83 responden terbagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol melalui serangkaian pretest dan posttest sesuai dengan kriteria inklusi. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan metode Stratified randomized sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah Wilcoxon dan Mann Whitney. Penilaian yang dilakukan menunjukan bahwa skor CVS mengalami penurunan yang signifikan pada kelompok eksperimental setelah dilakukan intervensi akupresur mata dengan p value (0,000) < α (0.05). Hal tersebut menunjukkan bahwa akupresur mata dapat menurunkan gejala CVS. Maka dari itu akupresur mata dapat direkomendasikan sebagai alternatif dalam terapi komplementer untuk penderita gejala CVS.   Kata Kunci: akupresur mata, computer vision syndrome, remaja akhir    Abstract     Eyes Acupressure Therapy of Computer Vision Syndrome (CVS) in Student. Computer Vision Syndrome (CVS) is characterized by visual symptoms which is resulted from interaction with electronic media such as computers, tablets, and gadgets. This study aims to identify the effectiveness of eye acupressure on the symptoms of Computer Vision Syndrome (CVS). The type of this research is quantitative with an experimental design. The sample of this study was students of nursing Faculty University of Riau who were at the age of late adolescent as many as 83 respondents which were divided into a control and experimental group through pretest and posttest based on the inclusion criteria. The sample were selected by using stratified randomized sampling method. The analysis statistic used Wilcoxon and Mann Whitney. The assessment obtained through the CVS score were decrease significantly in the experimental group after eyes acupressure treatment with p-value (0,000) < α (0.05). It can be concluded that eyes acupressure can reduce the symptom of CVS. Therefore eyes acupressure can be recommended as an alternative in complementary therapies for clients with CVS symptoms.    Keywords: computer vision syndrome, eyes acupressure, late adolescen

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEJANG DEMAM BERULANG PADA ANAK DI RSIA ASSYFA TANGERANG

    No full text
    Pendahuluan: Kejang Demam (KD) merupakan gangguan kejang yang paling umum di masa kanak-kanak. Anak dengan KD sebelumnya berisiko tinggi mengalami KD berulang. Di Tangerang, belum ditemukannya penelitian tentang faktor yang memengaruhi KD berulang pada anak. Tujuan dari penelitan ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi KD berulang pada anak. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross isectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Sampel penelitian dalam penelitian ini adalah 112 anak berusia 6 bulan sampai 5 tahun di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Assyifa Tangerang. Instrument penelitian berupa lembar observasi. Hasil: Hasil ipenelitian ididapatkan ibahwa iterdapat ipengaruh iantara ifaktor isuhu tubuh saat idemam i(p-Value i0,00), ifaktor iusia ipertama mengalami KD (p-Value i0,00), faktor riwayat ikejang ikeluarga i(p-Value i0,00), idan ifaktor ijenis ikelamin i(p-Value 0,00) dengan ikejadian ikejang idemam iberulang ipada ianak idi iRSIA iAssyifa iKota Tangerang. Kesimpulan: Terdapat 5 faktor yang berpengaruh terhadap kejadian KD berulang pada anak diantaranya adalah suhu tubuh saat demam, usia pertama KD, riwayat KD keluarga, serta jenis kelamin.   Kata Kunci: Anak; Faktor-Faktor; Kejang Demam Berulang   ABSTRACT Introduction i: Febrile seizures (FS) are the most common seizure disorder in childhood. Children with previous febrile seizures are at high risk of recurrent febrile seizures. In Tangerang, there has been no research on the factors that affect recurrent FS in children. The purpose of this study is to find out the factors that affect recurrent KD in children.. Method: Quantitative research with a Crossectional approach. Sampling techniques used random sampling. The study sample in this study was 112 children aged 6 months to 5 years in RSIA Assyifa Tangerang. Result: iThe imajority iof itoddlers iaged i30 imonths iare i68 itoddlers i(60.7%), ithe imajority iof ithe igender iof itoddlers iis imale iwhich iis i70 itoddlers i(65.4%), ithe imajority iof itoddlers ihave ia imoderate ifever i(38.3-39.5ºC) iwhich iis i68 itoddlers i(63.6%), ithe imajority iof itoddlers ihave ithe ifirst ifever iat ithe iage iof i12 i(<a12 imonths) iwhich iis i57 itoddlers i(53.3%), ithe imajority iof itoddlers ihave ia ifamily iwith ia ihistory iof iseizures iof i72 itoddlers i(67.3%) iand ithe imajority iof itoddlers ihad irecurrent ifever iseizures ias imany ias i69 irespondents i(63.4%). i Conclusion: i There are 5 factors that affect the occurrence of recurrent FS in children including body temperature during fever, first age of FS, family history of FS,, and gender.   Keywords: Children; Factors ; Repeated Fever Seizures     &nbsp

    PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI MASA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Pendahuluan: Keadaan pandemi global membuat sebagian besar orang yang bekerja serta belajar dari rumah sehingga meningkatkan risiko terjadinya peningkatan berat badan. Latihan fisik aerobik rutin terbukti efektif dalam mengurangi persentase lemak, mengontrol berat badan, serta meningkatkan kebugaran kardiorespirasi. Latihan fisik aerobik yang direkomendasikan selama pandemi adalah jogging. Penelitian terdahulu melakukan latihan sebelum situasi pandemi Covid-19, sehingga perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai latihan fisik pada situasi pandemi guna mencegah peningkatan kasus overweight pada mahasiswa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan quasi experiment dengan pre test dan post test dengan 31 responden dengan teknik purposive sampling. Metode latihan menggunakan metode jogging progresif (10 menit, 15 menit, 20 menit, dan 30 menit) selama 12 kali latihan (24 hari). Evaluasi perubahan berat badan dengan menggunakan timbangan berat badan. Uji menggunakan Paired T Test, uji Independent sample t-test dan uji Pooled T-test (α=5%). Hasil: Responden sebelum diberikan intervensi memiliki rerata berat badan 63,42 Kg (sd=13,02). Setelah diberikan intervensi responden memiliki rerata berat badan sebesar 62,12 Kg (sd=12,42). Terdapat perubahan berat badan pada kelompok intervensi (p=0,0001), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan yang signifikan (p=0,380). Terdapat pengaruh antara latihan fisik dengan perubahan berat badan dengan rata-rata penurunan berat badan sebesar 1,31 kg (sd=1,07). Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan antara latihan fisik terhadap perubahan berat badan pada kelompok dewasa awal. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan sampel yang lebih besar serta penggunaan variabel yang lebih banyak. Kata kunci: Pandemi global; Kelebihan berat badan; Latihan fisik; Aerobik; Jogging

    78

    full texts

    153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    BIMIKI (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇