Jurnal Perspektif
Not a member yet
84 research outputs found
Sort by
NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM PERADABAN ISLAM MELAYU DI SUMATERA SELATAN
Islam adalah agama yang hadir dengan penuh rasa kasih sayang dan mengandung berbagai ajaran kebaikan terhadap sesama manusia. Hal ini juga tercermin dalam peradaban Islam melayu di Sumatera Selatan. Tulisan ini menguraikan nilai-nilai moderasi beragama dalam peradaban Islam melayu di Sumatera Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (liberary research). Data diperoleh melalui kajian dari berbagai sumber literatur seperti buku, artikel jurnal, dan naskah-naskah yang relevan. Data dianalis dengan metode content analysis yaitu analisis terhadap kandungan isi yang berfokus pada interpretasi dari teori-teori yang berkaitan. Hasil penelitian diperoleh bahwa sikap beragama yang moderat sudah tercermin dalam sejarah peradaban Islam Melayu di Sumatera Selatan. Islam dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat melayu karena karakter Islam yang disebarkan sangat egaliter, populis, dan terbuka terhadap aspek-aspek kehidupan masyarakat. Nilai-nilai moderasi beragama dalam peradaban Islam melayu di Sumatera Selatan yaitu sikap kasih sayang, toleransi, plural, multikultural, dan membaur dengan nilai-nilai kebudayaan yang dilestarikan oleh masyarakat. Nilai-nilai tersebut terkandung di dalam berbagai kearfian lokal yang ada dalam tradisi Islam melayu di Sumatera Selatan seperti ritual upacara adat perkawinan, upacara kematian, dan arsitektur bangunan masjid. Oleh sebab itu, Peradaban Islam Melayu di Sumatera Selatan dapat dijadikan model Islam yang moderat untuk diamalkan oleh umat Islam
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN KINERJA GURU SD DI KECAMATAN BANYUASIN III
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penerapan gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam memperbaiki kinerja guru sekolah dasar di Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin. Sumber data penelitian ini adalah Kepala Sekolah sebanyak 3 orang dan Guru sebanyak 9 orang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawacara, observasi dan Dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/verifikasi data. Hasil penelitian menjelaskan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh kepala sekolah yang berkaitan dengan kinerja guru di Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin yaitu gaya instruksi, gaya partisipatif, gaya delegasi dan gaya konsultif yang disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan dimana kepala sekolah bertugas. Kinerja guru di Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin meningkat seiring dengan kemampuan kepala sekolah menerapkan berdasarkan gaya kepemimpinan tersebut
Transformasi Pelatihan : Pengembangan Materi Pelatihan Dari Segi Konten Melalui Massive Open Online Course (MOOC)
MOOC (Massive Open Online Course) berbasis transformasi digital adalah salah satu program pembelajaran jarak jauh menggunakan media internet. MOOC menjadi tren tersendiri dalam transformasi pelatihan yang modern, dari sekian banyak manfaat ataupun peluang yang diperoleh tentunya ada beberapa tantangan yang harus dilewati dalam penggunaannya yakni di bidang waktu dan proses pembuatan konten. MOOC sedikit berbeda dengan PJJ yang berlangsung secara synchronous, dimana pengajar dan peserta pelatihan perlu online secara bersamaan untuk dapat berinteraksi secara virtual. MOOC memadukan sistem pembelajaran synchronous tersebut dengan metode asynchronous, dimana peserta melakukan pembelajaran mandiri melalui konten pelatihan yang telah disediakan oleh penyelenggara dan pengajar pelatihan, baik dalam bentuk modul, bahan tayang, maupun materi vide
PENGAKUAN ISLAM TERHADAP EKSISTENSI AGAMA LAIN: STUDI RELEVANSI PENAFSIRAN HAMKA DI INDONESIA
Artikel ini bertujuan untuk mengetahui relevansi pemikiran Hamka di Indonesia tentang pengakuan Islam terhadap agama lain dalam Tafsir al-Azhar. Hal ini dilatarbelakangi oleh suatu kenyataan bahwa Islam sebagai agama yang rahmatan li al-‘alamin, telah memberikan rambu-rambu anjuran untuk terus berhubungan baik dengan penganut agama lain. Melalui al-Qur’an, Islam telah memberikan kebebasan bagi siapa saja untuk menganut agama sesuai yang diyakininya, memberi penghormatan, dan mengakui eksistensi agama yang dianutnya. Dengan menggunakan metode kualitatif dan teknik analisis isi, artikel ini menyimpulkan bahwa: pemikiran Hamka tentang pengakuan Islam terhadap agama lain tampak relevan dengan kondisi sosial kemasyarakatan di Indonesia. Dengan menuangkan pada bentuk penafsiran dalam Tafsir al-Azhar, Hamka berusaha merespon isu pluralisme agama dengan merujuk pada QS. al-An’am [6]: 108, QS. al-Baqarah [2]: 256, dan QS. al-Ghasiyah [88]: 21-22. Dalam ketiga ayat ini, Hamka tampak mengakui eksistensi agama lain non-Islam di kancah nasional maupun internasional. Dalam konteks Indonesia, penafsiran Hamka terhadap ketiga ayat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Pancasila nomor satu “Ketuhanan Yang Maha Esa”, nomor dua “Kemanusiaan yang adil dan beradab” dan nomor lima “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”
Penguatan Kompetensi Santri Melalui Pendidikan Kewirausahaan: Sebuah Literature Review
Pesantren sebagai lembaga pendidikan memiliki potensi untuk diberdayakan. Salah satu usaha untuk memberdayakan pesantren adalah dengan membangun pendidikan pesantren yang berorientasi pada entrepreneurships untuk meningkatkan kompetensi lulusan pesantren. Tujuan penelitian ini adalah menyajikan informasi mengenai pemberdayaan pesantren melalui konsep pendidikan kewirausahaan dalam usaha meningkatkan kompetensi kewirausahaan santri. Metode penelitian berjenis kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan pesantren melalui konsep kewirausahaan telah banyak dilakukan di berbagai pesantren di Indonesia dan terbukti telah memberikan dampak positif bagi peningkatan kompetensi kewirausahaan santri dan kemandirian ekonomi pesantren. Pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di pesantren dapat dilakukan melalui empat tahapan yaitu mengenali potensi usaha pesantren, penanaman modal, peningkatan kapabilitas pengurus pesantren, dan pendidikan kewirausahaan. Untuk mengimplementasikan pendidikan kewirausahaan pesantren diperlukan kontribusi dari berbagai stakeholder seperti pemerintah, swasta, masyarakat dan perguruan tingg
Peran Balai Diklat Keagamaan Dalam Gerakan Literasi Nasional Pada Dimensi Literasi Baca Tulis Dan Literasi Digital Masyarakat Melalui Pelatihan Media Penyuluhan Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunikasi
Sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam Gerakan Literasi Nasional (GLN), kementerian/lembaga memiliki peranan dan fungsi untuk berkontribusi sesuai kapasitas dan ruang lingkup masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk memotret peran Balai Diklat Keagamaan (BDK) dalam GLN pada dimensi literasi baca tulis dan literasi digital masyarakat melalui Pelatihan Media Penyuluhan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Penelitian merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di BDK Padang. Informan berjumlah delapan orang, terdiri dari empat orang informan yang merupakan alumni pelatihan dan empat orang lainnya yang berasal dari anggota kelompok masyarakat sasaran masing-masing alumni. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh beberapa potret peran BDK dalam GLN setelah sebelumnya memetakan kontribusi pelatihan terhadap indikator GLN pada dimensi literasi baca tulis dan literasi digital masyarakat. Pada dimensi literasi baca tulis masyarakat, BDK berperan dalam (i) peningkatan jumlah bahan bacaan yang dibaca oleh masyarakat, dan (ii) peningkatan frekuensi membaca bahan bacaan setiap hari. Pada dimensi literasi digital masyarakat, peran BDK terlihat pada indikator (i) peningkatan pemanfaatan media digital dan internet dalam memberikan akses informasi dan layanan publik, dan (ii) peningkatan pemahaman masyarakat terkait penggunaan internet dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE
Pengembangan Bahan Ajar Tentang Google Classroom Sebagai Kelas Online Menggunakan Model ADDIE
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar tentang google classroom sebagai kelas online untuk digunakan pada pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi guru Madrasah Tsanawiyah (MTs). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Subjek dalam penelitian ini adalah 30 peserta Pelatihan TIK yang berasal dari guru MTs di Wilayah Provinsi Maluku. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi, lembar penilaian widyaiswara, lembar penilaian peserta pelatihan, dan soal berbentuk pilihan ganda untuk mengukur pengetahuan peserta pelatihan serta lembar rubrik penilaian praktik untuk penilaian keterampilan. Bahan ajar dinyatakan valid apabila hasil penilaian dari para ahli minimal masuk pada kategori baik. Bahan ajar dinyatakan praktis apabila penilaian widyaiswara dan peserta pelatihan minimal masuk pada kategori Baik. Bahan ajar dinyatakan efektif apabila 75% nilai Pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan pada materi Pembuatan dan pemanfaatan google classroom sebagai kelas online adalah minimal 80. Penelitian ini menghasilkan sebuah produk berupa bahan ajar tentang pembuatan dan pemanfaatan google classroom sebagai kelas online yang layak yaitu valid, praktis dan efektif. Hasil dari penelitian ini berupa bahan ajar diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif sumber belajar untuk peserta pelatihan pada setiap penyelenggaraan pelatihan TIK MT
EFEKTIVITAS SERTIFIKAT PERKAWINAN DALAM PERNIKAHAN: EFEKTIVITAS SERTIFIKAT PERKAWINAN DALAM PERNIKAHAN
Program yang diselenggarakan oleh pemerintah mengenai sertifikat pernikahan atau biasa disebut dengan bimbingan pra nikah ini mempunyai tujuan untuk memberikan bekal dan ilmu tentang keharmonisan dalam membina keluarga sehingga calon pengantin laki-laki dan perempun dapat membentuk keluarga tentram, damai, sejahtera serta ideal. Dalam membangun keluarga yang harmonis tentunya pelu kesiapan dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Bimbingan pernikahan juga dapat membimbing seseorang agar dapat membina kerukunan, serta bisa menerima kelebihan dan kekurangan dari masing-masing calon. Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama khususnya Kantor Urusan Agama dan Instansi terkait lainnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang teknik pengumpulan datanya bersumber dari jurnal, buku serta literature lainnya yang mendukung terhadap penelitian. Sebagai hasil penelitian, didapatkan hasil penelitian yaitu Setifikat perkawinan sebagai tanda bukti yang perlu didapat oleh calon pengantin laki-laki dan perempuan dengan mengikuti bimbingan pra nikah yang diselenggarakan oleh KUA sebagai bekal ilmu tentang pernikahan. Dengan dilaksanakannya bimbingan pra nikah diharapkan akan berdampak efektif dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan Rahmah dan benar-benar menjaga ikatan suci (mitsaqan ghalidza)
Penerapan Kompetensi dan Peningkatan Kinerja Hasil Pelatihan Di Wilayah Kerja (PDWK) Pembelajaran Tematik Guru Madrasah Ibtidaiyah Kantor Kementerian Agama Kota Prabumulih dan Kabupaten Muara Enim
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana alumni guru Madrasah Ibtidaiyah, Kementerian Agama, Kota Prabumulih, dan Kabupaten Muara Enim menerapkan keterampilan dan meningkatkan kinerjanya di bidang kerja pembelajaran tematik. Survei evaluatif adalah pendekatan yang diambil dalam penelitian ini. Partisipan dalam penelitian ini peserta yang mengikuti pelatihan di wilayah kerja tematik guru madrasah ibtidaiyah berasal dari kantor kementerian Kota Prabumulih, Kabupaten Muara Enim. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan kompetensi sangat relevan, telah memenuhi harapan, dan sejalan dengan tanggung jawab dan tugas pokok guru di madrasah ibtidaiyah, dengan 26 responden menyatakan sangat bagus dan 18 responden menyatakan baik. 11 responden menunjukkan peningkatan keterampilan yang sangat bagus dan 23 responden menunjukkan bagus. 10 responden menilai sikap kerja mereka setelah kembali bekerja sangat bagus, sedangkan 34 responden menilai bagus. peningkatan kuantitas kerja setelah kembali bekerja; 8 responden menilai sangat bagus, dan 36 menilai bagus. meningkatkan kualitas pekerjaannya setelah kembali bekerja; 7 responden menilai sangat bagus, dan 37 menilai bagus. Peningkatan disiplin setelah kembali bekerja; 15 responden menganggapnya sangat bagus, dan 29 responden menganggapnya bagus. perubahan efektifitas cara/ metode kerja: 36 responden menilai baik, 8 menilai sangat baik. Alumni pelatihan di wilayah kerja pembelajaran tematik madrasah ibtidaiyah di Kantor Kemenag Kota Prabumulih dan Kabupaten Muara Enim mengalami peningkatan penerapan kompetensi dan peningkatan kinerja saat kembali ke tugas mereka masing-masin
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS MAHASISWA MELALUI PELATIHAN MENULIS
Pendidikan formal adalah proses sadar yang dilakukan oleh setiap individu dalam mengembangkan berbagai keterampilan dalam hidupnya. Salah satu pendidikan formal yaitu perguruan tinggi. Pada tingkat perguruan tinggi salah satu agenda individu yaitu melakukan suatu kegiatan yang disebut program magang di sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa program magang dalam menulis karya ilmiah melalui suatu pelatihan berupa pendampingan terbimbing yang dilakukan secara rutih oleh koordinator guru di MA Plus Nurul Islam Sekarbela. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian non eksperimental berupa penelitian deskriptif. Jumlah subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa program magang di MA Plus Nurul Islam Sekarbela sebanyak 22 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Data yang didapatkan dalam penelitian dianalisis secara deskriptif menurut Model Miles dan Huberman yang terdiri dari tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan didapatkan bahwa tingkat keberhasilan dari kegiatan ini cukup tinggi dengan mengacu pada keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan karya tulis ilmiah yaitu tingkat persentase ketuntasan sebesar 76,92% dan kebermakaan yang dialami sebesar 86.00%