Raudhah Proud To Be Professionals - Jurnal Tarbiyah Islamiyah
Not a member yet
257 research outputs found
Sort by
MEMBENTUK KARAKTER ISLAMI SEJAK DINI: INOVASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL
Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat dasar memainkan peran penting dalam membentuk karakter Islami anak-anak sejak usia dini. Di era digital, perkembangan teknologi menawarkan peluang dan tantangan bagi pembelajaran PAI. Penelitian ini mengkaji inovasi dalam PAI yang bertujuan membentuk karakter Islami siswa sekolah dasar, dengan fokus pada penggunaan teknologi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, mengidentifikasi dan menganalisis sumber-sumber terkait untuk menemukan strategi efektif dalam penerapan PAI di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pendidikan berbasis Islam, konten multimedia, dan platform pembelajaran online dapat meningkatkan akses dan interaktivitas dalam pembelajaran PAI. Namun, keseimbangan antara penggunaan teknologi dan penghayatan nilai-nilai Islami tetap harus dijaga. Studi ini menyoroti pentingnya integrasi teknologi dengan metode pembelajaran yang holistik dan kontekstual, serta peran aktif orang tua dan pendidik dalam mengawasi penggunaan teknologi. Dengan demikian, diharapkan pendekatan PAI yang relevan dan efektif dapat dikembangkan untuk membentuk generasi muda yang memiliki karakter Islami yang kokohkualita
ANALISIS IMPLEMENTASI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM MERDEKA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
The purpose of this research is to determine and analyze the implementation of the Independent Curriculum as well as the development and evaluation carried out in higher education. This research uses a qualitative method with a descriptive approach which aims to describe the subject related to the conditions observed and data obtained through observation, interviews and documentation. This research was conducted at Yogyakarta State University. Data from observations, interviews and document analysis can be analyzed using content analysis to identify concepts, objectives, methods and independent curriculum evaluation and develop them using relevant theories.The findings of this research are several obstacles in implementing the Merdeka curriculum at Yogyakarta State University, namely understanding the different characteristics of students due to the still inherent passive school culture, classroom conditioning in the learning process, lack of active learning in the classroom.In this research the author analyzes the forms and patterns of problems that occur in the field and develops an independent curriculum to improve existing problems based on the substance of the curriculum as a system, where the curriculum is an inseparable unit. separated between components.
 
MANAJEMEN PROGRAM TAHFIDZUL QUR’AN DALAM PENINGKATAN KUANTITAS HAFALAN AL QUR’AN
The Qur'an is the holy book of Muslims which contains many instructions for mankind.In this case, MTSS Qoryatul Qur'an Sukoharjo wants to make the management of the tahfidzul qur'an program in increasing the memorization of female students, so MTSS Qoryatul Qur'an uses tahfidz program management with a block system to achieve the targets. This study aims to determine the management of the tahfidz program with a block system whether it is efficient to increase the quantity of memorization of female students in class VIII.This research is a field research using a descriptive qualitative approach. The subject of this research is santriwarti class VIII MTSS Qoryatul Qur'an Sukoharjo. In collecting data, researchers used observation, interview, and documentation techniquesThe results of this study indicate that the management of the tahfidzul qur'an program in increasing the quantity of memorization of the Qur'an in class VIII of MTSS Qoryatul Qur'an Sukoharjo in 2023/2024 is in accordance with POCCC but in the process of implementation there are several obstacles from the halaqoh guardian and santriwati who are the subject of management. So that the program to increase memorization of the Qur'an in class VIII MTSS Qoryatul Qur'an Sukoharjo has not been achieved optimally
EKSISTENSI PAI PADA MADRASAH DINIYAH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
Artikel ini menjelaskan mengenai eksistensi PAI pada madrasah diniyah dalam mengembangkan pendidikan Islam di Indonesia. Madrasah diniyah memiliki peranan penting dalam pendidikan islam di era modern saat ini. Tujuan artikel ini untuk mengetahui eksistensi madrasah diniyah dalam pendidikan Islam yang perlu dijaga dan dikembangkan dalam menghadapi tantangan yang ada dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pengumpulan data mengenai madrasah diniyah dan pendidikan agama Islam. dapat disimpulkan bahwa upaya yang dapat dilakukan madrasah diniyah adalah adanya gagasan baru dalam pendidikan Islam atau mengembangkan agar lebih menarik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman
TRANSFORMASI PERAN PEREMPUAN DALAM DINAMIKA RUMAH TANGGA PATRIARKI : PERSPEKTIF PENDIDIKAN
Penelitian ini menganalisis dan mengkaji tentang perubahan peran perempuan dalam masyarakat yang menganut system patriarki didalam keluarga. System patriarki ini identik dengan kekuatan fisik laki-laki dalam mengatur dan menjalankan rumah tangga nya serta adanya sterotype perempuan itu lemah, namun dengan seiring berjalan nya waktu dan perkembangan zaman peran perempuan mulau berubah sesuai dengan tuntutan kebutuhan. Perubahan peran tersebut banyak dialami oleh perempuan didesa Bakaran Batu Kec. Batang Kuis yang mayoritas masyarakatnya suku jawa yang menganut system patriarki oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penyebab perubahan peran perempuan serta dampak nya ke keluarga. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui observasi, wawancara yang mendalam, dan dokumentasi, serta menggunakan metode analisis yang duguaka adalah studi kasus. Penelitian ini akan menunjukkan jika masyarakat setempat khusus nya perempuan sudah mengalami perubahan peran, namun hubungan social tetap berjalan dengan baik.
 
PENTINGNYA VALIDITAS DAN RELIABILITAS INSTRUMENT EVALUASI PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
This research raises the issue of the importance of the validity and reliability of evaluation instruments in the context of Islamic Religious Education learning. Validity and reliability are important factors to ensure that evaluation instruments can measure students' understanding, values and skills related to Islamic teachings accurately and consistently. The discussion includes the positive impact of validity and reliability in determining measurement accuracy, conformity with Islamic principles, measurement consistency, improving the quality of teaching and learning, trustworthiness and acceptability of evaluation results, developing effective teaching materials, and monitoring long-term progress. This research method uses descriptive qualitative through a philosophical approach to library research, using the Miles and Huberman model. By considering validity and reliability, Islamic Religious Education learning can be more effective, accurate, and in accordance with the objectives of Islamic religious education. This research provides an in-depth understanding of the important role of validity and reliability in improving the quality of Islamic Religious Education learning evaluations
RESILIENCE AND ADAPTATION: THE ECONOMY OF PESANTREN AMIDST CAPITALISM
In the capitalist era, modernizing pesantren administration is crucial for sustainability and growth. By implementing strategic management methodologies and technological advancements, pesantrens can ensure operational efficiency and sustainability. Consultant participation can provide significant leadership in progress and development. Pesantren's educational system must undergo evolution, incorporating curriculum modifications, leadership development, and efficient supervision. Modern pesantren administrations adapt their leadership, curricula, instructional methodologies, administrative frameworks, and educational systems to align with capitalism's ideals. Community participation is essential for bottom-up strategy, fostering collective responsibility and solidarity. Capitalism influences political leadership by prioritizing development to address societal transformations and enhancing human resource quality through community-government collaborations. Pesantren enrollment is not directly influenced by capitalism, as Islamic boarding schools focus on spiritual growth and Islamic knowledge. To achieve Society 5.0 goals, modern pesantren organizations must update by deliberate, creative, targeted, accepted, and objective reforms that efficiently use information and technology.
 
ANALISIS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI MIN 1 YOGYAKARTA
The purpose of this study is to analyze the implementation of the independent curriculum in the MIN 1 Yogyakarta. With qualitative types of research phenomenological approach. The location of this research was conducted at MIN 1 Yogyakarta. The source of the data of this study is informants. With the subject of research 1 person principal madrasah MIN 1. Data collection techniques through observation, interviews and documentation, the results of this study the implementation of an independent curriculum in the MIN 1 madrasah have not been fully implemented. Because there has been no follow-up from the Ministry of Religious Affairs. The school also has its own initiatives to make independent curriculum training and also learn from several elementary school teachers who have implemented the independent curriculum
URGENSI PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI MELALUI PENDEKATAN INTEGRATIF-INTERKONEKTIF
Abstract Efforts in the development of the Islamic Religious Education curriculum continue to be made so that it is relevant to the times and is able to equip students in solving life's increasingly complex problems. The problems of human life need to be solved through cooperation because they are aware of each other's shortcomings, which is in line with the concept of integration-interconnection. The method used in this research is descriptive qualitative method with library research. The results of the data analysis show that the integrative-interconnective approach in the development of the PAI curriculum contains a process of uniting religious knowledge with other branches of knowledge which have been considered dichotomous by looking at the reality of the problem more comprehensively, so as to be able to understand plurality with various disciplines. The integration of religious education and general education in schools that implement this curriculum is able to guide the morals and morals of students and provide skills to students that are not offered in public schools.
 
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI KENAKALAN PESERTA DIDIK
NUR APRILIANI PUJIASTUTI, Skripsi, Upaya Guru Pendidikan Agam Islam dalam Menangani Kenakalan Peserta Didik di SMP N 22 Surakarta Tahun Ajaran 2023-2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Bagaimana upaya yang dilakukan guru PAI dalam menangani kenakalan peserta didik. 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam menangani kenakalan peserta didik di SMP N 22 Surakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti mengambil lokasi penelitian di SMP N 22 Surakarta yang beralamatkan di Jl. Irawan, Makam Bergola, Serengan, Surakarta, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2022 – Januari 2023. Subjeknya adalah guru PAI. Sedangkan informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru PAI, guru non PAI, dan peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, yaitu menguji kredibilitas data yang dilakukan saat penelitian dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Upaya guru PAI dalam menangani perilaku kenakalan siswa yaitu memberikan nasihat, upaya korektif, seperti: mengontrol perilaku siswa, mengecek kondisi siswa, komunikasi dengan orang tua, dan melakukan pendekatan secara individu. Bentuk-bentuk kenakalan seperti : merokok, berkelahi, ramai dalam kelas, bolos, berkata kotor. 2) Faktor pendukung dalam menangani kenakalan peserta didik adalah adanya penanaman ajaran agama islam, serta kebijakan berpakaian sopan untuk guru, staf karyawan, dan peserta didik. Faktor penghambat yang dialami guru PAI dalam menangani perilaku kenakalan peserta didik adalah kurangnya dukungan, kerja sama dan perhatian orang tua terhadap perilaku siswa.
Kata kunci: Guru PAI, kenakalan, Kenakalan Peserta Didi