Ejournal Institut Agama Kristen Negeri Manado
Not a member yet
812 research outputs found
Sort by
Motivasi Belajar Siswa SD di Kota Bitung dalam Pembelajaran Daring di Tengah Pandemi Covid 19
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan motivasi belajar siswa SD di kota Bitung, serta faktor-faktor yang mempengaruhi dan upaya perbaikan. Itu adalah studi kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposive homogen. Informan harus telah memenuhi persyaratan berikut; seorang guru atau siswa yang tinggal di Bitung, menguasai internet dan akrab dengan perangkat yang digunakan dan memiliki jaringan internet yang baik. Terungkap bahwa motivasi siswa untuk belajar rendah karena lemahnya kinerja guru dalam hal ini karena tidak kreatif, tidak sabar dan tidak mendukung. Untuk membantu guru mengatasi masalah ini, ada enam strategi yang harus diterapkan untuk meningkatkan motivasi siswa, yaitu, mengajar siswa bagaimana membuat keputusan, menuntun mereka untuk menikmati proses pembelajaran, mengembangkan efikasi diri siswa, membimbing mereka untuk menjauh dari penundaan, membantu siswa untuk mengatasi sifat perfeksionis mereka, dan untuk mendekatkan siswa yang tidak tertarik dan terasing
LELAKI PENENUN: MENJALANKAN ATAU MENYALAHI KODRAT ALLAH? (SEBUAH REKONSTRUKSISOSIAL BUDAYA TENTANG GENDER)
Di Indonesia, di mana mayoritas masyarakatnya berbudaya patriarki, permasalahan gender sering menjadi bias dan terjadi pengotak-kotakan. Di dalam masyarakat tradisional keyakinan seperti ini merasuk sampai ke permasalahan profesi. Ada profesi yang diperbolehkan dan ada yang terlarang bagi gender tertentu. Salah satunya, pekerjaan menenun yang oleh suku dan budaya tertentu dipercaya sebagai pekerjaan privat perempuan, dan merupakan pantangan yang besar bagi lelaki. Pertanyaan penting yang mengemuka adalah mungkinkah di kemudian hari lakilaki berprofesi sebagai penenun dengan bebas, tanpa tekanan, dan tidak dikenakan sanksi sosial? Untuk merekonstruksi paradigma sosial budaya yang seperti itu, penulis mengusulkan pendekatan teologis, spiritualitas, dan seksualitas. Asumsinya adalah bahwa dalam pendekatan-pendekatan tersebut ada hal atau paradigma yang baru sebagai suatu terobosan terhadap stigmasasi gender. Untuk itu, artikel yang dibuat dengan metode kajian pustaka kualitatif ini, bertujuan agar para pembaca dapat memiliki wawasan tentang kemungkinan lelaki penenun (dan pekerjaan lain yang terbagi berdasarkan stigma sosial budaya) melakukan pekerjaan tersebut dengan bebas dan ekspresif. Di akhir artikel terdapat rekomendasi-rekomendasi konseptual yang dapat menggerakan baik lelaki maupun wanita dapat melakukan pekerjaan yang melampaui batas-batas stigma sosial budaya yang ada
Empowering Leadership According to 1 Samuel 22:1-5 and its Relevenation to Today's Leaders
The leadership crisis is felt based on a lack of trust in leaders. Based on this, leadership contributions from the Scriptures need to be contributed—the Meaning of Davids Leadership in the Old Testament. The purpose of this paper is to describe the meaning of Davids leadership, according to the Old Testament textually. The method used is qualitative, using the study of literature that is the Bible and reference books. The results of the study are that Davids Leadership is an example and role model for everyone because it leads people to believe in God so that their goals are achieved. The meaning of Davids leadership in the old covenant is: first, leadership that pleases God and knowing Gods will. Second, Davids Unchanging Leadership. Third, Attitudes towards God: wholeheartedly cling to Him. Fourth, leaders who can be accountable for all decisions.
 
Kesulitan Belajar Spesifik pada Anak SD
Sampai saat ini belajar masih menjadi fenomena yang multidimensional. Terdapat hubungan antara informasi yang diproses dan sistem yang berfungsi untuk dapat membuat anak belajar. Setiap anak tentu saja berusaha untuk belajar, namun dalam beberapa alasan yang spesifik gagal untuk belajar secara efektif. Alasan-alasan tersebut mencakup masalah pada area pendengaran, proses berpikir, persepsi, memori, dan ekspresi. Ketika seorang anak mengalami kesulitan di area-area tersebut, maka anak tersebut dapat dikatakan mengalami kesulitan belajar spesifik. Istilah ‘kesulitan belajar spesifik’ adalah suatu kondisi dimana anak yang diyakini memiliki tingkat kecerdasan normal (bahkan tidak sedikit yang mempunyai kecerdasan di atas rata-rata) ternyata mengalami kesulitan yang signifikan dalam beberapa area perkembangan. Area perkembangan yang mengalami kesulitan ini meliputi bidang-bidang akademis seperti kemampuan baca, tulis, hitung. Fokus dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kesulitan belajar spesifik pada anak dan faktor-faktor penyebabnya serta pengaruh pemberian intervensi berupa psikoedukasi terhadap orangtua dan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode single-case experiment dan subjek penelitian diambil dari salah satu SD yang ada di Surabaya. Penerapan psikoedukasi menunjukan memberikan insight pada orangtua subjek (ibu). Ibu subjek menyadari tentang kebutuhan untuk memindahkan subjek ke sekolah yang dapat menunjang pendidikan khusus subjek. Berdasarkan hasil monitor dengan orangtua setelah subjek dipindahkan ke sekolah dengan pendidikan khusus, terjadi peningkatan dalam prestasi subjek
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL GAMBAR DI MASA PANDEMI
Tujuan yang dicapai adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan media visual gambar dalam proses pembelajaran pendidikan agama kristen. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Metode ini didasarkan pada cara berpikir dengan menggunakan pendekatan filsafat postpositivisme yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah.
Maka hasil yang diperoleh adalah perubahan hasil belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran pendidikan agama kristen di kelas, ternyata seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar Inpres Soliu ternyata penggunaan media visual gambar sangat efektif dalam proses pembelajaran di kelas. Keefektifan penggunaan media visual gambar ini terletak pada beberapa komponen penting yaitu: 1). Bentuk gambar yakni dalam mendesain gambar bentuk gambar yang dipakai oleh guru harus sesuai dengan materi pelajaran yang diajarkan; 2). Ukuran gambar yakni ukuran gambar yang digunakan oleh guru harus mampu untuk menjangkau seluruh peserta didik yakni besar sehingga dapat dilihat oleh peserta didik; serta 3). Kemenarikan atau daya tarik yakni desain media visual gambar dari modelnya, pewarnaan harus benar dan menarik minat serta perhatian siswa. Sehingga dengan Seluruh siswa yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran dapat akti
Tanggung Jawab Guru PAK Dalam Pembentukan Karakter Siswa Di SMP Negeri 1 Tahuna
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tanggung jawab guru PAK dalam membentuk karakter siswa, faktor penghambat dan faktor pendukung dalam membentuk karakter siswa dan upaya guru PAK dalam memebentuk karakter siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMP N 1 Tahuna pada tahun 2018.
Dari hasil temuan tersebut maka direkomendasikan untuk: 1). Guru PAK lebih bertanggung jawab dalam membentuk karakter siswa dengan lebih bekerja keras, memberikan teladan yang baik bagi siswa, 2). Bisa membangun kerja sama dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan pembentukkan karakter yaitu orangtua, gereja khsusnya Pembina Remaja, guru-guru yang ada di sekolah. 3). Guru harus lebih lagi berupaya dalam meningkatkan pembentukan karakter siswa serta bisa memberikan pengaruh positif bagi siswa
Menelaah Marcion Mengenai Paham Kesatuan Allah Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru: Sebuah Riset Kesejarahan
This article aims to approach the whole study using historical methods which are included in the research group with a qualitative paradigm. The historical in question is Marcion, a theologian who influenced Christianity in the second century. One of the teachings highlighted by Marcion is the understanding of God, where he rejects the God of the Old Testament but believes in the God of the New Testament that this rejection causes Marcion to reject the canon of the Old Testament. In the nineteenth century, two theologians who followed Marcion's ideology reappeared. That is why Marcion's theology becomes the rationale for research as an awareness of the phenomena that can reappear in the present and in the future. This paper examines the background of Marcion's life to the things that influenced the birth of Marcion's understanding of the God of the Old Testament and the God of the New Testament, including the actions of the church at that time and the influence of Marcion which continued to grow until the nineteenth century, especially those affecting Friedrich Delitzsch and Adolf Harnack. . This paper also follows up on the research step by synthesizing the views of theologians about the fact that God's nature is comprehensive and constitutes a continuous unity through God's attributes. So that it is hoped that Marcionism or the teaching of dogma will not arise, doctrines that are interpreted by rejecting the canon of the Bible and can be justified
Selayang Pandang Implementasi Metode Pembelajaran Yang Relevan Bagi Pendidikan Anak Usia Dini Ceria Terpadu Wamena Tahun 2016
This article is a study of relevant learning methods for early childhood, especially those that have been applied to early childhood education units (PAUD) which name is Kelompok Belajar, Beriman dan Bermain dan Taman Kanak-Kanak (KBTRI dan TK) Ceria Terpadu Wamena, Papua in 2016. This study was preceded by a theoretical reference on the multifaceted learning methods of early childhood education. Then followed by the results of empirical research.
Theoretical references are built through literature studies, while empirical research uses qualitative methods with descriptive types built with participant field observations and unstructured interviews.
The results of the study show that various PAUD learning methods have been applied by teachers KBTRI dan TK Ceria Terpadu Wamena to the students they have mentored. Various learning methods are used by teachers in conveying messages or learning materials, both theory and practice to the students they mentor. Thus the use of learning methods in order to help students to receive all the information or messages conveyed by the teachers according to the learning materials they have prepared well
Filsafat Esensialisme Sebagai Pendukung Ideologi Pendidikan Seni Di Indonesia
Idealism and Realism are philosophical schools that make up the style of Essentialism. The contribution given by each of these is eclectic, meaning that these two schools of philosophy meet as supporters of Essentialism. Education in Indonesia is getting tougher because of the rapid onslaught of foreign cultures and increasingly rapid technological advances. Education in Indonesia seems to have lost its identity due to adopting too many foreign cultures. Traditions and local wisdom that should be the hallmark of the Indonesian people are sinking and being replaced by foreign cultural products. Even though many have expressed their thoughts about thinking globally acting locally, the identity crisis still continues to plague our nation. In these conditions, education should position itself as an inseparable part of a civilization
Kajian Dogmatis Makna Nyanyian Dalam Tata Ibadah Minggu di Jemaat GMIM Sentrum Imanuel Kumelembuai
Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari tahu bagaimana pemahaman jemaat dalam memaknai nyanyian dalam tata ibadah, berteologi terhadap nyanyian, dan mencari tahu relevansi teologi terhadap nyanyian dalam tata ibadah GMIM. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di Jemaat GMIM Sentrum Imanuel Kumelembuai tahun 2021. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, observasi dan wawancara. Dari hasil analisis dan indikasi bahwa: (1) Jemaat memahami bahwa nyanyian merupakan respon iman jemaat, (2) cara berteologi jemaat GMIM Sentrum Imanuel Kumelembuai terhadap nyanyian masih kurang memaknai konteksnya sebagai unsur penting dalam tata ibadah, (3) Nyanyian merupakan konsep Dogmatika Kristen yang penting untuk dipahami sebagai salah satu unsur yang penting dalam unsur tata ibadah GMIM. Dari hasil temuan tersebut maka direkomendasikan agar gereja dapat lebih lagi dalam memahami dan mempelajari nyanyian khususnya dalam unsur tata ibadah GMIM, serta meningkatkan pemahaman jemaat tentang pentingnya memaknai unsur-unsur dalam tata ibadah untuk meningkatkan spiritualitas jemaat dalam beribadah