Ejournal Institut Agama Kristen Negeri Manado
Not a member yet
812 research outputs found
Sort by
Pengembangan Sumber Daya Guru Dalam Rangka Mencapai Guru Profesional
The problem of human resources, especially in educational institutions, always characterizes the quality of the education produced. To improve the quality of education, professional teachers are needed. To become a professional teacher, you are required to have a higher education in the Bachelor or Diploma Four Program, competence, and an educator certificate. A professional teacher must have a theoretical basis for the work that is the concentration of his expertise. This research focuses on the aspect of developing teacher resources, especially in improving teacher professionalism, because professional teachers are the main factor in producing good quality education, in this case, quality students as a result of the education. The research was conducted at SMK Negeri 2 Manado as a school that has good qualifications and quality of education. In the development of teacher resources in order to become professional teachers at SMK Negeri 2 Manado, special attention is given to the principal so that uncertified teachers have the opportunity to develop competencies in accordance with their fields of expertise, including being included in teacher professional education and various competency development trainings. teacher
The Study And Function of Software Sibelius: : Audio Score Number Converted To Partitur Score In Ave Maria 'S Song In Lourdes Madah Bakti -546
Nowadays, life activists are inseparable from technological advances, everything they cannot be separated from the help of improving this advanced study to see and examine the function of software on Sibelius, Sibelius, not numbers converted to block notes. The musicians still use manual to convert these scores, because they are not used to using digital patterns. Sibelius' software makes it easy for music conductors or creators to explore their inspiration. The explanation of Sibelius and the notation of numbers are indeed important for musicians who are not yet friendly to him. This research method uses descriptive qualitative, examining a previous explanation to see the similarities and, advantages, and disadvantages of number notation and block notation. Examines the extent to which Sibeliuscanis able to read its conversions
Bermisi Dalam Basis Digital Sebagai Transformasi Misi Kristen Di Era Revolusi Industri 4.0
The writing of this scientific paper is motivated by the progress and development of technology in the era of the industrial revolution 4.0 which has converted various forms of human activity into a digital and machine basis. This paper aims to produce a mission on a digital basis as a reflection of a transformative mission to proclaim the gift of salvation from God in the midst of human life in the era of the industrial revolution 4.0 in order to expand the kingdom of God. To realize the research objectives, the author uses a descriptive qualitative research method. Through this research, it was found that the strategy, method, or mission approach can be transformed according to the changing times, especially in the era of the industrial revolution 4.0 to present a mission that is relevant without reducing the value of the truth of the gospel. Carrying out a mission in a broad sense means that we are giving ourselves to respond to God's grace to be witnesses, salt, and light in this world. This mission in the era of the industrial revolution 4.0 is carried out to reach souls by taking advantage of the advantages of digital that are not limited by space and time so that news about the kingdom of God is increasingly expanded, this news will reach anyone anywhere. In addition, missions on a digital basis can be applied as a form of service to the congregation to maintain and maintain the faith of believers. So the various digital devices that exist today do not become idols for human life which only have a negative impact. However, various digital devices it is used to bring the glory of God into the midst of the world
Implementasi Karakter Berdasarkan Buah Roh ke dalam Tema-Tema Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Siswa Kelas VII SMP
This article proposes several characters based on Galatians 5:22-23 that can be implemented into the themes of Christian Religious Education (PAK) or Budi Pekerti that have been determined by the Ministry of Education and Culture (Kemdikbud) of the Republic of Indonesia at the junior high school (SMP) class VII. The type of research method used by the author is a descriptive method, namely by discussing the developmental psychology of junior high school students, the themes of PAK and Budi Pekerti according to the Ministry of Education and Culture, exploring character values based on the fruit of the Spirit in Galatians 5:22-23. Then, in the end, the author will implement these character values into the PAK and Budi Pekerti curriculum that has been prepared by the Ministry of Education and Culture (Kemdikbud)
DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT PENAMBANGAN PASIR LIAR DI SUNGAI RANOYAPO DAN IMPLIKASINYA BAGI JEMAAT GMIM TESALONIKA BUYUNGON
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas penambangan pasir liar di Sungai Ranoyapo dan dampaknya bagi lingkungan, serta mendeskripsikan peran pemerintah dan gereja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berbentuk observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil bahwa proses penambangan pasir di Sungai Ranoyapo tidak sesuai aturan pemerintah, sehingga menyebabkan kerusakan ekosistem di Sungai Ranoyapo. Selain itu, dampak lain yang muncul, yaitu kondisi jembatan Ranoyapo yang rusak, karena tiang jembatan bagian tengah sudah menjorok ke dalam sungai. Pemerintah dan gereja telah berupaya menghentikan kegiatan penambangan pasir liar di Sungai Ranoyapo, tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil, karena masyarakat yang telah menggantungkan hidupnya lewat penghasilan menambang pasir di sungai tersebut. Lewat penelitian ini, diharapkan dapat membuka cara berpikir jemaat, GMIM Tesalonika Buyungon, khususnya para penambang pasir untuk mengolah sumber daya alam dengan benar dan menempatkan diri dalam tugas tanggung jawab yang diberikan Allah untuk menjaga dan melindungi alam. Selain itu, gereja akan semakin maksimal dalam mendukung program yang berhubungan dengan kelestarian lingkungan hidup
Perkembangan Emosional Remaja Yatim Piatu
It is undeniable that the death of biological parents can affect the emotional development of children. The purpose of this study is to reveal the reality of the emotional development of orphaned adolescents at the Dorkas Sidoarjo Orphanage. To answer the purpose of the author uses a literature study research method in a phenomenological perspective. The findings of this study there are two factors that influence the emotional development of adolescents. The internal factor is the age when teenagers face the death of one or both of their parents, which greatly affects their emotional development: feelings of worthlessness, anxiety and depression arise and some even fall into juvenile delinquency who deal with the police. The external factor is spiritual development and is also supported by a conducive atmosphere full of kinship in the orphanage which has a positive impact on emotional development.
 
Analisis Bentuk dan Makna Lirik Lagu Ye Servants of God dalam Kidung Jemaat
Musik yang digunakan dalam liturgi ibadah, tidak lepas dari lirik lagu yang tentunya mempunyai peranan penting dalam peribadatan. Lirik lagu dalam tata ibadah mempunyai arti dan maknanya masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan makna syair lagu gubahan Charles Weasley pada Kidung Jemaat. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik analisa data kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syair lagu Ye Servants of God milik Charles Wesley dalam Kidung Jemaat memiliki bentuk lirik dengan struktur rima berpasangan, dan makna mendalam berkaitan dengan pengabdian diri para hamba Tuhan, dalam pekerjaan pelayanan
IMPLEMENTASI PSIKOLOGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM PENDIDIKAN KARAKTER
Pendidikan Karakter adalah hal yang penting dibutuhkan dalam mengedukasi setiap insan supaya bersikap humanis. Nilai-nilai karakter perlu ditanamkan kepada setiap orang, karena lewat pendidikan karakter akan membantu seseorang dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai etis yang dipandang baik untuk diberlakukan dalam hidup. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan edukasi tentang penerapan pendidikan karakter dalam implementasi PAK di keluarga, sekolah dan gereja. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini merujuk pada penerapan psikologi PAK dalam pendidikan karakter adalah penting dan perlu untuk mengkaji perilaku peserta didik atau umat Kristen agar kehidupannya didasari pada Firman Tuhan. Optimalisasi dari implementasi pendidikan karakter dalam Pendidikan Agama Kristen dapat dilakukan dengan basis struktur kurikulum yang sudah ditetapkan dengan mantap yang dimiliki oleh setiap institusi yaitu penguatan pendidikan karakter berbasis kelas, penguatan pendidikan karakter berbasis budaya sekolah, dan penguatan pendidikan kurikulum berbasis masyarakat. Kesimpulannya memperlihatkan terwujudnya penguatan pendidikan karakter dalam Pendidikan Agama Kristen bila setiap stake holder dilibatkan untuk mengawal, menjalankan, mengawasi dan mengevaluasi semua proses sehingga menjadi budaya positif dalam Pendidikan Agama Kristen
Program Bimbingan Belajar Mata Pelajaran PAK dan Budi Pekerti sebagai Bentuk Pengabdian dan Aksi Nyata Mahasiswa KKN IAKN Manado di SMP Negeri 1 Likupang Selatan
Program KKN mahasiswa IAKN Manado dalam bentuk bimbingan belajar bertujuan untuk membantu peserta didik yang sudah lama tidak belajar secara tatap muka langsung, boleh memahami materi pembelajaran secara lebih baik, khususnya dalam mata pelajaran PAK dan Budi Pekerti. Dengan cara meningkatkan motivasi, minat belajar, keaktifan, serta rajin dalam membuat tugas, melalui pendekatan pembelajaran homemaking, metode pembelajaran ceramah, tanya jawab, dan pemberian tugas. Metode yang digunakan dalam dalam penelitian adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini dipeoroleh melalui observasi dan kepustakaan. Hal ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bimbingan belajar PAK dan Budi Pekerti yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Likupang Selatan, khususnya bagi peserta didik kelas 7 dan 8. Hasil dari penelitian dan pengabdian ini adalah beberapa peserta didik yang sebelumnya kurang memahami materi, malas atau tidak mau mengerjakan tugas, menjadi lebih memahami materi dan semakin rajin dalam mengerjakan tugas. Berdasarkan hal di atas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan, metode, dan media pembelajaran yang diterapkan cukup efektif dan berhasil untuk membuat peserta didik di kelas lebih memahami
materi pembelajaran secara lebih baik, meningkatkan motivasi, minat belajar, keaktifan, serta rajin dalam mengerjakan dan memasukan tugas
SUMBANGSIH TEORI FUNGSIONALIS EMILE DURKHEIM UNTUKMEWUJUDKAN AGAMA SEBAGAI WACANA PERFORMATIFDALAM MEWUJUDKAN SOLIDARITASDI TENGAH PANDEMI
Agama sangat memungkinkan menjadi penentu akan terwujudnya perspektif bagi setiap penganutnya dalam memandang dan mengerti akan eksistensi diri sendiri serta setiap relasiyang ada dengan masyarakat dan juga alam. Benarlah bahwa agama saat ini mendapat tempat utama pada masyarakat dan menjadi bagian yang bersifat konstitutif. Dalam tulisan ini, penulismengemukakanargumentasi bahwa fungsi agama sebagaimana terdapat dalam dimensi fungsionalnyaseharusnya memberikan suatu hal baru yang mampu mengintegrasikan kehidupan yang bersifat individual(privat) ke kehidupan komunal (public). Kemudian agar agama dapat dipahami sebagai wahana yang dapat berfungsi sebagai penolong. Hasil penelitian menemukan bahwa, Fungsi agama adalah itu sebagai berikut: Pertama, agama mendasarkan perhatiannya pada sesuatu yang berada di luar jangkauan manusia. Kedua, agama menawarkan hubungan transendental melalui pemujaan dan ibadat sehingga memberikan dasar emosional. Ketiga, agama menyucikan norma-norma dan nila-nilai masyarakat yang telah terbentuk