Jurnal Perspektif
Not a member yet
84 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KONSEPTUAL DAN FUNGSIONAL ANTARA STRATEGI, METODE PEMBELAJARAN, PENDEKATAN , DAN MODEL PEMBELAJARAN
Model diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoma dalam melakukan kegiatan. Model pembelajaran adalah bentuk atau tipe kegiatan yang digunakan untuk menyampaikan bahan ajar oleh guru kepada siswa. Model pembelajaran yang ideal adalah model yang mengeksplorasi pengalaman belajar efektif, yaitu pengalaman belajar yang memungkinkan siswa/seorang mengalami atau berbuat secara langsung dan aktif dalam sebuah lingkungan belajarnya. Siswa diberi kesempatan yang luas untuk melihat, memegang, merasakan dan mengaktifkan lebih banyak indera yang dimilikiny
LEARNING EFFECTIVENESS ON TRAINING BASED ON TEAMS LEARNING TOURNAMENT MODEL AND GOOGLE CLASSROOM APPLICATION
The study aims to determine learning effectiveness on training based on the Teams Learning Tournament (TLT) model combined with Google Classroom application. The research method used is descriptive qualitative collected through observation and qualitative analysis. The research was conducted in 2020 held in Teachers’ Training of Basic Islamic School (MI) Pangandaran. The results showed that TLT learning model combined with Google Classroom application can manage learning effectively. The results showed that TLT learning models supported by the Google Classroom app can effectively manage learning, which can be seen from an increase in attitudes in liveliness of up to 100%, an average knowledge increase of 80.75% and the skills of participants can skillfully compose a predetermined learning product with an average skill score of 85.86. TraineesTLT learning model and Google Classroom application can also be separated to manage learning, but it will be more effective if those two are combined in learning
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KENAIKAN PANGKAT/JABATAN FUNGSIONAL PENGHULU PADA KUA DALAM WILAYAH KERJA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KOTA PALEMBANG
Penghulu adalah orang yang sangat bertanggung jawab tentang nikah dan rujuk. Oleh karena itu seorang penghulu harus memiliki kompetensi sesuai dengan profesi yang dimilikinya sehingga mereka akan bekerja secara profesional. Agar penghulu dalam menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik maka pemerintah mengeluarkan aturan yakni Permenpan RB No 62 tahun 2005 tentang Penghulu dan Angka Kreditnya. Berdasarkan peraturan tersebut pemerintah memberikan peluang emas kepada pada penghulu untuk bisa naik pangkat/jabatan lebih cepat tidak mesti menunggu 4 Tahun seperti kenaikan reguler. Namun peluang tersebut ternyata disia-siakan oleh para penghulu. Hal ini terjadi pada para penghulu di KUA Kecamatan dalam Wilayah Kerja Kantor Kementerian Agama Kota Palembang dari 54 Penghulu rata-rata naik pangkat/jabatan di atas 4 Tahun. Untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi dalam kenaikan pangkat/jabatan penghulu tersebut, maka penelitian akan menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif, karena akan mengungkap tentang gejala, proses dan makna terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kenaikan pangkat/jabatan penghulu. Adapun temuan penelitian ini sebagai berikut; 1. Faktor internal yang mempengaruhi usul kenaikan pangkat/jabatan penghulu adalah minat, motivasi, kebutuhan, pendidikan dan pengalaman. Dari Faktor faktor tersebut yang menjadi faktor pendukung adalah tingginya minat , motivasi, kebutuhan dan pengalaman yang dikonstruk menjadi pemahaman konsepsi diri yang baik dan benar. Sedangkan hal tersebut akan menjadi penghambat apabila tidak dimiliki dan tidak difahami secara tepat. 2. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi usul kenaikan pangkat/jabatan adalah Lingkungan sosial, Lingkungan Keluarga , Lingkungan Kerja dan Reward and panisment. Tingginya dukungan faktor faktor tersebut secara positif mempengaruhi semangat untuk mengurus usul naik pangkat/jabatan penghulu. Sementara terjadinya disorirentasi pada diri penghulu terhadap faktor-faktor eksternal tersebut membuat rendahnya semangat mengurus usul naik pangkat
TPACT DALAM PEMBELAJARAN GULO PALU
Inovasi pembelajaran sangat dibutuhkan di masa pandemi ini, karena momok terberat pada proses pembelajaran daring adalah kebosanan baik, dirasakan guru, siswa dan juga orang tua. Salah satu yang dapat dilakukan guru untuk solusinya adalah dengan lebih mengaktifkan sisw dan guru dalam sebuah rancangan projek yang bertajuk “Startup Projeck Leadeship (SPL)”. SPL salah satu bentuk Praktik Baik yang mudah dilakukan oleh guru di masa Pandemi seperti ini, karena bentuk pelaporannya adalah Best Practice (BP). BP ini bertema karakter dengan judul “TPACT DALAM PEMBELAJARAN GULO PALU”. Pembelajan ini bertujuan untuk lebih meningkatkan kreativitas dan karakter siswa dengan dihubungkan pada materi tematik yang dipelajari siswa, pengangkatan nama “Gulo Palu” karena di tema ini memang berkenaan tentang mengenal keunikan daerah masing-masing. Sedangkan gulo palu adalah salah satu kuliener yang unik dan jarang ditemu saat zaman modern saat ini. Dalam Pembelajaran ini guru mengaitkan dengan pendekatan Pembelajran berbasis TPACK yakni: Teknonogi dalam pembelajaran, Pendekatan Pedagogik dan Konten pada isi materi/Kurikulum yang dibahas. Dengan kolaborasi antara siswa dan orang tua di rumah SPL ini mampu meningkatkan kreativitas siswa, nilai karekater siswa, dan pemahaman materi siswa hingga nilai semua aspek penilaian di atas KKM dan SPL ini memiliki keunggulan bahwa mampu menyalurkan semua gaya belajar siswa
INEFISIENSI PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN UNIT-UNIT KERJA DI IAIN CURUP
Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaranyang di lakukan secara optimal akan terlihat dengan indikator minimnya revisi, kegiatan di lakukan sesuaidengan rencanadan menghasilkan output yang jelas dan transparan.Fokus penelitian adalah mencari penyebab inefisiensi atau belum optimalnyapenyusunan Rencana Kerja dan Anggarandi IAIN Curup yang diindikasikan dengan revisi berulang.Metode penelitian yang di gunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi lapangan dan angket. Untuk meningkatkan keabsahan jawaban juga dilakukan tanyajawab dan dokumentasi. Populasi meliputi para kepala unit dan staf yang terlibat langsung dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran di IAIN Curup berjumlah 52 (lima puluh dua) orang yang semuanya menjadi sampel penelitian. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitianmenemukan hal-hal yang menyebabkan penyusunanRencana Kerja dan Anggaranunit-unit kerja di IAIN Curup belum optimal adalah: 1) Petunjuk Teknis Penyusunan Anggaran belum tersosialisasikan dengan baik; 2) Dokumen Standar Biaya belum tersosialisasikan dengan baik; 3) Rencana strategis belum tersosialisasikan dengan baik; 4) PenyusunanRencana Kerja dan Anggarankurang inovatif; 5) Penelaahan usulan di tingkat leadingsector belum seluruhnya melibatkan Tim Satuan Pengawas Internal dan Tim Lembaga Penjamin Mutu IAIN Curup
Tingkat Kompetensi Guru Pasca Pelatihan Substantif Pengelolaan Penilaian Hasil Belajar Siswa
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) kompetensi pengetahuan, 2) kompetensi ketrampilan, dan 3) kompetensi sikap guru dalam mengelola penilaian hasil belajar serta 4) dampak kompetensi guru pasca pelatihan substantif pengelolaan penilaian hasil belajar terhadap organisasi/madrasah. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian evaluasi. Penelitian ini menggunakan evaluasi Model Kirkpatrick pada level perilaku (behavior) dan hasil (result). Sampel dalam penelitian ini adalah adalah alumni pelatihan substantif pengelolaan penilaian hasil belajar sebanyak 40 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, angket dan wawancara. Hasil analisis data diperoleh 1) Kompetensi pengetahuan guru alumni pelatihan termasuk kategori cukup memuaskan dengan nilai rata-rata 78 dalam hal mengelola penilaian hasil belajar siswa. Namun demikian secara klasikal dinyatakan belum tuntas karena 30 % yang belum memenuhi kualifikasi, 2) Kompetensi ketrampilan guru alumni pelatihan termasuk kategori cukup memuaskan dengan nilai rata-rata 71,1 dalam hal mengelola penilaian hasil belajar siswa. Namun demikian secara klasikal dinyatakan belum tuntas karena masih ada 55 % yang belum memenuhi kualifikasi, 3) Kompetensi sikap guru yaitu sikap percaya diri, disiplin, kerjasama, teliti, dan tanggungjawab dikategorikan sangat baik, 4) Dampak kompetensi terhadap madrasah dalam hal kerjasama antar guru dalam pengelolaan penilaian hasil belajar sudah baik. Begitu juga dengan keseragaman penulisan KKM di rapor. Tetapi dampak penulisan deskripsi di rapor belum menunjukan hasil yang maksimal. Dari hasil ini, direkomendasikan guru harus terus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya tentang pengelolaan penilaian hasil belajar dan mempraktikan penilaian tersebut sesuai dengan prosedurnya, Balai Diklat Keagamaan Palembang hendaknya sering melakukan evaluasi pasca pelatihan agar hasil pelatihan dapat diterapkan alumni pelatihan di tempat tugasnya masing-masing dengan benar sehingga bermanfaat bagi organisasi dan kepala madrasah serta pengawas hendaknya lebih fokus melakukan supervisi akademik maupun menejerial agar guru lebih termotivasi untuk meningkatkan kompetensinya
HAKEKAT PELAYANAN PUBLIK
Esensi dari pelayanan publik ini menurut Denhardt, adalah sebagai berikut: melayani warga masyarakat bukan pelanggan, mengutamakan kepentingan publik, lebih menghargai warga negara ketimbang wirausahawan, berfikir strategis dan bertindak demokratis, menyadari bahwa akuntabilitas bukan merupakan yang mudah, melayani daripada mengendalikan, menghargai orang, bukan produktivitas semata, melalui pelayanan barang publik; pelayanan jasa publik, dan pelayanan adminsitratif
PENGEMBANGAN LABORATURIUM IPA DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN PALEMBANG
Laboratorium IPA merupakan salah satu wahana belajar peserta diklat dalam bidang IPA. Untuk menghasilkan proses belajar mengajar dan hasil belajar yang berkualitas, laboratorium harus dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang diperlukan paling tidak sesuai dengan standar minimal sarana laboratorium. Untuk mengembangkan laboratorium di Balai Diklat Keagamaan Palembang diperlukan persyaratan umum laboratorium IPA, Persyaratan Laboratorium IPA, Tata Ruang Laboratorium IPA, serta personil laboratorium IP
MEMETAKAN URUSAN AGAMA DI DAERAH PASKA OMNIBUS LAW
Studi ini bertujuan untuk menganalisis urusan agama di daerah dengan menggunakan metode penelitian library riset. Pertama, urusan agama di daerah berdasarkan asas dekonsentrasi bercabang menjadi dua urusan yaitu urusan absolut dilaksanakan oleh instansi vertikal di daerah, dalam hal ini Kanwil Kementerian Agama; dan urusan pemerintahan umum dilaksanakan oleh Gubernur dan Bupati/Walikota. Dalam konteks dekonsentrasi, daerah menjadi wilayah administrasi yang notabene adalah kewenangan pemerintah pusat. Kedua, beberapa urusan agama dimungkinkan dilakukan oleh Gubernur dan/atau Bupati/ Walikota sebagai penanggung jawab urusan pemerintahan umum antara lain (1). Pendirian rumah ibadat; (2).Pemberdayaan Badan Amil Zakat dan Infak (BAZIS); (3).Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ); (4).Dukungan bagi penyelenggaraan haji; dan (5).Dukungan untuk pendidikan agama dan pondok pesantren; (6).Pembentukan Peraturan daerah dan Peraturan Gubernur/Bupati/walikota terkait keagamaan; dan (7).Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial untuk kelompok masyarakat yang bersifat keagamaan dan organisasi kemasyarakatan bidang keagamaan. Ketiga, Omnibuslaw memperkuat UU No. 23 Tahun 2014 bahwa agama adalah urusan pemerintah pusat
PENDIDIKAN INTEGRAL BERBASIS TAUHID DI LEMBAGA PENDIDIKAN HIDAYATULLAH KUDUS JAWA TENGAH
Riset ini bertujuan memahami kekhasan pembelajaran siswa di Sekolah Dasar Islam Terpadu di bawah naungan Yayasan al-Aqsho Pesantren Hidayatullah di Kudus Jawa Tengah. Data diperoleh dengan literatur, wawancara, dan observasi, analisis yang digunakan deskriptif kualitatif. Hasil riset, model pembelajarannya inquiri, project, and problem based learning, dan discovery learning. Ketiganya memadukan tiga gaya belajar yakni visual (penglihatan), auditory (pendengaran), dan kinetic (gerakan). Ekstrakulikulernya meliputi qiroah (membaca al-Quran dengan lagu merdu), kaligrafi (seni menulis huruf Arab/al-Quran), pramuka, panahan, pianika dan paduan suara, rebana, beladiri, jurnalistik, dan seni mewarnai. Kegiatan ekstra paling banyak peminatnya tilawah dan panahan, sedangkan yang paling sedikit peminatnya paduan suara. Profil yang diharapkan lurus akidahnya, berakhlak al-Quran, semangat beribadah, komitmen berjamaah sebagai bekal mewujudkan kecerdasan qolbu. Kredonya, membuka hati dengan pendidikan integral berbasis tauhid dan mewujudkan terciptanya generasi yang berakhlakul karimah, tertradisi membaca al-Quran, dan menghapalnya. Hal ini didukung dengan pelaksanaan pendidikan karakter