Ejournal Institut Agama Kristen Negeri Manado
Not a member yet
812 research outputs found
Sort by
PENDIDIKAN KRISTEN MEMBENTUK KARAKTER DAN NILAI-NILAI KRISTUS DALAM KONTEKS MODERN
Pendidikan Kristen memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai Kristus pada individu di era modern. Dengan memadukan ajaran Kristusdengan tantangan dan dinamika kontemporer, pendidikan ini bertujuan untukmenciptakan generasi yang berintegritas, beretika, dan memiliki moral yang kuat.Melalui pendekatan holistik yang melibatkan aspek spiritual, intelektual, dan sosial,pendidikan Kristen berusaha menghasilkan individu yang tidak hanya unggulsecara akademis, tetapi juga memiliki komitmen yang mendalam terhadap prinsip-prinsip Kristiani dalam kehidupan sehari-hari
KONSELING PASTORAL: JEMBATAN PEMAHAMAN BUDAYA MAENGKET DALAM TEOLOGI KONTEKSTUAL
Pastoral counseling serves as a crucial bridge for understanding Maengket culture within the framework of contextual theology. This research investigates the integration of the rich social and religious values of Maengket culture into contemporary counseling practices. Using a qualitative approach, the study reveals that incorporating local cultural elements into pastoral counseling not only enhances the spiritual bond between counselors and clients but also aids in preserving Minahasan cultural heritage amidst the forces of globalization. The findings indicate that contextual pastoral counseling offers a deeper understanding and greater relevance for both individuals and communities as they navigate modern life challenges. Furthermore, this approach reinforces social solidarity and care, which are fundamental aspects of pastoral practice within Minahasa society.
 
Pengaruh Kelekatan Orang Tua dan Teman Sebaya Terhadap Kekuatan Karakter Remaja
Setiap individu memiliki kekuatan karakter yang berbeda dalam meraih prestasi yang diharapkan. Kekuatan karakter tersebut akan menjadi struktur khas kepribadian individu yang membedakan dirinya dengan yang lain. Remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki kesadaran untuk membentuk karakter yang positif. Kelekatan Orang tua dan teman sebaya sebagai lingkungan sosial turut bertanggung jawab membentuk dan membangun kekuatan karakter remaja yang lebih baik sehingga menurunkan perilaku negatif remaja akibat pergaulan bebas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Alat pengambilan data menggunakan skala. Skala kelekatan orang tua dan teman sebaya yang dikembangkan oleh Armsden dan Greenberg (2009) yang mendesain IPPA/ Inventory of Parent and Peer Attachment dan skala kekuatan karakter remaja dikembangkan oleh Peterson dan Seligman (2004) yang disebut The Values in Action-Inventory Strenghts (VIA-IS). Populasi berjumlah 65 remaja di PPA IO-668 “Sola Gratia” Kota Kupang. Sampel penelitian menggunakan sampel populasi. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menemukan kelekatan orang tua dan teman sebaya memiliki kontribusi positif dan signifikan terhadap kekuatan karakter remaja dengan nilai R Square sebesar 45,1%. Diharapkan adanya kelekatan orang tua dan teman sebaya untuk dapat menciptakan relasi yang sehat melalui kedekatan, komunikasi, dan kenyamanan agar remaja dapat meraih keberhasilan dan mampu mengambil keputusan dalam setiap masalah yang dialaminya serta memiliki kekuatan karakter remaja yang positif
Urgensi PAK Dalam Masa Pubertas Dan Edukasi Seks Pada Remaja
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema Urgensi PAK dalam masa Pubertas dan Edukasi Seks Pada Remaja dilaksanakan dengan mengingat betapa pentingnya pendampingan, bimbingan dan pendidikan tersebut bagi para remaja dalam masa pencarian jati diri pada masa pubertas. Melalui Pengabdian Kepada Masyarakat diharapkan para remaja memahami keberadaan diri mereka di masa pubertas dan memahami seks sehingga mereka tidak jatuh kedalam pilihan-pilihan atau keputusan yang dapat menghancurkan masa depan mereka. Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan menggunakan observasi partisipasi dengan pendekatan partisipasi moderat dimana Peneliti dalam mengumpulkan data ikut observasi partisipatif dalam beberapa kegiatan, tetapi tidak semuanya. Hasil dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini para remaja secara khusus remaja di jemaat GMIM Musafir Mapanget memahami masa pubertas dan seks pada remaja kristen melalui diskusi dan evaluasi yang dilakukan setelah para remaja menerima materi
Ma’pa’tondokan Sebagai Model Korelasional Etis-Praktis Menurut Paul F. Knitter Dalam Dialog Interreligius Di Lembang Rumandan
Living in harmony and peace between religious communities is something that everyone really desires. But in reality, certain areas still show disharmony which leads to conflict between religious communities. It seems different from this in Lembang Rumandan, Rano District, Tana Toraja. Life between religious communities is very harmonious and peaceful. This fact is measured by the behavior of the people who care about others even though they have different religions, as shown in the ma'pa'tondokan tradition, namely a tradition of mutual cooperation when a death ceremony (Rambu Solo') or a wedding party (Rambu Tuka') is held and other events. The whole community, regardless of religious differences, helps families who are holding an event. This research uses qualitative methods with a descriptive model and field research by interviewing several figures who are considered to have broad insight into this tradition. This research shows that ma'pa'tondokkan can be a bridge for dialogue between Muslims and Christians in Lembang Rumandan. This is because the values contained in this tradition such as caring, solidarity, kinship can enable these two religious communities to know each other better
Keluarga, PAUD Keluarga : Kontribusi Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontribusi orang tua dalam penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Keterlibatan orang tua sangat penting dalam pendidikan, khususnya di PAUD. Karena orang tua sebagai guru utama bagi anak di rumah dan orang pertama yang bergaul dengan mereka. Sifat suatu lembaga pendidikan dapat diperkirakan dari seberapa baik hubungannya dengan wali murid. Namun demikian, penelitian menunjukkan bahwa tingkat kontribusi orang tua terhadap pendidikan masih rendah, hal ini disebabkan oleh berbagai variabel. Artikel ini akan memperluas kesadaran para pendidik dan wali di setiap yayasan pendidikan tentang pentingnya kontribusi orang tua dalam PAUD, serta membedakan variabel-variabel yang mempengaruhinya. Oleh karena itu, diyakini bahwa tingkat dan sifat kontribusi orang tua dapat ditingkatkan ke tingkat berikutnya
PERSEPSI GURU DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL MELALUI KECERDASAN PADA ANAK USIA DINI
Pendidikan multikultural merupakan pendekatan penting dalam pengembangan karakter anak usia dini, yang mengedepankan penerimaan terhadap perbedaan budaya, etnis, dan nilai-nilai sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi guru tentang pendidikan multikultural, serta bagaimana mereka menerapkan prinsip-prinsip kecerdasan budaya dan emosional dalam proses pembelajaran. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan wawancara mendalam PAUD An-Nur di berbagai lembaga pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru menyadari pentingnya pendidikan multikultural dan berusaha mengintegrasikannya dalam kurikulum. Guru menggambarkan kecerdasan emosional sebagai alat krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, mendorong anak untuk menghargai perbedaan dan menjalin hubungan antarsiswa secara harmonis. Temuan juga mencakup kendala yang dihadapi guru, seperti kurangnya pelatihan dan sumber daya untuk mendalami isu-isu multikultural. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya peningkatan pelatihan bagi guru dan pengembangan kurikulum yang lebih responsif terhadap keberagaman budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan anak dengan multikultural
ANALISA BENTUK KEKERASAN DALAM PRAKTEK BUDAYA MAPALUS DAN IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN KRISTEN PADA ANAK DI JEMAAT GMIM SION PONTAK
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi bentuk-bentuk kekerasan yang muncul dalam penerapan budaya Mapalus, sebuah tradisi gotong royong khas Minahasa, serta menganalisis implikasinya bagi pendidikan Kristen pada anak-anak di Jemaat GMIM Sion Pontak. Sebagai tradisi, Mapalus memiliki nilai kebersamaan dan tolong-menolong yang sangat kuat, namun beberapa penerapannya terindikasi melibatkan kekerasan, baik dalam bentuk fisik, verbal, maupun sosial, yang secara langsung atau tidak langsung berdampak pada perkembangan anak. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi kasus, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan dalam praktik Mapalusmemberi dampak signifikan pada psikologi anak-anak, mempengaruhi persepsi mereka terhadap otoritas dan nilai-nilai sosial. Di tengah komunitas Mapalus, pendidikan Kristen memainkan peran penting dalam memitigasi dampak kekerasan ini melalui kegiatan yang mengajarkan kasih, pengampunan, dan nilai-nilai non-kekerasan.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa gereja, sebagai wadah pendidikan Kristen, memiliki potensi untuk mengubah pola pikir komunitas dan memperkuat kesadaran akan dampak negatif kekerasan terhadap anak-anak. Gereja diharapkan dapat berperan sebagai fasilitator untuk memperkenalkan pendekatan non-kekerasan dalam mendidik dan membimbing anak-anak agar nilai-nilai kasih dan penghargaan menjadi pondasi utama dalam kehidupan mereka.
 
Penerapan Metode Praktik pada Pemain Keyboard dalam Mengiring Ibadah di Gereja Kibaid Dirgantara Makassar
The aim of this research is to determine the application of practical methods to keyboard players in accompanying worship services at church. The problem in this research is how to apply practical methods to keyboard players in accompanying worship in church. In this research, the author used a qualitative method approach. The qualitative method is data collection carried out personally, where the researcher plays an important role in this research to collect data or information related to this research. Results and discussion in this research The practical method is a method that is carried out by explaining while providing training material to the training participants. This method can be said to be good and appropriate in carrying out music training, especially keyboards. Applying this practical method can make it easier for trainees to understand the training material and can also practice it quickly and well. This method also allows teenagers to improve their musicality and improve their skills (psychomotor) in music
Implementasi Nyanyian Masamper Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Religi Di GMIST Imanuel Behongang
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana nyanyian masamper dapat mewujudkan nilai-nilai religi dalam gereja GMIST Imanuel Behongang dan faktor apa saja yang memperngaruhi implementasi masamper dalam mewujudkan nilai-nilai religi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan observasi partisipatif, wawancara, dan analisis teks sebagai terkait dengan pemaknaan dan pengalaman jemaat terhadap nyanyian Masamper. Temuan dari penelitian menyoroti bagaimana nyanyian Masamper bukan hanya menjadi hiburan spiritual saja, namun juga menjadi medium pengajaran nilai-nilai keagamaan yang diwariskan secara turun- temurun. Dalam konteks ini, nyanyian Masamper diidentifikasi sebagai sarana untuk memperkuat ikatan sosial dan spiritual jemaat, sambil mentransmisikan pesan-pesan keagamaan yang relevan dengan konteks lokal. Penelitian ini memberi kontribusi yang bernilai dalam memahami peran nyanyian dalam memperdalam dan menanamkan nilai-nilai keagamaan di GMIST Imanuel Behongang, dan menyediakan dasar bagi penelitian lebih lanjut terkait bagaimana penggunaan kebudayaan lokal dalam konteks keagamaan dapat memberikan dampak pada kehidupan jemaat dan masyarakat umum