Jurnal Online STIKes Al-Insyirah
Not a member yet
    731 research outputs found

    PENGARUH VIDEO EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SEKSUAL PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 03 SANGGAU

    No full text
    Prevalensi perilaku seks berisiko remaja  meningkat setiap tahun. Banyak masalah timbul seperti KTD, aborsi, pernikahan dini, penyakit menular seksual/PMS, HIV/AIDS. Kurangnya pengetahuan seksual pada remaja putri dapat menyebabkan kehamilan tidak diinginkan. Tujuan: Untuk menemukan efek video pendidikan pada tingkat pengetahuan seksual pada remaja putri. Metode: Penelitian ini mengaplikasikan metode pra-eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest. Pengambilan sampel dilaksanakan secara simple random sampling dengan jumlah sampel yang di ambil sebanyak 46 responden. Instrumen dalam penelitian ini, video yang digunakan adalah diuji dengan indeks aiken V. Analisis informasi dengan Paired T test. Hasil: Rata rata remaja putri menunjukkan adanya peningkatan signifikan dengan nilai rata-rata sebelum diberikan edukasi berjumlah 68.91 sedangkan setelah diberikan edukasi video yaitu berjumlah 90.00. Hasil didapatkan p-value 0,000 berarti ada pengaruh Tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Kesimpulan: Edukasi menggunakan video sangat efektif digunakan untuk meningkatkan Tingkat pengetahuan seksual pada remaja putri.According to data from the National Population and Family Planning Agency (BKKBN) in 2020, the number of teenage pregnancies in Indonesia is still quite high, reaching 12.7% of the total pregnancies in all of Indonesia. Profile of the Health Office, especially in Sanggau Regency, there were 40 positive cases of HIV/AIDS in Sanggau Regency during 2022, namely 26 cases diagnosed with HIV, 10 cases having experienced AIDS. Objective: To determine the effect of educational videos on the level of sexual knowledge in adolescent girls. Methods: This study uses the Pre Experiment method with a One-Group Pretest-Posttest Design. Sampling was carried out by simple random sampling with the number of samples taken as many as 46 respondents. The tool employed in this investigation was a video tested with the Aiken index V. Frequency distribution tables for univariate data analysis and the Paired T test for bivariate analysis. Results: The average results of adolescent girls showed a significant increase with the average score before being given education amounting to 68.91 while after being given video education amounting to 90.00. The result obtained a p-value of 0.000 means that there is an influence on the level of knowledge before and after the intervention is carried out. Conclusion: Education using videos is very effective in increasing the level of sexual knowledge in adolescent girls

    PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG ANEMIA MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DI SMA NEGERI 6 PONTIANAK

    No full text
    Latar Belakang: WHO melaporkan bahwa prevalensi anemia kepada remaja puteri mencapai 29,6%. Anemia yang terjadi pada tahap ini dapat memperburuk konsentrasi, memori dan fungsi otak serta menghambat pertumbuhan fisik, permulaan menarche, kekebalan dan kinerja belajar. Remaja putri anemia berisiko mengalami penurunan perilaku (motorik, kognitif, dan sosio-emosional) yang berdampak buruk pada prestasi belajarnya. Media video cocok digunakan dalam menyebarkan rangsangan nyata karena melibatkan banyak indra. Tujuan: Menganalisis dampak penyuluhan kesehatan mengenai anemia yang disampaikan melalui media audiovisual mengenai peningkatan pengetahuan remaja puteri di SMA Negeri 6 Pontianak. Metode:  Penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan metode pra-eksperimental. Populasi penelitian adalah 178 siswi, dengan sampel sebanyak 45 siswi dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa video dan kuesioner yang masing-masing berisi 15 pertanyaan. Hasil: Rerata skor persentase pengetahuan remaja putri meningkat dari 77,18 menjadi 87,99 setelah dilakukan penyuluhan kesehatan melalui media video. Nilai p pada hasil Tes Wilcoxon kurang dari 0,05; yaitu 0,000. Kesimpulan: Adanya pengaruh yang signifikan penyuluhan kesehatan terkait anemia menggunakan video dalam peningkatan tingkat pengetahuan remaja putri di SMA Negeri 6 Pontianak.Adolescent girls have a rate of anemia quantified by the World Health Organization with 29.6% Adolescent anemia involved children associated with poor physical growth, in delayed age of first menarche (first period) and the immune status is reduce but not crack down. The academic performance. If they become anemic, it could decrease movement, thought, and emotional behavior because iron is involved in many functions that adolescent girls need to optimize. Furthermore, decreases these parameters cannot be good for school. Femininity Adolescence Cancelation of Funding Announcement in full because video is multisensorial, it tells the easy and makes up to create a good media stimulation signal. The aim of the present research is to investigate scholar training and qualification enhancement of adolescent girls about anemia through video media increases their knowledge at SMA Negeri 6 Pontianak. This investigation utilizes a quantitative approach that employs a pre-experimental design. The population studied had a total of 178 female students, the sample size was 45 students chosen by purpose. The instruments employed for research were a video and a questionnaire that comprised 15 questions. The knowledge of adolescent girls increased from 77.18 to 87.99 following the delivery of health-related videos via media. The Wilcoxon test\u27s results were less than 0.05, specifically 0.000. Conclusion There is a significant benefit to health education about anemia  via video media that increases the knowledge of adolescent girls at the sixth grade of SMAN 6 Pontianak

    POTENSI EKSTRAK BUNGA PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH  (1,1-DIFENIL-2-PIKRILHIDRAZIL)

    No full text
    Kepok banana flower has potential as an antioxidant so it can inhibit free radical activity. Previous research stated that banana flower extract (Musa acuminate) has an IC50 value of 13.21 µg/ml, which means it has very strong antioxidant activity. Therefore, a study was carried out to fractionate the ethanol extract of kepok banana flowers and determine the antioxidant activity of each of these fractions. It is hoped that with this research a purer fraction will be obtained to increase the antioxidant activity. Extraction was carried out by maceration using 96% ethanol, while fractionation was carried out by chloroform. Testing the antioxidant activity using the DPPH method with UV-VIS spectrophotometry. The wavelength used is 517 nm. Extraction was carried out on 30 grams of kepok banana flower powder with 96% ethanol solvent so that 1.27 grams of the thick extract was obtained. Fractionation was carried out on 500 mg of ethanol extract from kepok banana flowers which produced 0.21 gram of soluble fraction and 0.28 gram of chloroform insoluble fraction. The results showed that the IC50 values of ethanol extract, soluble fraction and chloroform insoluble fraction of kepok banana flower extract were 26.00 µg/ml, 236.17 µg/ml, and 18.70 µg/ml respectively. It can be concluded that the ethanol extract and chloroform insoluble fraction of kepok banana flowers have very strong antioxidant activity, while the chloroform soluble fraction has weak antioxidant activity.Bunga pisang kepok memiliki potensi sebagai antioksidan sehingga dapat menghambat aktivitas radikal bebas. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa ekstrak bunga pisang  (Musa acuminatae) memiliki nilai IC50 sebesar 13,21 µg/ml, yang berarti memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk melakukan fraksinasi terhadap ekstrak etanol bunga pisang kepok serta mengetahui aktivitas antioksidan dari masing-masing fraksi tersebut. Diharapkan dengan penelitian ini akan diperoleh fraksi yang lebih murni sehingga aktivitas antioksidannya akan meningkat. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%, sedangkan fraksinasi dilakukan dengan kloroform. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan spektrofotometri UV-VIS. Panjang gelombang yang digunakan adalah 517 nm. Ekstraksi dilakukan terhadap 30 gram serbuk bunga  pisang kepok dengan pelarut etanol 96%, sehingga diperoleh 1,27 gram ekstrak kental. Fraksinasi dilakukan terhadap 500 mg ekstrak etanol bunga pisang kepok yang  menghasilkan 0,21 gram fraksi larut dan 0,28 gram fraksi tak larut kloroform. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak etanol, fraksi larut dan fraksi tak larut kloroform ekstrak bunga pisang kepok berturut-turut adalah 26,00 µg/ml,  236,17 µg/ml dan 18,70 µg/ml. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi tak larut kloroform bunga pisang kepok memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat, sedangkan fraksi larut kloroform memiliki aktivitas antioksidan yang lemah

    ANALISIS KUALITAS CITRA RADIOGRAFI CR DENGAN SIGNAL TO NOISE RATIO (SNR) DAN CONTRAS TO NOISE RATIO (CNR) MENGGUNAKAN MICRODICOM

    No full text
    Citra sinar-X diperoleh dari hasil digitalisasi sebanyak-banyaknya dari proses scanner atau pemindai pasien. Citra sinar-X terkadang memiliki noiseyang dapat mempengaruhi kualitas citra. Deteksi diagnostik dengan radiografi adalah teknik yang paling umum digunakan. Namun, dalam beberapa kasus penyakit yang ada pada tubuh pasien tidak dapat dideteksi karena tertutup oleh kebisingan (noise) atau karena kualitas citra yang buruk. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisa kualitas hasil citra sinar-X dengan parameter yang berbeda pada radiografi kemudian dianalisa menggunakan Software Microdicom untuk mencari nilai Signal to Noise Ratio (SNR) dan Contras to Noise Ratio (CNR). Penelitian ini menggunakan metode dalam menganalisa citra yaitu menggunakan Signal to Noise Ratio (SNR) dan Contras to Noise Ratio (CNR). Signal to Noise Ratio (SNR) dan Contras to Noise Ratio (CNR) dapat digunakan untuk melihat tingkatan kualitas citra yang rendah karena SNR dan CNR merupakan pengukur tingkat kebisingan atau noise pada citra sinar-X. Pada penelitian ini menggunakan 4 parameter citra radiografi yaitu parameter Thorax, Clavicula, Pelvis, dan Molar. Hasilcitra radiografi Thorax, pelvis, Clavicula dan Molar diperoleh nilai SNR dan CNR yang berbeda-beda. Dari nilai rata-rata SNR dan CNR setiap citra, parameter citra radiografi yang memiliki nilai SNR tertinggi yaitu citra Pelvis dengan nilai SNR 9,25 sedangkan parameter citra radiografi yang memiliki nilai CNR tertinggi yaitu citra Molar dengan nilai CNR -0,71. Berdasarkan dari data yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwasannya penggunaan software microdicom tergolong mudah untuk digunakan dalam menganalisa hasil citra radiografi dengan nilai SNR dan CNR.

    HUBUNGAN WAKTU TUNGGU DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CENGKARENG TAHUN 2024

    No full text
    Kepuasan pasien termasuk bagian dari perasaan seseorang atau individu seperti contoh perasaan senang dan kecewa terhadap sesuatu yang didapat baik berupa jasa maupun barang sama seperti hal kepuasan pelayanan yang diterima dalam pelayanan kesehatan termasuk waktu tunggu di rumah sakit yang singkat maupun lambat dalama layanan rawat jalan dapat menjadi salah satu faktor dari kepuasan pasien. Tujuan: untuk mengetahui hubungan waktu tunggu dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng Tahun 2024. Metode penelitian: kuantitatif cross sectional study. Populasi: pasien rawat jalan dengan sampel 150 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Hasil: menunjukan adanya hubungan waktu tunggu dengan kepuasan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng Tahun 2024 dengan nilai P<0,000. Kesimpulan: terdapat hubungan waktu tunggu dengan kepuasan pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng.Introduction: Patient satisfaction includes part of a person\u27s or individual\u27s feelings, in something obtained, either in the form of services or goods, just like the satisfaction of services received in health services, including short or slow waiting times in hospitals, in outpatient services can be one of the factors of patient satisfaction, Therefore, health service facilities must pay attention to the waiting time for services provided to patients during visits. Purpose: to determine the relationship between waiting time and patient satisfaction at the Cengkareng Regional General Hospital in 2024. Method: quantitative cross sectional study. population: outpatients with a sample of 150 respondents. The sampling technique in this study uses a purposive sampling technique. result: the study\u27s results showed a relationship between waiting time and patient satisfaction at the Cengkareng Regional General Hospital in 2024 with a value of P<0.000. Conclusion: there is a relationship between waiting time and patient satisfaction at the Cengkareng Regional General Hospita

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI VITAMIN A PADA IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDAU JAYA

    No full text
    Kekurangan vitamin A di masa nifas dapat membuat ibu beresiko terhadap penyakit, ibu nifas membutuhkan kapsul vitamin A dosis tinggi.  Vitamin A memberikan banyak manfaat bagi ibu nifas yaitu meningkatkan produksi ASI, memperkuat imunitas pada bayi serta pemulihan kesehatan ibu akan lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi Vitamin A pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Pandau Jaya Kabupaten Kampar tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pandau Jaya Kabupaten Kampar. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2024. Populasi pada penelitian ini adalah ibu nifas dengan jumlah sampel 99 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Quota Sampling dengan instrument kuesioner serta analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat faktor yang mempengaruhi konsumsi vitamin A yaitu pendidikan (p value=0,000), paritas (p value=0,000), pengetahuan (p value=0,000) dan sikap (p value=0,000) pada ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Pandau Jaya Kabupaten Kampar. Saran bagi ibu nifas diharapkan agar mereka meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya vitamin A bagi kesehatan mereka dan bayi. Ibu nifas sebaiknya berusaha menerapkan pola makan yang seimbang dan bergizi serta mengikuti program penyuluhan yang diadakan oleh puskesmas atau institusi kesehatanPostpartum vitamin A deficiency puts mothers at risk of disease. Postpartum mothers need high doses of vitamin A. Postpartum vitamin A supplementation has many benefits for mothers, such as increasing breast milk production, increasing infant immunity, and allowing maternal health to recover faster. The purpose of this study was to determine the factors that influence vitamin A intake in postpartum mothers. This study is a quantitative study with a cross-sectional approach. The population was postpartum mothers and the number of samples was 99 people. The technique used was quota sampling and data collection using a questionnaire instrument, then analyzed by the chi-square test. The results showed that the factors that influenced vitamin A intake were education (p value=0.000), parity (p value=0.000), knowledge (p value=0.000) and attitude (p value=0.037). Suggestions for postpartum mothers are expected to increase their knowledge about the importance of vitamin A for their health and their babies. Postpartum mothers should try to implement a balanced and nutritious diet and participate in counseling programs held by health centers or health institutions

    HUBUNGAN GRAVIDITAS DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN DI PUSKESMAS BAAMANG 2 SAMPIT TAHUN 2023

    No full text
    Hypertension in pregnancy is still one of the three biggest contributors to maternal mortality and the percentage of cases is still quite high both in the world, nationally, provincially, and district/city. The most common causes of death in Central Kalimantan in 2022 are bleeding at 50.7% and hypertension in pregnancy at 14.2%. The regency/city with the highest number of maternal deaths in Central Kalimantan is East Kotawaringin Regency with 11 cases in 2022, most of these maternal deaths occur due to bleeding, hypertension in pregnancy, and other causes. Some of the factors that cause HDK include age, nutritional status, history of diabetes mellitus (DM), genetics, history of hypertension, multiple pregnancies, stress/anxiety, and related to gravidity. The purpose of this study is to determine the relationship between gravidity and the incidence of hypertension in pregnancy at the Baamang 2 Sampit Health Center in 2023. This research method uses a quantitative method that is analytical with a cross sectional approach. The research samples were taken using a total sampling technique of 55 pregnant women who experienced hypertension in pregnancy at the Baamang 2 Sampit Health Center in 2023. The analysis method used is the Spearman Rank test. Based on the results of data processing through the Spearman Rank test, a ρ value of 0.491 or greater than 0.05 was obtained. The conclusion from the results of data analysis is that there is no significant correlation between gravidity and the incidence of hypertension in pregnancy at the Baamang 2 Sampit Health Center in 2023.Optimal breast milk production for infants must meet expectations. One of the success factors in breastfeeding is early breast care, during pregnancy and after birth. The purpose of breast care is to improve blood circulation and prevent blockage of the milk ducts, so that milk production is smooth. The objective of this study was to ascertain the correlation between the knowledge, education, and age of postpartum regarding breast care and the ease with which infants are able to consume breast milk in the Postpartum Room of dr. Murjani Sampit Hospital. This type of research is analytic with cross sectional design. The study was conducted in the Postpartum Room of dr. Murjani Sampit Hospital, the population was postpartum. The sampling technique used was random sampling with as many as 32 respondents using the fisher exact test analysis. The results of the study from 32 respondents where with good knowledge and experienced smooth breast milk production as much as (53.1%), high school education and experienced smooth breast milk production as much as (37.5%) and age 20-35 years and experienced smooth breast milk production as much as (43.75%). Fisher exact test analysis the ρ value of knowledge (0.002), education (0.004) and age (0.000) < α (α = 0.05) so it is concluded that there is a significant corelation between knowledge, education and age of postpartum about breast care with the smooth release of exclusive breast milk in the postpartum room of dr. Murjani Sampit Hospital. Breast care in postpartum can help smooth the production of breast milk, so it is important for a healthcare provider to counsel, inform, and educate postpartum about the importance of breast care as early as possible

    IMPLEMENTASI SELF-CARE REGULATION MODEL PADA PASIEN DENGAN STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN

    No full text
    Stroke masih menjadi penyebab utama disabilitas global, dengan stroke iskemik mendominasi kasus. Di Indonesia, tingginya angka kejadian menyoroti kebutuhan intervensi efektif, terutama karena defisit perawatan diri akibat hemiparesis sering membuat pasien bergantung. Untuk mengatasi ini, Self-Care Regulation Model (SCRM) hadir sebagai strategi keperawatan yang memberdayakan pasien agar lebih mandiri. Studi kuasi-eksperimental ini dilaksanakan dari Januari hingga Juni 2025 di Rumah Sakit Tk II Putri Hijau, melibatkan 30 pasien stroke iskemik rawat inap yang sadar penuh, bersedia menjadi responden, dan berusia 40-70 tahun. Pasien dengan kondisi medis lain yang memengaruhi penelitian dieksklusi. Intervensi SCRM, yang meliputi pelatihan berpakaian, makan, dan mobilisasi tempat tidur, secara signifikan meningkatkan skor Barthel Indeks rata-rata dari 45.2±12.8 menjadi 68.7±10.5 (p<0.001). Peningkatan 23.5 poin ini secara klinis berarti pergeseran dari ketergantungan sedang menjadi kemandirian ringan atau minimal. Klasifikasi Barthel Indeks juga menunjukkan perubahan positif: tidak ada lagi pasien yang sangat bergantung, hanya 16.7% yang bergantung berat, sementara mayoritas (66.7%) menjadi bergantung sedang, 13.3% bergantung ringan, dan 3.3% bahkan mencapai kemandirian penuh. Temuan kualitatif turut mendukung, menunjukkan peningkatan efikasi diri, pengetahuan adaptif, koping, serta dukungan sosial dan lingkungan. Singkatnya, implementasi SCRM terbukti efektif meningkatkan kemandirian fungsional pada pasien stroke iskemik. Stroke remains a leading cause of global disability, with ischemic stroke accounting for the majority of cases. In Indonesia, the high incidence highlights the need for effective interventions, especially since self-care deficits due to hemiparesis often leave patients dependent. To address this, the Self-Care Regulation Model (SCRM) emerges as a nursing strategy empowering patients to become more independent. This quasi-experimental study was conducted from January to June 2025 at Tk II Putri Hijau Hospital. It involved 30 hospitalized ischemic stroke patients who were fully conscious, willing participants, and aged 40-70 years. Patients with other medical conditions that could influence the study were excluded. The SCRM intervention, which included training in dressing, eating, and bed mobilization, significantly increased the average Barthel Index score from 45.2±12.8 to 68.7±10.5 (p<0.001). This 23.5-point increase clinically signifies a shift from moderate dependence to mild or minimal independence. Barthel Index classifications also showed positive changes: no patients were severely dependent post-intervention, only 16.7% remained heavily dependent, while the majority (66.7%) became moderately dependent, 13.3% mildly dependent, and 3.3% even achieved full independence. Qualitative findings further supported these results, indicating improved self-efficacy, adaptive knowledge, coping mechanisms, and enhanced social and environmental support. In summary, the implementation of SCRM proved effective in significantly improving functional independence in ischemic stroke patients

    DESAIN TEMPAT PENAMPUNGAN SAMPAH REDUCE, REUSE, RECYCLE (TPS 3R)

    No full text
    Sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan. Pada prinsipnya, penyelenggaraan TPS 3R menggunakan konsep Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (daur ulang) dimana upaya pengurangan sampah dilakukan di sumber pada skala komunal atau kawasan sehingga volume sampah yang diangkut ke TPA dapat berkurang secara signifikan. Proses pengolahan sampah yang berlangsung di TPS 3R meliputi proses pemilahan sampah yang secara umum dibagi menjadi sampah organik (dedaunan dan sisa makanan), sampah anorganik ekonomis (plastik, kertas, logam, kaca, dan lain sebagainya), sampah spesifik dan residu. Sampah organik diolah melalui proses biologis, sedangkan sampah anorganik dipilah secara mendetail agar dapat disalurkan kepada pelaku usaha daur ulang proses lanjutan. TPS 3R dapat berkolaborasi dengan bank sampah dalam rangka pengelolaan sampah anorganik ekonomis untuk mendorong pemilahan dapat dilakukan sejak dari sumber. Selain itu banyak cara lainnya yang berkembang saat ini agar dapat mendorong pelibatan aktif masyarakat. Pemilahan sampah sejak dari sumber diharapkan sudah terlaksana minimal 80% dari masyarakat yang terlayani TPS 3R agar mempermudah dan memaksimalkan pengolahan sampah di TPS 3R. Penelitian Desain TPS 3R ini dilakukan di Kelurahan Pematang Kapau, Kecamatan Kulim Kota Pekanbaru yang merupakan salah kelurahan di Kota Pekanbaru yang belum memiliki sarana TPS 3R. Desain TPS 3R ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi masalah sampah di Kelurahan Pematang Kapau

    ANALISIS PENGARUH GROUNDING TERHADAP ARUS BOCOR DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT PROF. Dr. Tabrani

    No full text
    Sistem grounding merupakan komponen kritis instalasi listrik medis yang berfungsi mengalirkan arus bocor ke tanah dan mencegah gangguan kelistrikan yang membahayakan keselamatan pasien serta merusak peralatan medis. Ruang hemodialisa merupakan area berisiko tinggi karena penggunaan alat medis yang terhubung langsung dengan tubuh pasien dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sistem grounding terhadap potensi arus bocor pada peralatan medis di ruang hemodialisa Rumah Sakit Prof. Doktor Tabrani Pekanbaru. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan kuantitatif melalui pengukuran tahanan grounding menggunakan earth tester dan pengukuran arus bocor menggunakan leakage current tester. Hasil pengukuran menunjukkan beberapa titik grounding memiliki nilai resistansi di atas batas standar nasional (PUIL 2011) dan internasional (IEC 60364), yaitu melebihi 5 ohm untuk instalasi medis. Kondisi ini mengindikasikan risiko arus bocor tinggi yang berpotensi menyebabkan kerusakan peralatan medis dan membahayakan keselamatan pasien. Analisis menunjukkan korelasi signifikan antara nilai resistansi grounding tinggi dengan peningkatan arus bocor pada peralatan medis. Temuan penelitian menekankan pentingnya penerapan sistem grounding sesuai standar keselamatan listrik di fasilitas kesehatan, khususnya ruang pelayanan kritis. Rekomendasi meliputi pemeliharaan berkala sistem grounding, perbaikan titik grounding yang tidak memenuhi standar, dan implementasi sistem monitoring kontinyu. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan standar keselamatan listrik rumah sakit dalam mengoptimalkan sistem grounding untuk melindungi pasien dan peralatan medis

    0

    full texts

    731

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online STIKes Al-Insyirah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇