BIMIKI (E-Journal)
Not a member yet
    153 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI SISWA DALAM PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA DENGAN SIKAP PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN SISWA SMA DI KOTA DENPASAR

    Get PDF
    Pendahuluan:  Pernikahan dibawah umur saat ini masih sering terjadi dan dapat memberikan dampak pada keadaan ekonomi, kesehatan, sosial, dan psikologi dari remaja itu sendiri. Salah satu faktor penyebabnya adalah minimnya pemahaman dan sikap Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). PUP bisa didapat oleh remaja melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara partisipasi siswa dalam PIK-R dengan sikap PUP Siswa SMA khususnya di Kota Denpasar. Metode:  Penelitian korelasi cross sectional ini dilaksanakan di dua SMA Negeri di Kota Denpasar pada bulan Maret 2021. Lima puluh lima siswa yang mengikuti kegiatan PIK-R menjadi sampel penelitian yang dipilih menggunakan metode total sampling. Penelitian ini menggunakan dua instrumen yang dikembangkan oleh peneliti, yaitu kuesioner partisipasi dalam PIK-R dan sikap PUP. Kuesioner disebarkan secara daring melalui Google Form dan dianalisis menggunakan uji statistik Spearman rho. Hasil:  Partisipasi dalam kegiatan PIK-R terbanyak berada pada kategori sedang yaitu 36 responden (65,5%). Kategori sikap PUP terbanyak adalah baik sejumlah 52 responden (94,5%). Ada hubungan bermakna antara partisipasi siswa dalam PIK-R dengan sikap PUP (p-value < 0,05, r = 0,34). Kesimpulan:  Terdapat hubungan signifikan antara partisipasi siswa dalam PIK-R dengan sikap PUP pada siswa SMA Negeri khususnya di Kota Denpasar

    EFEKTIVITAS LATIHAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2: KAJIAN LITERATUR

    Get PDF
    Pendahuluan: Pasien Diabetes Melitus (DM) seringkali mengalami masalah Ketidakstabilan kadar gula darah. Untuk itu diperlukan upaya pengendalian melalui pengelolaan penyakit DM. Terdapat 4 (empat) pilar pengelolaan DM, salah satunya adalah dengan melakukan aktivitas fisik. Metode: Metode penelitian yang digunakan yaitu kajian Pustaka. Penyeleksian studi menggunakan protokol dan evaluasi PRISMA Checklist yang disesuaikan dengan tujuan disusunnya literature review ini dengan database elektronik yang digunakan yaitu Pubmed, Springer Link, dan Google Scholar. Hasil: Hasil uji statistik pada 10 (sepuluh) literatur menunjukkan latihan aktivitas fisik berpengaruh pada penurunan kadar gula darah atau nilai HbA1c pasien DM tipe 2, dengan distribusi penurunan sebesar 25.36-76 mg/dl, 0.3-0.4 mmol/L dan 0.02-0.9%. Jenis latihan fisik yang dilakukan meliputi latihan aerobik (40%), senam diabetes (20%), jalan di Treadmill (20%), dan jalan cepat (20%). Latihan dilakukan 3-6 sesi per minggu, selama 30-60 menit per sesi pada 7 (tujuh) literatur, dan pada 2 literatur dilakukan 7 sesi per minggu selama 15-45 menit. Kesimpulan:Latihan aktivitas fisik berpengaruh dalam menurunkan kadar glukosa darah atau nilai HbA1c pada pasien DM tipe 2

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMAMPUAN IBU PRIMIPARA DALAM MERAWAT BAYI BARU LAHIR

    Get PDF
        ABSTRAK   Pendahuluan: Merawat bayi baru lahir membutuhkan perawatan yang ekstra, yang mana dalam merawat bayi ibu melakukan perawatan pada bayi seperti memandikan bayi, perawatan tali pusar dan mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan ibu dalam merawat bayi baru lahir (0-7 hari) di wilayah Kecamatan Bangun Purba. Metode: metode  yang digunakan pada penelitian yaitu deskriptif korelasi  melalui pendekatan cross sectional.  Keseluruhan sampel penelitian yaitu 39 respondenyang sesuai dengan kriteria inklusi yang sudak ditetapkan dan menggunakan  teknik total sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil: Adanya hubungan pendidikan dengan kemampuan ibu merawat bayi (p value = 0,021). Adanya hubungan pengetahuan dengan kemampuan ibu primipara dalam merawat bayi (p value = 0,044). Adanya hubungan dukungan keluarga dengan kemampuan ibu primipara dalam merawat bayi (p value = 0,004). Adanya hubungan dukungan petugas kesehatan dengan kemampuan ibu primipara dalam merawat bayi (p value = 0,019). Adanya  hubungan budaya dengan kemampuan ibu primipara dalam merawat bayi (p value = 0,010). Kesimpulan: Pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, dan budaya berhubungan dengan kemampuan ibu primipara dalam merawat bayi baru lahir.   Kata kunci: bayi baru lahir, budaya, dukungan keluarga, kemampuan ibu, pendidikan, pengetahuan, petugas kesehatan,  perawatan bayi, primipar

    THE POTENTIAL EFFECT OF DECREASED LUNG FUNCTION ON SLEEP QUALITY OF FARMERS IN KELURAHAN ANTIROGO KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER: POTENSI PENGARUH PENURUNAN FUNGSI PARU TERHADAP KUALITAS TIDUR PETANI DI KELURAHAN ANTIROGO KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER

    Get PDF
    Introduction: Indonesia is an agrarian country with the majority of its population working in the agricultural sector. The Indonesian agricultural sector ranks first in the number of workplace accidents, including the incidence of lung disease. The factors that most influence respiratory problems in farmers are the result of exposure to pesticides and unhealthy smoking behavior. Lung disease experienced by farmers often affects sleep quality. Poor sleep quality is caused by shortness of breath, coughing, and excessive production of secretions. Inadequate sleep causes physical disturbances. This study aims to analyze the potential effect of decreased lung function on the sleep quality of farmers. Methods: This is a quantitative research that uses interviews with respondents using two questionnaires. The research sample used purposive sampling with 38 respondents in Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. The instruments used are the Lung Functioning Questionnaire and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and the correlation between variables was evaluated using Paired T-Test. Result: The results show that there is a significant decrease in the value of Sig. (2-tailed) 0.000 (p < 0.05). The explanation was added by linking the discussion to decreased lung function on the Lung Functioning Questionnaire indicators, such as cough intensity, additional breath sounds, shortness of breath, and duration of smoking. In addition, a discussion was also given regarding the decline in lung function by type of gender, age, education, and occupation. Conclusion: An indication of decreased lung function is a factor that can affect sleep quality

    PENGARUH EDUKASI KEPADA KELOMPOK MASYARAKAT TENTANG CARDIOPULMONARY RESUSCITATION DALAM MENGHADAPI KESIAPSIAGAAN BENCANA: LITERATUR REVIEW

    Get PDF
    Pendahuluan: Kegawatdaruratan merupakan kondisi yang dapat terjadi dimanapun dan kapanpun salah satunya adalah henti jantung. Henti jantung kondisi sirkulasi normal darah berhenti secara mendadak yang ditandai dengan menghilangnya tekanan arteri. Di Indonesia, setiap tahunnya terdapat 10.000 kejadian henti jantung yang artinya terdapat 30 orang per hari yang mengalami henti jantung. Indonesia memiliki kondisi geografis yang  rawan akan terjadinya bencana. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat terkait intervensi Cardiopulmonary Resuscitation   (CPR) sangat penting guna penanganan segera pada kondisi henti jantung yang terjadi di luar rumah sakit. Metode: Artikel ini ditulis dengan metode literatur review.. Literatur review yang didapatkan dari 50 artikel nasional dan internasional dengan pencarian Google Scholar sesuai kriteria. Dari 15 artikel yang memenuhi kriteria telah melalui kajian abstrak, dapat diketahui bahwa dilakukannya pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat. Hasil: Pendidikan terkait Cardiopulmonary Resuscitation   (CPR)  dalam rangka peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan sangat dibutuhkan oleh kelompok masyarakat dimulai dari tenaga kesehatan, pelajar sampai kelompok lain yang berada di masyarakat. Kesimpulan: Hasil literature review yang dilakukan dari beberapa jurnal dapat diketahui bahwa dilakukannya pelatihan CPR pada masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama dalam kondisi kegawatdaruratan bencana

    IMPLEMENTASI ENAM SASARAN KESELAMATAN PASIEN OLEH PERAWAT DI MASA PANDEMI COVID-19

    Get PDF
    Pendahuluan: Rata-rata skor implementasi enam Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) di Indonesia adalah 64,81%. Peningkatan kebutuhan keselamatan pasien meningkat selama pandemi COVID-19. Penelitian sebelumnya menjelaskan gambaran implementasi SKP sebelum terjadi pandemi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran persepsi perawat tentang pengimplementasian 6 SKP pasien di RS selama pandemi. Metode: Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 133 perawat dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Pengambilan sampel menggunakan google form. Kuesioner implementasi SKP yang digunakan adalah Kuesioner Implementasi 6 SKP yang sudah diisesuaikan dengan standar SNARS. Hasil: Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa rata-rata usia perawat adalah 36 tahun, masa kerja perawat adalah 12 tahun, dengan jenjang karir terbanyak adalah pada PK 2. 59,4% perawat bertugas di unit rawat inap, dan hanya 67,7% perawat yang pernah mendapatkan pelatihan keselamatan pasien. 85,4% perawat telah mengimplementasikan SKP. Nilai persentase SKP tertinggi adalah SKP 1 yaitu identifikasi pasien sebesar 90,1%, sedangkan nilai SKP 4 pada posisi implementasi terendah dengan persentase 68,8%. Kesimpulan: Kepatuhan dan ketelitian perawat terhadap prosedur yang diterapkan di rumah sakit, ketatnya tim pengawas terhadap penggunaan APD, dan kinerja perawat saat di ruangan, menjadi kunci penting keberhasilan implementasi SKP di masa pandemi COVID-19. Capaian SKP pada penelitian ini berada pada kondisi baik. Namun, belum sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), yaitu 100%. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan lebih lanjut dengan menilai faktor-faktor pelaksanaan SKP

    IMPLEMENTATION OF FAMILY CENTERED-CARE (FCC) THEORY IN TELEHEALTH AS E-PARENTING FOR GOLDEN AGE CHILDREN TO PREVENT STUNTING: A LITERATURE REVIEW STUDY: IMPLEMENTASI TEORI FAMILY CENTERED-CARE (FCC) PADA TELEHEALTH SEBAGAI E-PARENTING UNTUK ANAK USIA EMAS DALAM MENCEGAH STUNTING: STUDI TINJAUAN PUSTAKA

    Get PDF
    Introduction: Stunting is a problem of malnutrition, recurrent infections, and inadequate psychosocial stimulation which causes disturbances in child development. Poor nutritional management in golden-age children is still a problem in many countries, including Indonesia. Management efforts are a challenge because the dissemination of information and education about stunting is not evenly distributed so awareness of nutrition management to prevent stunting is still low. This study aims to analyze and explain telehealth as e-parenting with the Family Centered-Care approach as an effective intervention in preventing stunting in the era of society 5.0. Method: The method in this study is to use a literature review. Articles are obtained through search sites such as Google Scholar, Science Direct, Scopus, NCBI, and ProQuest as well as books that are relevant to the topic. The criteria used in searching in Indonesian and English with the publication year range of 2018-2022 for journals then carried out analysis and synthesis using the PRISMA method. Results: The effectiveness of interventions provided via telehealth with a Family Centered-Care approach is oriented towards client resources at home, but remains under the supervision of health workers. This intervention significantly impacts lifestyle changes including physical activity, health education, and nutrition management. Conclusion: Telehealth can be a new alternative in the era of society 5.0 as an effort to cut time and mobilize more efficiently so that understanding and dissemination of information is wider and more equitable so that stunting can be prevented at an early age.   Keywords: Family Centered-care; Nutrition Management; Parenting; Stunting; Telehealt

    GAMBARAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI USIA 6-12 BULAN

    Get PDF
    Pendahuluan: Memburuknya gizi pada bayi bisa terjadi karena ketidaktahuan Ibu mengenai tata cara pemberian ASI kepada anaknya, pemberian MP-ASI yang belum sesuai usianya dan juga dilihat dari ketepatan waktu pemberian, frekuensi, jenis, jumlah bahan makanan, dan cara pembuatannya. Pemberian makanan tambahan sangat diperlukan terutama untuk bayi di atas umur enam bulan yang sudah memerlukan makanan tambahan bergizi. enelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku Ibu dalam pemberian makanan tambahan ASI pada bayi usia 6-12 bulan. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif dimana jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner perilaku dengan tiga domain yaitu pengetahuan, sikap, dan tindakaang telah diuji valid dan reliabel. Hasil: Penelitian menemukan responden memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 50,0 %, sikap Ibu negatif 64,0%, dan tindakan yang baik  51,0% dalam pemberian makananendamping ASI. Kesimpulan: Gambaran perilaku Ibu dalam pemberian makanan pendamping ASI memiliki tingkat pengetahuan cukup, sikap negatif sedangkan pada tindakan Ibu baik

    EFFECTIVENESS OF ZINC SUPPLEMENTATION FOR TYPE II DIABETES PREVENTION: A SYSTEMATIC REVIEW: EFEKTIVITAS SUPLEMENTASI ZINK UNTUK PENCEGAHAN DIABETES TIPE II: TINJAUAN SISTEMATIS

    Get PDF
    Background: The incidence of prediabetes is predicted to continue to increase. Approximately 25% of prediabetes patients develop type 2 diabetes mellitus (T2DM) within 3–5 years. Zinc is known to have a role in the synthesis, storage, secretion, and action of the insulin hormone. Purpose: The aim of the study is to know about the impact of zinc supplementation in type 2 diabetes mellitus (DM) prevention. Methods: A systematic literature search was performed using the PubMed, Cochrane, and EBSCOHost search engines. The inclusion study includes systematic review and metaanalysis of randomized clinical trials study and randomized clinical study, and we only include the research of the last 10 years. Results: Three RCTs were selected from 175 articles to undergo a critical review with a total of 353 patients with a duration of 6-12 months (level of evidence II-III). The incidence of T2DM in the intervention group decreased significantly (OR: 0.37 [95% CI 0.7-0.8]; RR: 0.44; ARR: 14% [95% CI 3.5-24.5%]; NNT: 7.14 [4-29]) in one study. Zinc supplementation significantly reduced Fasting Blood Sugar (FBS) in two studies (mean difference -17.3 and -5.76) and oral glucose tolerance test (OGTT) in one study (MD -22.6). Conclusion: Administration of zinc in prediabetes patients to prevent the development of T2DM still requires further study with a larger sample, longer duration, and control variables by design and statistics

    GAMBARAN PERSEPSI PASIEN PARKINSON TENTANG PENYAKIT YANG DIDERITANYA DI POLIKLINIK SARAF RUMAH SAKIT MITRA SIAGA TEGAL

    Get PDF
    Pendahuluan : Penyakit parkinson bersifat progresif dan kronis, yang ditandai dengan gangguan gerakan seperti diskinesia, kekakuan, gangguan keseimbangan postural, dan tremor saat istirahat. Persepsi penyakit adalah keyakinan pasien mengenai penyakitnya, yang meliputi keyakinan pasien tentang gejala, penyebab dan prognosis, efek penyakit, serta kemampuan manajemen diri yang dapat mempengaruhi respon emosional pasien tentang penyakitnya dan perubahan tingkah laku seperti kepatuhan menjalani berbagai terapi kesehatan. Diperkirakan lebih dari  4 juta orang di dunia menderita penyakit Parkinson. Prevalensi kasus Parkinson di Indonesia belum terdata dengan pasti, akan tetapi pada tahun 2003 terdapat sebanyak 200.000-400.000 orang penderita Parkinson, kemudian pada tahun 2010 prevalensi penderita Parkinson diperkirakan kurang lebih 876.665 orang dengan total kematian akibat dari penyakit Parkinson Indonesia menempati urutan ke-12 di dunia dan peringkat ke-5 di Asia dengan prevalensi 1.100 kematian pada tahun 2002.Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan persepsi tentang penyakit pada pasien Parkinson. Metode : Desain penelitian menggunakan cross sectional sampel dalam penelitian ini yaitu pasien Parkinson dengan usia 17 tahun sampai 81 tahun dan pasien Parkinson yang bersedia menjadi responden melalui nonprobaility sampling sebanyak 32 respondenData diambil dengan melakukan pengisian kuesioner Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) dengan uji validitas menggunakan metode pearson correlation maka didapatkan nilai korelasi masing-masig pertanyaan > 0,3 (0,05) serta uji reliabilitas dengan nilai cronbach alpha coefficient 0,81 > 0,7 (0,05). Analisis data menggunakan univariat. Pada penellitian ini etik penelitian dibuat di KEPK Universitas Harapan Bangsa pada tanggal 20 Mei 2022 dengan No. B.LPPM-UHB/896/05/2022. Hasil : Persepsi pasien Parkinson di Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal cenderung kearah negatif sebanyak 53,13% dengan nilai total rata-rata 46,78. Tiga faktor penyebab utama terjadinya Parkinson yang diyakini responden adalah stress/banyak pikiran, usia, dan konsumsi obat. Kesimpulan : Pasien dalam penelitian ini memiliki persepsi yang negatif tentang penyakit Parkinson yang dideritanya. Diharapkan pasien untuk memilki keyakinan positif terhadap hasil pengobatan yang telah dilakukan sehingga pasien patuh terhadap pengobatan dan memilki sikap optimis terhadap pengobatan yang dijalani

    78

    full texts

    153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    BIMIKI (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇