Jurnal Perspektif
Not a member yet
84 research outputs found
Sort by
EVALUASI PELATIHAN PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS: IMPLEMENTASI, HAMBATAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KOMPETENSI ALUMNI
Penyuluh Agama adalah corong pemerintah dalam menyampaikan pesan-pesan agama, namun saat ini seringkali dipandang belum menyesuaikan kompetensinya dengan perubahan zaman sehingga perlu mengikuti pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian tujuan pelatihan dan kebutuhan penyuluh, input, implementasi dan dampak pelatihan terhadap peningkatan kompetensi penyuluh. Penelitian ini melibatkan 1209 (seribu dua ratus sembilan) alumni pelatihan Penyuluh Agama Islam non PNS dari 28 propinsi sebagai responden survey daring, dan 32 alumni pelatihan dari 6 kabupaten di dua propinsi yaitu Sumatera Selatan dan Lampung sebagai responden wawancara sehingga total responden 1241 (seribu dua ratus empat puluh satu) orang. Data dikumpulkan melalui tiga teknik yaitu mendistribusikan angket daring, melakukan in depth interview untuk mengelaborasi hasil angket sebagai teknik triangulasi metode, dan telaah dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat relevansi tujuan pelatihan dan kebutuhan Penyuluh Agama Islam Non PNS; aspek kurikulum dan silabus pelatihan perlu mendapat perhatian untuk perbaikan kualitas kedepan; aspek pengelolaan kelas dan penggunaan strategi widyaiswara perlu lebih baik; dan analisis dampak menunjukkan bahwa mayoritas peserta pelatihan telah memiliki peningkatan kompetensi ilmu agama dan Kompetensi Komunikasi sangat baik, dan peningkatan Kompetensi Sosial dan kompetensi moral cukup baik, namun masih kurang baik dalam aspek keterampilan menjalankan fungsi advokatif
PENILAIAN KINERJA WIDYAISWARA PADA DIKLAT REVOLUSI MENTAL DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN PALEMBANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dikjartih widyaiswara pada diklat Revolusi Mental di Balai Diklat Keagamaan Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah seluruh peserta diklat Revolusi Mental angkatan ke-2 yang berasal dari perwakilan kanwil Provinsi Sumatera Selatan, perwakilan kanwil Provinsi Lampung, perwakilan kanwil Provinsi Bengkulu dan perwakilan kanwil Provinsi Bangka Belitung. Hasil penilaian dikjartih terhadap widyaiswara Abu Bakar mendapatkan nilai 86,11 untuk komponen penguasaan materi dan 83,33 untuk komponen kemahiran dalam mengajar pada mata diklat konsep dasar pemimpin berkarakter. Hasil penilaian dikjartih terhadap Mardiansyah mendapatkan nilai 89,44 untuk komponen penguasaan materi dan 82,85 untuk komponen kemahiran mengajar pada mata diklat proses terbentuknya pemimpin berkarakter. Hasil penilaian kinerja widyaiswara pada diklat Revolusi Mental di Balai Diklat Keagamaan Palembang memuaskan
METODE MENGAJAR KREATIF DALAM MENCIPTAKAN PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN
Mengajar merupakan kegiatan penyampaian informasi dan ilmu pengetahuan kepada peserta didik dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan haruslah menarik dan menyenangkan agar peserta didik tidak bosan. Selain itu juga, pembelajaran di desain semenarik mungkin agar hasil belajar siswa baik dan tujuan pembelajaran tercapai. Banyak metode pembelajaran kreatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran, seperti experiential learning, story telling, case study dan role playing. Dengan menggunakan metode yang kreatif dalam pembelajaran, maka suasana belajar akan lebih menyenangkan
MERAWAT KEMAJEMUKAN AGAMA DI INDONESIA; UPAYA MEREKATKAN RASA NASIONALISME DALAM MENJAGA KEUTUHAN NKRI
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemajemukan agama di Indonesia, nasionalisme berbasis nilai-nilai agama, dan dinamika menjaga keutuhan NKRI. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan tinjauan literatur. Hasil tulisan ini menunjukkan bahwa merawat dan mempertahankan eksistensi NKRI dari segala tantangan dan masalahnya, bukanlah perihal yang mudah diatasi, tapi bukan berarti harus diganti dengan model selain NKRI. Sekalipun sulit dilaksanakan, asalkan prinsip-prinsip penting bisa direalisasikan, maka bukan tidak mungkin negara ini bisa melewati segala tantangan yang dihadapinya
CONSIDERING ONLINE TRAINING: RESPONSE AND EXPECTATION IN THE PANDEMIC COVID-19
E-learning in the training is becoming inevitability with condition changes due to pandemics. However, it urges the researcher to study some comparison on how the training actors give responses and expectation towards the conventional face-to-face model which once was prima donna. This study uses descriptive analytical studies and the data taken from questionnaires against 187 training participants as respondents, 7 committees, and 12 trainers or widyaiswaras. The data is processed and analyzed by using SPSS. The results yielded that the average scores of distance learning were more dominant (greater) than those in classical for all respondent’s categories (the committees, widyaiswaras, and participants). The study shows a tendency that distance training is more effective compared to classical training
Kompetensi Guru Dalam Mengembangkan Bahan Ajar Berbasis Video Melalui Active Presenter
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kemampuan guru dalam mendesain bahan ajar berbasis video dengan aplikasi active presenter. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi terhadap 30 guru Madrasah di Prabumulih. Dari data yang didapat menghasilkan bahwa guru-guru Madrasah di kota Prabumulih memiliki kompetensi baik dalam mendesain bahan ajar berbasis video dengan menggunakan aplikasi active presenter. Untuk panduan dan informasi aplikasi sangat baik, untuk disain dan fasilitas aplikasi sangat baik dan efek pedagogi dengan hasil baik. Ini berarti bahwa aplikasi active presenter dapat digunakan sebagai salah satu alternatif metode dalam pembelajaran.
 
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui E-Learning
Peningkatan kualitas pembelajaran terus ditingkatkan dan dipertahakan dengan mengikuti perkembangan zaman. Berhubung zaman sekarang ini penggunaan internet bukan lagi barang baru maka peningkatan kualitas pembelajaran juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan internet sehingga proses pembelajaran disebut juga dengan pembelajaran berbasis e-learning. Merupakan sebuah terobosan baru dibidang pengajaran dan pembelajaran, karena mampu meminimalkan perbedaan cara mengajar dan materi, sehingga memberikan standar kulitas pembelajaran yang lebih konsisten. Sistem e-Learning adalah mutlak diperlukan untuk mengantisipasi perkembangan jaman dengan dukungan teknologi informasi dimana semua menuju ke era digital, baik mekanisme maupun konten.
The development of information technology in recent years has developed at a very high rate, giving a significant impact on the field of education, thus sparking the birth of the idea of e-learning. To be able to obtain maximum results it is necessary to design an e-learning learning process. The purpose of this writing is the use of the e-learning model in improving the learning process so that it can improve adult learning outcomes. The research method used in the discussion of this paper is the literature study method. The learning model with e-learning is a new breakthrough in the field of teaching and learning, because it is able to minimize differences in teaching methods and materials, thus providing a more consistent quality standard of learning. The e-Learning system is absolutely necessary to anticipate the changing times with the support of information technology where everything is leading to the digital era, both mechanism and content. To be able to produce e-learning that is attractive and desirable in improving the quality of learning, there are three conditions that must be fulfilled in designing e-learning, namely: Simple, simple systems that will make it easier for students to take advantage of existing technology and menus. Personally, teachers can interact well with students, such as communicating in front of the class. Fast, fast, fast response services to the complaints and needs of students, so that learning improvements can be carried out as quickly as possible by the teacher or manager
Penerapan Whole of Goverment (Wog) Dalam Mewujudkan Pelayanan Terintegrasi
Studi ini bertujuan untuk mengetahui penerapan WoG antara kementerian dan lembaga di tingkat pusat serta diantara level pemerintahan yang berbeda dan untuk memahami perspektif WoG dalam pelayanan yang terintegrasi. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode deksriptif kualitatif. Hasil studi menunjukkan bahwa praktek WoG dalam pelayanan publik dilakukan salah satunya adalah dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Dengan pola ini menyatukan seluruh sektor yang terkait dengan pelayanan publik, di mana pelayanan publik disatukan dalam satu unit pelayanan saja, dan rantai izin sudah dipangkas menjadi 1 (satu) saja.
This study aims to determine the application of WoG between ministries and agencies at the central level as well as between different levels of government and to understand WoG's perspective on integrated services. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The results of the study indicate that the practice of WoG in public services is carried out by means of one stop service (PTSP). With this pattern it unites all sectors related to public services, where public services are united in one service unit only, and the permit chain has been trimmed down to 1 (one) only
Pembelajaran Dengan Cara Menyenangkan (Fun)
Perasaan menyenangkan (fun) berkaitan erat dengan proses pembelajaran. Rasa fun sangat relevan bagi fasilitator, karena fun merupakan stimulus yang kuat bagi para pembelajar. Menciptakan suasana gembira (fun) dalam pembelajaran bukan semata menciptakan suasana meriah dan hura-hura tanpa memberikan makna selain kesenangan. Kegembiraan yang dimaksud adalah kegembiraan yang mampu menciptakan antusiasme dan tetap menjaga perhatian peserta serta memastikan pemahaman mereka terhadap isi materi yang disampaikan