Jurnal Online STIKes Al-Insyirah
Not a member yet
    731 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU TERHADAP PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS MUARA ENIM TAHUN 2024

    No full text
    Stunting merupakan gangguan pertumbuhan serius pada balita yang masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Muara Enim. Pengetahuan kader posyandu sangat krusial dalam upaya pencegahan stunting, sehingga penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pengetahuan tersebut. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan kader posyandu mengenai pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data akan dilakukan menggunakan kuesioner yang diukur dengan skala ordinal.Dalam penelitian ini, variabel dependen adalah pengetahuan kader posyandu tentang pencegahan stunting, sedangkan variabel independennya meliputi Tingkat pendidikan, akses informasi, dukungan dari Puskesmas, pengalaman kerja, dan pelatihan yang diikuti. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat untuk menentukan hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan  yang signifikan antara tingkat Pendidikan kader, pengalaman kerja, frekwensi pelatihan,akses informasi dan dukungan dari puskesmas dengan pengetahuan tentang pencegahan stunting dengan nilai masing-masing p-value ≤ 1,000 , Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variable dependent dan variable independent. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor tersebut tidak secara langsung memengaruhi tingkat pengetahuan kader tentang pencegahan stunting, sehingga perlu dilakukan analisis lebih lanjut terhadap faktor lain yang mungkin lebih berperan dalam peningkatan pengetahuan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk peningkatan program pendidikan dan pelatihan kader posyandu dalam rangka pencegahan stunting. Penelitian  diharapkan memberikan manfaat teoritis bagi pengembangan ilmu pengetahuan, serta manfaat praktis bagi peningkatan pengetahuan kader posyandu. Kata Kunci :  Stunting, Pengetahuan, Pendidikan, Pengalaman Kerja,Frekwensi Pelatihan, Akses Informasi, Dukungan  Puskesmas  Stunting is a serious growth disorder in toddlers that remains a challenge in Indonesia, including in Muara Enim Regency. The knowledge of Posyandu cadres is crucial in efforts to prevent stunting, so it is important to identify factors that influence this knowledge. The general objective of this study was to determine the factors related to the knowledge of Posyandu cadres regarding stunting prevention. The method used was quantitative research with a cross-sectional design, the population was all cadres who were still active, the number of samples was 50 cadres, the research instrument used a questionnaire and data analysis used univariate and bivariate analysis. In this study, The data obtained will be analyzed using univariate and bivariate analysis to determine the relationship between the variables studied. The results of this study showed that there was no significant relationship between the level of education of cadres, work experience, frequency of training, access to information and support from the health center with knowledge about stunting prevention with each p-value ≤ 1,000. The results showed that there was no significant relationship between the dependent variable and the independent variable. This finding indicates that these factors do not directly affect the level of knowledge of cadres about stunting prevention, so further analysis is needed on other factors that may play a greater role in increasing knowledge. This study is expected to provide theoretical benefits for the development of science, as well as practical benefits for increasing the knowledge of posyandu cadres

    EVALUASI EFEKTIVITAS PROGRAM PENGENDALIAN ISPA DI PUSKESMAS TIRTO II KABUPATEN PEKALONGAN

    No full text
    Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang masih dihadapi oleh fasilitas pelayanan primer, terutama pada kelompok usia rentan. Penyakit ini cepat menyebar di lingkungan padat, tidak bersih, dan dengan akses layanan terbatas. Puskesmas Tirto II di Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu wilayah dengan tantangan pengendalian ISPA yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program pengendalian ISPA dan hambatan yang dihadapi. Metode yang digunakan bersifat deskriptif evaluatif dengan analisis dikumpulkan melalui data sekunder dan wawancara mendalam bersama petugas kesehatan. pengendalian ISPA sebanyak 4 orang. Pada tahun 2024, tercatat 660 kasus ISPA di wilayah kerja puskesmas tersebut. Temuan menunjukkan bahwa meskipun berbagai intervensi telah dilakukan, kasus tetap tinggi. Hal ini diduga dipengaruhi oleh perilaku masyarakat, keterbatasan sumber daya, dan faktor lingkungan. Diperlukan strategi pengendalian yang lebih komprehensif pada lintas sektor dan penguatan peran puskesmas sebagai lini terdepan pelayanan kesehatan sangat penting.    At the primary healthcare level, acute respiratory infections (ARI) remain a common public health problem, particularly in areas with high environmental risk. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the ARI Control Program at the Tirto II Community Health Center in Pekalongan Regency. The study was designed with an evaluative design and descriptive qualitative methods were used. Four officers were responsible for the ARI program: a doctor, a program manager, a health promotion officer, and the head of the community health center. Informants were randomly selected. Data were collected through interviews and secondary document reviews, including program activity reports, 660 ARI cases in 2024, and achievement of ARI Minimum Service Standards (SPM). Qualitative and quantitative data analysis was conducted thematically and univariately. The results showed that the ARI control program was not running well. Approximately 40% of targets faced major obstacles in the input aspect, which included limited human resources and educational media; the process aspect, including irregular counseling activities, uneven early detection, and inconsistent program documentation; and the output aspect, including lack of new health education coverage. The higher number of ARI cases among boys and toddlers demonstrates the importance of strengthening community-based preventive and promotive interventions. To improve the efficiency of the ARI control program at the Tirto II Community Health Center, capacity building of cadres and health workers, provision of adequate educational resources, and cross-sectoral coordination are needed to support the achievement of the ARI Minimum Service Standards (SPM) target

    EFEKTIFITAS ART THERAPY TERHADAP KOGNITIF LANSIA DI UPT PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA (PSTW) KHUSNUL KHOTIMAH DINAS SOSIAL PROVINSI RIAU

    No full text
    Latar Belakang: Kota Pekanbaru jumlah lansia juga tergolong tinggi menurut data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru pada tahun 2022 berjumlah 77.779  lansia, angka tersebut mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebanyak 17,97% atau sebanyak 11,848 lansia. Salah satu terapi yang dapat diberikan pada lansia yang mengalami penurunan fungsi kognitif adalah Terapi seni (Art therapy) dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya yaitu dengan memberikan suatu bahan yang berwarna dan meminta lansia untuk membuat bentuk Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Art therapy terhadap kognitif lansia. Metode: Penelitian ini adalah Quasy Expriment dengan rancangan One group Pretest-posttest Design. Hasil: uji statistik menunjukkan bahwa terdapat efektifitas Art therapy terhadap kognitif lansia dengan nilai p value 0.001 (p value ˂ 0,05). Diharapkan kepada perawat di pstw khusnul khotimah untuk dapat mempertahankan Art therapy pada lansia sebagai salah satu terapi non farmakologis kepada lansia. Kesimpulan: art therapy ternyata efektif terhadap peningkatan kognitif lansiaDrawing on statistics issued by the Pekanbaru Health Authority in 2022, the elderly population in Pekanbaru City was recorded at 77,779 individuals, showing a significant increase of 17.97% or 11,848 people from the previous year. To address cognitive decline in the elderly, one potential therapeutic intervention is Art therapy. This approach can be implemented through various methods, including providing colored materials that encourage the elderly to create different forms. This research seeks to explore how art-based interventions influence cognitive abilities among older adults population. The research design used was a Quasi-Experimental design with a One Group Pretest-Posttest Design. Statistical analysis confirmed the capability of Art therapy to enhance mental processing among older adults, as evidenced by a p-value of 0.001 (p value ˂ 0.05). Nurses at Khusnul Khotimah Nursing Home are expected to be able to implement Art therapy for the elderly population as a non-pharmacological therapeutic modality. Art therapy has has demonstrated a beneficial influence on advancing cognitive capability  in elderly individuals

    EDUKASI TERAPI STRETCHING TERHADAP NYERI SENDI PENDERITA GOUT ARTHRITIS PADA LANSIA DI PSTW HUSNUL KHOTIMAH DINAS SOSIAL PROVINSI RIAU

    No full text
    Gout arthritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia dan ditandai dengan nyeri sendi yang dapat mengganggu mobilitas serta kualitas hidup. Penatalaksanaan gout arthritis tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan pendekatan non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian lansia dalam mengelola nyeri sendi melalui edukasi dan penerapan terapi stretching. Kegiatan dilaksanakan di PSTW Husnul Khotimah Dinas Sosial Provinsi Riau dengan sasaran lansia penderita gout arthritis. Metode yang digunakan adalah edukatif dan partisipatif, meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung terapi stretching. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan dan observasi kemampuan lansia dalam melakukan stretching serta penilaian nyeri sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia serta kemampuan melakukan terapi stretching secara mandiri, disertai penurunan keluhan nyeri sendi. Edukasi terapi stretching terbukti bermanfaat sebagai upaya promotif dan preventif dalam pengelolaan nyeri sendi gout arthritis pada lansia serta berpotensi meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.Gout arthritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh lansia dan ditandai dengan nyeri sendi yang dapat mengganggu mobilitas serta kualitas hidup. Penatalaksanaan gout arthritis tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis, tetapi juga memerlukan pendekatan non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian lansia dalam mengelola nyeri sendi melalui edukasi dan penerapan terapi stretching. Kegiatan dilaksanakan di PSTW Husnul Khotimah Dinas Sosial Provinsi Riau dengan sasaran lansia penderita gout arthritis. Metode yang digunakan adalah edukatif dan partisipatif, meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung terapi stretching. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan dan observasi kemampuan lansia dalam melakukan stretching serta penilaian nyeri sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan lansia serta kemampuan melakukan terapi stretching secara mandiri, disertai penurunan keluhan nyeri sendi. Edukasi terapi stretching terbukti bermanfaat sebagai upaya promotif dan preventif dalam pengelolaan nyeri sendi gout arthritis pada lansia serta berpotensi meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan

    ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF OLEH IBU PEKERJA PABRIK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WONOAYU SIDOARJO

    No full text
    Ibu pekerja merupakan salah satu faktor yang menghalangi pemberian ASI eksklusif, sedangkan jumlah pekerja perempuan terus meningkat setiap tahunnya. Pemberian ASI eksklusif merupakan perilaku kesehatan yang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif pada ibu pekerja pabrik di wilayah kerja puskesmas wonoayu sidoarjo. Faktor-faktor yang diteliti adalah pengetahuan, sikap, ketersediaan fasilitas, dukungan atasan dan dukungan dari rekan kerja. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional melibatkan 65 ibu pekerja. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (chi square). Persentase pemberian ASI eksklusif pada ibu pekerja adalah 67,9%. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengetahuan(p=0,043), sikap (p=0,018), ketersediaan fasilitas menyusui (p=0,007), dukungan dari atasan (p=0,009), dan dukungan dari rekan kerja (p=0,188). Penelitian lebih lanjut diharapkan membuat rancangan program intervensi perilaku pemberian ASI Ekskluisf, serta menambahkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi ibu bekerja di pabrik dalam memberikan ASI EksklusifWorking mothers are one of the factors that hinder exclusive breastfeeding, while the number of female workers continues to increase every year. Exclusive breastfeeding is a health behavior that can be influenced by many factors. The purpose of this study was to determine the factors that influence exclusive breastfeeding in factory worker mothers in the Wonoayu Sidoarjo Community Health Center work area. The factors studied were knowledge, attitude, availability of facilities, support from superiors and support from colleagues. This study was a descriptive analytical study with a cross-sectional design involving 65 working mothers. Samples were taken using simple random sampling technique using a questionnaire. Data analysis used univariate and bivariate (chi square) analysis. The percentage of exclusive breastfeeding in working mothers was 67.9%. The final results of this study showed that the variables of knowledge (p = 0.043), attitude (p = 0.018), availability of breastfeeding facilities (p = 0.007), support from superiors (p = 0.009), and support from colleagues (p = 0.188). Further research is expected to design a behavioral intervention program for providing exclusive breastfeeding, as well as adding other factors that can influence mothers working in factories in providing exclusive breastfeeding

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA LEAFLET TENTANG “PENITI MAS”  TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PADA IBU HAMIL RESIKO TINGGI DI PUSKESMAS BAKI KABUPATEN SUKOHARJO

    No full text
    Latar Belakang: Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan yang dapat menimbulkan lebih banyak bahaya dan komplikasi  baik bagi ibu maupun janin dalam kandungan pada saat hamil, melahirkan, atau pasca melahirkan  dibandingkan dengan kehamilan normal, melahirkan, dan masa setelah melahirkan. Berdasarkan data dari Puskesmas Baki Kabupaten Sukoharjo tahun 2023 jumlah ibu hamil sebanyak 909 orang, dengan kasus ibu hamil resiko tinggi sebanyak 290 orang. Hal tersebut mendorong Puskesmas Baki untuk berinovasi melalui kegiatan “Peniti Mas” (Pendampingan Ibu Hamil Resiko Tinggi Bersama Spesialis) berkolaborasi dengan dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Indriati Solo Baru. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media leaflet tentang “Peniti Mas” terhadap tingkat pengetahuan pada ibu hamil resiko tinggi di Puskesmas Baki Kabupaten Sukoharjo. Metode : Pra-eksperimen berupa one-group pre-posttest design. Sampel sebanyak 15 ibu hamil risiko tinggi dipilih dengan menggunakan metode total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: karakteristik responden pada rentang usia 20-35 (66,7%), tingkat pendidikan terbanyak SMA sederajat (53,3%), mayoritas ibu rumah tangga (80%), serta primipara (53,3%). Tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi adalah 62,22 pada kategori cukup menjadi 86,22 pada kategori baik. Kemudian pada uji wilcoxon didapatkan ρ value sebesar 0,001 < 0,05, yang artinya ada perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media leaflet pada ibu hamil resiko tinggi di Puskesmas Baki Kabupaten Sukoharjo.Background: Compared to typical pregnancies, deliveries, and the postpartum period, high-risk pregnancies may provide more risks and difficulties for the mother and the fetus in the womb throughout pregnancy, childbirth, or the postpartum period. Based on data from the Baki Health Center, Sukoharjo Regency in 2023, the number of pregnant women was 909 people, with cases of high-risk pregnant women as many as 290 people. This encouraged the Baki Health Center to innovate through the activity "Peniti Mas" (Assistance for High Risk Pregnant Women with Specialists) in collaboration with obstetricians at Indriati Solo Baru Hospital. Objective: To determine the effect of health education with leaflet media about "Peniti Mas" on the level of knowledge of high-risk pregnant women at the Baki Health Center, Sukoharjo Regency. Method: pre- experimental in the form of one group pre-post test design. The sample amounted to 15 high-risk pregnant women in total sampling. A questionnaire is used to collect data. Results: the characteristics of respondents in the age range of 20-35 (66.7%), the highest level of education is high school equivalent (53.3%), the majority of housewives (80%), and primipara (53.3%). The level of knowledge before and after the intervention was 62.22 in the moderate category to 86.22 in the good category. Then the Wilcoxon test obtained a ρ value of 0.001 <0.05, which means there is a significant difference in the level of knowledge before and after the intervention

    PERIOPERATIF ANESTESI PADA NEFROLITOTOMI DENGAN ASD DAN HIPERTENSI PULMONAL

    No full text
    Nefrolitotomi merupakan prosedur pembedahan untuk menangani batu ginjal berukuran besar, terutama pada pasien dengan komorbiditas seperti defek septum atrium (ASD) dan hipertensi pulmonal. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh informasi atau gambaran yang nyata tentang pelaksanaan studi kasus pasien dengan nefrolitiasis, ASD low left to right shunt, dan hipertensi pulmonal yang menjalani nefrolitotomi dengan anestesi epidural dengan kombinasi lidokain 2% dan levobupivakain 0,5%. Jenis Penelitian Studi kasus deskriptif. Populasi dalam studi kasus pasien ASD dengan pendekatan yang terdiri dari pengkajian, penentuan diagnose keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil studi kasus Pasien menunjukkan stabilitas hemodinamik yang baik selama prosedur dan fase pascaoperatif dengan pengawasan ketat. Penggunaan kombinasi kedua anestesi ini memberikan blok sensorik yang efektif dan kontrol nyeri yang optimal tanpa komplikasi berat.Nephrolithotomy is a surgical procedure to treat large kidney stones, especially in patients with comorbidities such as atrial septal defect (ASD) and pulmonary hypertension. The purpose of this study was to obtain information or a real picture of the implementation of a case study of patients with nephrolithiasis, ASD low left to right shunt, and pulmonary hypertension who underwent nephrolithotomy with epidural anesthesia with a combination of 2% lidocaine and 0.5% levobupivacaine. Type of Research Descriptive case study. The population in the case study of ASD patients with an approach consisting of assessment, determination of diagnosis, intervention, implementation and evaluation. Case study results The patient showed good hemodynamic stability during the procedure and postoperative phase with close supervision. The use of a combination of these two anesthetics provides effective sensory block and optimal pain control without severe complications

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FUNGSI REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT Prof. Dr. TABRANI PEKANBARU

    No full text
    Data rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani Pekanbaru rekam medis belum berfungsi sebagaimana mestinya sesuai dengan Depkes RI tentang pedoman penyelenggaraan dan prosedur rekam medis rumah sakit di Indonesia, karena sistem kerja yang masih merangkap dalam pengolahan rekam medis di rumah sakit Prof. Dr. Tabrani Pekanbaru, adapun pengelolaan rekam medis yang dilakukan terdiri dari salah satunya penerimaan pasien terjadinya pasien ngantri pada saat mendaftar pada siang hari, sedangkan pengolahan rekam medis terdiri dari assembling, coding, filling system, indeks, statistik dan pelaporan rumah sakit, analisa rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fungsi Rekam Medis di Rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, subjek penelitian yaitu Kepala Ruangan Unit Rekam Medis, Staf Rekam Medis, Personalia/HRD Rumah Sakit Prof. Dr. Tabrani Pekanbaru.Pengolahan data menggunakan triangulasi data, kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian bahwa fungsi rekam medis di rumah sakit Prof. Dr. Tabrani Pekanbaru belum terlaksana secara optimal hal ini disebabkan oleh beberapa factor yakni Sumber Daya Manusia yang hanya 1 orang petugas rekam medis yang berpendidikan D III rekam medis, SPO rekam medis yang belum berjalan dengan sebagaimana mestinya, Sarana dan Prasarana yang sudah mencukupi, pengolahan rekam medis yang belum terlaksana sesuai standar DepKes RI bahkan masih ada yang tidak terlaksana sama sekali, hal ini yang menyebabkan fungsi rekam medis belum optimal, uraian tugas petugas rekam medis masih belum sesuai dengan apa yang dilaksanakan saat ini, karena semua pekerjaan pengolahan data hanya dikerjakan oleh 1 orang rekam medis yang berpendidikan D III rekam medis.Prof. Hospital Data Dr. Tabarani Pekanbaru medical records have not been functioning properly in accordance with the MOH on guidelines and procedures organizing medical records of hospitals in Indonesia, because the system is still working concurrently in the processing of medical records at the hospital Prof. Dr. Tabrani Pekanbaru, as for the management of medical records which consisted of one patient acceptance of the queue at the time of registering patients during the day, while the processing of medical records consist of assembling, coding, filling systems, indexes, statistics and reporting hospitals, medical record analysis. This study aims to determine the Factors Affecting Medical Record Function in the Hospital Prof. Dr. Tabarani Pekanbaru. This study used a qualitative research, the research subjects Room Head Unit Medical Record, Medical Record Staff, Personnel / HR Prof. Hospital Dr. Tabarani Pekanbaru.Pengolahan data using triangulation of data, and then analyzed using qualitative analysis. The results of the study that the function of medical records at the hospital Prof. Dr. Pekanbaru Tabarani not implemented optimally this is caused by several factors namely Human Resources officers are only 1 medical record DIII-educated medical records, medical records SPO has not run properly, Infrastructures that are sufficient, processing medical records which has not been done according to the standard MOH RI even still there were not implemented at all, which is why the function is not optimal medical records, medical records clerk job description is still not in line with what is currently implemented, because all the work is done by the data processing only 1 the medical record DIII educated medical records

    SOSIALISASI KESADARAN SISWA/I DALAMPENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK DAN NON ORGANIK DI SMA IT FADILLAH

    No full text
    Masalah pengelolaan sampah di lingkungan sekolah merupakan isu penting yang memerlukan perhatian serius, terutama akibat rendahnya pemahaman dan kesadaran siswa dalam membedakan sampah organik dan non-organik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa/i SMA IT Fadillah dalam pengelolaan sampah secara bijak dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi edukatif, diskusi interaktif, simulasi pemilahan sampah, serta praktik langsung pembuatan komposter sederhana dari ember bekas.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa terhadap jenis-jenis sampah dan teknik pengelolaannya, yang ditunjukkan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, yakni dari 40% menjadi 85% pemahaman yang benar. Selain itu, observasi selama kegiatan mencatat adanya perubahan perilaku siswa, khususnya dalam hal kesadaran pribadi dan kolektif terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Dalam praktik simulasi, siswa mulai terbiasa memilah sampah dengan benar dan menyadari bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan tidak hanya berada di tangan petugas kebersihan, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.Partisipasi aktif siswa juga tercermin dalam usulan penyediaan tempat sampah terpilah di setiap kelas dan dukungan guru terhadap pembentukan tim peduli lingkungan. Pembuatan komposter mini menjadi salah satu kegiatan favorit siswa karena memberikan pengalaman langsung dalam mengubah sampah organik menjadi pupuk alami, sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi sirkular. Secara keseluruhan, pendekatan partisipatif yang diterapkan dalam kegiatan ini terbukti efektif dalam membangun kesadaran lingkungan sekaligus keterampilan praktis di kalangan siswa.Masalah pengelolaan sampah di lingkungan sekolah merupakan isu penting yang memerlukan perhatian serius, terutama akibat rendahnya pemahaman dan kesadaran siswa dalam membedakan sampah organik dan non-organik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa/i SMA IT Fadillah dalam pengelolaan sampah secara bijak dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi edukatif, diskusi interaktif, simulasi pemilahan sampah, serta praktik langsung pembuatan komposter sederhana dari ember bekas.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa terhadap jenis-jenis sampah dan teknik pengelolaannya, yang ditunjukkan melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, yakni dari 40% menjadi 85% pemahaman yang benar. Selain itu, observasi selama kegiatan mencatat adanya perubahan perilaku siswa, khususnya dalam hal kesadaran pribadi dan kolektif terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Dalam praktik simulasi, siswa mulai terbiasa memilah sampah dengan benar dan menyadari bahwa tanggung jawab menjaga lingkungan tidak hanya berada di tangan petugas kebersihan, melainkan menjadi tanggung jawab bersama.Partisipasi aktif siswa juga tercermin dalam usulan penyediaan tempat sampah terpilah di setiap kelas dan dukungan guru terhadap pembentukan tim peduli lingkungan. Pembuatan komposter mini menjadi salah satu kegiatan favorit siswa karena memberikan pengalaman langsung dalam mengubah sampah organik menjadi pupuk alami, sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi sirkular. Secara keseluruhan, pendekatan partisipatif yang diterapkan dalam kegiatan ini terbukti efektif dalam membangun kesadaran lingkungan sekaligus keterampilan praktis di kalangan siswa

    PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KUNJUNGAN ULANG PASIEN KB DI PUSKESMAS MELUR KOTA PEKANBARU

    No full text
    Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kunjungan ulang adalah hubungan antara mutu layanan yang diterima pasien dengan keputusannya untuk kembali menggunakan layanan di kemudian hari. Pelayanan yang baik cenderung meningkatkan minat kunjungan ulang, sedangkan pelayanan yang buruk dapat menurunkannya. Tujuan Penelitian untuk menganalisis seberapa besar Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kunjungan Ulang Pasien KB di Puskesmas Melur Kota Pekanbaru Tahun 2025.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh populasi responden yang akan dijadikan sampel. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden berminat berkunjung ulang (54%).Analisis bivariat dengan uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara Tangible (p = 0.504), Reliability (p = 0.143), Responsiveness (p = 0.987), Assurance (p = 0.770) dengan kunjungan ulang pasien KB di Puskesmas Melur Pekanbaru. Dan ada pengaruh antara Emphaty (p = 0.041) dengan kunjungan ulang pasien KB di Puskesmas Melur Pekanbaru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh dimensi Emphaty dalam kualitas pelayanan terhadap kunjungan ulang pasien KB di Puskesmas Melur Kota Pekanbaru Tahun 2025. Disarankanagar penelitian ini dapat dijadikan bahan perbandingan untuk penelitian selanjutnya dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan mutu layanan dan loyalitas pasien di Puskesmas Melur Pekanbaru Tahun2025. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan dan melanjutkan penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif guna memperoleh pemahaman yang mendalam dan lebih komprehensif.The role of service quality in repeat visits refers to the relationship between the standard of services provided to patients and their decision to return for future services. Good service tends to increase the intention to return, while poor service may reduce it. This research aims to assess the degree to which service quality influences the repeat visits of family planning (FP) patients at Puskesmas Melur, Pekanbaru City, in 2025. A quantitative cross-sectional method was used in this research, with total sampling utilized to select the study participants, where the entire population was included as respondents. Based on univariate analysis, most of the respondents (54%) intended to make repeat visits. Bivariate analysis using the Chi-Square test revealed no significant influence of the Tangible (p = 0.504), Reliability (p = 0.143), Responsiveness (p = 0.987), and Assurance (p = 0.770) dimensions on repeat visits. However, a significant influence was found in the Empathy dimension (p = 0.041). The conclusion of this study is that only the empathy dimension of service quality influences the repeat visits of FP patients at Puskesmas Melur, Pekanbaru City, in 2025. This study is expected to serve as evaluation material to improve service quality and patient loyalty. Future studies are recommended to build on the findings of this research using a qualitative approach to gain deeper and more comprehensive insights

    0

    full texts

    731

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online STIKes Al-Insyirah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇