Jurnal Perspektif
Not a member yet
    84 research outputs found

    Konsep Kesadaran Murni (Pure Conciousness) Dalam Meningkatkan Kompetensi Kecerdasan Spritual Peserta Pelatihan Moderasi Beragama

    No full text
    Penelitian ini bertujuan menguji konsep kesadaran murni (Pure Conciousness) terhadap peningkatan kompetensi kecerdasan spiritual peserta pelatihan penggerak penguatan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental deskriptif dengan mengamati aktivitas pembelajaran peserta pelatihan pengerak penguatan moderasi beragama sebanyak 4 angkatan pada kegiatan pelatihan selama tahun 2022 di BDK Padang. Penulis mengambil sampel secara purposive sampling dan data  dikumpulkan melalui wawancara di saat pembelajaran dan riset kepustakaan. Alat ukur Peta Kesadaran atau disebut map of conciousness karya David R. Hawkins digunakan sebagai tools treatment peserta sebagai bagian tak terpisahkan dari konsep Kesadaran Murni (pure conciousness). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) materi tambahan menggunakan konsep pure conciousness mampu secara obyektif meningkatkan kesadaran spiritual peserta, (2) beberapa peserta mengalami apa yang disebut sebagai “lompatan kesadaran” sebagai bagian proses melepasnya keterikatan pengetahuan dan pemahaman doktrinal yang cendrung kaku dan sektarian dalam memahami moderasi beragama, (3) terjadinya perubahan mindset dan paradigma peserta dalam menyikapi maraknya seputar isu radikalisme mengatasnamakan agama (4) adanya suatu dorongan di dalam diri peserta untuk mensosialisasikan moderasi beragama dalam sikap beragama yang penuh dengan toleransi dan pembuktian ajaran agama tidak di tataran kognitif tapi penghayatan yang bermuara kepada pembuktian prilaku beragama yang peuh cinta kasih dan berakhlaq muli

    Evaluasi Program Mengaji di SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konteks, masukan, proses dan produk program mengaji bagi peserta didik di SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru Makassar. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif model studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, tutor program mengaji atau staf pengajar di SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru Makassar. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian: (1) Dilihat dari penilaian konteks, tujuan program mengaji sudah sesuai dengan kebutuhan peserta didik SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru Makassar. (2) Dilihat dari evaluasi masukan, kompetensi pengawas sesuai dengan bidangnya, sarana dan prasarana pendukung program telah tersedia. (3) Dalam hal evaluasi proses, pengelola dan pelaksana program sudah dapat menjalankan program sesuai perencanaan dan menjalankan tugas dan fungsinya, kendala yang dialami dalam pelaksanaan program ini adalah metode yang digunakan perlu dianalisis kembali agar untuk menemukan metode yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan semua peserta didik. (4) Dari segi evaluasi produk, hasil program mengaji di SMP Muhammadiyah 11 Tello Baru Makassar belum dirasakan secara merata oleh peserta didik sehingga perlu meninjau berbagai hal (metode, waktu, fasilitas dan lain sebagainya) yang dialami peserta didik. selama progra

    Menelisik Konstruksi Teori Dan Konsep Mental Process Dalam Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah materi yang membahas mengenai mental process diberikan dalam pelatihan dan bagaimana konstruksi materi mental process dalam pelatihan penggerak penguatan moderasi beragama, untuk menemukan jawaban tersebut peneliti menggunakan metode library reseach, hal menarik yang berhasil ditemukan dalam penelitian ini adalah bahwa materi yang membahas teori dan konsep tentang mental process diberikan kepada peserta pelatihan, konstruksi materi mental process yang diberikan kepada peserta dimulai dari materi The Map Is not The Territory yang dijadikan ilmu alat untuk membongkar asumsi – asumsi yang dijadikan sebagai kebenaran yang mutlak, kemudian materi Ladder of Inference yang menyadarkan peserta akan pentingnya melakukan refleksi atau mengulangi kembali tahapan berfikir atas suatu peristiwa sosial keagamaan untuk menghindari bias kognitif, selanjutnya materi U Theory, Scenario thinking dan Sytem thinking. Materi – materi mental process diberikan kepada peserta pelatihan penggerak penguatan moderasi beragama bertujuan untuk membongkar kekeliruan berpikir dan asumsi subjektif atas keragaman dan perbedaan, Membangun kesadaran peserta akan pentingnya pola pikir, sikap dan perilaku yang inklusif dan meningkatkan pemahaman peserta tentang keberagaman sosial dan keagamaan

    Penerapan Kurikulum Berdiferensiasi Di Sekolah/Madrasah

    Get PDF
    Penerapan kurikulum berdiferensiasi di madrasah/sekolah merupakan tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode survey. Subjek pada penelitian ini adalah guru sekolah dasar, madrasah Ibtidaiyah, sekolah menengah pertama, madrasah Tsanawiyah, sekolah menengah atas, madrasah Aliyah yang berjumlah 80 orang guru. Hasil penelitian untuk aspek materi 75 % (60 guru) selalu sebelum mengajar, membuat rencana pelajaran dan 1,2 % (1 guru) tidak pernah  melakukannya. 62, 5 % (50 guru) selalu dengan jelas dan tepat mendefinisikan tujuan pelajaran dan 1,2 % (1 guru) tidak pernah melakukannya. 53,8% (43 guru) menggunakan kesempatan dalam berbagai kegiatan untuk menginspirasi siswa. Untuk aspek proses 40 % (32 guru) selalu  menggunakan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan siswa. 36,3 % (29 guru) selalu menawarkan berbagai sumber daya untuk menginspirasi siswa belajar. Untuk aspek produk 57, 5% ( 46 guru) selalu memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dalam kelompok atau individu dalam kegiatan.   46,3 % (37 guru) selalu melihat kinerja siswa berdasarkan kemampuan dan keterampilan mereka.  46,3 % (37 guru) selalu mengevaluasi hasil belajar siswa,  mengembangkan berbagai kriteria penilaia

    EFEKTIVITAS PELAKSANAAN TUGAS BADAN PENASIHATAN, PEMBINAAN DAN PELESTARIAN PERKAWINAN (BP4) DI KUA KECAMATAN ALANG-ALANG LEBAR KOTA PALEMBANG

    No full text
    Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) adalah suatu lembaga yang memiliki bidang garap yang cukup banyak mulai dari pra nikah sampai dengan perkawinan dan pencegahan perceraian dengan bentuk penasihatan antara lain; penasihat individual, penasihat keliling, dan penasihatan melalui media cetak dan media massa. Problem-problem rumah tangga secara implisit dijumpai di kecamatan Alang-Alang Lebar dengan indikasi tingkat hubungan keluarga kurang harmonis dan perselisihan dalam keluarga yang mengarah pada penganiayaan dan perceraian. Untuk itulah perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui peran petugas BP4 dalam penyuluhan nikah/rujuk di kecamatan Alang-Alang Lebar dan mengetahui faktor penghambat dalam pelaksanaan tugas BP4 dalam penyuluhan nikah/rujuk di kecamatan Alang-Alang Lebar. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriftif dengan pendekatan kualitatif.  Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan data hasil penelitian tentang pelaksanaan tugas BP4 maka dapat  dikatakan bahwa pelaksanaan tugas BP4 Kecamatan Alang-Alang Lebar masih belum optimal, misalnya tentang input, proses dan outputnya.  Ada beberapa faktor pendukung pelaksanaan tugas BP4 di Kecamatan Alang-Alang Lebar, diantaranya adalah  BP4 telah mempunyai struktur organisasi yang jelas, KUA memberikan dukungan dalam bentuk sarana dan prasarana, kursus calon pengantin (catin) terlaksana dengan baik, dan perlombaan keluarga sakinah yang dilakukan BP4 bekerja sama dengan KUA Kecamatan Alang-Alang Lebar. Adapun faktor penghambat dari pelaksanaan tugas BP4 adalah sarana dan prasarana yang belum dimiliki, minimnya dana operasional, profesionalisme petugas, dan seringnya warga melakukan gugat cerai langsung ke Pengadilan Agama tanpa melalui BP4 Kecamatan. Ada beberapa hal yang disarankan dalam penelitian ini yaitu kerjasama dengan Kantor Urusan Agama dan Pengadilan agama, serta instansi terkait lainnya, melibatkan semua lapisan masyarakat dan pemerintah daerah untuk berpartisipasi dalam meningkatkan pelaksanaan tugas BP4, dan petugas BP4 Kecamatan Alang-Alang Lebar lebih meningkatkan profesionalisme mereka dengan cara mengikuti diklat-diklat, workshop, dan kegiatan lainnya yang dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalaman agar dapat  meningkatkan kompetensinya yang berimbas pada peningkatan pelaksanaan tugas BP4

    Revitalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Falsafah Bugis: Sipakatau Sipakalebbi Dan Sipakainge

    No full text
    Artikel ini membahas tentang revitalisasi nilai-nilai moderasi beragama dalam falsafah bugis: sipakatau sipakalebbi dan sipakainge, artikel ini menggunakan metode kualitatif yang dimana sumber datanya di dapatkan dari kepustakaan (Library research). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, Sipakatau, Sipalebbi,dan Sipakainge' merupakan falsafah budaya Bugis mengandung nilai-nilai dan menjadi pedoman tentang perilaku dan komunikasi dalam interaksi sosial masyarakat yang memiliki makna mendalam dan nilai- nilai ini sangat mempengaruhi karakter individu masyarakat Bugis, ketiga falsafahi ini didahului dengan imbuhan Si  yang berarti saling, ketiganya mengandung nilai-nilai moderasi diantaranya sipakatau yang mengandung nilai Musawah, yaitu bagaimana manusia memiliki emansipasi, dalam artian bersikap dan memiliki konsepsi (Humaize Humans) memanusiakan manusia, kedua sipakalebbi yang mengandung nilai Tasamuh yaitu bersikap toleransi ataupun menghargai dalam berbagai perbedaan dan keberagaman. Kemudian yang ketiga sipakainge yang memiliki arti saling mengingatkan yang mengacuh pada dua konsep sebelumnya, menghargai perbedaan, saling mengingatkan untuk tidak melakukan kesalahan ataupun hal-hal yang mengarah kepada sikap ektrimisme, karena hal tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip Sipakatau, Sipalebbi, dan Sipakainge

    PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU MADRASAH ALIYAH NEGRI 2 KABUPATEN BANDUNG DI MASA PANDEMI COVID-19

    No full text
    Guru merupakan sebagian dari sutradara peradaban dalam meningkatkan kualitas serta kuantitas sumber daya manusia dalam pendidikan. sebagai seorang sutradara seharusnya mampu menjadi motivator, fasilitator dan inovator untuk para siswanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh iklim organisasi dan budaya organisasi dalam meningkatkan kualitas kinerja guru di MAN 2 kabupaten Bandung pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode dekriptif. Dari hasil pembahan yang sudah didapatkan adalah 1). Iklim organisasi berjalan sebagaiaman mestinya dengan adanya struktur oragnisasi, rapat koordinasi, rapat penilaian tengah semester, akhir semester dan rapat kontemporer, 2) Buadaya organisasi untuk guru diwajibkan menggunakan aplikasi resmi dari kementrian Agama yaitu E-Learning Madrasah selama pandemi Covid-19, program PKM kelas XII, program TAMAM (Talaqi Mengaji Madarasah); 3) kebijakan kepala madrasah untuk guru selama pandemi covid-19 adanya Work From Home (WFH) dan Work from office (WFO) dengan jadwal yang sudah di tentukan sesuai dengan tugas dan wewenang guru; 4). Kepala sekolah memiliki pengaruh besar dalam memantau kinerja guru selama pembelajaran daring berlangsung yaitu dengan adanya akun Eksekutif Manajer di dalam aplikasi E-learning Madarasah untuk memantau kegiatan belajar mengajar di kelas

    IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN NILAI-NILAI KARAKTER PELAJAR PANCASILA

    No full text
    Penlitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi project based learning (PJBL) untu meningkatkan nilai-nilai karakter pelajar Pancasila pada murid kelas III MI (Madrasah Ibtidaiyah). Dalam penelitian ini guru bertindak sebagai pelaku pembelajaran sedangkan peneliti sebagai observer. Desain penelitian digunakan model Kemmis dan Mc. Taggart. Pelaksanaan penelitian berlangsung pada tahun pelajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data berupa deskripsi dan disajikan berupa grafik dan tabel. Diperoleh temuan adanya peningkatan nilai-nilai karakter profil pelajar Pancasila murid pada elemen gotong royong, kreatif, bernalar kritis. Kesimpulan PTK ini model pembelajaran PjBL efektif meningkatkan nilai-nilai karakter pelajar Pancasila murid

    PERUNDUNGAN VERBAL PERSPEKTIF HADIS: DITINJAU DARI GAYA BAHASA PENCERAMAH

    No full text
    Artikel ini membahas tentang persoalan sosial yang penting, yaitu: perundungan (bullying). Maksud dari perundungan (bullying) adalah suatu perbuatan mengancam, menakut-nakuti secara wujud tubuh atau kejiwaan spiritual terhadap seseorang yang disebabkan sikap superioritas seseorang, hingga merasa berhak atau berkuasa untuk mengintimidasi orang lain. Penelitian ini mengkaji perundungan ditinjau dari gaya bahasa (ucapan) penceramah dengan perspektif hadis Nabi. Bullying disini adalah jenis perundungan verbal. Studi ini berupaya untuk menemukan signifikansi perundungan dengan hadis, serta eksplorasi atas hadis Nabi, menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan analisis data secara kualitatif deskriptif-analitis. Hasil dari tulisan ini bahwa di dalam al-Qur’an dan hadis telah jelas terdapat suatu larangan untuk tidak menghina orang lain dengan hal yang tidak baik dan terdapat anjuran untuk menjaga lisan ketika sedang menyampaikan sesuatu. Dalam hal ini tindakan perundungan tidak sebatas kepada fisik atau psikis, melainkan tindakan perundungan secara verbal. Hal ini dianggap urgen karena tindakan perundungan secara verbal tidak hanya terjadi di dunia pendidikan, melainkan dari ucapan penceramah juga terdapat gaya bahasa yang digunakan tersebut bersifat merundung

    PENGEMBANGAN PROFIL PELAJAR PANCASILA RAHMATAN LIL “ALAMIN MELALUI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI MADRASAH ALIYAH : BK dan Profil Pelajar

    No full text
    Implementasi kurikulum merdeka bertujuan pengembangan profil pelajar Pancasila. Bimbingan dan konseling sebagai komponen madrasah punya peran dalam pengembangannya. Penelitian ini untuk mendeskripsikan profil pelajar pancasila, jenis dan strategi layanan bimbingan dan konseling. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, untuk mengkaji pengembangan karakter pelajar Pancasila dengan strategi layanan bimbingan dan konseling. Simpulan studi ini bahwa pengembangan profil pelajar Pancasila Rahmatan Lil “Alamiin berupa kemampuan pelajar yang memiliki sikap dan perilaku beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong-royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Guru bimbingan dan konseling berperan dalam pengembangan pelajar Pancasila melalui layanan bimbingan dan konseling dengan strategi yang sesuai kebutuhan dan tujuan serta potensi siswa

    44

    full texts

    84

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Perspektif
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇