Ejournal Institut Agama Kristen Negeri Manado
Not a member yet
812 research outputs found
Sort by
“SANIRI NEGERI: KEARIFAN LOKAL PEMERSATU KONFLIK ANTAR AGAMA DI TAWIRI-LAHA, AMBON”
Kearifan lokal yaitu usaha manusia dengan menggunakan akal budi (kognisi) untuk bertindak dan bersikap terhadap sesuatu, objek, atau peristiwa yang terjadi dalam ruang tertentu, dan dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam menggunakan akal pikirannya dalam bertindak atau bersikap sebagai hasil penilaian terhadap sesuatu, obyek, atau peristiwa yang terjadi sehingga seringkali diartikan sebagai kearifan atau kebijaksanaan. Saniri Negeri adalah salah satu dari kearifan lokal yang dimiliki oleh orang Maluku. Salah satu fungsinya adalah menjembatani konflik yang terjadi dalam masyarakat Maluku.
 
Hubungan Antara Konflik Peran Ganda Dengan Motivasi Kerja Pada Wanita Pekerja
Konflik peran ganda yang dialami para wanita pekerja ini bisa mempengaruhi motivasi kerja kepada para wanita pekerja ini. Situasi ini yang harus membuat para wanita pekerja harus memilih mana yang lebih diutamakan rumah tangga atau pekerjannya. Jadi konflik peran ganda tersebut bisa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja pada wanita pekerja tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara konflik peran ganda dengan motivasi kerja. Partisipan adalah wanita pekerja PT. Virtue Dragon Nickel Industry, Jakarta dengan jumlah 40 orang. Pengumpulan data menggunakan Skala Work Family-Conflict Questionnare (WFCQ) yang terdiri dari 32 butir dan skala motivasi kerja yang terdiri dari 25 butir, dan keduanya telah memenuhi syarat reliabilitas yang baik. Analisis data menggunakan teknik korelasi dari Pearson. Hasil penelitian ini menunjukan koefisien korelasi sebesar -0,634 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), artinya ada hubungan negatif yang signifikan antara konflik peran ganda dengan motivasi kerja pada wanita pekerja PT. Virtue Dragon Nickel Industry, Jakarta. Melalui penelitian ini diharapkan dapat membantu perusahaan dalam upaya meningkatkan motivasi kerja pada wanita pekerja ini, salah satunya yaitu dengan melakukan pelatihan peningkatan motivasi karyawan
Pendidikan Agama Kristen Bagi Anak Sekolah Minggu Di Era Digital (Penggunaan Media Pembelajaran Superbook Bagi Anak Usia 6-12 Tahun)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Superbook. (2) Faktor-faktor yang menghambat Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Superbook. (3) Upaya yang dilakukan Komisi Pelayanan Anak untuk mengatasi hambatan Penggunaan Media Pembelajaran Superbook bagi Anak Sekolah Minggu GMIM Bukit Sion dan Tesalonika Mapanget. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metdoe deskriptif yang dilakukan di Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Bukit Sion dan Tesalonika Mapanget. Data yang dikumpulkan melalu observasi partisipatif, wawancara , studi dokumen. Analisis dan interpretasi data menunjukkan bahwa (1) Efektivitas penggunaan media pembelajaran Superbook sudah berjalan dengan baik. Di dalam Superbook mengandung nilai-nilai kristiani yang cocok dengan karakteristik anak zaman sekarang. Sangat sesuai dengan kebutuhan anak dan memberikan pemahaman mengenai perilaku yang baik dan buruk. (2) Faktor-faktor penghambat penggunaan media pembelajaran ialah peran penyelenggara PAK dalam hal ini pendeta, guru agama, guru sekolah minggu dan orangtua tentang penggunaan Gadget bagi anak usia 6-12 tahun. (3) Upaya yang dilakukan gereja dalam mengatasi hambatan tersebut ialah memfasilitasi alat-alat penunjang berupa laptop/TV, DVD/LCD Proyektor dan Sound System dan Guru Sekolah Minggu giat mengikuti pelatihan Superbook
REPRESENTASI BULLYING PADA DRAMA KOREA “THE GLORY” DENGAN MAKNA HIDUP DALAM KASIH BERDASARKAN ROMA 12:9-21
Film is a medium that is widely used for education, information and entertainment media. This bullying phenomenon is often raised into Korean dramas and has become daily consumption for the global community. One of the Korean dramas that raises the phenomenon of bullying in the school environment with a fairly high rating is the Korean drama entitled The Glory. If examined from Christian Theology, the main point is love. The duty of believers is to convey love to people who have not done love as the Lord Jesus did. Problems to love can arise from not understanding love, understanding but not doing it or starting to degrade the meaning of love in believers. The author uses qualitative research methods with a literary and historical-critical approach. The purpose of this writing is to try to remind again about the warmth of love for believers so that violence such as bullying and revenge are not carried out by Christians who believe in Christ
PENDIDIKAN DAN PELAYANAN PAULUS DALAM PERJANJIAN BARU DAN IMPLIKASINYA BAGI GEREJA MASA KINI
The article with the title Biographical Study of Paul's Education, Paul's teaching and education of the Churches and its reflections for the life of the church aims to find educational relationships that are biographically recorded through both primary and secondary historical sources with the teaching and upbringing given by Paul to several churches. Later in this article, the research method and approach are presented. The method used and the approach and type of research is a qualitative method of biographical approach with a type of literature study research based on the rules of interpretation of Historical-Critical Hermeneutics. Through the writing of this article, the author wants to connect the story of Paul's education, which in this case concerns service to the churches and is reflected in the situation of the church today. Whether the life of a church that has quality and education that has the right doctrine remains its state as long as the church stands and the church serves does not have to have a background as a theologian. Spiritual values that can be found in this writing are spiritual, immanent, and religious values
Sansiotte Sampate-pate Sebagai Suatu Refleksi Teologi Kontekstual Dalam Misi Gereja
Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana peran dan fungsi gereja dalam hubungannya dengan kebudayaan suatu daerah, secara khusus kebudayaan sansiotte sampate-pate, untuk dijadikan sebagai suatu refleksi teologi kontekstual. Tulisan ini menggunakan pendekatan kebudayaan khususnya sansiote sampate-pate yang mempunyai peran, nilai-nilai dan relevansi nilai dari budaya sansiotte sampate-pate dalam kehidupan gereja. Gereja dalam misi pelayanannya harus mampu berbuat sesuatu dalam tugas misinya untuk melestarikan dan mengoperasionalkan nilai budaya sansiotte sampate-pate, agar dipakai sebagai sarana misi pemberitaan Injil untuk terciptanya teologi yang kontekstual
PERSPEKTIF IMAN KRISTEN TERHADAP PEMBERIAN MAHAR SUKU DAYAK BERUSU, KECAMATAN MALINAU BARAT, KABUPATEN MALINAU, KALIMANTAN UTARA
Kedudukan mahar (jujuran) dalam kebudayaan Dayak Bulusu adalah sebagai syarat sah perkawinan. Namun demikian, Alkitab maupun hukum positif Indonesia tidak menentukan jenis, bentuk, dan jumlah mahar. Karena setiap orang berbeda-beda tingkat kekayaan dan kemiskinannya. Dalam sistem perkawinan adat Dayak Bulusu, secara faktual terdapat tata cara sendiri dan unik dalam menentukan bentuk dan jumlah mahar. Pertanyaan pokok dalam masalah ini adalah: Pertama, bagaimana praktek mahar (jujuran) perkawinan adat dayak Bulusu? Kedua, bagaimana sikap gereja menyikapi budaya adat dayak bulusu, ketiga, apakah jujuran menunjukkan prestise dalam masyarakat? Keempat, sampai di manakah kedudukan mahar dalam adat istiadat dayak Bulusu?
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Mengambil lokasi penelitian di Desa Sesua, kabupaten Malinau, Kalimantan Utara dengan pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah beberapa tokoh masyarakat dan beberapa tokoh adat, dan pihak-pihak yang ada kaitan dengan penetapan mahar yang Penulis anggap perlu dan juga wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahar (jujuran) adat adalah sebuah inti kebudayaan, di mana sesuatu yang sulit berubah. Hal ini dibuktikan dengan tidak bisanya digantikan tempayan jana bumbung dengan benda lainnya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tempayan menuntut kesiapan lahir batin dan kesepadanan bukan menunjukkan strata sosial dalam bermasyarakat
Pemerkosaan Keadilan Menurut Kajian Hermeneutik Amos 5:7-13
This article was written with the intention of understanding the rape of justice that took place in the nation of Northern Israel and how brave Amos was in opposing it. Amos, who witnessed the injustice that was happening there, dared to oppose it and did not close his eyes when he saw the poor being oppressed and treated unfairly. The researcher uses a qualitative method and reviews Amos 5:7-13 with a hermeneutic study to get the message from the text. So from the results of this hermeneutic work, the researcher found that Amos was very brave in opposing injustice even though he was not a professional prophet. He used very strong words in condemning the unjust behavior of the rich, the elders, and the judges. They are supposed to uphold justice, but instead do injustice because they accept bribes from the rich. therefore the poor no longer get protection from those who should protect them from injustice. So, it can be concluded that Amos 5:7-13 wants to criticize the behavior of humans who do injustice to the weak and to those who are seeing injustice happening, but do not dare to oppose it
IMPLEMENTASI PAK DALAM MENGATASI PERILAKU SISWA “BROKEN HOME” DI SMP NEGERI 2 MANADO
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran penerapan Pendidikan secara khusus Pendidikan Agama Kristen bagi siswa yang mengalami broken home. Gambaran penerapan Pendidikan ini dikalimatkan dengan istilah Implementasi yang bertujuan untuk menentukkan model Pengajaran Pendidikan Agama yang sesuai dengan konteks siswa SMP Negeri 2 Manado. Dengan mengunakan kajian teori PAK Thomas Groome: Sharing Faith. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif memudahkan untuk memberikan gambaran tentang apa dan bagaimana Guru Pendidikan Agama Kristen yang adalah pengajar menyikapi persoalan anak yang broken home dalam sisi sebagai seorang guru di sekolah yang bagi semua orang guru adalah orang tua siswa di sekolah
Diskursus Mengenai Prinsip, Pendekatan dan Metode Pembelajaran dalam Pendidikan Anak Usia Dini
Studi ini merupakan Diskursus mengenai Prinsip, Pendekatan Dan Metode-metode Pembelajaran Yang Relevan Kepada Anak Usia Dini. Adapun kategori anak usia dini adalah masa usia emas (golden age) untuk menanamkan nilai-nilai rohani dan pembentukan karakter serta memperkenalkan mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dengan sederhana. Studi ini dilakukan dengan metode deskriptif melalui penelitian literatur yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini dengan menelaah prinsip, pendekatan proses pembelajaran dan metode-metode pembelajaran terhadap anak usia dini. Hasil studi memperlihatkan adanya dua pendekatan proses pembelajaran yakni dari golongan interaksionisme dan kategorial yang masing-masing berorientasi kepada anak sebagai subyek pendidikan serta bermacam-macam metode pembelajaran yang menekankan peran anak untuk memahami, menangkap dan mengetahui apa yang hendak diajarkan oleh guru kepada mereka. Karena itu, satuan pendidikan PAUD dapat menggunakan integrasi atau kombinasi antara pendekatan dari golongan interaksionisme dan kategorial. Demikian pula, satuan PAUD dapat menggunakan beragam metode yang relevan dengan memberikan penekanan bahwa anak-anak usia dini sebagai subyek pendidikan yang perlu diberikan rangsangan untuk menolong mereka bertumbuh dengan utuh (holistic/comprehensive approach) baik rohani, karakter, pengetahuan dan keterampilan