Raudhah Proud To Be Professionals - Jurnal Tarbiyah Islamiyah
Not a member yet
    257 research outputs found

    IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PEMBELAJARAN PKN DI MADRASAH TSANAWIYAH

    No full text
    Tujuan penelitian“ini yaitu untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan akhlak dalam proses pembelajaran PKn di MTs Negeri 1 Kota Palembang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu kepala sekolah, pendidik, dan peserta didik MTs Negeri 1 Kota Palembang. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, dan kesimpulan. Adapun hasil penelitian yang diperoleh jika pada pelaksanaan pembelajaran PKn terdapat nilai akhlak yang sudah terintegrasikan diantaranya sifat siddiq, amanah, tabliq dan fatonah. Pada implementasi pendidikan akhlak yang terintegrasi pada pembelajaran PKn yaitu sifat siddiq ini mampu diintegrasikan dengan memberikan tugas pada peserta didik serta dalam prosesnya peserta didik dilarang mencontek. Selanjutnya sifat amanah dan tabliq dengan memberikan tugas di rumah atau PR pada peserta didik dan apabila tidak mengerjakan PR yang diberikan akan mendapatkan sanksi. Hal ini mampu meningkatkan kedisiplinan peserta didik serta meningkatkan rasa tanggung jawab, dengan terdapatnya integrasi yang diharapkan mampu mewujudkan peserta didik yang memiliki sifat fathonah yaitu cerdas baik terhadap pemahaman materi pelajaran ataupun berperilaku dalam merealisasikan akhlak yang baik demi mewujudkan peserta didik yang memiliki prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa

    PENGARUH RUTINITAS TADARUS DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA AL-QUR’AN PADA PESERTA DIDIK DI MADRASAH IBTIDAIYAH QURANIAH 8 PALEMBANG

    No full text
    Pada saat ini madrasah mulai menyadari bahwa minat membaca al-Qur’an pada peserta didik mulai menurun, penurunan minat tersebut disebabkan oleh banyak hal. Maka oleh karena itu, madrasah menyelenggarakan kegiatan tadarus al-Qur’an dengan harapan dapat tumbuhnya minat membaca al-Qur’an. Salah satu madrasah yang menerapkan kegiatan tadarus secara rutin adalah MI Quraniah 8 Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh rutinitas tadarus terhadap minat baca al-Qur’an dan melihat faktor apa saja yang menyebabkan menurunnya minat baca al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berjenis kuantitatif dengan pendekatan analisis-deskirptif. Hasil yang didapatkan adalah adanya pengaruh signifikan dari rutinitas tadarus dalam meningkatkan minat baca al-Qur’an peserta didik di MI Quraniah Palembang, hal tersebut terlihat dari hasil angket antara variable X dan Y. Uji hipotesis juga menjelaskan bahwa r lebih besar daripada r, maka hipotesis nol (Ho) ditolak. Kemudian berdasarkan analisa statistik juga dinyatakan bahwa r lebih besar dari r pada taraf signifikan 5% (0,914 > 0,374) dan r lebih besar dari r pada taraf signifikan 1% (0,914 .0,478), maka pada taraf signifikan 5% dan 1% hipotesis alternatif diterima. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi minat membaca al-Qur’an pada peserta didik, adalah motivasi dan kemauan peserta didik itu sendiri (faktor internal) serta peran guru disekolah, lingkungan pertemanan di sekolah (faktor eksternal)

    PEMIKIRAN A. MUKTI ALI (RELIGIUS-RASIONAL) TENTANG PENDIDIKAN ISLAM DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER

    No full text
    This study aims to determine, understand and add insight into knowledge related to A. Mukti Ali's thoughts on Islamic education (religious-rational) and its relevance to contemporary Islamic education. The type of research used is qualitative through an analytical descriptive approach with scientific literature studies. The data are collected systematically in relevant articles, such as journals, books and documents that discuss significantly A. Mukti Ali's thoughts. The results of the study explain that A. Mukti Ali's educational thinking concepts are based on scientific concepts known as scientific-cum-doctrinaire, the concept of nationality is known as agree in disagreement, and the concept of  humanity. With these three focuses of thought, A. Mukti Ali seeks to build human civilization and education through the results of the Decree of  the Ministerial Decree of i3, namely the similarity in the degrees of graduates of public schools and madrasas. Which means A. Mukti Ali has initiated the concept of non-dichotomous education, the integration of educational values between religion, humans and society. So, these findings can be used as a reference for every human being, especially to be open about difference

    PERSPEKTIF FILOSOFIS DALAM PENDIDIKAN:

    No full text
    This article tries to examine the philosophy of education whose scope includes ontology, epistemology and educational axiology. Educational ontology examines the nature of education. Educational epistemology discusses the origins or sources of education, methods of building education, elements of educational goals, and so on. Meanwhile, educational axiology examines the use-value of education. The essence of education is a conscious effort to guide and develop the potential and personality and basic abilities of students towards a noble personality and noble character. The truth of education is shown in the output or results of the whole series of education according to formal objects, methods and systems, namely in the form of intellectual intelligence, emotional intelligence and spiritual intelligence possessed by students

    ANALISIS KEBIJAKAN KURIKULUM DI SEKOLAH DASAR (TINJAUAN KURIKULUM 13 HINGGA KURIKULUM MERDEKA)

    No full text
    Abstract Balancing the curriculum is very important to do, except for balancing the curriculum in elementary schools to improve the quality of educational processes and outcomes. The purpose of this research is to find out how to balance the curriculum in elementary schools in the education unit level curriculum, the 2013 curriculum, and the policy on independent learning. This research method is descriptive qualitative. Data collection was carried out by means of a literature study. The research results show that the balancing of the elementary school curriculum occurs in harmony with the course of Indonesian history. The elementary school curriculum is a competency-based curriculum designed in the KBK, KTSP and 2013 Curriculum, and independent learning. The aims of the research were (1) to find out the differences between the 2013 Curriculum and the Meirdeika Curriculum, (2) to compare the 2013 Curriculum and the Meirdeika Curriculum in elementary schools, as well as (3) to analyze the difficulties encountered in implementing the 2013 Curriculum and the Meirdeika Curriculum in elementary schools. The characteristics of the elementary school curriculum in the 2013 curriculum are a cross curriculum or integrated curriculum for all grades with a scientific approach and authentic assessment. The elementary school curriculum in the study of independent ethics needs to pay attention to designing curriculum ideas, planning national exams, designing lesson plans, and teaching profession. Meanwhile, the implementation of independent learning must include objectives, flexibility, and usability of the curriculum.     &nbsp

    THE ORIENTALIST OPINION TASAWUF PENDAPAT ORIENTALIS TENTANG TASAWUF

    No full text
    Abstrak Ilmu yang bertujuan untuk menggapai kebahagiaan akhirat adalah Tasawuf. Tasawuf, dalam dunia Islam baru akhir-akhir ini dipelajari sebagai ilmu, sebelumnya dipelajari sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Manusia pada dasarnya adalah suci, maka kegiatan yang dilakukan oleh sebagian manusia untuk mensucikan diri merupakan naluri manusia. Usaha yang mengarah kepada pensucian jiwa terdapat di dalam kehidupan tasawuf. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan mengulas berbagai pendapat asal dan usul filsafat dari orientalis. Metode penelitian ini menggunakan kulitatif dengan pendekatan Historical Reseach dengan pengumpulan data literature review yakni pengumpulan data melalui penelaahan buku, literatur, catatan, serta berbagai laporan yang berkaitan perkembangan tasawuf Islam. Hasil penelitian menyatakan bahwa. 1. Awal kemunculan orientalisme sebagian menyebutkan orientalisme telah lahir sejak tahun 1000-an Masehi. Hal ini didasarkan pada minat Barat terhadap masalah ketimuran sudah berlangsung sejak abad pertengahan. Kalaupun pada masa ini sudah muncul sejumlah orientalis, kajian-kajian yang mereka lakukan masih terbatas pada pengkajian seputar ketimuran yang didasari motivasi keilmuan. 2. Pendekatan Orientalis dalam Tasawuf ada dua macam, Literatur dan Studi kasus (empiris). Beberapa teori orientalis yang menyebutkan bahwa tasawuf merupakan ajaran dari luar Islam. Seperti pendapat Friedrich August Deofidus Tholuck,Ignaz Goldziher, Alsin Palacios, Alfred von Kremer dan R. A. Nicholson. 3. Tanggapan pendapat orientalis tentang tasawuf. Keywords: Ilmu Tasawuf, asal usul Tasawuf, Orientali

    Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Piloting MIN 2 Bantul Yogyakarta

    No full text
    The purpose of this study is to analyze the implementation of the independent curriculum in the MIN 2 Bantul piloting madrasah, Yogyakarta. With qualitative types of research phenomenological approach. The location of this research was conducted at MIN 2 Bantul Yogyakarta. The source of the data of this study is informants. With the subject of research 1 person principal madrasah MIN 2 Bantul. Data collection techniques through observation, interviews and documentation, the results of this study the implementation of an independent curriculum in the MIN 2 Bantul piloting madrasah have not been fully implemented. Because there has been no follow-up from the Ministry of Religious Affairs. The school also has its own initiatives to make independent curriculum training and also learn from several elementary school teachers who have implemented the independent curriculum

    Pengembangan Inovasi Berbasis E-Leaening Dalam Pembelajaran Pendidikan Agan Islam Di Era Industry (4.0)

    No full text
    Era Industri (4.0) dimana teknologi komunikasi dan informasi berperan dalam kehidupan manusia sehari-hari, seperti mengelola sebuah lembaga pendidikan. Dengan begitu, interaksi antar sesama manusia dapat dilakukan tanpa terhalang dalam jaringan komunikasi. Perkembangan E-learning merupakan perubahan budaya, nilai, dan cara berinteraksi dalam membangun pendidikan melalui pembelajaran di zaman modern ini. Langkah strategis yang dilakukan untuk membentuk program berbasis E-learning, dengan menyederhanakan operasional yang mengandalkan dunia digital, sehingga operasional yang dirasa sulit menjadi mudah dan dapat diakses, termasuk pembelajaran

    Paradigma PARADIGMA INTEGRATIF-INTERKONEKTIF DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MADRASAH

    No full text
    The development of Islamic religious education curriculum in madrasas has become a real norm of the times that have complex problems. However, the reality is that the Islamic religious education curriculum is still unable to have a significant effect because it is still independent and reluctant to "shake hands" with other sciences. So it is necessary to have an approach that can provide insight into religious knowledge that is integrated with other scientific disciplines to help students in dealing with life's problems. The integrative-interconnective approach is an alternative to achieve this goal. This research is a qualitative research literature (library research) with descriptive analysis method. Data obtained from books, journals and documents related to the research will be collected and analyzed and then concluded objectively. The results of this study are the need for a new paradigm in the development of Islamic religious education curriculum in madrasas. Integrative-interconnectivity is a new alternative in the development of Islamic religious education curriculum in madrasas. With this approach. Then madrasas will be increasingly noticed by the community and make students spiritually pious and socially pious

    PENERAPAN ETIKA DALAM MANAJEMEN PEMBINAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN ATS-TSAQOFIY TANJUNG MORAWA

    No full text
    Kata etika dapat dipahami sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan yang menjelaskan tentang arti baik atau buruknya perbuatan. Selain itu, kata etika juga bertujuan agar manusia mampu mempresentasikan segala tindak tanduknya dalam bentuk tindakan nyata. Faktanya, selama hari ini lembaga pendidikan pada umumnya tidak mampu menanamkan etika kepada para peserta didiknya dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah tersandung dengan Pasal-Pasal yang diberlakukan dalam Undang-Undang Penegakan HAM. Di Pondok Pesantren Ats-Tsaqofiy misalnya, masih adanya santri/wati yang belum mematuhi sepenuhnya peraturan mengenai tatacara beretika dengan benar, baik dengan sesama santriwan/wati maupun dengan para ustadz serta ustadzahnya.  Adapun tujuan dari pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Ats-Tsaqofiy ini antara lain untuk mengetahui: (1) penerapan etika kepada santri/wati di Pondok Pesantren Ats-Tsaqofiy, (2) manajemen pembinaan etika santri/wati di Pondok Pesantren Ats-Tsaqofiy, (3) faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan etika kepada santri/wati di Pondok Pesantren Ats-Tsaqofiy. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Ats-Tsaqofiy ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menggunakan teks naratif yakni memaparkan data berdasarkan pernyataan dari narasumber. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Ats-Tsaqofiy diharapkan menjadi suatu pertimbangan bagi pimpinan serta para ustadz dan ustadzah saat menerapkan etika dalam manajemen pembinaan santri/wati di Pondok Pesantren Ats-Tsaqofiy Tanjung Morawa in

    59

    full texts

    257

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Raudhah Proud To Be Professionals - Jurnal Tarbiyah Islamiyah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇