BIMIKI (E-Journal)
Not a member yet
153 research outputs found
Sort by
POTENSI BIBLIOTHERAPHY DALAM MENGURANGI KECEMASAN AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK USIA SEKOLAH
Hospitalisasi dapat menyebabkan kecemasan pada anak
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN PENYAKIT KARDIOVASKULAR DALAM MELAKSANAKAN LATIHAN AKTIVITAS FISIK REHABILITASI JANTUNG FASE I DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN
Pendahuluan: Penatalaksanaan medis terhadap pasien penyakit kardiovaskular setelah kondisi akut teratasi dan status hemodinamik stabil dianjurkan mengikuti program pemulihan melalui program rehabilitasi jantung fase I. Kepatuhan pasien dalam melaksanakan program rehabilitasi jantung masih tergolong rendah. Diperkirakan sebanyak 24-50% pasien menarik diri dari program rehabilitasi jantung dan hanya 39% pasien yang patuh terhadap latihan aktivitas fisik yang telah direkomendasikan. Salah satu alasan utama pasien tidak melaksanakan program rehabilitasi jantung yaitu rendahnya pengetahuan (hambatan personal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pasien penyakit kardiovaskular dalam melaksanakan latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan menggunakan desain cross-sectional. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 36 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner data demografi, kuesioner pengetahuan latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I, dan daily checklist latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I. Data dianalisis menggunakan chi square.Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pasien penyakit kardiovaskular dalam melaksanakan latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I (p= 0,031).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pasien penyakit kardiovaskular dalam melaksanakan latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I. Perawat di ruangan hendaknya memperhatikan pengetahuan pasien dengan memberikan edukasi dalam melaksanakan latihan aktivitas fisik rehabilitasi jantung fase I
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI HIPERTENSI
Pendahuluan: Penyakit hipertensi bukan hanya beresiko tinggi pada penderita penyakit kardiovaskuler tetapi juga penyakit yang lain seperti saraf dan ginjal. Semakin tinggi peningkatan tekanan darah, semakin besar pula resiko komplikasinya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat anti hipertensi pemderita di wilayah kerja Puskesmas Samata Kabupaten Gowa
Metode: Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan quesioner yang dibagikan pada pasian Hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Samata Kabupaten Gowa dapat diketahui. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampel sebanyak 72 sampel.
Hasil: Temuan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara motivasi berobat (ρ= 0,025 < α =0,05), dukungan keluarga (ρ= 0,021 < α=0,05), dan peran tenaga kesehatan (ρ= 0,037 < α = 0,05) dengan kepatuhan minum obat anti hipertensi penderita di wilayah kerja Puskesmas Samata Kabupaten Gowa.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara motivasi berobat, dukungan keluarga, dan peran tenaga kesehatan dengan kepatuhan minum obat anti hipertensi sehingga disrankan untuk memaksimalkan kondisi-kondisi tersebut agar pasien hipertensi dapat tertangani dengan baik
EFEKTIVITAS RELAKSASI BENSON DAN NAFAS DALAM TERHADAP PERUBAHAN TINGKATKECEMASAN LANSIA DI PSTW GAU MABAJI GOWA
Pendahuluan: Perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia dapat memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan, salah satunya kecemasan. Beberapa terapi untuk menghilangkan kecemasan adalah relaksasi benson dan relaksasi nafas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas relaksasi benson dan relaksasi nafas dalam terhadap kecemasan lansia.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah Metode penelitian Pre-Experimental Design dengan menggunakan rancangan berupa pendekatan Quasi Experimental with pretest & postest control group design. Dengan populasi sebanyak 95 lansia, jumlah sampel di dalam penelitian berjumlah 18 orang yakni 9 orang relaksasi benson dan 9 orang relaksasi nafas dalam dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kab. Gowa. Data yang dikumpulkan menggunakan lembar koesioner untuk mengukur kecemasan yaitu koesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale)
Hasil dan Pembahasan: Hasil Uji perbandingan pre test antara relaksasi benson dan relaksasi nafas dalam didapatkan nilai p value=0.000 >0,774. Sedangkan Uji perbandingan relaksasi benson dan nafas dalam post test didapatkan nilai p=0,231 yang berarti relaksasi benson dan relaksasi nafas dalam tidak jauh berbeda artinya sama-sama efektif dalam menurunkan kecemasan tetapi jika dilihat dari skor relaksasi benson lebih efektif menurunkan kecemasan dibandingkan relaksasi nafas dalam. Hal ini berarti Ha diterima yakni relaksasi benson dan relaksasi nafas dalam efektif dalam menurunkan kecemasan.
Kesimpulan: Jadi, dapat disimpulkan bahwa relaksasi benson dan relaksasi nafas dalam efektif terhadap penurunan tingkat kecemasan dan terapi ini bisa menjadi salah satu alternatif bagi seseorang yang mengalami kecemasan
KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MAHASISWA X (JOGJA) PADA PELAKSANAAN KEGIATAN INTERPROFESIONAL EDUCATION
Kolaborasi antar profesi kesehatan merupakan cara untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada pasien
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN KEBERMAKNAAN HIDUP PADA NARAPIDANA REMAJA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS 1 SEMARANG
Masa remaja merupakan masa pencarian identitas diri dimana individu mengalami pergolakan indvidu yang labil
GAMBARAN PERSEPSI PERAWAT TERHADAP EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ELCTRONIC NURSING RECORD SEBAGAI DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM BUNDA JAKARTA
Sebuah inovasi dokumentasi asuhan keperawatan Electronic Nursing Record telah diaplikasikan di beberapa negara di dunia
SPIRITUALLY-INTEGRATED COUNSELING PADA PROSES BERDUKA (BEREAVEMENT) KELUARGA KORBAN BENCANA ALAM
Proses berduka merupakan pengalaman kehilangan seseorang yang sangat berarti akibat kematian yang dipengaruhi oleh insentitas, durasi dan adaptasi terhadap kehilangan itu sendiri
ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT EDEMA SEREBRI PADA CEDERA KEPALA TRAUMATIK
Pemaparan laporan kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan gawat darurat yang telah dilakukan pada pasien dengan edema serebri dengan cedera kepala traumatik. Laporan kasus ini sejalan dengan laporan kasus tentang penanganan kegawatdaruratan pada pasien edema serebri dengan cedera kepala traumatic yang diungkapkan oleh Suyarsa dan Rahardjo (2012). Meskipun terdapat perbedaan utama terkait penanganan lanjutan antara kedua laporan kasus yang didasarkan pada hasil pemeriksaan diagnostik meliputi hasil pemeriksaan head CT Scan. Pasien yang dilaporkan oleh penulis sebelumnya menunjukkan adanya perdarahan subdural regio frontotemporoparietal kanan dan edema serebri berat dengan midline shift sehingga tindakan lanjutan yang akan dilakukan adalah pembedahan. Sedangkan pasien yang akan dilaporkan oleh penulis hanya mengalami edema serebri tanpa pendarahan sehingga penanganan lanjutan berupa rawat intensif dengan farmakoterapi tanpa pembedahan. Tn. A 22 tahun kiriman dari RS Simeulu dengan cedera kepala traumatik. Keluhan utama adalah penurunan kesadaran Tujuan utama penanganan pasien dengan cedera kepala adalah mencegah peningkatan tekanan intracranial. Manajemen intracranial yang telah dilakukan pada Tn. A meliputi pasien diposisikan Head up 30º, terapi oksigen dengan Non-Rebreathing Mask 9L, resusitasi cairan dengan drip NaCl 0,9% 1 kolf, injeksi midazolam (extra) 5 mg1 amp, pemasangan folley cateter, pemasangan OGT ukuran 16, drip manitol 250 cc/ 30 menit dan injeksi citicolin 1 gr/ 12 jam. 1 jam setelah penanganan kegawat daruratan dilakukan pasien menunjukkan perbaikan status hemodinamik yang dipantau melalui monitor. Manajemen asuhan keperawatan gawat darurat pada Tn A. dengan cedera kepala traumatik secara umum sudah dilaksanakan secara optimal yaitu dengan melakukan tindakan kegawat daruratan yang bertujuan mencegah peningkatan TIK serta prognosis pasien semakin membaik selama masa rawatan di IG
E-DORA (EDUKASI SEBAGAI UPAYA DUKUNGAN ORANGTUA DAN ANAK) : VIDEO GAME BERBASIS ANDROID SEBAGAI MEDIA EDUKASI PERAWATAN KANKER PALIATIF PADA ANAK
Pendahuluan: Peningkatan jumlah penyakit kronis pada anak mengakibatkan kebutuhan akan perawatan paliatif semakin meningkat. Namun, orangtua belum mengerti secara jelas tentang apa yang dimaksud perawatan paliatif. Disisi lain, faktor usia sang anak yang relatif muda membuat pasien anak dan orangtua kesulitan dalam menentukan tindakan perawatan, padahal kesalahan saat memilih tindakan perawatan ataupun terapi dapat berdampak buruk terhadap kualitas hidup pasien maupun keluarga. Sehingga dibutuhkan media yang tepat untuk melakukan edukasi kepada orangtua maupun anak.
Metode: Sumber referensi dikumpulkan melalui penelusuran literatur seperti buku, jurnal, artikel ilmiah kemudian dilakukan analisa dan sintesis untuk penyusunan ide.
Hasil: E-DORA merupakan media edukasi yang dikemas menjadi sebuah aplikasi game edukatif untuk pasien anak kanker paliatif usia sekolah (6-12 tahun) dan orangtua. Dalam game ini, anak seolah-olah berperan sebagai pasien paliatif di dunia maya dan harus melakukan berbagai kegiatan untuk memenuhi kebutuhan bio-psiko-sosio-spiritual.
Kesimpulan: E-DORA merupakan video game yang berguna sebagai sarana edukasi perawatan paliatif kepada anak maupun orangtua. Video game ini dapat dimainkan bersama dengan orangtua, sehingga harapannya terjadi diskusi dan komunikasi antara anak dan orangtua dalam menentukan terapi atau perawatan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Video game ini juga dilengkapi dengan forum diskusi antar orangtua dan tim tenaga kesehatan