Jurnal Online STIKes Al-Insyirah
Not a member yet
731 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Sistem Pemantauan Regulator Oksigen Berbasis Internet of Things
Ketersediaan oksigen medis yang stabil merupakan faktor krusial dalam pelayanan kesehatan, khususnya di rumah sakit. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah keterlambatan penggantian tabung oksigen akibat kurangnya sistem pemantauan tekanan secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pemantauan regulator oksigen berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu mendeteksi penurunan tekanan oksigen dan memberikan peringatan otomatis kepada petugas medis. Sistem yang dikembangkan menggunakan sensor photointerrupter KY-010 untuk mendeteksi pergerakan jarum regulator oksigen, mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pengolahan data, serta buzzer dan LED sebagai indikator peringatan lokal. Selain itu, sistem dilengkapi dengan fitur notifikasi jarak jauh melalui aplikasi WhatsApp ketika tekanan oksigen mencapai batas kritis yang telah ditentukan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi penurunan tekanan oksigen secara akurat pada ambang 400 kPa. Ketika tekanan mencapai nilai tersebut, buzzer dan LED aktif sebagai peringatan visual dan audio, serta notifikasi peringatan berhasil dikirimkan secara otomatis kepada pengguna. Sistem ini terbukti dapat meningkatkan efektivitas pemantauan tabung oksigen dan berpotensi mengurangi risiko keterlambatan penggantian tabung oksigen di rumah sakit. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan sistem pemantauan oksigen medis berbasis IoT yang lebih andal dan terintegrasi
Analisis Variasi Slice Thickness Terhadap Visibilitas Akar Saraf Pada Mri Lumbal Sekuens T2-Wi Tse Pada Kasus Radikulopati
Pemeriksaan MRI lumbal merupakan modalitas penting dalam evaluasi kelainan tulang belakang, khususnya pada kasus radikulopati. Pemilihan slice thickness berpengaruh terhadap kualitas citra MRI, termasuk signal-to-noise ratio (SNR), kontras, spatial resolution, dan visibilitas struktur kecil seperti akar saraf. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi slice thickness 3 mm dan 4 mm terhadap kualitas citra MRI lumbal sekuens T2-weighted turbo spin echo (T2-WI TSE) potongan axial dalam menampilkan visibilitas akar saraf. Penelitian ini merupakan studi analitik kuantitatif dengan pendekatan eksploratif yang dilakukan pada 16 pasien dengan klinis radikulopati di RS Persahabatan. Setiap subjek menjalani pemeriksaan MRI lumbal T2-WI TSE potongan axial dengan slice thickness 3 mm dan 4 mm. Analisis dilakukan terhadap nilai SNR, kontras, noise, spatial resolution, serta penilaian visual oleh tiga radiolog. Data dianalisis menggunakan uji beda dan uji Fleiss’ Kappa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa slice thickness 3 mm memberikan visibilitas akar saraf yang lebih baik dibandingkan 4 mm, terutama karena peningkatan spatial resolution, meskipun memiliki nilai SNR yang lebih rendah. Dengan demikian, slice thickness 3 mm lebih direkomendasikan untuk evaluasi radikulopati lumbal pada MRI sekuens T2-WI TSE potongan axial.Kata Kunci : MRI Lumbal Axial, Slice Thickness ,Visibilitas Akar Sara
Analisis Keselamatan Kelistrikan dan Kinerja Kalibrasi USG OBGYN
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh sistem grounding atau Protective Earth (PE) terhadap keselamatan kelistrikan dan kinerja alat Ultrasonografi (USG) OBGYN di Rumah Sakit Awal Bros Panam. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Pengujian keselamatan kelistrikan dilakukan menggunakan Electrical Safety Analyzer (ESA612), sedangkan pengujian kinerja dilakukan menggunakan USG phantom untuk parameter pengukuran jarak. Data primer diperoleh melalui observasi langsung dan pengukuran resistansi PE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai resistansi PE pada alat USG GE tipe LOQIC C5 berada di bawah ambang batas standar (≤0,2 ohm), dengan nilai berturut-turut sebesar 0,095; 0,141; 0,087; 0,119; dan 0,147 ohm selama periode 2020–2024. Pengujian kinerja menunjukkan hasil pengukuran jarak yang stabil dan konsisten sebesar 1,00 cm untuk parameter vertikal dan horizontal. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem grounding dan kinerja kalibrasi alat USG OBGYN memenuhi standar keselamatan dan akurasi yang dipersyaratkan, sehingga aman dan layak digunakan dalam praktik medis, khususnya pelayanan kesehatan ibu hamil
Penerapan Metode FIFO Pada Sistem Inventory Obat dan Bahan Habis Pakai Di Klinik Kesehatan
Pengelolaan persediaan obat dan bahan habis pakai merupakan aspek yang sangat penting dalam mendukung kualitas pelayanan di klinik kesehatan. Permasalahan yang sering muncul dalam pengelolaan persediaan adalah penumpukan stok, ketidaktepatan pencatatan, hingga tingginya risiko obat kedaluwarsa akibat sistem distribusi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode First In First Out (FIFO) pada sistem inventory obat dan bahan habis pakai guna meningkatkan efisiensi alur masuk dan keluarnya barang serta meminimalkan kesalahan dalam manajemen stok. Metode penelitian mencakup analisis kebutuhan pengguna, pemodelan sistem, perancangan basis data, dan implementasi algoritma FIFO pada proses pengeluaran obat dan bahan habis pakai. Pengujian sistem dilakukan melalui uji fungsional dan evaluasi kinerja berdasarkan kecepatan pencarian barang, akurasi pencatatan stok, dan persentase pengurangan obat kedaluwarsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode FIFO mampu meningkatkan ketepatan pengelolaan persediaan sebesar signifikan, mempercepat proses distribusi internal, serta mengurangi risiko penumpukan stok. Dengan demikian, sistem inventory berbasis FIFO ini dapat menjadi solusi efektif dalam mendukung operasional klinik secara lebih terstruktur, efisien, dan akuntabel
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN PENGELOLAAN NUTRISI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS (GGK) YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD ARIFIN ACHMAD
World Health Organization (WHO) (2018) jumlah penderita penyakit gagal ginjal kronik diperikarakan sekitar 2 juta penduduk dunia yang terkena penyakit gagal ginjal dan peringkat ini ke-12 sebagai penyebab kematian bagi pengidapnya ERA EDTA Press release(2018) menyatakan bahwa terdapat sekitar 5,3 - 10,5 juta penduduk dunia yang mengalami gagal ginjal, jumlah ini terus meningkat seiring berjalannya waktu sekitar 5 – 7% per tahun. Hemodialisis merupakan metode terapi permanen atau jangka panjang yang digunakan untuk pasien dengan gagal ginjal sebagai terapi pengganti ginjalnya dengan harga terapi yang cukup mahal.
Mengidentifikasi hubungan motivasi denganpengelolaan nutrisi pada pasien yang menjalani hemodialisis. jenis kuantitatif dengan survei analitik yang bertujuan untuk menganalisis hubungan variabel satu dengan variabel yang lain. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja RSUD Arifin Achmad. Populasi pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Arifin Achmad selama periode Mei 2021 – Juni 2021 berjumlah 90 pasien.. Hasil penelitian ini yaitu, Mayoritas motivasi responden katagori tinggi 98.4%, Mayoritas pengelolaan nutrisi responden katagori kurang baik 67.2%, Tidak ada hubungan antara motivasi dengan pengelolaan nutrisi pasien yang menjalani hemodialisis di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dengan nilai p Value1,000> 0,05.World Health Organization (WHO) (2018) The prevalence of chronic kidney failure is predicted to affect 2 million people in the world and this ranks 12th as the cause of death for people with it. ERA EDTA Press release(2018) states that there are around 5, 3 - 10.5 million people in the world who experience kidney failure, this number continues to increase over time around 5 - 7% per year. Hemodialysis is a method of permanent or long-term therapy used for patients with kidney failure as kidney replacement therapy with a fairly expensive therapeutic price. To identify the relationship between motivation and nutrition management in patients undergoing hemodialysis. quantitative type with an analytical survey that aims to analyze the relationship of one variable to another. This research was conducted in RSUD Arifin Achmad. The population of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at the Arifin Achmad Hospital during the period May 2021 - June 2021 totaled 90 patients. The results of this study are, the majority of respondents\u27 motivation is in the high category of 98.4%, the majority of respondents\u27 nutritional management is in the poor category 67.2%, there is no relationship between motivation and nutritional management of patients undergoing hemodialysis at Arifin Achmad Hospital Pekanbaru with a p value of 1,000> 0.0
SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA SIMPAN PINJAM PADA KOPERASI PEGAWAI NEGERI RRI PADANG
Kantor RRI Padang merupakan lembaga yang bergerak di bidang koperasi simpan pinjaman, tujuannya adalah untuk mensejahterakan para anggota untuk melakukan pinjaman di koperasi pegawai negeri RRI Padang, dalam melakukan proses data angota koperasi masih belum optimal dan belum menggunakan program aplikasi khusus terutama aplikasi visual basic 2010. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah proses pembuatan laporan yang membutuhkan waktu sehingga laporan data anggota koperasi simpan pinjam pada kantor RRI Padang kurang optimal. maka dibuatlah metode baru dalam pelaksanaan sistem informasi pengolahan data simpan pinjam pada koperasi pegawai negeri RRI Padang untuk meminimalkan kesalahan dalam pembuatan laporan-laporan yang berkenaan dengan koperasi simpan pinjam yakni dengan metode komputerisasi menggunakan aplikasi khusus sebagai alat bantu pengolahan data. Dari penelitian yang penulis lakukan di harapkan dapat mempermudah Kepala Pimpinan maupun bendahara untuk mengambil keputusan dalam melakukan penerapan sistem informasi pengolahan data simpan pinjam pada koperasi pegawai negeri RRI Padang. Dan dengan menerapkan bahasa pemrograman visual basic 2010 dan MySQL akan mempermudah mengatur data anggota koperasi menjadi lebih cepat, tepat dan efektif serta mempermudah kinerja bendahara dalam proses pencarian, pengeditan, dan penghapusan dataserta keamanan dan keakuratan data lebih terjamin
OPTIMALISASI PERAN FASILITATOR DALAM KELAS IBU HAMIL UNTUK MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI PERDARAHAN POSTPARTUM DI DESA BANGUN REJO TAHUN 2025
Perdarahan postpartum (postpartum hemorrhage/PPH) merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia, menyumbang sekitar 25% kasus kematian maternal (WHO, 2023). Rendahnya pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil serta keluarga dalam mengenali tanda bahaya perdarahan postpartum menjadi faktor risiko yang perlu ditangani. Kelas Ibu Hamil (KIH) memiliki potensi strategis untuk meningkatkan pemahaman ibu, namun materi tentang pencegahan dan penanganan PPH masih jarang disampaikan secara komprehensif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran fasilitator KIH dalam meningkatkan kesiapsiagaan ibu hamil menghadapi risiko perdarahan postpartum. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bangun Rejo, wilayah kerja Puskesmas Bangun Rejo pada Juni 2025. Kegiatan terdiri atas pelatihan fasilitator KIH, penyuluhan kepada 55 ibu hamil trimester III mengenai tanda bahaya dan pencegahan PPH, diskusi interaktif, serta simulasi rencana persalinan aman (BPCR). Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil. Hasil pre-test menunjukkan 54,5% ibu hamil berada pada kategori kesiapsiagaan rendah, 27,3% sedang, dan 18,2% tinggi. Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan pada kategori kesiapsiagaan tinggi menjadi 70,9%, kategori sedang 21,8%, dan hanya 7,3% yang masih rendah. Optimalisasi peran fasilitator melalui pelatihan dan metode pembelajaran interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil menghadapi risiko perdarahan postpartum. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan komplikasi obstetri dan menurunkan angka kematian maternal di wilayah tersebutPerdarahan postpartum (postpartum hemorrhage/PPH) merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia, menyumbang sekitar 25% kasus kematian maternal (WHO, 2023). Rendahnya pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil serta keluarga dalam mengenali tanda bahaya perdarahan postpartum menjadi faktor risiko yang perlu ditangani. Kelas Ibu Hamil (KIH) memiliki potensi strategis untuk meningkatkan pemahaman ibu, namun materi tentang pencegahan dan penanganan PPH masih jarang disampaikan secara komprehensif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran fasilitator KIH dalam meningkatkan kesiapsiagaan ibu hamil menghadapi risiko perdarahan postpartum. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bangun Rejo, wilayah kerja Puskesmas Bangun Rejo pada Juni 2025. Kegiatan terdiri atas pelatihan fasilitator KIH, penyuluhan kepada 55 ibu hamil trimester III mengenai tanda bahaya dan pencegahan PPH, diskusi interaktif, serta simulasi rencana persalinan aman (BPCR). Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil. Hasil pre-test menunjukkan 54,5% ibu hamil berada pada kategori kesiapsiagaan rendah, 27,3% sedang, dan 18,2% tinggi. Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan pada kategori kesiapsiagaan tinggi menjadi 70,9%, kategori sedang 21,8%, dan hanya 7,3% yang masih rendah. Optimalisasi peran fasilitator melalui pelatihan dan metode pembelajaran interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu hamil menghadapi risiko perdarahan postpartum. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan komplikasi obstetri dan menurunkan angka kematian maternal di wilayah tersebu
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN JUS KURMA TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM DI PUSKESMAS MESKOM KABUPATEN BENGKALIS
ASI mengandung berbagai Nutrisi dan zat gizi penting yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi, serta merupakan makanan pertama yang paling baik dan alami. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh pemberian minuman jus kurma terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu post partum di Puskesmas Meskom, Kabupaten Bengkalis. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Desain Quasi Eksperimen dengan rancangan penelitian pretest-posttest one group design. Hasil uji statistic sig 2-tailed Uji T-Test diperoleh nilai p = 0.002 < 0.05 yaitu ada pengaruh antara pemberian jus kurma dengan produksi ASI pada Ibu Post Partum di Puskesmas Meskom Kabupaten Bengkalis. Kesimpulannya dalam penelitian ini bahwa pemberian jus kurma dapat mempengaruhi produksi ASI ibu post partumBreast milk contains a variety of nutrients that are important to support the growth and development process of babies, and is the best and natural first food. The purpose of this study is to determine the effect of giving date juice drinks on increasing breast milk production in postpartum mothers at the Meskom Health Center, Bengkalis Regency, in 2024. Methods This research uses a type of Quasi Experimental Design research with a pretest-posttest one group design. The results of the 2-tailed sig statistical test of the T-Test obtained a value of p = 0.002 < 0.05, namely there is an effect between the administration of date juice and breast milk production in Post Partum Mothers at the Meskom Health Center, Bengkalis Regency. The conclusion in this study is that giving date juice can affect the production of breast milk for postpartum mother
VARIASI MAKANAN BALITA USIA 6-59 BULAN DENGAN KEJADIANSTUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANJIR MUARA TAHUN 2023
Latar Belakang: Berdasarkan data UNICEF tahun 2022 prevalensi kejadian stunting di dunia adalah 22,3%, dimana terdapat 148,1 juta anak yang mengalami stunting. Salah satu faktor yang berhubungan langsung dengan stunting yaitu asupan zat gizi baik makro (energi dan protein) maupun mikro (zink dan kalsium) nutrient yang tidak memadai, serta penyakit infeksi.Variasi makanan yang dibutuhkan oleh tubuh harus mengandung lima komponen (kelompok) penting yang meliputi karbohidrat sebagai sumber energi, protein sebagai pembangun sel, lemak sebagai pembangun, vitamin dan mineral.
Tujuan: Untuk menganalisis hubungan variasi makanan pada usia 6-59 bulan dengan kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas Anjir Muara.
Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, sasaran penelitian ibu balita usia 6-59 bulan dengan stunting sebanyak 31 orang, menggunakan teknik total sampling dan uji analisis Fisher Exact.
Hasil: Berdasarkan hasil analisis univariat didapatkan status gizi balita pendek sebanyak 22 orang (71%) dan status gizi balita sangat pendek sebanyak 9 orang (29%). Analisis Bivariat menggunakan Uji Fisher Exact (p = 0,012 < 0,05).
Simpulan: Ada hubungan variasi makanan pada usia 6-59 bulan dengan kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas Anjir Muara. Dengan adanya hasil penelitian ini hendaknya tenaga kesehatan lebih giat lagi dalam melakukan penyuluhan khususnya tentang variasi makanan pada balita.The prevalence of stunting in the world is 22.3% and in South Kalimantan Province in 2022 it was24.6%, down from the previous year, which was 30%. One of the factors of stunting is inadequatenutritional intake. While indirect factors with stunting include parenting patterns related tofeeding practices. Feeding practices for children consist of providing breast milk, qualityadditional food, preparing and providing nutritious food related to food variations containing fiveimportant components (groups) consisting of carbohydrates, protein, fat, vitamins and minerals.Food variations can prevent stunting by providing balanced and sufficient nutritional intake.Mothers often do not provide a variety of foods for children. This study was conducted to analyzethe relationship between food variations at the age of 6-59 months with the incidence of stunting inthe Anjir Muara Health Center work area. This study was conducted in the Anjir Muara HealthCenter Working Area using a cross-sectional design method. The population was all mothers whohad toddlers aged 6-59 months with Stunting as many as 31 people in 2023. Sampling was carriedout using the total sampling technique. The research instrument used food recall. The analysisused was the Fisher Exact test analysis. Analysis of food variations at the age of 6-59 months withthe incidence of stunting in the Anjir Muara Health Center Working Area was seen in the FisherExact test obtained a p value of 0.012 with food variations according to the category of shorttoddlers as many as 17 (54.8%) toddlers while toddlers with inappropriate food variations had anutritional status of very short toddlers as many as 7 people (22.6%). This study shows that thereis a relationship between food variations at the age of 6-59 months with the incidence of stuntingin the Anjir Muara Health Center Working Area. It is recommended that counseling related tofood variations can be maximized by health workers to parents of toddlers.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA STUNTING DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS TUMBANG TALAKEN
Stunting terus menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama secara global. Permasalahan stunting di Indonesia menurut laporan yang dikeluarkan oleh UNICEF yaitu diperkirakan sebanyak 7,8 juta anak mengalami stunting. Faktor penyebab stunting terdiri dari ekonomi. Untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi terjadinya Stunting di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tumbang Talaken. Penelitian Kuantitatif Desain penelitian yang digunakan adalah case control dengan populasi 112 dan sampel 45 ibu yang memiliki balita berusia 24-60 bulan. Terdapat 15 ibu sebagai kasus dan 30 ibu sebagai kontrol. Analisis yang digunakan adalah chi square. Didapatkan mayoritas responden dengan tinggi badan >150cm yaitu tidak berisiko (98%), tidak memberikan ASI eksklusif yaitu (89%), status ekonomi tinggi (53,4%) dan terdapat responden dengan stunting yaitu (33,4%%). hasil uji chi square tidak ada pengaruh tinggi badan ibu dengan kejadian stunting (p-value 0.808), terdapat pengaruh pemberian ASI eksklusif (p-value 0.005), dan status ekonomi terhadap kejadian stunting (p-value 0.001). Faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting adalah faktor pemberian ASI Eksklusif dan status ekonomi. faktor-faktor kejadian stunting ini dapat menjadikan masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita ldapat perduli dan dapat mengetahui hal yang menjadi faktor terjadinya stunting
Kata Kunci: Stunting, ASI Eksklusif, Status Ekonomi, Tinggi Badan IbuStunting continues to be a major public health problem globally. The problem of stunting in Indonesia according to a report issued by UNICEF is that it is estimated that as many as 7.8 million children are stunted..To find out the factors that influence the occurrence of stunting in the work area of the UPT Tumbang Talaken Health CenterQuantitative Research The research design used was case control with a population of 112 and a sample of 45 mothers who had toddlers aged 24-60 months. There were 15 mothers as cases and 30 mothers as controls. The analysis used is chi square.The majority of respondents were found with a height > 150cm, namely not at risk (98%), not giving exclusive breastfeeding, namely (89%), high economic status (53.4%) and there were respondents with stunting, namely (33.4%) . the results of the chi square test had no effect on the mother\u27s height on the incidence of stunting (p-value 0.808), there was an effect of exclusive breastfeeding (p-value 0.005), and economic status on the incidence of stunting (p-value 0.001).Factors that influence the occurrence of stunting are the factors of exclusive breastfeeding and economic status