Ejournal Institut Agama Kristen Negeri Manado
Not a member yet
812 research outputs found
Sort by
Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Pengelolaan Pelayanan Musik Pada IFGF Praise Manado
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter dalam pengelolaan pelayanan musik pada IFGF Praise Manado. Metode yang digunakan adalah metode Kualitatif dengan pendekatan Studi Kasus.
Konsep dasar pengelolaan pelayanan musik ini menggunakan teori manajemen George R. Terry yaitu ; perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Palam pelaksanaannya, pengelolaan pelayanan musik di IFGF Praise mengadopsi konsep-konsep manajemen pertunjukan yang dikemukakan oleh Jazuli dalam Majanemen Seni Pertunjukan. Konsep-konsep tersebut adalah sistem pelembagaan, program, tata kerja, siste, pembiayaan, pemasaran, dan tata penyelenggaraan program kegiatan.
Dari hasil observasi dan pengumpulan data melalui wawancara dengan beberapa narasumber di IFGF Praise Manado dapat disimpulkan bahwa adanya relevansi konsep pengelolaan pelayanan musik menggunakan teori manajemen dan konsep-konsep dalam manajemen pertunjukan. Keberhasilan pelayanan tim IFGF Praise Manado merupakan hasil dari sinergi antara tim IFGF Praise dan tim The Box pada kegiatan yang dinamakan dengan Supersunday Servicedi IFGF Manado.
Adanya pengelolaan yang baik, terstruktur dan terarah maka berdampak pada munculnya nilai-nilai pendidikan karakter pada anggota tim IFGF Praise dan tim The Box IFGF Manado. Nilai-nilai pendidikan karakter yang dimaksud adalah antara lain : Pendidikan Karakter Kepemimpinan, Pendidikan Karakter Spiritualitas, dan Pendidikan Karakter Peduli Sosial
Praktik Kekuasaan pada lagu “Tersiksa lagi” Karya Christ Kayhatu, George Lewakabessy
Penelitian ini menganaliisis karya lagu Christ Kayhatu dan George Lewakabessy yang berjudul “Tersiksa Lagi” pada album “Nada dan Apresiasi” yang merupakan debut album pertama Utha Likumahuwa pada tahun 1970-an. Karya lagu ini sangat persis dengan karya yang diciptakan oleh ramsey Lewis seorang pemain Piano dan Komponis yang berasal dari Amerika. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana melalui teori hegemoni Anthony Gramsci, teori ideologi interpelasi Louis Althusser dan teori Mitos Roland Barthes
PERSEPSI JEAN CHARLIER DE GERSON DAN TUHAN YESUS KRISTUS MENGENAI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) ANAK
Penelitian ini bertujuan untuk menggali informasi mengenai persepsi Jean Charlier De Gerson dan Tuhan Yesus Kristus mengenai pelayanan anak dan bagaimana informasi tersebut berguna untuk membangun teori dan praktik Pendidikan Agama Kristen (PAK) bagi Anak di masa kini dan mendatang. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, maka peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Melalui pengumpulan data terhadap sumber data primer dan sekunder ditemukan bahwa terdapat kesesuaian persepsi antara Jean C. D. Gerson dan Tuhan Yesus Kristus mengenai pelayanan anak. Bagi tokoh Pendidikan Agama Kristen (PAK) tersebut dan Tuhan Yesus Kristus, anak dan orang dewasa memiliki kedudukan dan nilai yang sama dalam pelayanan. Memfokuskan diri bagi pelayanan anak / Pendidikan Agama Kristen (PAK) Anak tidak merendahkan martabat seorang guru atau teolog. Sejatinya, pelayanan kepada anak adalah pelayanan Kristen yang tertinggi. Mendidik anak adalah kesempatan emas untuk memperoleh generasi unggul di masa mendatang
Kajian tentang Doktrin Alkitab dari Perspektif Teologi Injili
Based on the study and understanding that the Bible is the Word of God which is the basis of faith for every believer to be able to provide a transformative value of life to glorify Christ in church life, this article is intended to describe and formulate dogmatically the doctrine of the Bible from evangelical theology perspective. The research results obtained through the literature study approach that the Bible is the Word of God inspired by the Holy Spirit which also inspired the biblical writers to preach the News about the Kingdom of God for every believer. In addition, the Bible is also used as a benchmark for preaching the Word of God in the life of the church community. The implication for the reformatory church is that the church must return to the Bible as the reformers thought in accordance with the Sola Scriptura motto
Peran Komunikasi Musikal Pemimpin Pujian Dalam Ibadah Raya Minggu Gereja Bethany Wanea Plaza Manado : Studi Kasus pada Masa Pandemi Covid-19
Peranan worship leader dalam sebuah ibadah adalah memimpin dan mengarahkan umat Allah dalam beribadah. Tidak hanya memimpin dan mengarahkan, tugas worship leader juga sebagai memberi motivasi dan dorongan kepada jemaat agar senantiasa memuji dan menyembah Allah. Pada saat ibadah berlangsung, worship leader berperan untuk membuat suasana yang baik agar jemaat dapat mengekspresikan pujian dan penyembahanya dengan sepenuh hati tanpa adanya tekanan dan gangguan dari pihak luar. Wabah virus Covid-19 yang marak saat ini, memiliki peengaruh terhadap musikalitas serta psikologis worship leader dalam membawakan pujian dan penyembahan. Selama kurang lebih empat bulan worship leader di Gereja Bethany Wanea Plaza Manado diwajibkan untuk tetap memberikan motivasi kepada jemaat secara online. Lagu-lagu yang dipilih pun bermakna penyerahan diri serta penganggungan kepada Tuhan menjadi interpretasi dari apa yang sedang dialami saat ini. Peran komunikasi musikal sangatlah penting dalam menunjang proses peribadatan terutama dalam memasuki new normal, para pemimpin pujian memiliki strategi tersendiri dalam mengemas setiap lagu dibantu oleh tim musik pujian agar di sisi lain jemaat diharapkan dapat merasakan satu frekuensi terhadap ibadah yang akan dijalani
Hubungan Antara Kemampuan Bermain Musik Dengan Kecepatan Penyelesaian Soal Matematika Sederhana
Musik merupakan salah satu bentuk matematika. Musik sendiri merupakan suatu hasil dari getaran sebuah benda. Getaran tersebut kemudian Diterima oleh telinga diteruskan melalui mekanisme yang kompleks hingga dipersepsikan oleh otak dalam bentuk Nada dan kompleksitas persepsi yang lainnya. Proses komputasi ini berlangsung sangat cepat ini terjadi secara tidak sadar. composer Para komposer dunia sejak zaman dulu telah menggunakan matematika dalam rancang lagunya Hal ini dapat dibuktikan dalam beberapa jenis tuning dan komposisi musik barat. Matematika sebagai sebuah pelajaran wajib di kelas sekolah dasar dan lanjutan merupakan sebuah mata pelajaran penting yang seringkali dikaitkan dengan kecerdasan musik. Sekelompok orang yang diambil secara Random purposive sampling Dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok musisi dan kelompok dan musisi.Hasil penelitian ditemukan 21 orang Responden yang ikut dalam penelitian ini. waktu yang di perlukan oleh kelompok musisi lebih sedikit yaitu rata -rata 7,99 detik (SD 1,79678) dibanding kelompok non musisi dengan rata – rata 9,936 (SD 2,07559) Dan terdapat perbedaan bermakna antara waktu pengerjaan tes kelompok musisi dan kelompok non musisi
UPAYA PEWARISAN NILAI-NILAI BUDAYA MASAALI DALAM PENDIDIKAN KELUARGA DI DESA LANSOT KECAMATAN TARERAN
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan nilai-nilai budaya masaali yang dipraktekkan di desa Lansot dan (2) menjelaskan upaya pewarisan nilai-nilai budaya masaali dalam pendidikan keluarga di desa Lansot. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Budaya masaali di desa Lansot terwujud dalam tindakan menjaga orangtua dengan penuh perhatian dan kasih, tindakan menjaga dan merawat saudara yang sakit, tindakan menjaga dan merawat istri ketika baru selesai bersalin. Dalam masyarakat, budaya masaali terlihat dari perwujudan saling membantu dan menolong dengan dasar kasih dan kemanusiaan, yaitu kegiatan saling membantu dan menolong dalam kegiatan sosial-duka dalam masyarakat, saling membantu keluarga yang berduka, yang mengalami sakit atau musibah. Upaya untuk mempertahankan dan mewariskan budaya masaali perlu dilakukan pertama-tama dalam keluarga sebagai tempat pendidikan pertama bagi anak-anak. Upaya pewarisan budaya masaali ini menjadi tugas dan tanggungjawab gereja dan pemerintah
TENUN TIMOR MEMBERDAYAKAN PEREMPUAN TOLFE’U SEBAGAI KONSELING IMAJINATIF
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemaknaan dan asal-usul tenun Timor dari perspektif konseling multikultural, kedua mengkaji proses tenun Timor dari perspektif konseling feminis, kemudian yang ketiga mengembangkan proses menenun sebagai konseling imajinatif bagi perempuan Tolfe’u. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis, dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Dalam teknik wawancara yang menjadi menjadi informan kunci adalah Kepala kelompok Tolfe’u dan para penenun Tolfe’u. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori imajinatif, konseling multikultural, dan konseling feminis. Dari hasil kajian asal-usul, pemaknaan dan proses ditemukan landasan filosofis dan nilai-nilai spiritual tenun Timor seperti gotong royong, dedikasi, perjuangan, ekologi, dan hidup yang menghidupkan. Artinya bahwa tenun yang dilakukan oleh perempuan Tolfe’u tidak sampai pada melestarikan budaya Timor saja namun sebagai bagian dari self healing dalam menyembuhkan luka-luka batin yang menjadi bagian dari konseling. Dari nilai spiritual tersebut yang pada proses tenun Timor selanjutnya akan digunakan sebagai pendekatan konseling imajinatif. Hasi
MEMAHAMI CINTA DARI NARASI KHALIL GIBRAN, “MARIA MAGDALENA: SAAT PERTAMA BERJUMPA DENGAN YESUS”
“Mary Magdalen: On Meeting Jesus for the First Time” is one of KhalilGibran's wonderful narratives inspired directly by the stories of Jesus’ life.Gibran's keen imagination allows him to enter the worldview of charactersnarrated by the Gospels, from the new perspective that is rarely imagined.This imagination plays an important role in the way Gibran expresses hisunique ideas about life, both through poetry and narrative. Therefore, thisarticle aims to analyze from the art, spirituality, and theologicalperspectives, the way Gibran 'brings to life' Mary Magdalene’s characterwho 'tells' the story of her encounter with Jesus. Through this narrative,Gibran communicates one important theme of the Gospel, that is love, fromthe point of view of a woman who has met Jesus
Pelaksanaan Pembelajaran Daring dan Luring Pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) DI TK B Sekolah Kristen Permata Hati Manado
Perubahan pembelajaran terjadi diakibatkan COVID-19 yang memberi dampak dalam bidang pendidikan, tidak terkecuali Pendidikan Anak Usia Dini. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran daring dan luring di TK B Sekolah Kristen Permata Hati Manado. Penilitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskrptif. Dengan prosedur penelitian observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa perubahan dalam proses pembelajaran terjadi karena adanya dasar Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 dan Keputusan Bersa Menteri. Pembelajaran dilaksanakan secara daring tiga kali dalam satu minggu dan luring dua kali dalam satu minggu. Waktu pelaksanaan pembelajaran adalah 1 jam atau 60 menit. Metode dan media dalam pembelajaran daring dan luring terbatas karena disesuaikan dengan waktu yang telah ditetapkan. Ada kendala-kendala yang ditemui dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Namun ada upaya yang dilakukan, yaitu dengan kerja sama bersama orang tua siswa