Ejournal Institut Agama Kristen Negeri Manado
Not a member yet
812 research outputs found
Sort by
Penerapan Aplikasi Synthesia dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Musik Tradisional Angklung pada Siswa Sekolah Dasar
Dalam bermain alat musik angklung dibutuhkan kerjasama tim agar harmonisasi sebuah lagu dapat tercipta. Sehingga dibutuhkan minat belajar musik, kercerdasan musikal dan daya ingat musikal untuk mewujudkan kerjasama tim. Namun media berlajar konvensional kurang meningkatkan ketiga kemampuan tersebut sehingga dibutuhkan media belajar yang lebih menarik dan inovatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat perbedaan media belajar konvensional dan media belajar berbasis aplikasi Synthesia dalam belajar angklung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan subjek penelitian siswa kelas 4 yang dibagi menjadi kelas kontrol (16 siswa) dan kelas eksperimen (16 siswa), pada pelajaran seni musik. Intrumen yang digunakan adalah rubrik penilaian yang telah divalidasi oleh dua orang ahli dalam bidang pendidikan musik. Nilai yang diperoleh diuji menggunakan Mann-Whitney. Hasil uji hipotesis tingkat daya ingat musik menunjukkan asymp. sig (2-tailed) sebesar 0,002 dan uji hipotesis tingkat kecerdasan musikal menunjukkan asymp.sig (2tailed) sebesar 0,001 serta uji hipotesis tingkat daya ingat musikal menunjukkan asymp. sig (2-tailed) sebesar 0,004. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari tingkat minat belajar musik, kecerdasan musikal dan daya ingat musikal antara kelas kontrol dan kelas ekperimen
Kolaborasi Peran Orang Tua dan Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Penguatan Karakter Kristiani pada Siswa di SMP Kristen Dumoga
This study aims to describe and analyze data about the collaborative role of parents and Christian Religious Education teachers in strengthening the Christian character of students at Dumoga Christian Junior High School, East Dumoga District; factors that hinder the collaboration of parents and PAK teachers in strengthening the Christian character of students at Christian Junior High School; efforts to strengthen the collaboration of parents and teachers to improve the Christian character of students at Dumoga Christian Junior High School. To achieve the research objectives, the researcher used a qualitative approach with an analytical descriptive method. Data collection, observation, interview, and documentation study techniques were used. Through this research it was found that there is a collaborative role of parents and PAK teachers in strengthening the Christian character of students but not maximally and still under development; inhibiting factors include communication that has not been maximized, lack of parental awareness, economic factors and also environmental factors; while the efforts made are through coaching, worship and meetings or meetings between teachers and parents. From the findings, it is recommended that teachers and parents should be able to work together for the realization of strengthen the Christian character of students
TANGGUNG JAWAB GEREJA TERHADAP PERSOALAN LINGKUNGAN DI JEMAAT GMIM SYALOM TUMINTING MELALUI STRATEGI PASTORAL KONSELING
This research aims to explore the role of the church in environmental conservation and identify pastoral strategies that can be implemented to enhance the awareness and participation of congregants in ecological responsibility. Through a case study at GMIM Syalom Tuminting Church, this study reveals the importance of developing church programs focused on environmental preservation and the necessity of involving all congregants in supporting and executing these programs. Active participation of congregants in environmental stewardship, both through church programs and personal initiatives, is identified as a key element in caring for creation as part of spiritual responsibility. The research also underscores the importance of ongoing research and educational activities to increase the understanding and awareness of congregants about the significance of environmental responsibility. The findings of this study are expected to serve as a reference for other churches in developing effective pastoral strategies for environmental conservation and inspiring congregants to engage in sustainable ecological efforts
PERAN LINTAS BUDAYA TERHADAP PENDAMPINGAN KONSELING DI ASRAMA PUTRI SEKOLAH TINGGI TEOLOGI EKUMENE JAKARTA
Every individual has a different way of thinking. This way of thinking covers all life that is influenced by the environment, one of which is culture. In carrying out counseling assistance, it is necessary for counselors or companions to do cross-cultural work to understand different ways of thinking for STT Ekumene Jakarta students, especially those who live in the Girls Dormitory. Because without understanding the way of thinking of each individual will trigger a conflict in the continuity of counseling assistance. This research was conducted to find out how big the role of cross-culturalism is in the success of counseling assistance at the STT Ekumene Girls Dormitory and what counseling techniques are used in cases like this
PASTORAL COUNSELING FOR SERVANTS OF GOD FAMILIES IN MANADO WHO EXPERIENCING EMOTIONAL DIVORCE
The family is an institution that cannot be separated from problems. The problems faced by the family can lead the family to an emotional divorce. This emotional divorce is a much more severe condition than a physical or legal divorce. This condition is even more severe if it occurs in a family of God’s servants, because they bear a double burden related to their status. For this reason, it is necessary to think about pastoral counselling for family who experience emotional divorce. This research was conducted using a qualitative method through a case study approach. It is hoped that the findings in this study can provide an understanding of family pastoral counselling for those who experience emotional divorce so that the impact of emotional divorce on family members can be minimized
Analisis Proses Latihan Brass Section Unit Kegiatan Mahasiswa Drum Corps Saraswati ISI Yogyakarta
Brass Section merupakan bagian penting dalam kelompok musik Marching band. Kelompok yang memainkan alat musik tiup tersebut tidak hanya mengandalkan pengetahuan penggunaan alat musik, akan tetapi juga membutuhkan keterampilan fisik dan pernafasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses dan efektivitas dari pelatihan Brass Section UKM Drum Corps Saraswati ISI Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan kualitatif dan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga pembagian tahapan dalam pelatihan yaitu latihan fisik, latihan dasar hingga latihan inhale dan exhale. Ketiga tahapan dalam pelatihan tersebut saling melengkapi antara kebutuhan kekuatan fisik dengan keterampilan bermain musik. Proses latihan menjadi bagian penting terutama pada pemain baru. Selain itu, penggunaan metode drill juga membantu pemain untuk menguasai materi dan keterampilan karena melakukan proses latihan mengenal nada-nada secara berulang. Sehingga, beberapa metode dan cara latihan yang digunakan oleh UKM Drum Corps Saraswati ISI Yogyakarta masih efektif karena sesuai dengan kebutuhan saat ini
Pengembangan Model Pembelajaran Melodi dan Iringan Piano Anak Berbasis Notasi Warna.
Pembelajaran piano iringan anak usia operasional konkret (7 – 11 tahun) memiliki tantangan pada pola pikirnya yang belum bisa berpikir abstrak, melainkan konkret. Pembelajaran yang bersifat abstrak membutuhkan suatu model pembelajaran yang dapat menambah peran siswa dan menerjemahkan bahasa secara lebih konkret. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengembangkan model pembelajaran melodi dan iringan piano anak berbasis notasi warna pada anak usia operasional konkret. Penelitian ini menggunakan metode DBR (Design Based Research) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Awal penelitian, peneliti mewawancarai tiga guru piano untuk mencari masalah yang umum terjadi pada anak usia operasional konkret. Dari hasil wawancara, peneliti memutuskan untuk membuat rancangan model pembelajaran berbasis notasi warna dalam mengatasi masalah pengenalan melodi dan iringan broken chord. Rancangan tersebut diterapkan pada dua siswa usia operasional konkret sebanyak lima pertemuan. Evaluasi rancangan dilakukan pada tiap pertemuan untuk mendapatkan model yang lebih baik. Hasilnya, model pembelajaran berbasis notasi warna dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkenalkan pola iringan broken chord pada anak usia operasional konkret. Aktivitas tambahan seperti mewarnai dan pemilihan warna oleh siswa juga menambah dominasi siswa dalam proses pembelajaran
Peranan Roh Kudus Sebagai Agen Misi Allah Dalam Injil Sinoptik Dan Kisah Para Rasul: Peranan Roh Kudus Sebagai Agen Misi Allah Dalam Injil Sinoptik Dan Kisah Para Rasul
Jurnal ini menggali peran penting Roh Kudus dalam Teologi Perjanjian Baru, dengan fokus khusus pada Injil Sinoptik dan Kisah Para Rasul. Roh Kudus diidentifikasi sebagai Agen Misi Allah yang kedua, sebuah dimensi yang mendalam dan bermakna dalam naratif keagamaan. Analisis teologis mendalam menjelajahi bagaimana Roh Kudus memperkuat misi ilahi melalui pengaruhnya dalam tulisan-tulisan Injil dan Kisah Para Rasul. Injil Sinoptik, yaitu Matius, Markus, dan Lukas, secara kolektif diulas untuk mengidentifikasi pola dan tema yang berkaitan dengan peran Roh Kudus. Penelitian ini memperlihatkan bagaimana setiap Injil menggambarkan manifestasi Roh Kudus dalam pengajaran, mujizat, dan peristiwa-peristiwa kunci dalam pelayanan Yesus Kristus. Selanjutnya, keterkaitan antara Injil Sinoptik dan Kisah Para Rasul dianalisis untuk menyoroti kelanjutan peran Roh Kudus dalam awal gereja. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana teologi Perjanjian Baru memberikan penekanan pada peran penting Roh Kudus dalam melanjutkan misi Allah. Implikasi praktis dari temuan ini dapat diterapkan dalam konteks kehidupan gereja modern, memberikan pandangan yang lebih kaya terkait dengan pekerjaan Roh Kudus dalam membimbing, memberdayakan, dan mengilhami umat Allah. Jurnal ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman teologis Roh Kudus dalam konteks Perjanjian Baru, membuka pintu untuk penelitian lebih lanjut dan refleksi dalam teologi Kristen kontemporer
PERAN GEREJA UNTUK MENJAGA ETIKA DALAM MENGGUNAKAN APLIKASI TIKTOK: PERAN GEREJA UNTUK MENJAGA ETIKA DALAM MENGGUNAKAN APLIKASI TIKTOK
Aplikasi TikTok kini menjadi platform media sosial paling populer di kalangangenerasi muda. Sayangnya, di balikpopularitasnya, penggunaan TikTok berpotensi menimbulkan sejumlah masalahetika dan bahkan berdampak buruk bagipenggunanya. Oleh karena itu, diperlukanpanduan etis agar TikTok tetap digunakansecara bertanggung jawab dan selarasdengan nilai-nilai moral yang dianutmasyarakat. Tujuan penelitian ini adalahmenjelaskan peran Gereja sebagai institusimoral dan spiritual dalam menjaga etikapenggunaan aplikasi TikTok sertamemberikan panduan konkret agar TikTok tetap digunakan sesuai nilai-nilai moral Kristiani. Metode penelitian yang dipakaiadalah kualitatif dengan pendekatan studipustaka dan analisis isi. Berdasarkantelaah pustaka, penelitian ini menemukanbahwa Gereja memiliki tanggung jawabpenting untuk membimbing umat, terutamagenerasi muda yang rentan, agar bijakmenggunakan TikTok dan terhindar daridampak negatifnya. Gereja juga wajibmenyediakan pendidikan etika Kristen yang komprehensif bekerja sama dengansekolah dan orang tua gunamemperlengkapi generasi mudamenghadapi tantangan digital. Selain itu, Gereja perlu memberikan panduan praktisagar umat memanfaatkan TikTok untuktujuan positif sekaligus waspada terhadapkonten berbahaya, demi menjagakeselarasan dengan nilai-nilai moral Kristiani di tengah derasnya arusglobalisasi digital.
Kata kunci : TikTok, etika, Gereja, nilaimoral Kristiani.
 
Kajian Pertunjukkan Lagu “Gemu Fa Mire” Pada Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN 2023
Tulisan kali ini akan membahas mengenai pertunjukan lagu Gemu Fa Mi Re pada KTT Asean 2023. Pengemasan lagu Gemu Fa Mi Re dengan gaya yang lebih modern mengakibatkan mood dan suasana dari lagu ini juga berubah drastis. Oleh karena itu, penulis akan mengkaji penyajian pertunjukan lagu ini pada KTT Asean 2023 agar dapat mengetahui bagaimana para musisi dapat mengemas lagu ini dengan mempertahankan esensi asli dari lagu ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penyajian pertunjukan lagu daerah Gemu Fa Mi Re pada KTT Asean 2023 dan apakah pertunjukan lagu daerah Gemu Fa Mi Re pada KTT Asean 2023 sudah memenuhi aspek-aspek seni pertunjukan untuk dapat menginterpretasi lagu tersebut dengan baik. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif-deskriptif, dengan landasan teori yang memakai definisi kajian, lagu daerah dan teori-teori mengenai pertunjukan musik (musical performance). Lagu Gemu Fa Mire pada dasarnya sudah melekat dengan stigma kegembiraan dan musik tarian yang enerjik. Penampilan lagu ini di KTT ASEAN 2023 dengan aransemen megah yang jauh berbeda dengan versi aslinya tidak menghilangkan esensi kegembiran dari lagu ini. Dalam pertunjukan lagu ini, para penampil berhasil membawakannya dengan apik, yang terbukti dari terpenuhinya seluruh aspek pertunjukan musik oleh Johan Patrick Thomas di penampilan ini