Ejournal Institut Agama Kristen Negeri Manado
Not a member yet
812 research outputs found
Sort by
KAJIAN TEOLOGIS PAROUSIA DAN IMPLIKASINYA BAGI JEMAAT KRISTEN MASA KINI
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara teologis salah satu doktrin akhir jaman yaitu ajaran Parousia atau kedatangan Yesus yang kedua. Dalam Perjanjian Lama dikatakan sebagai hari Tuhan atau kedatangan anak manusia. Di Perjanjian Baru lebih diperjelas mengenai kedatangan Yesus Kristus yang kedua, dalam kedatanganNya yang kedua, digambarkan dalam tiga bentuk penjelasan yaitu Apokalipsis yang merupakan hal-hal yang telah di nubuatkan oleh Alkitab, serta Epifani yang merujuk pada pernyataan akan kedatanganNya yang penuh kemuliaan, dan Parousia berarti kehadiran atau kedatanganNya kembali. Parousia merupakan bagian dari ajaran Eskatologi, mengenai kedatangan Yesus yang kedua, Ia akan membuka misteri dalam kedatanganNya yang pertama tentang kerajaan Allah, serta mengakhiri kedatanganNya yang pertama. Lewat kedatangan Yesus yang kedua, Ia akan menjadi raja dan hakim yang adil untuk memisahkan orang percaya dan durhaka, melalui ini Yesus akan mengakhiri penderitaan orang percaya lewat mengangkat umat pilihan untuk bersama-sama dalam kerajaan seribu tahun yang penuh kekekalan. Dengan penulisan artikel ini kiranya jemaat Kristen sebagai Gereja mampu mengembangkan paradigma atau kerangka berpikir yang tepat mengenai konsep kedatangan Yesus kedua atau Parousia dalam tinjauan Teologis Alkitabia
PENDAMPINGAN PASTORAL BAGI NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN TONDANO
Menjalani kehidupan sebagai narapidana tentu ada beban dan dampak tersendiri. Maka sudah pasti mereka membutuhkan bantuan serta perhatian dari orang lain. Pendampingan pastoral merupakan salah satu bentuk perhatian yang juga bagian dari pembinaan yang dapat diberikan bagi para narapidana, khususnya narapidana Kristen. Oleh sebab itu, artikel ini membahas tentang pendampingan pastoral yang optimal bagi narapidana Kristen di Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan teknik observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Adapun hasil dari penelitian ini bahwa pendampingan pastoral dengan mengadakan percakapan pastoral, merupakan bagian penting dalam membina narapidana. Karena melalui bentuk pendampingan seperti itu dapat membantu mereka mengatasi masalah-masalah yang dialami dalam diri mereka, serta dapat membangun kembali kepercayaan kepada Allah agar mereka mau terdorong memperbaharui diri supaya ke depannya menjadi manusia yang lebih baik lagi
Analisis Kesulitan Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Bahasa Inggris
This study intends to analyze student learning difficulties in English language courses. This case study was conducted at IAKN Manado, specifically 30 students in the first semester of the 2019/2020 school year from 3 different study programs. Researchers use a classic and individual approach to combine data, and analyzed with qualitative descriptive methods. The results showed that students' learning difficulties occurred due to feelings of compulsion in learning, poor mastery of learning concepts, being unable to remember lessons, and not having the opportunity to practice English. Referring to the findings, it is recommended that the teacher and institutions should facilitate and provide high motivation for the learning process of English
MAKNA KASIH DALAM KOMPOSISI “UNA LIMOSNA POR EL AMOR DE DIOS” KARYA AGUSIN BARRIOS MANGORE
Abstract
This research aims to describe the meaning of love in the composition "Una Limosnita Por El Amor de Dios" by Agustin Barrios Mangore. The method used in this research is a qualitative method with a qualitative descriptive approach. Based on the results of the analysis and interpretation of the data, an indication that the meaning of love from the composition "Una Limosnita Por El Amor de Dios" is reflected in the title and musical elements in the composition. The title of the song, which means "Charity for the Love of God" has the meaning of living in loving one another (Philia's love) to reflect God's love (Agape love). The elements that support the delivery of meaning in the composition of the song Una Limosnita Por El Amor de Dios are the use of minor scales and modulation to major notes, stepping melody intervals, tremolo ornaments throughout the song, intros which are accompaniment motifs along the song, there are along Picardy at the end of the repetition of the theme, the use of the plot is diminished before the major line at the end of the song, the dynamics that are played are based on the feelings of the player
PENGEMBANGAN KREATIVITAS MAHASISWA Se-SULAWESI UTARA DI MASA PANDEMI COVID 19 MELALUI KEGIATAN SEMARAK HARDIKNAS
Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah 1) membangun rasa nasionalisme, 2) mempererat rasa kekeluargaan PerguruanTinggi yang ada di Sulawesi Utara, 3) menemukan ide kreatif selama belajar dari rumah (Study From Home), dan 4) meningkatkan produktivitas IPTEKS (Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni). Metode yang digunakandalampengadianiniadalahsosialisasi; pendaftarandanpengirimankarya; penilaian dan pengumuman pemenang; serta pemberian hadiah. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa 1) mahasiswa memiliki jiwa nasionalisme, 2) mahasiswa dapat menemukan ide kreatif selama pandemic Covid-19, dan 3) mahasiswa dapat mengeksplorasi kemampuan dalam IPTEKS.
 
GEREJA RUMAH DI MASA PANDEMI COVID-19: MANAJEMEN RESIKO dan MITIGASI BENCANA NON ALAM
Gereja punya tanggung jawab dengan soal-soal hidup aktual, termasuk menghadapi pandemi Covid-19. Keterlibatan gereja demi kepentingan dunia dan manusia sebagai perwujudan iman orang Kristen. Dalam manajeman resiko dan mitigasi bencana non alam pandemi Covid-19, Gereja rumah menjadi bagian solusi yang diambil melalui kebijakan pemerintah dan gereja. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akan efektivitas penerapan Gereja rumah di masa pandemi Covid-19 di GMIM Pniel Watulambot Wilayah Tondano Lima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif literatur dan wawancara mendalam terhadap empat representatif anggota jemaat. Hasil dari penelitian ini yaitu gereja rumah telah menjadi bagian manajemen resiko dan mitigasi bencana non alam; telah membantu mengatasi persoalan sosial; telah membawa pertumbuhan iman dalam keluarga. Gereja rumah bukanlah sesuatu yang baru, sebab rumah dari dahulu telah menjadi Mezba pribadi antara Tuhan dan pribadi, kemudian secara alamiah diterima sebagai sarana pembentukkan iman. Pola beribadah melalui gereja rumah tetap akan menjadi identitas yang ingin terus diterapkan, karena sangat efektif menjadi tempat membangun relasi dengan Tuhan dan dengan anggota keluarga.
KEPUSTAKAAN
Ariono, David, GEREJA RUMAH Mengembalikan Gereja pada Jati Dirinya, Jakarta: Immanuel,2002.
Creswell, John W., Penelitian Kualitatif dan Desain Riset Memilih di antara Lima Pendekatan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.
Crosby, House of Disciples: Church, Economics & Justice in Matthew, Maryknoll: Orbis, 1988.
Darmawijaya, Jiwa Dan Semangat Perjanjian Baru, Yogyakarta: Kanisius, 1991.
Douglas, J.D. dkk, Ensiklopedi Alkitab Masa Kini (jilid I), Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 2002.
Dwiraharjo, Susanto “Konstruksi Teologis Gereja Digital: Sebuah Refleksi Biblis Ibadah Online di Masa Pandemi Covid-19”. Jurnal Epigraphe. Sekolah Tinggi Teologi Baptis, Jakarta. Vol. 4, 2020.
Eminyan, Maurice, Teologi Keluarga, Yogyakarta: Kanisius, 2001.
GKSBS, Sinode, “Kemandirian Gereja.” Diakses 29 Juni 2020, http://bukuputihsinodegksbs.blogspot.com/2008/04/bab-iii.html
Hidajat, Djeffry, “Gereja Di Rumah: Kontekstualisasi Fungsi-Fungsi Rumah Dalam Masa Perjanjian Baru Untuk Pekabaran Injil,” Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan. STT Cipanas, December 2018.
Judge, E.A., The Social Pattern of Christian Groups in the First Century, London: Tyndale, 1960.
Kieser, Bernhard , Moral Sosial, Yogyakarta:Kanisius, 1987.
Kittel, Gerhard, eds., Theological Dictionary of the New Testament. Vol. 5. Tr. Geoffrey W. Bromiley, Grand Rapids: Eerdmans, 1967.
Piper, John, Coronavirus and Christ, Wheaton: Crossway, a publishing ministry of Good News Publishers, 2020.
Rizky, Purnama Ayu, ed., “Gereja dan Corona: Tradisi Kristen Tangani Wabah Selama Ribuan Tahun.” Diakses 26 Juni 2020 dari https://www.matamatapolitik.com/gereja-dan-corona-tradisi-kristen-tangani-wabah-selama-ribuan-tahun-historical/
Rowley, H. H., Ibadah Israel Kuno, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.
Saputra, Eka Yudah, “WHO Tetapkan COVID-19 Sebagai Pandemi, Apa Maksudnya?.” Diakses 26 Juni 2020, dari https://dunia.tempo.co/read/1318511/who-tetapkan-covid-19-sebagai-pandemi-apa-maksudnya
Schnabel, Eckhard J., Early Christian Mission: Paul and the Early Church, Downers Grove: IVP, 2004.
Silitonga, Roedy, “Respon Gereja atas pandemik Coronavirus Disease 2019 dan Ibadah di Rumah”, Jurnal Manna Refflesia. Sekolah Tinggi Teologi Arastamar, Bengkulu. Vol. 6, 2020.
Sumartinigtyas, Holy Kartika Nurwigati, “Apa Itu New Normal? Presiden Jokowi Sebut Hidup Berdamai dengan Covid-19.” Diakses 26 Juni 2020 dari https://www.kompas.com/sains/read/2020/05/26/163200023/apa-itu-new-normal-presiden-jokowi-sebut-hidup-berdamai-dengan-covid-19?page=all
Susilo, Adityo dkk. “Coronavirus Disease 2019: Tinjauan Literatur Terkini Coronavirus Disease 2019: Review of Current Literatures.” Diakses 26 Juni 2020 dari https://www.researchgate.net/publication/340380088_Coronavirus_Disease_2019_Tinjauan_Literatur_Terkini
Wahono, S. Wismoady, Di Sini Ku Temukan, Jakata: BPK Gunung Mulia, 2001.
Widjaja, Holy Kartika Nurwigati dkk., “Menstimulasi Praktik Gereja Rumah di Tengah Pandemi Covid-19, Jurnal Kurios. STT REAL, Batam dan STT Pelita Bangsa, Jakarta. Vol. 6, 2020.
Yuliana, “Corona virus diseases (Covid-19), sebuah tinjauan literatur.” Jurnal Wellness and healthy Magazine. Fakultas kedokteran Universitas Lampung. Vol. 2, 2020.
Yurianto, Achmad dkk., PEDOMAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN CORONAVIRUS DISESASE (COVID-19). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2020
GAMBARAN COPING STRES PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK PENDERITA LEUKEMIA PASIEN RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS JAKARTA
ABSTRAK
Penyakit kanker merupakan penyakit yang ditakuti oleh kebanyakan orang, karena dapat menyerang siapa saja, kapan saja dan tidak mengenal usia, orang dewasa bahkan dapat menyerang anak-anak. Leukemia merupakan jenis kanker yang terbanyak menyerang anak-anak dan salah satu penyakit yang fatal karena dapat menyebabkan kematian. Tentunya setiap pasangan suami istri tentu mengharapkan memiliki anak yang sehat, namun apabila ternyata anak yang dimiliki menderita penyakit leukemia, hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dan bukanlah hal yang mudah bagi orang tua, terutama seorang Ibu. Ibu merasakan perasaan tidak berdaya selama masa kritis pada anak, hal ini cukup membuat orang tua terutama seorang Ibu mengalami frustasi. Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran coping stres pada Ibu yang memiliki anak penderita leukemia.
Oleh karena itu seorang ibu perlu memfokuskan usaha-usaha yang dimilikinya untuk mencoba mengatasi masalah atas situasi yang sedang dihadapi yang menimbulkan stres. Usaha-usaha ini dinamakan coping. Dalam coping ini merupakan usaha-usaha yang dilakukan berupa aktivitas kognitif dan tingkah laku untuk mengatasi stress yang dihadapi.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Dimana penelitian ini menggunakan tape recorder untuk memudahkan proses wawancara dibantu dengan pedoman wawancara dan observasi. Hasil wawancara kemudian dibuat dalam bentuk transkip wawancara untuk kemudian dianalisis dengan menggunakan pattern matching, analisis deskriptif, dan chart / rangkuman agar mempermudah mendapatkan kesimpulan.
Penelitian diawali dengan menghubungi pihak RS Kanker Dharmais untuk memperoleh responden sesuai dengan karakteristik subjek penelitian. Kemudian menjalin good raport dengan responden agar memudahkan saat wawancara. Data yang didapat dari hasil wawancara diubah dalam bentuk transkip wawancara, kemudian dinarasikan dalam bentuk paragraph tanpa mengubah isi dari wawancara.
Hasil penelitian menunjukkan sumber stress yang dihadapi dari ketiga subjek, yaitu permasalahan keuangan, permasalahan pengobatan yang lama dan efek samping yang ditimbulkan dari pengobatan. Seorang Ibu juga mengalami respon yang beragam akibat stress yang dihadapi, dimana seorang ibu mengalami penurunan kondisi kesehatan. Untuk mengatasi hal tersebut seorang Ibu melakukan berbagai bentuk strategi coping yang dimiliki. Hal ini didapatkan setelah menyamakan teori yang bersangkutan dengan hasil penelitian pada setiap subjek.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi coping yang dilakukan tidak dapat muncul secara otomatis tetapi terbentuk melalui suatu proses yang panjang. Reaksi terhadap stres bervariasai dari waktu ke waktu. Perbedaan ini sering disebabkan oleh faktor psikologis dan factor social sehingga berpengaruh terhadap strategi coping yang dilakukan oleh seorang Ibu.
 
PEMAKNAAN PANGGILAN KOSTOR DALAM PELAYANAN GEREJA
Dalam sejarahnya serta pandangan alkitabiah kostor merupakan petugas liturgi, atau pelayan misa, seperti lektor, pemazmur, protokol. Namun dalam perkembangannya, demi tanggungjawab dan pertimbangan efektifitas kerja di zaman kita kostor menjadi salah satu karyawan gereja. Kostor lebih sebagai karyawan khusus dalam gereja tidak lagi dipandang sebagai bagian dari pelayan khusus gereja yang juga mempunyai tugas dan fungsi yang sama yaitu dalam pemberitaan injil sebagaimana yang di tuliskan dalam alkitab.( dalam PL :Bilangan 3, dan PB : Yairus : Mar. 5:21-43 [khususnya ay. 22, 35 dan 38]; Luk. 8:40-56 [khususnya ay. 41 dan 49], Krispus : Kis. 18:8 (dalam perikop Kis. 18:1-17), Sostenes : Kis. 18:17 (juga dalam perikop Kis. 18:1-17)
Masalahnya, di lingkungan hidup bergereja banyak gereja di Indonesia hingga dewasa ini, termasuk GMIM dan GMIH, yang, di satu pihak, tetap memakai istilah “kostor” untuk petugas gereja tertentu tapi, di lain pihak, tidak secara konsekwen memberlakukan fungsi dan tanggung jawab seorang Kostor sesuai dengan makna yang sebenarnya dari “kostor” itu
MAKNA PENDIDIKAN NYANYIAN MASAMPER BAGI MASYARAKAT SANGIHE YANG BERADA DI TATELI MINAHASA
Abstract
This research is a study of the meaning of education found in the Masamper song, a traditional Sangihe song. The method used in this study is a qualitative method, which is a research method based on the philosophy of postpositivism. To interpret Masamper's song, this study uses the theory of discourse analysis which in the text analysis of a Masamper song uses 3 (three) aspects, namely; syntactic analysis, semantic analysis, and pragmatic analysis. Based on the data analysis, it can be stated that the Masamper song is a song that can be a means of communicating, conveying messages and advice through the song being sung, and the message delivered can be seen from the lyrics of the song to be sung. One meaning that can be conveyed is the meaning of education. The meaning of education that can be said in the meaning of Masamper's singing is inclined to the meaning of morality that can be implemented in the daily life of Sangihe people in Tateli
Peran Musik Gereja Dalam Proses Pemulihan Korban Narkoba Di Panti Rehabilitasi Bunga Bakung Parepei, Remboken
Starting with trial and error, many young people who fall into drug abuse. he solution to deal with this social problem arose with set up various drug rehabilitation institutions for recovering patients physically, psychologically and spiritually. One method that is usually used is the method of music therapy as practiced by the Narcissus Narcotics Rehabilitation Institution in Parepei, Remboken.This study uses a qualitative method - Case Study with data collection methods through observation, interviews, and documentation. The results of the study found that the role of church music in the process of recovering narcotics victims was urgently needed seeing that most victims were Christians.The type of music used in the recovery process covers various genres of music, but only part of it is used because it is adapted to conditioned the victim. The process of recovery of victims through music went well and produced good results as well where the music was very necessary in recovery which was also balanced with other processes