BIMIKI (E-Journal)
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
ANALISIS RENCANA PENERAPAN SISTEM INFORMASI DALAM PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS TANJUNGPURA
Latar belakang: Sistem informasi dalam keperawatan merupakan komponen kunci dalam pemberian asuhan keperawatan modern dan sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. Rumah Sakit Universitas Tanjungpura memiliki fasilitas dan sumber daya manusia dalam yang mendukung dalam menggunakan sistem informasi dalam proses asuhan keperawatan berbasiskomputer.
Tujuan: Untuk menganalisis proses penerapan sistem informasi dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di Rumah Sakit UniversitasTanjungpura.
Metode: Desain kualitatif deskriptif pendekatan fenomenologi, diambil dengan wawancara mendalam. Hasil penelitian dianalisis menggunakan metode Miles dan Huberman.
Hasil: Penelitian ini teridenfikasi empat tema yaitu Pelaksanaan pendokumentasian terintegrasi dengan dua kategori yaitu orientasi terhadap dokumentasi dan kelemahan paper base, Pemahaman tentang pendokumentasian berbasis komputerisasi dengan dua kategori yaitu kemudahan terhadap komputerisasi dan pengetahuan, Persiapan perawat dalam proses penerapan SIMRS dengan tiga kategori yaitu persepsi perawat terhadap penerapan SIMRS, wacana publik dan pengembangan perawat, dan Penghambat dalam penerapan sistem informasi dalam pendokumentasian asuhan keperawatan dengan tiga kategori yaitu sumber daya manusia tenaga ahli IT, fasilitas dan ketidaksamaan visi dalam birokrasi.
Kesimpulan: Rencana penerapam sistem informasi dalam pendokumentasian keperawatan Rumah Sakit Universitas Tanjungpura dipengaruhi oleh perawat, manfaat dalam peningkatkan kinerja dan mutu pelayanan dan pengetahuan perawat, selanjutnya didukung dengan tenaga infomatika, fasilitas dan manajemen rumah sakit
KOMBINASI HABBATUS SAUDA (NIGELLA SATIVA) DAN MADU SEBAGAI ALTERNATIF TOPIKAL PERAWATAN ULKUS DIABETIK
Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya terus meningkat setiap tahunnya. Ulkus diabetik adalah salah satu komplikasi yang disebabkan oleh diabetes mellitus. Banyak efek yang ditimbulkan oleh ulkus diabetik diantaranya meningkatnya risiko amputasi, menurunkan kualitas hidup pasien dan risiko harga diri rendah pun rentan terjadi. Banyak metode yang telah digunakan untuk menyelesaikan masalah ulkus diabetik, diantaranya menggunakan ekstrak cacing tanah (Pheretima aspergillum ). Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak cacing tanah dapat meningkatkan persentase kontraksi luka dan densitas akson perifer pada ulkus diabetik. Namun tak semua pasien bersedia melakukan perawatan dengan menggunakan esktrak cacing tanah. Hal tersebut bisa dikarenakan rasa ketidaksukaan yang timbul pada cacing. Oleh karena itu, penelitian terkait perawatan Ulkus diabetik dengan menggunakan habbatus sauda dan madu dapat menjadi salah satu solusi. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya tidak menggunakan kombinasi antara keduanya melainkan hanya salah satunya saja. Penulis menawarkan ide berupa kombinasi antara habbatus sauda dan madu sebagai alternatif topikal ulkus diabetik. Dalam melakukan penatalaksanaan ulkus diabetik, terdapat tiga prinsip utama manajemen Ulkus diabetik yaitu debridement, off-loading dan control infeksi. Berdasarkan prinsip utama manajemen Ulkus diabetik, madu berperan dalam prinsip debridement. Madu memiliki sifat yang lembab (moist ) sehingga proses debridement mudah dilakukan serta mempercepat reepitelisasi jaringan. Habbatus sauda berguna dalam proses control infeksi. Kandungan senyawa aktif thymoquinone yang terdapat didalamnya berperan sebagai antibakteri dan antiimflamasi sehingga dapat menjadi antimicrobial pada ulkus diabetic. Sedangkan off-loading tidak menjadi fokus penulis dikarenakan manajemen off-loading bergantung kepada aktivitas pasien dalam keseharian. Kombinasi habbatus sauda dan madu dapat digunakan sebagai alternatif topical dalam perawatan ulkus diabetik dikarenakan pada habbatus sauda dan madu terdapat komponen yang dibutuhkan dalam manajemen ulkus diabetik. Waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan ulkus diabetic menggunakan habbatus sauda dan madu sangat bergantung kepada grade ulkus diabetic, semakin kecil grade ulkus maka semakin cepat proses penyembuhan terjadi. Desain dalam penelitian ini adalah quasy experiment dengan kelompok pembanding (control time series design). Rekomendasi dari penulisan ini adalah adanya penelitian lanjutan terkait kombinasi habbatus sauda dan madu sebagai salah satu alternatif topical untuk mempercepat penyembuhan ulkus diabetik
OISHI (OBESITY HOME CARE INTERVENTION) SEBAGAI INOVASI RUMAH RAWAT MANDIRI OBESITAS UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP ANAK PENDERITA OBESITAS
Menurut WHO obesitas merupakan masalah kesehatan global yang tengah marak terjadi. Obesitas bukan hanya terjadi pada orang dewasa akan tetapi juga terjadi pada anak-anak. Dampak obesitas pada anak bukanlah masalah yang bisa dikatakan biasa, karena jika anak mengalami obesitas maka anak juga beresiko mengalami hipertensi,penyakit kardiovaskuler, obstructive sleep apnea ,serta diabetes meilitus tipe 2. Prevalensi obesitas pada anak di dunia meningkat dari 4,2% di tahun 1990 menjadi 6,7% di tahun 2010, dan diperkirakan akan mencapai 9,1% di tahun 2020. Gizi seimbang dan aktivitas fisik merupakan beberapa cara yang dilakukan untuk melakukan pencegahan dan penaggulangan obesitas pada anak. Beberapa program telah dilaksanakan oleh pemerintah seperti memberikan informasi tentang manfaat pola hidup sehat, penyebarluasan informasi tentang bahanya obesitas, mengajak pihak sekolah untuk memberikan pendidikan tentang pola hidup sehat , mendorong tersedianya sayur dan buah yang terjangkau oleh masyarakat untuk menunjang gizi seimbang serta program 5210 pencegahan obesitas. Program yang telah di laksanakan oleh pemerintah belum bisa mencegah tingginya angka obesitas pada anak di seluruh daerah Indonesia, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya prevalensi obesitas pada anak. OISHI (Obesity Home Care Intervention) Sebagai Inovasi Rumah Rawat Mandiri Obesitas Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Anak Penderita Obesitas hadir sebagai suatu wadah dalam penanganan masalah obesitas pada anak di Indonesia dengan mengadopsi konsep gizi seimbang dan aktivitas fisik pada anak melalui metode konseling remainder serta menerapkan program 5210 pencegahan obesitas. Rumah rawat mandiri ini akan dijadikan wadah dalam menurunkan prevalensi obesitas pada anak sehingga dapat menurunkan angka kejadian obesitas anak di Indonesia
PERBEDAAN KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN HIPERTENSI YANG AKTIF DAN YANG TIDAK AKTIF MENGIKUTI POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK
Latar Belakang:Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang terus mengalami peningkatan setiap tahun seiring bertambahnya usia. Hipertensi dapat mengganggu kualitas hidup seseorang karena proses patologis yang berdampak pada penurunan kemampuan fisik, psikologis, dan sosial. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas hidup pada lansia melalui posyandu lansia. Partisipan posyandu lansia hingga saat ini masih sangat rendah karena kurangnya minat dan pengetahuan. Lansia yang tidak aktif di posyandu lansia kecenderungan mengalami kondisi kesehatan yang tidak terkontrol disertai keterbatasan interaksi sosial.
Tujuan:Mengetahui perbedaan kualitas hidup lansia dengan hipertensi yang aktif dan yang tidak aktif dalam mengikuti posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak.
Metode:Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik melalui pendekatan cross sectional pada 76 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan instrumen penelitian yaitu kuesioner WHOQOL – OLD. Teknik analisa data dilakukan dengan uji Chi Square.
Hasil:Berdasarkan uji Chi Square didapatkan hasil p = 0,028 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan kualitas hidup lansia dengan hipertensi yang aktif dan yang tidak aktif mengikuti posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak.
Kesimpulan:Ada perbedaan kualitas hidup lansia dengan hipertensi yang aktif dan yang tidak aktif mengikuti posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II Pontianak
PENGARUH BERMAIN MENIUP BALON (BALLOON THERAPY) TERHADAP STATUS OKSIGENASI ANAKUSIA 3-5 TAHUN DENGAN PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT TK.II PELAMONIA
Pendahuluan: Pneumonia adalah radang akut yang menyerang jaringan paru dan sekitarnya yang dapat berdampak pada status oksigenasi khususnya pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Bermain Meniup Balon (Balloon Therapy) Terhadap Status Oksigenasi Anak Usia 3-5 Tahun Dengan Pneumonia Di Rumah Sakit Tk.II Pelamonia tahun 2018.
Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pra-eksperimen dengan rancangan penelitian One group pre test and post test design dengan jumlah sampel 22 sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling.
Hasil: Hasil analisis bivariat didapatkan ada pengaruh sebelum dan sesudah diberikan aplikasi kegiatan bermain meniup balon (balloon therapy) terhadap status oksigenasi Heart Rate (HR) dan Saturasi Oksigen (SaO2) dengan masing-masing nilai ρ Value 0,000. Namun tidak terdapat perbedaan signifikan yang ditemukan pada tingkat Respiratory Rate (RR) nilai ρ Value 0,124.
Kesimpulan: Hasil penelitian ini diharapkan dapat diterapkan dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak yang mengalami gangguan status oksigenasi dengan menggunakan pendekatan atraumatic care
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN STRES KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT TK. II DR. SOEPRAOEN MALANG
Stres kerja adalah stres yang muncul karena adanya tekanan yang munculnya dari dalam yang berpengaruh terhadap emosi, mental dan kondisi fisik seseorang. 
PENGARUH PEMBERIAN TOPIKAL EKSTRAK ETANOL KEDELAI (Glycine max) TERHADAP PEMBETUKAN JARINGAN EPITEL PADA PERAWATAN LUKA BAKAR DERAJAT II PADA TIKUS WISTAR
Luka bakar yang sering terjadi adalah luka bakar derajat II yang disebabkan oleh agen termal, seperti terkena siramn air panas yang sering terjadi di rumah tangga
ANALISIS FEASIBILITAS MEDICATION EVENT MONITORING SYSTEM CAP DALAM PENINGKATAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA ORANG DENGAN SKIZOFRENIA : A LITERATURE REVIEW
Pendahuluan: Pengobatan orang dengan skizofrenia memerlukan jangka waktu pengobatan yang panjang, meliputi terapi farmakologi maupun terapi psikososial. Kondisi ini memicu potensi terjadinya putus obat yang berakibat kekambuhan orang dengan skizofrenia. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan salah satunya dengan menggunakan teknologi. Salah satu inovasi teknologi tersebut adalah metode pengawasan kepatuhan menggunakan MEMS® cap. Alat ini digunakan untuk melakukan pengawasan kepatuhan minum obat secara elektronik.
Metode: Metode penulisan menggunakan non systematic literature review.
Hasil: MEMS® cap terbukti efektif digunakan di berbagai negara seperti di Eropa, Amerika, dan Asia dalam menjalankan fungsinya dalam pengawasan kepatuhan pengobatan klien skizofrenia.
Kesimpulan: Teknologi (MEMS®) cap merupakan solusi dalam meningkatkan upaya kepatuhan minum obat pada orang dengan skizofrenia dan memudahkan tenaga kesehatan dalam mengawasi penggunaan obat yang dianjurkan. Teknologi ini memberikan kemudahan dengan menyediakan layanan penentuan dosis obat, waktu pengobatan, dan alarm pengingat
STUDI LITERATUR MENGENAI EFEKTIFITAS TERAPI RELAKSASI OTOGENIK TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI EPIGASTRIUM PADA PENDERITA GASTRITIS
Gastritis atau maag merupakan suatu peradangan atau inflamasi pada dinding mukosa lambung
PROSES BERDUKA (BEREAVEMENT) DAN SPIRITUALITAS KELUARGA DAN PASIEN DENGAN STROKE
Stroke adalah masalah kesehatan serius