Ejournal Institut Agama Kristen Negeri Manado
Not a member yet
812 research outputs found
Sort by
RIVALITAS PEREMPUAN DALAM PL (Tinjauan Biblika terhadap persaingan Sara dan Hagar)
Perempuan adalah suatu keindahan yang dapat ditangkap oleh indra yang merupakan karya agung Sang Pencipta. Tetapi tak jarang karya yang indah ini sering menjadi tempat pelampiasan nafsu yang berujung pada kekerasan. Kekerasan yang dilakukan acap kali diidentikkan dengan sang “adam” sebagai pelaku tindakan tersebut. Walau tak jarang bahwa tindakan ini juga dilakukan oleh sesama perempuan yang merasa status atau derajatnya lebih tinggi dibanding perempuan lain. Dalam konteks Perjanjian Lama, Alkitab menceritakan tentang kisah sebuah keluarga, yang merupakan bapa leluhur Israel, yakni Abraham yang juga dikenakan status sebagai “bapa segala orang percaya” dengan istrinya yakni Sara, yang kemudian diceritakan memberikan hamba perempuannya, Hagar, untuk menyempurnakan keluarga dari status aib karena tidak bisa memiliki keturunan (Kejadian 16). Disinilah awal mula kekerasan ini terjadi antara sesama perempuan yang berbeda status (Kejadian 21:8-21). Akankah ini menjadi sebuah pemicu masalah kekerasan terhadap perempuan? Bagaimana kekristenan memahaminya
TANGGUNG JAWAB GURU SEKOLAH MINGGU DALAM KEHIDUPAN SPIRITUAL ANAK
Tugas dan tanggung jawab Guru sekolah minggu sangatlah berat di zaman yang semakin maju, guru sekolah minggu mempunyai peran yang penting dalam perkambangan spiritual anak di masa ini. Guru sebagai alat Tuhan untuk mendidik anak dalam lingkup gereja. Namun tidak begitu baik adanya di karenakan banyak guru yang melalaikan Tugasnya untuk melayani anak-anak. banyak guru hanya sekedar datang tapi tidak melakukan tanggung jawabnya dengan benar, tidak mempunyai persiapan yang matang. Guru sebegai ujung tombak dalam mengajar anak jika tidak melaksanakan Tugas dengan baik, akan di pastikan tidak ada lagi anak-anak yang akan datang ke gereja di masa yang datang. Jurnal ini mempunyai tujuan untuk memberikan informasi bagaimana sesungguhnya Tugas dari guru sekolah minggu dalam pembentukan spiritual anak
PERAN PASTORAL KONSELING KRISTEN DI TENGAH KRISIS PANDEMI COVID-19
ABSTRACT
At present the covid19 virus dominates life on earth, so that many experience problems of the quick and ultimately experience crisis problems and these crises cover various fields of human life. The various problems that cause this crisis make each counselor must be prepared to deal with what is happening around him, because this crisis problem is very extreme to one's personal life and if the counselor is not observant and adept at handling this crisis problem then those who experience this crisis will experience a bad life , so that each counselor must prepare and equip with a variety of existing knowledge. Various methods must be considered by each counselor so he can know with certainty the right way to handle the case at hand, at least the method of phenomenology that accelerates to know the situation that occurs. If everything is known and equipped with all the materials or equipment needed then as a counselor is ready to carry out the pastoral counseling process based on the word of God
BINA ROHANI “KRISTEN MUDA BERPRESTASI AKADEMIK - BERDAYAGUNA DALAM ORGANISASI ; MENJAWAB TANTANGAN ZAMAN NOW”
Kaum muda sangat dikenal enerjik, kreatif dan punya banyak bakat meskipun di tengah tantangan zaman now / zaman sekarang diantaranya semakin banyaknya informasi yang bisa diterima yang tidak dapat difilter oleh internet dan jika kaum muda tidak dibina tentu informasi-informasi negatif bisa dikonsumsi. tantangan seperti itu nantinya akan mempengaruhi karakteristik mereka. Sementara itu beragam potensi yang dimiliki kaum muda sangat disayangkan jika tida dibina dengan baik. Pentingnya peranan di bidang akademik dan organisasi sebagai media pengembangan potensi kaum muda yang merupakan calon pemimpin masa depan sangat diharapkan di zaman now. Melalui bina rohani dengan tema “Kristen Muda Berprestasi Akademik-Berdayaguna dalam Organisasi; Menjawab Tantangan Zaman Now memberi bekal dan motivasi bagi kaum muda Kristen sehingga di zaman now dapat mengembangakan potensi dan memberi karya bagi gereja dan masyarakat
MEMBANGUN TEOLOGI PENGAMPUNAN DALAM KONTEKS PERDAGANGAN MANUSIA DI NUSA TENGGARA TIMUR
Kasus perdagangan manusia di Nusa Tenggara Timur tidak hanya menghadirkan pergumulan sukar bagi Gereja Masehi Injili di Timor namun juga rasa bersalah yang hebat pada diri korban dan orang-orang dekat korban. Rasa bersalah tersebut mengakibatkan para korban menciptakan sebuah penderitaan yang baru yakni sikap menghakimi diri sendiri. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan menkonstruksi makna teologi pengampunan dengan dilandaskan rasa keadilan dan kasih sekaligus bagi korban dan juga pengampunan bagi warga GMIT sebagai sebuah persekutuan iman. Lebih lanjut, konstruksi tersebut penulis hasilkan melalui dialog antara ide tradisi mengingat dalam Perjanjian Lama dan juga melalui teologi pengampunan. Melalui studi pustaka ini, penulis berkeyakinan bahwa pengampunan dari para korban tidak hanya akan membawa pembebasan bagi para korban dari rasa bersalah namun juga memiliki dampak transformasi bagi kehidupan bagi para korban dan komunitas iman Gereja Masehi Injili di Timor
TANGGAPAN TEOLOGIS TERHADAP PEMILIHAN KEPALA DAERAH DKI JAKARTA 2017-2022: SEBUAH REFLEKSI
Artikel ini merefeksikan kembali peristiwa ketika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) maju kembali dalam kontestasi pada Pilkada DKI Jakarta beberapa tahun yang lalu. Persoalan Pilkada DKI Jakarta ini menjadi semakin sukar bermula ketika Pidato Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 diedit dan diunggah oleh Buni Yani ke media sosial. Pidato Ahok kemudian mengundang reaksi dari kalangan masyarakat Islam di Indonesia menuntut akan keadilan hukum di Indonesia. Ahok dianggap sebagai penista agama meskipun di kalangan Islam ada yang berpendapat berbeda bahwa ucapan Ahok tidak ada unsur menistakan agama Islam. Isu penistaan agama ini kemudian dipolitisasi oleh pihak lawan Ahok-Djarot baik melalui media sosial, ceramah yang dilakukan di masjid-masjid maupun dengan melakukan mobilisasi massa yang dengan tujuan yang sama yaitu membangun narasi politik untuk tidak memilih Ahok yang adalah orang ‘kafir’ (Kristen) dan juga keturunan etnis Tionghoa yang dianggap non-pribumi. Keberadaan Ahok ini merepresentasikan dari identitas pluralisme di Indonesia. Maka serangan politik identitas ini bertujuan untuk mengalahkan lawan politiknya tetapi secara langsung merupakan gerakan anti pluralisme. Melalui artikel ini penulis hendak menganalisis, memberikan tanggapan teologis dengan mengunakan pendekatan literatur kepustakaan maupun hasil wawancara. Temuan dari penelitian ini ialah, agar di masa mendatang jalannya pesta demokrasi dapat lebih beradab dan menempatkan agama pada porsi yang tepat yaitu membina karakter dan membangun spritualitas anak bangsa bukan malah sebaliknya masuk ke dalam ruang politik praktis yang nantinya dapat merusak martabat dari agama itu sendiri sekaligus menumpulkan kepekaan hati nurani anak bangsa dalam memilih calon pemimpin politik yang ingin mengabadikan dirinya bagi kepentingan orang banyak. 
PENGGUNAAN METODE EKSPOSITORI PADA MATA PELAJARAN PAK DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SD INPRES PONDANG
In the learning process that involves material, methods, media props and so on must also experience changes towards renewal (innovation). Based on the problems seen, it is related to the improvement of Christian learning achievement by applying expository teaching models to grade VI students of SD Inpres Pondang. The purpose of this study in order to determine the increase in Christian learning achievement after applying expository teaching model. In this study using action research and data obtained from formative tests, observation sheets of teaching, and learning activities of students. The results of the study found that student achievement has increased from cycle I (51%) to cycle II (89%). Through this research, it can be said that the expository teaching model can positively influence achievement, interest, attention, and participation, learning motivation of SD Inpres Pondang students, and this learning model can be used as alternative learning of Protestant Christianity
GRIEF PASTORAL DALAM PANDANGAN MAJELIS JEMAAT GMIST MUSAFIR KOTA MANADO
ABSTRACT
Pastoral Grief referred to in this study is a pastoral service to those who are grieving especially to the congregation of GMIST in the City of Manado. The pastoral duty must be carried out by Church councils in this case the Pastor, Elder and Deacon. Based on observations and interviews with Church councils, it was found that the pastoral care of grief for them only applies when a person dies and that is only a consolation and funeral service. Even though talking about grief does not only apply to people whose closest relatives die. This prompted researchers to conduct further research on Church councils in the GMIST congregation of Musafir Manado City. This study aims to find out how the understanding and practice of special servants about the task of the Pastoral Grief service and what the impact of the service results and the meaning obtained for the development of the Grief Pastoral service for Church councils in the congregation of GMIST Musafir in Manado. This study uses a qualitative approach with descriptive research methods which will describe in full the purpose of the study so that it is expected to get valid and scientific results about the understanding of special servants regarding Pastoral Grief
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DALAM MASA PANDEMI COVID-19
Psychological well-being is a condition in which a person’s psychological aspects can function properly and positively. This study describes how the psychological well-being of parents who have dual roles in the Covid-19 pandemic period. This study used a descriptive qualitative approach. Participants in this study were working mothers and who have children in elementary schools. Data collected through observation, interviews, and documentation to participants and their families. The result showed that the Covid-19 pandemic disrupted the psychological well-being of participants. The psychological condition experienced are stress, fear, and anxiety related to the danger of Covid-19 transmission and the conditions of “stay at home´caused by the covid-19 pandemic.
 
MAKNA NYANYIAN MA’KAARUYEN DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT MINAHASA
This research is a meaning of Ma'kaaruyen; a traditional musical work of art originating from Minahasa. Ma'kaaruyen is assumed to be one of the arts that reflects the life of the Minahasa community. Through a musicalological approach to the analysis of musical elements and the analysis of the texts of the Ma'kaaruyen song, meaning is found that integrates with the values of the life of the Minahasa community. In the musical meaning it is known that Ma'kaaruyen has musical elements that form this song included in the category of melancholy singing, so that with lyrics or without lyrics this song is a melancholy song that is able to influence the soul. Ma'kaaruyen's extramusical meanings of the musical elements refer to the nature and character of traditional Minahasa community life, including: rhythm, melody, intervals, harmony, texture, and song form. The elements of music in Ma'kaaruyen are a reflection of the character and nature of traditional Minahasa society, which is associated with simplicity, calmness, gentleness, cooperation (mapalus), and mutual affection. Ma'kaaruyen's extramusical meaning from lyrics is that Ma'kaaruyen is a song that conveys religious messages, advice, affection, and expressions of heart (lamentations and regrets)