BIMIKI (E-Journal)
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI BERBASIS AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA TENTANG INTERPROFESSIONALEDUCATION (IPE) DI FKIK UIN ALAUDDIN MAKASSAR
Interprofesional Education (IPE) adalah salah satu konsep pendidikan terintegrasi untuk peningkatan kemampuan kolaborasi. IPE dapat terjadi ketika dua atau lebih mahasiswa dari program studi kesehatan yang berbeda belajar bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dan kualitas pelayanan kesehatan. Audio visual merupakan salah satu media penyampaian informasi yang menarik dan dapat merangsang lebih banyak indera. Tujuan dari penelitian ini untuk diketahuinya pengaruh pemberian informasi berbasis audio visual terhadap pengetahuan dan sikap mahasiswa tentang Interprofessional Education (IPE) di FKIK UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Experiment Design dengan pendekatan Pre-test – Post-test with control group design. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 128 responden pre-test dan post-test dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Pada penelitian ini menggunakan2Kuesioneryaitukuesionerpengetahuansebanyak23pertanyaandankuesionersikapsebanyak
15 pertanyaan. Analisa data menggunakan uji statistik Uji Wilcoxon Test. Hasil pengolahan data dengan menggunakan uji Wilcoxon Test jika p< 0,05 yang berarti bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Ada pengaruh yang bermakna antara pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan informasi berbasis audio visual. Pada kelompok intervensi didapatkan nilai (p= 0,000) atau < 0,05 sedangkan pada kelompok kontrol pengetahuan (p= 0,013) dan sikap pada kelompok kontrol (p= 0,003) atau < 0,05. Peneliti merekomendasikan penggunaan media audio visual dalam pemberian informasi upaya untuk meningkatan pengetahuan dan sikap mahasiswa
PENGARUH KARAKTERISTIK ORANG TUA TERHADAP PERSEPSI MAHASISWA KEPERAWATAN SEMESTER 3 UIN ALAUDDIN MAKASSAR PADA PENERAPAN POLA ASUH ANAK
Pendahuluan: Pola asuh orang tua memiliki pengaruh yang amat besar dalam membentuk kepribadian anak yang tangguh sehingga anak berkembang menjadi pribadi yang percaya diri, berinisiatif, berambisi, beremosi stabil, bertanggung jawab, mampu menjalin hubungan interpersonal yang positif dan lain-lain. Kepribadian tersebut dapat dikembangkan dalam keluarga. Penerapan pola asuh tertentu dapat membentuk perilaku anak yang berbeda-beda. Pola asuh yang salah dapat menyebabkan seorang anak melakukan perilaku agresif.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode cross sectional study . Penarikan jumlah sampel dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 40 responden. Hasil dan Pembahasan: Terdapat hubungan antara umur bapak pada saat nikah terhadap penerapan pola asuh (p Value=0,001), hubungan tingkat pendidikan bapak terhadap penerapan pola asuh (p Value=0,000), hubungan pekerjaan bapak terhadap penerapan pola asuh(p Value=0,000), hubungan umur ibu pada saat nikah terhadap penerapan pola asuh (p Value=0,000), hubungan tingkat pendidikan ibu terhadap penerapan pola asuh (p Value=0,000), dan hubungan pekerjaan ibu terhadap penerapan pola asuh (p Value=0,000). Berdasarkan penelitian ini hendaknya orang tua selalu memperhatikan pola asuh yang diterapkan kepada anak agar jelas pembentukan karakter yang dimiliki oleh anak-anaknya.
Kesimpulan: Hubungan karakteristik orang tua dengan penerapan pola asuh, yaitu: 1) Ada hubungan antara umur bapak pada saat menikah terhadap penerapan pola asuh dengan nilai p=0,001; 2) Ada hubungan antara tingkat pendidikan bapak pada saat menikah terhadap penerapan pola asuh dengan nilai p=0,000; 3) Ada hubungan antara jenis pekerjaan (penghasilan) bapak pada saat menikah terhadap penerapan pola asuh dengan nilai p=0,000; 4) Ada hubungan antara umur ibu pada saat menikah terhadap penerapan pola asuh dengan nilai p=0,000
PENGARUH PEMBERIAN USAHA KESEHATAN JIWA SEKOLAH TERHADAP TINGKAT DEPRESI SISWA SEKOLAH DASAR KELAS VI DALAM MENGAHADAPI UJIAN NASIONAL DI KECAMATAN SEYEGAN SLEMAN YOGYAKARTA
Tuntutan dunia pendidikan yang semakin hari semakin tinggi, UN sebagai salah satu syarat kelulusan siswa SD, nilai rata-rata mata pelajaran selalu ditingkatkan merupakan salah satu stresor penyebab timbulnya depresi pada anak SD
PENGGUNAAN SET ALAT MANDI (MANEJEMEN DIRI) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 SEBAGAI INOVASI TEKNOLOGI DALAM KEPERAWATAN
Jumlah penderita DM di Indonesia diprediksi akan meningkat dari 8.4 juta pada tahun 2000 menjadi 21.3 juta pada tahun 2030
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN KEMAMPUAN PERAWATAN DIRI LANSIADI UPT PELAYANAN LANJUT USIA PASURUAN
Populasi lanjut usia kian meningkat di berbagai negara di dunia
PERBEDAAN TINGKAT DEPRESI DAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PANTI SOSIAL DAN YANG DI RUMAH BERSAMA KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II
Latar Belakang:Depresi adalah gangguan emosional yang sering terjadi pada lansia, yang sifatnya berupa perasan tertekan, tidak bahagia, sedih, pesimis, tidak berharga dan tidak mempunyai semangat. Kualitas hidup adalah pandangan individu tentang kehidupannya dan seberapa jauh individu dapat melaksanakan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari.Depresi dan kualitas hidup pada lansia dapat di pengaruhi oleh tempat tinggal lansia.Ada lansia yang tinggal di Panti dan ada juga lansia yang tinggal di rumah bersama keluarga.
Tujuan:Mengetahui perbedaan tingkat depresi dan kualitas hidup lansia yang tinggal di Panti Sosial dan yang tinggal di rumah bersama keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II.
Metode:Penelitiankuantitatif menggunakan desain analitik komparatif melalui pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan simple random sampling yang melibatkan sebanyak 38 lansia di Panti Sosial dan sebanyak 38 lansia yang tinggal bersama keluarga yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan berupa GDS dan WHOQOL-OLD. Teknik analisa data dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov.
Hasil:Berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov, didapatkan p=0,001 untuk perbedaan tingkat depresi dengan tempat tinggal lansia dan p=0,002 untuk perbedaan kualitas hidup dengan tempat tinggal lansia.
Kesimpulan:Ada perbedaan tingkat depresi dan kualitas hidup lansia yang tinggal di Panti Sosial Rehabilitasi Mulia Dharma dan yang tinggal di rumah bersama keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II
NEURO-LINGUISTIC PROGRAMMING: SOLUSI TINGKATKAN SELF-EFFICACY PERAWAT DI RUMAH SAKIT “Neuro-Linguistic Programming: A Solution to Improve Nurse’s Self-Efficacy at Hospital”
Self-efficacy perawat didefinisikan sebagai persepsi perawat dalam melakukan tindakan keperawatan professional sesuai dengan kompetensi keperawatan. Berdasarkan penelitian sebelumnya, self-efficacy perawat diketahui memiliki pengaruh yang signifikan terhadap beberapa aspek seperti komunikasi, perilaku asertif hingga kinerja keperawatan. Berbagai cara dapat dilakukan untuk meningkatkan self-efficacy perawat salah satunya adalah pendekatan Neuro-linguistic programming. Artikel ini dibuat untuk mengetahui dampak positif Neuro-Linguistic Programming terhadap self-efficacy perawat. Neuro-linguistic programming terdiri dari beberapa metode seperti sensory acuity, reframing, anchoring, rapport, pacing dan leading. Melalui beberapa penelitian diketahui bahwa neuro-linguistic programming dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap perawat, kemampuan berkomunikasi perawat, manajemen diri, kesehatan mental, stress kerja higga self-efficacy perawat dalam melakukan kompetensi keperawatan. Neuro-linguistic programming dapat menjadi sebuah solusi untuk meningkatkan self-efficacy perawat yang kemudian berdampak pada kinerja dan kualitas tenaga keperawatan professional
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENSTRUASI TERHADAP PERUBAHAN PERILAKUK MENSTRUAL HYGIENE REMAJA PUTRI UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI SALURAN REPRODUKSI
Kelompok putri merupakan kelompok yang berisiko tinggi terkena infeksi saluran reproduksi
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA VIDEO DAN MEDIA FLIPCHART KARTUN DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP CUCI TANGAN PAKAI SABUN SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 01 KRENCENG
Cuci tangan pakai sabun adalah kegiatan membersihkan telapak tangan jari agar bersih dan membunuh kuman penyebab penyakit. 
SOLCRISPY: INOVASI SNACK TERUNG UNGU (Solanum Melongena .L) CRISPY SEBAGAI PEREDUKSI MOTILITAS SPERMATOZOA PADA TIKUS JANTAN
Indonesia menduduki posisi keempat sebagai negara berpenduduk terbesar di dunia