Jurnal Perspektif
Not a member yet
    84 research outputs found

    Conceptual Skill Kepala Madrasah

    Get PDF
    This paper talked about Conceptual Skill of the School (Madrasah) principals participants of education and Training on Strengthening competences of School principals of South Sumatera, Lampung, Bengkulu, and Babel Provinces. This paper is aimed to know how is the conceptual skills of The school principals participants of  the education and training on strengthening competences of the school principals. The analysis was emphasized on descriptive theoritic- emphiric, namely comparing among theory related with the facts and described. The conclusions that the participants on  strengthening competnces od the school pricipals was having problem with the conceptual skill, this is probably becoming main reason why Madrasah was still left far behind with another public school

    Kedudukan Mahar Dalam Perkawinan

    Get PDF
    Mahar suatu Pemberian dari calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita, baik berbentuk barang, uang atau jasa yang tidak bertentangan dengan hukum Islam. Namun mahar tidak masuk dalam ranah  syarat dan rukun nikah tetapi wajib  harus ada dalam perkawinan. Meski begitu, kewajiban menyerahkan mahar dari mempelai pria ke mempelai wanita ini bukan rukun dalam perkawinan. Sebab, sesuai Pasal 14 KHI jo Pasal 2 UU Perkawinan rukun dan syarat pernikahan ada lima yakni calon suami, calon istri, wali nikah, dua orang saksi, ijab dan kabul. Namun, praktiknya mahar selalu digunakan calon pasangan suami-istri terutama yang beragama Islam, dengan ketentuan bahwa mahar atas kesepakatan dari calon suami istri. Tetapi kenyataanya di masyarakat masih ada penyimpangan bahwa dari fihak calon pengantin perempuan meminta mahar kepada calon pengantin laki-laki yang sangat memberatkan sehingga calon pengantin laki-laki tidak sanggup untuk mengadakanya yang akhirnya calon pengantin laki-laki dan perempuan mengambil jalan pintas belarian ke tempat Penghulu. Maka untuk mengungkap hal tersebut , penulis menggunakan pendekatan Penelitian Pustaka dengan metode penelitian yang dilakukan untuk  mempelajari literatur-literatur dan tulisan-tulisan yang mempunyai kaitan  erat dengan permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini. Pada hal fungsi mahar adalah; a. Pembeda antara pernikahan dengan mukhadanah;, b. Bentuk penghormatan, penghargaan, dan perlindungan terhadap wanita;, c. Bentuk keseriusan laki-laki terhadap wanita yang akan dinikahinya;, d. Simbol tanggung jawab wanita terhadap mahar yang diberikan;, e. Simbol tanggung jawab pihak laki-laki, dan f. Simbol persetujuan dan kerelaan

    Penyuluh Agama Sebagai Motivator Majelis Taklim Dan Ibadah Sosial Kemasyarakatan

    Get PDF
    Penyuluh agama dalam peranannya sebagai motivator majelis taklim dan penggerak ibadah sosial kemasyarakatan, dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan memberikan pencerahan terhadap anggota majelis taklim dan anggota masyarakat, dituntut agar mampu mengembangkan sumber daya manusia dan organisasi majlis taklim. Hal tersebut dilakukan agar tujuan dari pesan-pesan moral dapat berhasil guna dan berdaya guna melalui kegiatan majlis taklim, dan anggota majelis taklim menjadi berdaya dalam peranannya sebagai anggota, baik sebagai anggota majlis taklim binaan penyuluh maupun sebagai anggota masyarakat. Mengajak manusia kepada proses perbaikan akhlak, perilaku dan karakteristik Islami harus diakukan dengan jalan bijak dan pelajaran-pelajaran yang bermnfaat. Dalam tulisan ini diuraikan bagaimana peran penyuluh agama sebagai motivator majelis taklim, terutama dalam menggerakan roda organisasi kelembagaannya serta pemberdayaan jama’ahnya, sehingga majelis taklim bukan hanya mengadakan rutinitas dan ritual keagamaan saja melainkan memberdayakan majlis taklim menjadi lembaga yang bergerak dalam bidang kesejahteraan anggotanya. Kegiatan yang digerakkan oleh penyuluh agama sebagai pemotivator dalam tulisan ini diantaranya mendirikan koperasi sebagai penggerak ekonomi umat, penggerak ibadah sosial kemasyarakatan serta melakukan pembimbingan dan pendampingan pengurusan jenazah

    Mengimplementasikan Pendidikan Inklusif Yang Ideal Di Indonesia: Sebuah Kajian Teoritis

    Get PDF
    Masih banyaknya jumlah ABK atau difabel yang belum tersentuh oleh pendidikan, atau hanya bisa bersekolah di SLB yang eksklusif dan tersegregasi, tentu bertentangan dengan UU Sisdiknas yang telah menetapkan bahwa pendidikan dilaksanakan tanpa diskriminasi. Hal ini merupakan indikasi perlunya komitmen akan implementasi pendidikan inklusif dengan baik di sekolah-sekolah di negara kita. Meski sekolah-sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusif sudah banyak, dalam implementasinya masih banyak yang belum sesuai dengan konsep-konsep yang mendasarinya seperti aspek pemahaman, kebijakan internal sekolah, serta kurikulum dan pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kajian yang mendiskusikan pertanyaan tentang bagaimana idealnya sebuah sekolah inklusif mengimplementasikan pendidikan inklusif di Indonesia, dan ditujukan untuk mengkaji gagasan dan implementasi pendidikan inklusif di negara kita dalam rangka terwujudnya pendidikan untuk semua (Education for All). Adapun riset ini merupakan penelitian literatur/studi dokumentasi dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil yang ditemukan, dapat disimpulkan beberapa poin penting, yaitu 1) Diperlukannya intervensi khusus guru (adaptive education) dalam mengakomodasi peserta didik; 2) Terdapat prinsip-prinsip tertentu yang harus menjadi pertimbangan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif, 3) Sekolah harus memiliki komitmen yang tinggi untuk mengimplementasikan pendidikan inklusif; 4) Terdapatnya beberapa model pendidikan inklusif, yaitu inklusi penuh, inklusif parsial, dan inklusif terbalik. The large number of ABK or disabled children who have not been exposed to formal education, or who can only attend special and segregated special schools, are certainly contrary to the National Education System Law which stipulates that education is carried out without discrimination. This is an indication of the need for commitment to the implementation of inclusive education properly in schools in our country. Although there are many schools that provide inclusive education, in its implementation there are still many that are not in accordance with the underlying concepts such as aspects of understanding, internal school policies, and curriculum and learning. This research discusses the question of how ideally an inclusive school implements inclusive education in Indonesia, and is aimed at examining the idea and implementation of inclusive education in our country in the context of realizing education for all (Education for All). This research is a literature research or documentation study using a qualitative descriptive method. From the results found, we can conclude several important points, namely 1) The need for special teacher intervention (adaptive education) in accommodating students; 2) There are certain principles that must be considered in the implementation of inclusive education, 3) Schools must have a high commitment to implementing inclusive education; 4) There are several models of inclusive education, namely full inclusion, partial inclusion and reverse inclusion

    44

    full texts

    84

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Perspektif
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇