Ejournal Institut Agama Kristen Negeri Manado
Not a member yet
812 research outputs found
Sort by
UPAYA EDUKASI GEREJA TERHADAP TINDAKAN BODY SHAMING PADA REMAJA DI JEMAAT GMIM BUKIT SION MAPANGET
Remaja di masa pencarian jati diri memerlukan pemahaman dan penerimaan dari lingkungan sosial. Body shaming menjadi sebuah tantangan bagi remaja di masa pertumbuhan dan perkembangan yang membuat remaja menjadi tidak percaya diri dan menyebabkan remaja melakukan perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari nilai-nilai moral Kristiani. Penelitian ini akan meneliti bagaimana upaya edukasi gereja terhadap tindakan body shaming pada remaja di jemaat GMIM Bukit Sion Mapanget. Hasil penelitian didapati bahwa dalam kasus body shaming ini ada dampak positif dan negatif yang diterima dari remaja ketika mereka diejek. Salah satu dampak positif ketika mereka menjadi korban body shaming adalah mereka tetap melaksanakan kegiatan-kegiatan sosial dan ibadah di jemaat dan menunjukkan prestasi mereka sesuai dengan bakat mereka masing-masing. Meskipun demikian ada juga dampak negatif ketika remaja menjadi korban body shaming ini yaitu mereka memilih untuk minum minuman keras hingga mabuk dan ada juga yang mengurung diri dan tidak mau lagi bersosialisasi dengan lingkungan apalagi dengan teman sebaya mereka. Pendidik Remaja yang ada di gereja turut berperan memberikan edukasi bagi remaja menghadapi tindakan body shaming yang marak terjadi sekarang ini
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING DI ERA NEW NORMAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran daring di era new normal di masa pandemi Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan data hasil penelitian ditemukan bahwa implementasi atau pelaksanaan pembelajaran daring di prodi MPK menggunakan metode blended learning yang memadukan metode belajar tatap muka langsung berbasis online virtual dan metode belajar mandiri terstruktur dengan menggunakan media aplikasi sosial berbasis online. Hambatan yang ditemui dalam pembelajaran daring adalah minimnya penguasaan teknologi/ IT, keterbatasan kuota internet dan fasilitas belajar yang disebabkan faktor ekonomi, jaringan internet yang kurang stabil, fasilitas aplikasi online gratis yang kurang maksimal, faktor mahasiswa yang kurang aktif dan tidak disiplin, keterbatasan dalam memonitoring dan mengevaluasi proses belajar mengajar secara daring. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan tersebut adalah dengan mengembangkan kemampuan di bidang teknologi/ IT, menggunakan fasilitas internet gratis dan cukup stabil yang disediakan kampus, mengatur dan menyiasati penggunaan fasilitas aplikasi online gratis secara efektif dan efisien, memberikan tugas tambahan bagi mahasiswa yang kurang aktif dan tidak disiplin, serta melaksanakan monitoring dan evaluasi secara langsung kepada mahasiswa maupun berkordinasi dengan kustos, dosen perwalian, orang tua, dan pimpinan prodi
PEMUDA GEREJA DI TENGAH PANDEMI COVID-19 SUATU ANALISIS DASAR TERHADAP PELAYANAN PEMUDA GEREJA DI TENGAH PANDEMI COVID-19
Social changes, such as the current Covid-19 pandemic, have forced church youth to perform services using technology so that they can minimize the impact of being affected by Covid-19. This initially raised the pros and cons of the church community to change the way of serving online because it did not have an adequate theological basis, so this paper aims to analyze the ministry of church youth during the Covid-19 pandemic with the theoretical basis used is the theory of church ministry to answer what is the basis of the implementation of the church's youth ministry online. The author uses the literature review method. The results of the study found that church youth services must be creative in facing the challenges of the Covid-19 pandemic, online church youth services are an important thing so that these services are not left behind or even abandoned by changing times
HAMBA UANG: Kajian Teologis tentang Penyebab Kasus Korupsi Berdasarkan 2 Timotius 3:2a
This article entitled ‘Servant of Money: A Theological Study of the Causes of Corruption Cases based on 2 Timothy 3:2a’ aims to describe a theological study of the causes of corruption cases based on 2 Timothy 3:2a which focuses on one of the human conditions at the end of time, namely the servant of money. This research uses a qualitative method with a literature study approach. The data in this article were collected from various sources such as books and journals. The results of this study are that one of the causes of humans including Christians falling into corruption cases is the nature of being a slave to money or a situation where humans make money their master. Based on these findings, it is suggested to every human being, especially Christians, to always put God first
SISTEM MANAJEMEN STAKEHOLDER (PEMERINTAH DESA DAN TOKOH AGAMA) TERHADAP PENGGUNAAN SALURAN KOMUNIKASI DALAM MENJAGA SIKAP HIDUP TOLERANSI BERAGAMA DI DESA KEMA SATU KABUPATEN MINAHASA UTARA
Adalah suatu kebutuhan yang hakiki tentang toleransi di dalam keberagaman kehidupan bermasyarakat dimana salah satunya diwujudnyatakan dalam bentuk toleransi beragama. Saluran komunikasi merupakan salah satu prasyarat utama dalam menciptakan sebuah perdamaian menuju kehidupan yang harmoni. Sistem manajemen yang diterapkan oleh stakeholder (pemerintah desa dan tokoh agama) berpengaruh terhadap penggunaan saluran komunikasi dadalam penelitian ini adalah aparat desa dan tokoh agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah rata-rata persentase sistem manajemen stakeholder dalam penggunaan saluran komunikasi untuk menyebarkan informasi tentang menjaga sikap hidup toleransi beragama sebesar 34,06% dan diklasifikasikan lemah. Hal ini dipengaruhi oleh aspek Perencanaan (Planning) sebesar 50%, aspek Pengorganisasian (Organizing) sebesar 22,5%, aspek Pengarahan (Actuating) sebesar 45%, dan aspek Pengendalian (Controlling) sebesar 18,75%
Caring Confrontation Terhadap Perilaku Anti Sosial
Caring confrontation is defined as a method for presenting clients with ways of looking at themselves of which they may not yet be aware, without losing the respect for each person's inner experience which is essential to a client-centered/experiential approach to therapy. In this case, the subject could gain comprehension of the forms of anti-social behavior that he has not been aware of. The focus of this study is to examine the effect of caring confrontation on anti-social behavior. The implementation of caring confrontation to the subject shows a decrease in anti-social behavior towards the subject. Before the implementation of caring confrontation, subject was often involved in conflicts with schoolmates both verbally and physically, often lied and was manipulative, refused to be advised. After implementation, subject no longer involved into conflict with classmates or schoolmates, opened up to advice and suggestions from his friends, begun to mingle and be accepted by classmates and schoolmates. For other researchers, during the implementation of caring confrontation, the researcher should control other variables such as family so that the implementation of caring confrontation can have a maximum effect. This study used a single-case experimental method. The sample of this research is a student who has anti-social behavior at SMP Lentera Harapan in Tomohon
Internalisasi Kabar Baik Dalam Nyanyian Jemaat
In a song, the lyrics or poetry is very important, because through the lyrics, it can be seen the message contained in the song, so that it can affect the feelings of those who hear it. The purpose of this study is to analyze Congregational songs that have Good News elements and see how the process of Internalizing Good News in Congregational Songs especially in the GMIM Eben Haezer Suwaan Congregation. This study used a qualitative method conducted at GMIM Eben Haezer Suwaan in June - August 2017. The research data was collected through Observation, Interview, and Documentation as well as the results of data analysis and interpretation of data obtained that (1) Does the song in the Congregational song have elements Good news. (2) What is the process of Internalizing Good News in Congregational Singing at GMIM Eben Haezer Suwaan. The findings of this study are recommended for the Jama'at regarding the function of Congregational Singing which is used in Internalizing Good News, also for evangelizers in using Congregational singing as a means of assisting the Jama'at in internalizing the Good News
MENUJU PEMUDA GEREJA YANG INKLUSIF (Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Multikultural kepada Pemuda GMIM Citra Anugerah Manembo-nembo Bitung)
Banyaknya konflik atas nama perbedaan yang terjadi di Indonesia mendorong upaya pemahaman akan keberagaman semakin massif dilakukan agar mampu meminimalkan konflik-konflik yang ada. Gereja sebagai institusi sosial memiliki peran serta untuk memberikan pendidikan bagi warga jemaatnya. Pemuda menjadi bagian penting dari gereja karena merupakan kaderisasi kepemimpinan yang akan datang. Oleh karena itu penguatan pendidikan karakter berbasis multikultural menjadi urgen untuk dilakukan demi mencapai pemuda yang memiliki sikap terbuka dan inklusif, dalam memahami dan menerima suatu perbedaan. Kegiatan penguatan pendidikan karakter berbasis multikultural diterapakan pada pemuda GMIM Citra Anugerah Manembo-nembo Atas Bitung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan meningkatnya pemahaman pemuda terhadap nilai-nilai keberagaman yang ada di masyarakat. Pemuda mampu menyampaikan argumen dan pertanyaan-pertanyaan kritis berkaitan dengan isu-isu sosial keberagaman yang terjadi serta memiliki inisiatif untuk membuat program yang bermanfaat yang bertujuan menjalin solidaritas
PEDOMAN KITAB AMSAL : PENINGKATAN PEMAHAMAN POLA ASUH ORANG TUA MURID TK DHARMA WANITA TATELI 1 DALAM MENDIDIK ANAK DI MASA PANDEMI COVID-19
Pandemi Covid-19 yang sedemikian cepat menyebar di wilayah Indonesia, mengakibatkan pemerintah Indonesia harus mengambil langkah tegas untuk mengatasi penyebaran covid-19dengan memberlakukan program Work From Home (WFH), tentunya program ini sangat mempengaruhi proses pembelajaran PAUD yang semestinyadilakukan dengan tatap muka antara guru dengan para peserta didik disekolah tetapi dalam waktu 6 bulan terakhir ini hal tersebut tidak dapat berlangsung. TK Dharma Wanita Kalasey Satu, merupakan salah satu TK yang terkena dampak dari Covid-19. Sehingga dilakukan upaya untuk pelaksanaan proses pembelajaran dengan pendampingan orang tua dan kunjungan guru kerumah peserta didik.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pola asuh orang tua yang tepat dalam mendidik anak di masa pandemi dengan pedoman kitab Amsal. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pola asuh orang tua dalam mendidik anak.
 
GEREJA SEBAGAI PERSEKUTUAN YANG RENTAN MENJADI TITIK BERANGKAT UNTUK MITIGASI BENCANA NONALAM
Mitigasi bencana nonalam (dalam hal ini pandemi COVID-19) membutuhkan keterlibatan semua pihak. Keterlibatan yang bertolak dari kesadaran diri sangat penting dalam rangka memaksimalkan mitigasi bencana. Pemahaman gereja sebagai persekutuan yang rentan dapat membentuk pola pikir orang Kristen/gereja untuk berpartisipasi aktif dalam mitigasi bencana nonalam. Gereja bertumpu pada Allah: Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Allah mengutus Yesus Sang Putera ke dalam dunia; Ia menjadi manusia yang tubuh dan hidup-Nya rentan dengan segala penderitaan. Yesus menerima dan merengkuh semua keberadaan diri-Nya lalu menjalani hidup, pelayanan, dan perjuangan-Nya. Kasih membuat Ia tidak hanya menerima realitas sebagai manusia, tetapi Ia juga bersedia terluka, hancur, dan mati. Ia menderita sebagai wujud kesempurnaan kasih-Nya bagi dunia dan manusia. Sebagai persekutuan yang rentan, gereja (personal dan komunal) menyadari dan menerima bahwa tubuh dan hidupnya rentan oleh berbagai penderitaan. Dalam pemahaman yang demikian, setiap orang akan semakin realistis dan logis dalam memosisikan diri untuk mengantisipasi dan menghadapi bencana. Oleh sebab itu, setiap orang dan persekutuan harus dapat mendisiplinkan diri agar tidak tertular dan menjadi sumber penularan COVID-19. Selain itu, gereja juga bersikap solider-partisipatif dengan penderitaan dunia. Sebagaimana Yesus menubuh dengan penderitaan dunia, maka gereja juga harus menubuh dengan penderitaan dunia ini.
KEPUSTAKAAN
Chalke, Steve & A. Watkis. 2006. Intelligent church. Grand Rapids, Michigan: Zondervan.
Herlianto. 2006. Teologi sukses: antara Allah dan mamon. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Loupatty, Vera. Menggugat sistem hierarkis: sebuah studi kritis-konstruktif terhadap Tata Gereja GMIM 2007 dan Adendum 2012 berdasarkan eklesiologi persahabatan yang misional, relasional, dan inkarnasional yang bertumpuh pada teologi trinitarian dan budaya mapalus. Disertasi di STTJ 2016.
MacDougall, Joy Ann. “The Return of Trinitarian Praxis? Motlmann on the Trinity and the Christian Life.” The Journal of Religion, vol. 83 no. 2 (April 2003): 188.
Reynolds, E. Thomas, 2008. Vulnarable communion: a theology of disability and hospitality. Grand Rapids, Michigan: Brazos Press.
Sweet, Leonard. 2009. So beautiful: divine design for life the church. Canada: David C. Cook.
Tulisan dari internet
Rentan. https://kbbi.kemendikbud.go.id (diakses 28 Juni 2020).
Bencana. bnpb.co.id (diakses 28 Juni 2020)